14/01/2018
SYURGA DAN NERAKA KEKAL.
Banyak orang yang beranggapan asalkan sudah mengucapkan dua kalimah syahadat, maka semuanya akan masuk syurga. Sedangkan yang selama didunia melakukan dosa, maka sebelum dimasukan syurga dimasukan ke neraka dahulu untuk menebus dosa-dosanya dahulu. Sedangkan orang kafir selamanya di dalam neraka.
Apakah demikian?? Seperti kebanyakan orang sangkakan.
Alangkah baiknya kita menelaah ayat di bawah ini :
Al-Baqarah (2) : 80-82
وَقَالُوا لَنْ تَمَسَّنَا النَّارُ إِلَّا أَيَّامًا مَعْدُودَةً ۚ قُلْ أَتَّخَذْتُمْ عِنْدَ اللَّهِ عَهْدًا فَلَنْ يُخْلِفَ اللَّهُ عَهْدَهُ ۖ أَمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Dan mereka berkata: "Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja". Katakanlah: "Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?"
بَلَىٰ مَنْ كَسَبَ سَيِّئَةً وَأَحَاطَتْ بِهِ خَطِيئَتُهُ فَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
(Bukan demikian), yang benar: barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.
وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.
Ternyata di ayat diatas, Alloh membantah dengan tegas bahwa yang benar adalah jika manusia berbuat dosa (walaupun orang islam) maka mereka kekal di dalam neraka. Demikian juga orang yang beriman dan beramal sholeh tempatnya adalah syurga, mereka kekal didalamnya.
Sehingga sebenarnya jalan syurga itu hanyalah jalan islam, dan orang islam juga tidak boleh membawa dosa ketika meninggal dunia. Setiap dosa sebesar apapun di dunia pasti Alloh ampuni. Asalkan pertaubatan dosa itu dilaksanakan sesuai syareat.
Ada tiga kelompok perbuatan dosa dan cara pertaubatannya:
1. Dosa kepada sesama manusia, pengampunannya yaitu dengan cara meminta maaf.
Ada hadits yang menyatakan bahwa perselisihan sesama manusia tidak boleh lebih dari tiga hari.
2. Dosa karena pelanggaran syariat (mencuri, berzina, minum khamr, dll) maka pertaubatannya harus dilaksanakan hukum syariatnya (dilaksanakanya ketika di dunia).
3. Dosa karena kemusrikan/menyekutukan Alloh, maka pertaubatannya kembali bertauhid.
Tentang cara pertaubatan pun Alloh menjelaskan syariatnya di dalam ayat berikut:
An-Nisā (4) : 64
وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا لِيُطَاعَ بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جَاءُوكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللَّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُوا اللَّهَ تَوَّابًا رَحِيمًا
Dan Kami tidak mengutus seseorang rasul melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
Demikianlah Alloh menetapkan syariatnya Alloh menetapkan hukumnya untuk ditaati, tapi kalau manusia lalai maka jalur pertaubatan pun sudah Alloh jelaskan, seperti di ayat (4:64) yaitu lewat rasul Alloh untuk memohonkan ampun kepada Alloh, supaya tidak ada dosa yang dibawa mati.
Ternyata Alloh itu maha penerima taubat, tapi walaupun demikian jangan coba-coba melanggar syariat Alloh, karena hukuman-Nya sangat berat. Sehingga apabila tidak ditempuh pertaubatan di dunia, maka azab akhirat kekal telah menunggunya.
Naudzubillahi min dzalik.
Pertaubatan itu adanya di dunia, sedangkan di akhirat adalah hasil yang kita tuai sesuai perbuatan di dunia.
Wallahu’alam.