13/01/2020
DNA & TAKDIR
Sering kita jumpai, seorang anak, ada yang mirip ayahnya, atau ibunya, atau bahkan gabungan keduanya.
Tentu saja, ini karena genetik yang berperan di dalamnya, sehingga membuat seorang anak biasanya mirip dengan salah satu orangtuanya atau bahkan mirip sekali dengan kedua orangtuanya.
Ternyata, bukan hanya kemiripan wajah juga postur tubuh yang menjadi ‘warisan’ orangtua kepada anaknya.
Ada juga hal-hal lainnya, dan beberapa di antaranya adalah:
Risiko penyakit
Tubuh manusia itu unik karena terdiri atas triliunan sel penyusun. Dalam setiap sel tersebut, terdapat struktur inti atau nukleus yang di dalamnya berisi kromosom.
Masing-masing kromosom dilengkapi dengan untaian asam deoksiribonukleat atau DNA. Nah, gen adalah bagian dari DNA yang nantinya diturunkan dari orangtua ke anak.
Setiap anak normalnya memiliki dua salinan gen dari kedua orangtua. Ketika nantinya DNA yang telah diturunkan ini mengalami kerusakan, maka strukturnya akan berubah.
Kerusakan pada struktur DNA ini bisa dipicu oleh berbagai hal, salah satunya paparan bahan kimia. Hal inilah yang kemudian menyebabkan munculnya penyakit pada tubuh.
Nah, struktur DNA yang rusak tersebut bisa menurun pada anak. Terlebih jika gen tersebut cukup kuat, sehingga akan mengalahkan gen lainnya yang tidak membawa penyakit.
Otomatis saat dilahirkan, kemungkinan besar anak sudah memiliki risiko penyakit keturunan yang dialami oleh orangtuanya.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, gen bisa dibilang sebagai bagian dari DNA yang membawa semua informasi seputar ciri khas orangtua untuk diwariskan pada anaknya.
Tubuh setiap orang memiliki lebih dari 20.000 gen penyusun, di mana semua gen tersebut memiliki dua salinan berbeda yang didapat dari kedua orangtua.
Sedangkan DNA, menyumbang sebanyak 23 pasang kromosom untuk masing-masing tubuh anak.
Dengan kata lain, ayah dan ibu akan menyumbang masing-masing 23 kromosom, yang akhirnya membentuk 46 buah kromosom total alias 23 pasang kromosom.
Di dalam setiap kromosom tersebut ada beragam informasi dari gen yang berperan untuk menentukan tampilan fisik seorang anak.
Oleh karena tubuh memiliki dua pasang kromosom berbeda dari ayah dan ibu, otomatis pasangan gennya juga tidak sama.
Sepasang gen tersebutlah yang nantinya bertanggung jawab terhadap pembentukan ciri atau tampilan fisik khas seseorang.
Alhasil, anak pun memiliki ciri khas tertentu karena diturunkan dari orangtua. Itulah mengapa sebagian ciri fisik seorang anak biasanya mirip dengan ibu, sementara beberapa bagian tubuh lainnya menyerupai ayah.
Bahkan, bisa saja seorang anak lebih cenderung serupa dengan ayah atau ibunya saja. Lagi-lagi, hal ini dikarenakan DNA anak merupakan kombinasi dari kedua orangtuanya.
Akibatnya, warna rambut, warna bola mata, bentuk hidung, ketebalan alis, lentiknya bulu mata, dan hal lainnya pada anak mirip sekali dengan orangtuanya.
-----------------------------------
Jadi… dapat dianalogikan DNA ini seperti sebuah flash disk yang menyimpan segala informasi genetic bahkan memori penyimpanannya mampu menyimpan semua informasi masa lalu dari kakek nenek keturunan diatas kita. Akhirnya DNA ini menjadi sebuah rangkaian TAKDIR bagi kita.
Di dalam keilmuan Hipermetafisik, susunan kode2 DNA yang membentuk takdir ini dapat dirubah atau di reset atau dibersihkan dari takdir2 buruk (virus Takdir). Zikir2 yang direkomendasikan THM mampu menembus lapisan inti sel yang paling dalam dan menyentuh ruang DNA tadi sehingga mampu menyusun kembali kode2 DNA menjadi seperti apa yang kita niatkan.