Jamu jamsi obat diabetes

Jamu jamsi obat diabetes Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Jamu jamsi obat diabetes, Business service, Bekasi.

22/10/2018

BAHAYA DIABETES

Kita tau bahwa sekarang penyakit diabetes sudah ada dimana mana namun apa kalian tau apa sih itu diabetes? Diabetes (diabetes melitus) adalah penyakit jangka panjang atau kronis yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa) yang jauh di atas normal. Glukosa sangat penting bagi kesehatan kita karena merupakan sumber energi utama bagi otak maupun sel-sel yang membentuk otot serta jaringan pada tubuh kita. Trus apakah kalian tau apa sih penyebab seseorang dapat terkena penyakit diabetes? nah diabetes juga dapat dianggap sebagai penyakit yang disebabkan oleh kelainan reaksi kimia dalam hal penggunaan yang tepat dari karbohidrat, lemak, dan protein dari makanan karena kekurangan pengeluaran atau kekurangan insulin. Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas untuk mengatur jumlah gula dalam darah.

Diabetes dianggap tidak bisa disembuhkan dan membuat pasien putus dari pengobatan. Pasalnya pasien didiagnosa karena kondisinya sudah parah. Namun, seorang diabetesi asal Lampung ini membuktikan bahwa, diabetes yang sudah parah sekalipun dapat dikontrol dengan mengatur waktu untuk berolahraga.Machrupan, Mantan Direktur PDAM di Kotabumi, Lampung Utara, pertama kali didiagnosis diabetes melitus (DM) pada 2009. Bapak yang kini berusia 63 tahun tersebut mengatakan ia mulai memeriksakan diri ketika mulai merasakan kemampuan tubuh yang melemah saat melakukan olahraga tenis meja yang digemarinya. "Begitu dicek di lab, dokter tanya gula darah bapak kok sangat tinggi sekali. Kalau tidak salah pertama sekali gula darah saya 317 dan hba1c saya 13,7, padahal normalnya 6,5. Ternyata saya sudah lama mengidap diabetes, tapi saya bahkan belum tahu apa itu DM. Ketika dokter cerita apa itu DM dan bagaimana DM tidak dapat disembuhkan, saya langsung stres," kisahnya kepada media, saat ditemui di acara Jambore Nasional BPJS Kesehatan, di Sanur, Bali, Minggu 29 November 2015.

Meski sempat stres setelah mendengar fakta bahwa diabetesi seperti dirinya harus terus minum obat, ia bertekad untuk mencari jalan lain agar penyakitnya bisa dikontrol dan bebas obat. Mengingat pada 2011, belum ada sistem rujuk balik, ia pun memanfaatkan kesempatan yang disediakan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) puskesmas, yaitu klub Program Penanggulangan Penyakit Kronis (Prolanis). "Saya mencoba konsultasi ke puskesmas sejak 2009. Pada 2011, saya diajak untuk bergabung dengan klub Prolanis yang dulu disebut PPDM (Pengelolaan Penyakit Diabetes Mellitus). Di sana saya mengenal apa itu DM, setiap jumat ada pertemuan dengan dokter, setengah bulan sekali diperiksa gula darah saya, termasuk hba1c tiga bulan sekali. Setiap satu bulan sekali saya juga diberi penyuluhan diabetesi dan hipertensi. Dari sana saya mulai terus menimba ilmu," lanjutnya.
Kemudian pada 2013, ia mendapatkan momentum setelah menjalani ibadah haji. Selama di sana ia mengaku tidak menghabiskan obat sebanyak yang ia makan, sebelum ke sana karena tubuhnya terasa lebih segar dari biasanya, walau tanpa obat. Merasakan keajaiban tersebut, ia pun berdoa dengan kesungguhan agar penyakitnya dapat disembuhkan. "Ketika kembali sampai di Lampung saya berpikir, gula darah saya selalu normal padahal saya enggak pantang makan apapun. Lalu saya pikir, oh mungkin karena saya banyak gerak, mengingat saat pergi haji kegiatan saya hanya makan, banyak ibadah, dan istirahat. Kalau begitu akan saya coba untuk olahraga setiap hari," ia bercerita.
Ia pun segera membuat jadwal olahraga harian dengan lari 3,5 kilometes tiga kali seminggu. Namun, kemudian ia mendapat saran dari dokter agar latihan fisik tersebut diubah menjadi jalan cepat 1,5 km untuk pemanasan, lalu lari sepanjang 1 km, dan ditutup jalan cepat 1 km. Tak hanya rutin lari dan jalan cepat, ia pun disarankan untuk bergabung dengan senam diabetes yang masuk dalam kegiatan Prolanis. "Saya buat jadwal olahraga dengan Minggu untuk senam, Senin jalan sehat, Rabu senam, Kamis jalan sehat, Jumat program Polanis, Sabtu jalan sehat. Di rumah pun saya coba pelajari senam DM dan saya lakukan empat kali seminggu, tiga kali sendiri di rumah dan sekali di puskesmas. Jadi tidak ada hari tanpa olahraga. Setelah delapan bulan, hba1c saya yang tidak pernah di bawah 13 pun akhirnya turun sampai menjadi 5,1," terangnya.
Tekadnya yang bulat untuk sembuh membuat dan putus obat pun berbuah hasil. Ia pun tetap melakukan rutinitas olahraga tersebut yang diimbangi dengan diet sehat. Pada 2013, tepat satu tahun setengah ia sudah tidak rujuk balik untuk mengambil obat. "Sejak Oktober 2013 saya sudah tidak meminum obat sama sekali dan dokter menyatakan saya sembuh total. Saya pun berterima kasih sekali dengan BPJS karena dengan Prolanis saya terus termotivasi agar sembuh dari DM dengan disiplin dan banyak gerak. Jadi, jangan takut dan cepat menyerah, karena DM bisa dikendalikan dan bisa dicegah," tutupnya.

Address

Bekasi

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Jamu jamsi obat diabetes posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share