28/10/2018
Selamat Hari Sumpah Pemuda!
90 tahun Sumpah Pemuda tentunya telah dilalui banyak warna dan cerita. Tahukah kamu? Pada awalnya, Sumpah Pemuda dibuat dengan tujuan menegaskan cita-cita akan adanya kesatuan tanah air, bangsa, dan bahasa Indonesia agar Indonesia dapat merdeka.
Pergerakan organisasi pemuda di Indonesia telah dimulai sejak 20 Mei 1908 melalui terbentuknya Boedi Oetomo. Berangkat dari pemikiran bahwa pendidikan merupakan salah satu faktor penentu kemerdekaan Indonesia, Boedi Oetomo bergerak memajukan dunia pendidikan Indonesia.
Pada tahun 1918 mulai berdiri perkump**an-perkump**an pemuda lain seperti Jong Java, Jong Sumatera, Jong Ambon, dan lain-lain. Berdirinya perkump**an ini juga diikuti oleh pembentukan organisasi pemuda Hindia Belanda yang bersekolah di luar negeri. Para pemuda ini kemudian mengadakan Kongres Pemuda I di tahun 1926. Kongres tersebut menghasilkan pencanangan organisasi pemuda tingkat Nasional.
Sebagai tindak lanjut dari hasil kongres tersebut, Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) mengusulkan diadakannya Kongres Pemuda II. “Jika bangsa Indonesia ingin merdeka, bangsa Indonesia harus bersatu”, demikian hasil pembahasan kongres tersebut.
Maka dari itu, munculah Soempah Pemoeda yang diikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928 dengan bunyi:
“Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia”
“Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia”
“Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia”
Pemuda Indonesia juga turut terlibat dalam inisiasi reformasi bangsa Indonesia. Berangkat dari keprihatinan atas krisis ekonomi yang melanda Indonesia dan ketidakpuasan terhadap pemerintahan zaman orde baru, terbentuklah Gerakan Mahasiswa Indonesia.
Bukan hal yang mudah bagi para pemuda saat itu untuk mewujudkan keinginan menciptakan Indonesia yang lebih sejahtera. Empat orang pahlawan reformasi (Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie) gugur pada peristiwa Mei 1998.
Hingga saat ini, pemuda masih terus melahirkan berbagai pemikiran dan gerakan menuju Indonesia yang lebih baik.
Sebagai contoh, Achmad Zaky, Nadiem Makarim, William Tanuwijaya, dan Ferry Unardi merupakan pemuda yang memiliki andil besar dalam pergerakan ekonomi bangsa Indonesia. Mereka merupakan pendiri dari unicorn startup Asia Tenggara.
Di level akar rumput, banyak p**a aktivis muda yang membanggakan. Sebut saja Faye Simanjuntak (aktivis hak anak), Margianta Surahman (aktivis pengendalian tembakau dan anti slavery), serta Ranitya Nurlita (aktivis lingkungan).
Sebagai pemuda, ada sangat banyak hal yang dapat kita kontribusikan bagi kemajuan bangsa Indonesia.
Kamu sudah siap?
Karena sekarang saatnya bagi kamu untuk berkontribusi!