12/12/2023
UNTUK YANG SELALU KHAWATIR AKAN MASA DEPAN
Saya itu sudah tua. Sejak 2012an saya resign dari pekerjaan kantoran untuk menjalankan bisnis sendiri. Alhamdulillah bangkrut. Lalu terbayang masa depan suram. Seorang penangguran dengan hutang yang menumpuk. Secara logika sulit untuk bangkit berdiri.
Faktanya memang demikian. Saya kesulitan berdiri. Tetapi kesulitan ini tidak lama hanya sekitar 1 tahunan ekonomi normal kembali bahkan sempat berada di puncak. Lalu terjun lagi dan naik lagi. Terjun lagi naik lagi begitu seterusnya.
Artinya benar bahwa roda itu berputar. Hanya bisa dirasakan oleh mereka yang tidak terikat kepada pekerjaan tetap. Yaitu mereka yang dengan segala keterbatasan mencoba menghadapi hidup yang keras.
Biasanya kekhawatirannya adalah tidak ada pekerjaan yang menghasilkan. Bahkan khawatir keluarga tidak bisa makan. Ini wajar sebab ada saat dimana dalam keadaan pengangguran sementara tidak memegang uang sama sekali.
Faktanya kekhawatiran itu tidak pernah terjadi. Selalu ada saja pekerjaan yang bisa dikerjakan dan menghasilkan. Meskipun hanya sekedar tukang ojek, buruh bangunan, jualan kopi, jualan jasa dan lain sebagainya.
Yang ingin saya tekankan disini adalah, "Selalu ada saja rezeki sebagai bagian dari tanggungan Allah kepada mahluk ciptaan_Nya".
Memang terkadang hidup itu sulit, susah dan keras. Hanya bisa makan apa adanya. Tetapi di posisi ini bukan besar kecil pendapatan namun bagaimana mengekspresikan rasa syukur. Disini kita belajar mensyukuri dengan syukur yang luar biasa rezeki sekecil apapun.
Dahulu makan enak sudah biasa, lalu ada masanya dimana hanya makan nasi sama tempe. Kalau kita mengedepankan hawa nafsu maka sepiring nasi ini bikin sesek dada. Kita mengingkari nikmat, seakan akan menolak pemberian Allah. Disinilah sebenarnya masalahnya.
Tetapi jika kita melihat hakikatnya yaitu, bagaimana rumitnya Allah mengatur skenario sehingga nasi sampai ke tangan anda, maka rasa syukur itu akan muncul. Bagaimana padi ditanam, dimana ditanam, siapa petaninya, siapa yang mendistribusikannya sehingga sampai ditangan kita. Nikmatnya nasi tempe akan benar benar berbeda ketika diiringi dengan syukur. Berterimakasih kepada Allah yang telah mengatur proses proses njlimet sehingga nasi sampai di hadapan kita.
Sehingga ketika roda berputar naik ke atas rasa syukur itu tetap utuh bahkan makin bertambah. Sebab menyaksikan sendiri bagaimana amazingnya Allah mengirimkan berbagai bentuk rezeki kepada hamba_Nya tanpa ukuran tanpa batas. Saat itulah sahabat akan mengalami "rasa" ayat dibawah ini:
Artinya: Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS Ibrahim: 7)
Oleh karena itu bagi sahabat yang sedang berjuang, sedang dalam kondisi dibawah, sedang merangkak dll jangan fokus kepada nasi tempe, tetapi fokus kepada rasa syukur. Nikmati proses perjuangannya nanti tahu tahu sudah sampai. Karena sekali lagi roda itu berputar.
Bagi sahabat yang sedang dititik nadzir percayalah kekhawatiran anda tidak akan terjadi, asalkan mau ikhtiar. Pasti ada pekerjaan yang bisa dikerjakan, pasti ada makanan yang bisa dimakan. Yang penting ketika dibawah niatkan belajar untuk melatih mentalitas pemenang.
Semoga menginspirasi
Adhin Busro
Kampung SMASH
sites.google.com/view/bestcorpsyariah