Anita Hasti

Anita Hasti Dapatkan Panduan Internet Marketing Setiap Harinya dengan Me"LIKE" Halaman ini...

10/11/2017

10/11/2017

09/11/2017

MAU ANAK MUDAH HAFAL AL QUR'AN ???
Yuukk Hadiahkan Mereka Mainan Ini...
Sudah banyak bunda yang membuktikan looh :)
★★ APPLE LEARNING HOLY QUR'AN ★★
=>> Mainan Edukatif islami
Bunda... ? Mainan apel ini bukan sembarang mainan lho! Tapi, berguna untuk mengedukasi si kecil untuk belajar menghafal surat-surat pendek, doa-doa harian, doa sholat dan masih banyak lagi. Pastinya dengan menggunakan Apple Learning Qur'an ini, si kecil jadi lebih semangat mendalami Islam.
Selain itu, Apple Learning Quran ini sangat fleksibel, bisa dijadikan sebagai lampu tidur atau dikalungkan di leher. Pasti buah hati Bunda s**a dengan benda unyu yang satu ini.
Selain menarik, si kecil juga bisa mainan sambil belajar, menghafal doa-doa harian, hafalan surat pendek, hafalan sholat, dll karena dengan mendengarkan, lama-lama juga akan mudah di hafal apalagi di usia emas yang hafalannya top cer...
Apple learning isinya apa aja sih?
Nih Bun....
1. 26 DOA HARIAN :
Doa bangun tidur, doa masuk wc, doa keluar wc, doa mau wudhu, doa pagi hari, doa mau makan, soa sholat jenazah, doa memakai baju, doa keluar rumah, doa masuk masjid, doa keluar masjid , doa naik kendaraan, doa berjumpa sesama muslim, dia jenguk orang sakit, doa bersin, doa ketika hujan, doa bercermin , doa masuk kuburan, doa buka puasa, doa mau tidur, doa sore hari, doa masuk rumah, doa ketika dapat musibah dll.
2. 16 SURAT PENDEK :
At-Tariq, Al-Balad, Ash-Shams, Al-Layl, Ad-Duhaa, Ash-Sharh, At-Tin, Al-Alaq, Al-Qadr, Al-Bayyinah, Az-Zalzalah, Al-'Adiyat, Al-Qari'ah, At-Takathur, Al-'Asr, Al-Humazah, Al-Fil, Quraish, Al-Ma'un, Al-Kauthar, Al-Kafirun, An-Nash, Al-Massad, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas.
3. DOA SHALAT :
Kalimat Tauhid , Syahadat , Adzan , Doa Sholat Takbir awal sampai salam.
4. NASHEED ANAK, dalam bahasa Arabic :
Thanks The parents , Love Allah and Love messanger , Ramadhan Is Coming , The Full Mon Rose , The Ceed of the oneness Allah , Alphabet ( Hijaiyah Alif sampai yaa) dan A-Z.
5. Bisa Sebagai Lampu Tidur Proyektor Bulan dan bintang-Bintang di langit
6. Suara orang dewasa dan anak, dengan bacaan Qori Arab yang fasih dan merdu.
**Menggunakan Batre 3pcs Ukuran 15 cm x 20cm"
Yuk, mari Bunda beri hadiah pada si kecil dengan mainan edukatif untuk perkembangan terbaik si buah hati.
Harga Normal Rp. 190.000 (Diskon Rp. 91.000)
Harga Promo Rp 99.000
Bandingkan dengan segala manfaat yang bunda peroleh dari mainan edukatif ini
Mau ???
Silahkan hubungi CS kami bunda :
=====================================
http://cs.pesanaja.xyz/ZndoMuXm
(klik otomatis WA)
=====================================
/ Bisa simpan No Dibawah ini 👇👇👇
WA ===> 0838-7143-0103
WA ===> 0838-7143-0103
WA ===> 0838-7143-0103
Form Pemesanan : Nama, alamat lengkap No HP dan Warna
Trimakasih buat bunda2 yang udah order ya.
😊😊😊😊😍😍😍

Copywriting Mindset: Pola Pikir Seorang Copywriter yang Harus Anda MilikiAda banyak hal yang bisa anda pelajari terkait ...
01/11/2017

Copywriting Mindset: Pola Pikir Seorang Copywriter yang Harus Anda Miliki

Ada banyak hal yang bisa anda pelajari terkait teknik copywriting.

Tetapi kalau harus memilih 1 dari sekian banyak ilmu, inilah yang paling tidak boleh anda lewatkan:

Mindset seorang copywriter.

Meskipun anda punya 1000 template copywriting dalam berbagai aspek, kalau anda tidak punya pola pikir seorang copywriter.. tidak ada artinya.

Anda tidak bisa membuat copy yang menjual tanpa memahami ini.

Bukan hanya itu…

Template akan membuat anda kaku.. dan template bisa kadaluarsa.

Tidak demikian dengan mindset.

Cara berpikir manusia modern tidak pernah berubah sejak jaman homo-sapiens mulai bermunculan…hingga sekarang.

Dengan memiliki pengetahuan ini, anda akan mampu menciptakan copy yang efektif bahkan apabila 1000 tahun ke depan anda masih hidup.

Dan ini bisa anda terapkan dimanapun… landing page, sales letter, iklan, konten website…

#1 Copywriting bukan (cuma) penulis

Karena jaman dulu media pemasaran hanya tulisan, makanya disebut copy”writing”.

Sekarang ada media iklan dan pemasaran berbentuk gambar, video, dan audio.. maka sebagai copywriter tugas anda termasuk membuat konsep gambar dan script dalam video.

Tapi yang terpenting, ini:

Copywriter adalah orang yang mendalami psikologi manusia.

Mari kita lihat lagi fungsi utama seorang copywriter: membuat copy yang mampu meningkatkan konversi.

Artinya anda harus “masuk” ke otak mereka.

Transfer ide dari otak ke otak

Kemudian menyalurkan ide-ide yang ada di kepala anda agar diterima oleh mereka. Agar mereka mau mengambil tindakan sesuai yang anda inginkan.

Jadi prinsip-prinsip psikologi manusia akan banyak anda temui.

Jangan khawatir, anda tidak perlu jadi psikolog sungguhan.

#2 Tidak ada yang peduli dengan anda

Egois.. itulah sifat mendasar manusia (dan makhluk hidup lain).

Meskipun di pelajaran PPKN kita selalu diberitahu untuk tidak egois… pedulikan orang lain… tapi tetap saja, tidak ada yang peduli dengan anda.

Mereka hanya peduli dengan diri sendiri.

Mari kita lihat contohnya:

Ini adalah contoh copy dari sebuah sales page bisnis sungguhan (nama dan alamat disamarkan).

RajaKostum didirikan pada awal tahun 2009 di Surabaya, dengan penggagas ide: Sinta Cahya SE, MM. RajaKostum merupakan toko online yang dikembangkan dari toko offline yang telah ada dengan brand “Kostum Kustom” yang terletak di Jl. Pahlawan 10, Surabaya.

Kami membuat kostum secara personal / customized dan dijual maupun disewakan untuk event-event seperti : Karnaval, Hari Raya Nasional, Tujuhbelasan, Perlombaan, Ultah, Hari Raya Agama, Halloween, Event Televisi, Pameran, Acara Perusahaan, Pentas Busana, Pesta, Event Sekolah, Pre Wedding, Foto Angkatan dan lain-lain.

Banyak klien kami yang berasal dari Sekolah bertaraf Internasional dan Sekolah-Sekolah Nasional, Event Organizer serta Perusahaan-Perusahaan maupun pribadi.

Ngantuk kan?

Siapa sih yang peduli dengan sejarah bisnis kita?

Menurut anda.. kalau mereka ingin menyewa kostum, apakah mereka membutuhkan informasi sejarah, apalagi nama pendiri toko?

99,9% tidak akan membaca.

Copywriting: Mereka tidak peduli dengan bisnis anda, mereka hanya peduli dengan diri sendiri
CLICK TO TWEET

Berikanlah informasi yang mereka pedulikan.

Seorang copywriter harus mengetahui apa informasi yang paling dibutuhkan oleh calon kustomer mereka. Kemudian sediakan informasi tersebut.

Setelah mereka merasa anda adalah orang yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan mereka, barulah mereka peduli dengan anda.

Sekali lagi, ingat:

Mereka tidak peduli dengan anda, mereka hanya peduli dengan diri sendiri…pada awalnya.

#3 Lakukan penjualan seolah-olah kepada 1 orang saja

Ini salah satu cara untuk membuat mereka peduli dengan copy anda…

Jangan menjual kepada semua orang.

Banyak produk/jasa memang bisa digunakan oleh semua kalangan mulai dari anak muda, orang tua, pria, wanita, orang yang sukses, orang yang belum sukses…dll.

Yang sering terjadi seperti ini:

Anda ingin mendapatkan pembeli sebanyak-banyaknya. Maka dari itu anda membuat sales page yang menargetkan semua kalangan.

Harapannya supaya semua bisa membeli.

Padahal yang terjadi adalah copy anda jadi tidak efektif sama sekali.

Misalnya penjualan properti. Umumnya ada 2 jenis pembeli: orang yang ingin membeli rumah tinggal, atau orang yang ingin berinvestasi.

Keduanya berbeda 180 derajat.

Anda tidak bisa melakukan penjualan kepada keduanya sekaligus. Keduanya punya selera, kelas, dan permasalahan yang berbeda.

Solusinya: buat buyer persona

Buyer persona (…bukan pesona) adalah perwakilan rata-rata dari kustomer ideal anda.

Siapa yang paling mungkin untuk membeli produk anda atau menggunakan jasa anda. Itulah yang akan kita jadikan perwakilan sebagai buyer persona.

Bicara ke orang yang tepat

Lupakan mereka yang kemungkinan besar tidak akan membeli atau membutuhkan produk/jasa anda.

Daripada penjelasan, langsung saja contohnya:

Saya ingin menjual produk suplemen penurun berat badan.

Siapa yang biasanya membeli produk ini?

Semua orang yang overweight?

Tidak salah. Tapi terlalu luas… Lebih spesifik lagi:

Jenis kelamin: wanita
Umur: 25-35
Status: ibu dengan 1-2 anak
Pekerjaan: di kantor dari jam 9-5
Permasalahan utama: ingin menurunkan berat badan pasca melahirkan, tetapi tidak punya banyak waktu dan energi untuk berolahraga
Yang bisa kita bantu: suplemen penurun berat badan tanpa perlu olahraga keras, tanpa perlu diet ketat
Itulah buyer persona kita.

Selanjutnya dalam sales page, iklan, maupun promosi yang anda lakukan…semuanya menargetkan persona ini.

#4 Jangan menjadi robot

Di pelajaran Bahasa Indonesia dulu, kita selalu diajarkan untuk menggunakan bahasa EYD. Menulis yang kaku sesuai tata bahasa…seperti robot.

Ini terbawa sampai sekarang.

Katanya dengan menulis seperti itu tampak lebih profesional.

Ditambah lagi dengan penggunaan istilah-istilah yang sulit dimengerti.

Pada prakteknya di dunia nyata, apakah ada orang yang s**a berbicara dengan orang yang selalu menggunakan bahasa kaku?

Kaku =/= profesional.

Kaku bukan profesional. Santai juga bisa profesional.

Coba anda baca ini:

Di era digital seperti saat ini, copywriting merupakan hal yang sangat penting bagi entrepreneur yang ingin melakukan pemasaran secara online maupun offline. Copywriting dapat diartikan sebagai proses menulis kreatif dalam bentuk pemasaran dan periklanan dengan maksud mempengaruhi individu atau kelompok dalam pengambilan keputusan.

Copywriting meliputi teks, gambar, video, maupun audio yang tercantum dalam iklan, konten, brosur, billboard, katalog, dan media komunikasi pemasaran lainnya dengan orang yang berpotensi menjadi kustomer.

Kalau saya menggunakan paragraf ini sebagai pembuka panduan yang sedang anda baca sekarang.. sebagian besar pasti sudah pergi.

Ini seperti guru/dosen yang bikin kita ngantuk di kelas… Membosankan.

Jangan jadi copywriter yang seperti itu.

Meskipun dalam bentuk tulisan, seorang copywriter harus bisa membuat tulisan yang seperti berbicara langsung kepada orang lain.

Gunakan bahasa yang sering mereka gunakan

Ini salah satu tips yang paling ampuh untuk bisa langsung mencuri perhatian target anda.

Gunakan bahasa sehari-hari yang sering mereka gunakan di antara kalangannya sendiri ketika mengeluhkan sesuatu terkait fungsi produk anda.

Bayangkan mereka mengeluhkan masalahnya di depan anda…

Kira-kira seperti apa kalimat keluhan mereka.

Jangan ciptakan kalimat yang asing.

Lihat contoh ini dari halaman fitur sebuah layanan pembuatan toko online instan bernama Jarvis Store. Saya mohon maaf sebelumnya kepada pihak Jarvis Store.

Fitur Jarvis Store
(foto diatas)
Perhatikan bahasa yang digunakan.

Pada dasarnya Jarvis Store ini layanan yang sangat menarik karena kita bisa membuat toko online sendiri tanpa biaya dan tanpa perlu skill membuat website.

Tapi kalau kita baca…fiturnya terdengar aneh di telinga.

“Toko anda dalam genggaman”

“Kontrol toko anda dimanapun”

Seperti Bahasa Inggris yang diterjemahkan kata-per-kata.

Padahal intinya dari 6 poin ini sederhana:

Bisa membuat toko online secara instan tanpa programming
Mudah diakses dan dikelola bahkan dari HP
Manajemen pelanggan, invoicing, dan pemberian diskon secara otomatis
Sudah teroptimasi untuk mesin pencari
Bisa membuat blog dalam toko online supaya jangkauan pemasaran jadi lebih luas
Kalau bisa dijelaskan secara sederhana, jangan dipersulit.

…Sekian

Mudah kan?

Hanya 4 hal di atas yang perlu anda pahami sebagai seorang copywriter.

Dengan bermodalkan keempat pola pikir ini saja sebenarnya anda sudah bisa membuat copy dalam bentuk apapun.

Landing page.. sales letter.. email.. iklan.. konten website.. dan masih banyak lagi.

Jadi, untuk menyimpulkan bab ini.. ada 4 kesalahan paling mendasar dalam copywriting:

Tidak memikirkan apa yang terjadi di pikiran orang lain ketika membaca tulisan anda
Terlalu fokus dengan diri sendiri
Berbicara ke orang yang salah
Membosankan dan sulit dimengerti
Dalam bab selanjutnya, kita akan belajar bagaimana membuat struktur copy dengan salah satu formula terbaik dalam copywriting.

tunggu postingan selanjutnya kalau anda ingin membuat tulisan yang mampu masuk ke dalam pikiran orang lain dan membuat mereka tergerak.

Ini dia Bunda, Rahasia sy agar Mizua makin love♥♥Jangan tunggu mizua lirik wanita yg lain^-^Awalnya sih cuma coba2.. Kar...
29/10/2017

Ini dia Bunda, Rahasia sy agar Mizua makin love♥♥
Jangan tunggu mizua lirik wanita yg lain^-^
Awalnya sih cuma coba2.. Karena banyak temen2 yg bilang produk ini bagus ^-^ ehh ternyata sangat bagus..
Cuma di oles2 ujungnya aja, langsung terasa khasiatnya. Beneran setelah pakai hasilnya manjur bgt, wow dehh..
gk percaya?? Buktikan ja.. NCX ini di Ramu khusus oleh PT Nasa untuk membantu mengatasi berbagai masalah daerah wa ni ta (TERUTAMA KEPUTIHAN) dengan banyak nilai plusnya yg bikin pas angan anda makin klepek-klepek.
100% terbuat dr bahan alami
TANPA EFEK SAMPING
ayo konsultasikan terlebih dahulu sebelum terlambat..
dan dapatkan segera dg garansi resmi uang kembali 100% pemakaian 2 minggu gk ada perubahan.
konsultasi gratis hub.
Ibu Anita Hasti
0838 7143 0103
atau chat WA dgn klik http://cs.pesanaja.xyz/ZndoMuXm
NB: ada promo dan Bonus menarik untuk yg order hari ini, selama stok masih ada..

Mau Jualan di FB tapi belum tau caranya??Ingin dapat pasar FB yg paling potensial??Yuk mulai beriklan di FB utk penghasi...
28/10/2017

Mau Jualan di FB tapi belum tau caranya??
Ingin dapat pasar FB yg paling potensial??
Yuk mulai beriklan di FB utk penghasilanmu..
Ikuti panduan beriklan FB ADS dgn klik foto dibawah ini.. Atau klik http://bit.ly/Jualanlarisdgnfbads
GRATIISSS
Segera sebelum kuota penuh..
NB: Group ini tidak untuk beriklan tanpa kecuali, bagi yg nekad utk beriklan, mohon maaf akan kami leave dr group.

7 Hal yang Harus Diperhatikan untuk Membuat Konten yang Mampu Meningkatkan PenjualanFaktanya:Website yang menggunakan co...
24/10/2017

7 Hal yang Harus Diperhatikan untuk Membuat Konten yang Mampu Meningkatkan Penjualan

Faktanya:

Website yang menggunakan content marketing mendapatkan konversi dan penjualan 6x lebih tinggi daripada yang tidak (OneSpot, 2015).

Konten itu bisa menjual…
.bukan cuma sebagai hiburan, panduan, atau informasi.

Apabila dimanfaatkan dengan benar sebagai media pemasaran, maka — seperti angka di atas — penjualan akan meningkat drastis.

Benarkah begitu?

Belum tentu.

Pada prakteknya, ada juga yang tidak merasa manfaatnya. Banyak.

Sudah membuat konten, pengunjung berdatangan, tapi ternyata penjualan tetap begitu-begitu saja. Ini yang sering terjadi.

Bukan salah sistemnya,

Tetapi salah kontennya…

Karena konten anda tidak mampu menjual.

Dalam artikel ini anda akan mempelajari mengapa orang-orang tidak membeli dari anda, dan bagaimana menciptakan konten yang mampu menjual.

Mengapa mereka tidak membeli dari anda?

Ada berbagai alasan, pastinya.

Mari kita bahas beberapa di antaranya tanpa melihat apakah produk/jasa yang dijual sudah layak atau belum. Dan hanya dari segi konten saja.

Ini penting:

Untuk membuat konten yang mampu meningkatkan penjualan, anda harus benar-benar memahami apa yang membuat pengunjung website memutuskan untuk tidak membeli.

3 hal ini adalah alasan utamanya…

…ketiganya merupakan halangan yang harus anda hancurkan satu per satu sebelum pengunjung mau berubah menjadi kustomer.

1. Karena belum percaya

Online maupun offline, orang-orang tidak akan membeli dari penjual yang tidak dipercaya.

Tetapi ada perbedaannya.

Kalau offline, kita bisa melihat langsung. Si penjual punya toko fisik dan dia bisa langsung memperlihatkan apa yang dijual di depan mata anda.

Tidak demikian di online.

Semua orang bisa membuat website, bahkan penipu sekalipun.

Tapi itu masih sepele…

Meyakinkan orang lain bahwa kita bukan penipu itu mudah.

Masalahnya, meskipun anda sudah dirasa bukan penipu mereka belum tentu mau membeli. Anda harus bisa mendapatkan kepercayaan sebagai yang terbaik.

Jadi, 2 tahap.

Karena itulah untuk mendapatkan kepercayaan dari orang lain anda butuh usaha ekstra dibandingkan melakukan penjualan offline.

Untungnya, content marketing (yang tepat) bisa jadi solusinya. Akan dijelaskan lebih lanjut di bawah.

2. Tidak tepat sasaran

Ini kesalahan yang paling sering dilakukan oleh praktisi digital marketing.

Seperti yang dulu dialami oleh Groove.

Groove adalah software help desk. Jadi semestinya target pasar mereka adalah para pengusaha yang punya masalah dengan urusan customer service.

Nah, masalahnya blog mereka dulu hanya membahas tentang pengembangan bisnis:

Blog business growth

Meskipun sama-sama tentang bisnis, tapi orang yang mencari informasi pengembangan bisnis tidak memerlukan software mereka.

Sehingga kontennya tidak mampu meningkatkan konversi.

Padahal kualitas dari konten yang mereka buat luar biasa. Saya sendiri juga langganan di blognya…padahal tidak ada niat untuk menggunakan softwarenya.

Maka dari itu, mereka kemudian membuat kategori khusus membahas customer service.

Blog customer service

Setelah diluncurkannya blog ini, konversi mereka meningkat drastis. Pendapatan untuk setiap konten yang diterbitkan di blog mencapai angka $1,657.25.

3. Pengunjung masih dalam kondisi pasif

Benda dalam keadaan diam akan tetap diam, kecuali ada gaya yang mengubahnya.

Itu sebagian dari bunyi hukum 1 Newton.

Menariknya, manusia pun seperti itu.

Ketika dalam kondisi pasif, kita akan terus pasif…sampai ada sesuatu yang membuat kita aktif.

Orang-orang yang sedang browsing di internet otaknya dalam kondisi pasif. Baca artikel, lihat gambar, nonton video, buka tab baru – lalu ditutup.

Tidak bergerak.

Jadi, konten yang kita buat harus mampu membuat mereka bergerak.

Kalau tidak maka mereka akan tetap pasif.

Membuat konten yang mampu menjual

Sebelum melanjutkan, saya menyarankan anda membaca seri panduan content marketing ini.

Ada 2 fungsi utama konten dalam pemasaran online:

1) Mendatangkan pengunjung, dan 2) meningkatkan penjualan.

Yang pertama masih mudah…

…asalkan kontennya menarik, pengunjung akan datang setelah konten tersebut dipromosikan.

Tapi yang kedua butuh perhatian ekstra.

Dalam penjualan online, kita harus melewati 3 hambatan yang tadi disebutkan. Karena itu konten yang sekedar “menarik” saja belum tentu bisa meningkatkan penjualan.

Inilah beberapa hal yang harus diperhatikan:

1. Sediakan konten untuk setiap tahap dalam sales funnel

Sales funnel atau kadang disebut marketing funnel adalah setiap tahapan yang dilalui oleh setiap orang sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian.

Mari kita lihat kembali gambar sales/marketing funnel:

Marketing funnel

Kalau anda mencari di internet, setiap website akan menampilkan gambar sales funnel yang berbeda satu sama lain. Meskipun demikian, intinya sama.

Secara umum ada 3 bagian:

TOFU (Top of the funnel): Awareness
MOFU (Middle of the funnel): Consideration/Evaluation
BOFU (Bottom of the funnel): Purchase
Bagian atas, tengah, dan bawah.

Sebelum seseorang memutuskan untuk membeli, semua orang akan melewati bagian-bagian ini.

Pertama, mereka akan sadar dengan masalahnya. Kemudian menimbang-nimbang pilihan yang ada. Terakhir, memutuskan untuk membeli.

Ingat:

Konten untuk tiap bagian tidak sama.

2 hal yang sering terjadi yaitu hanya fokus di funnel atas (TOFU) dan hanya membuat konten untuk funnel bawah (BOFU).

Akibatnya…

1. Fokus di TOFU – traffic jadi banyak tapi tidak mampu menjual

2. Fokus di BOFU – susah mendapatkan traffic dan pembaca yang loyal

Oleh karena itu harus ada keseimbangan.

Untuk memahami konten apa yang harus disediakan untuk tiap bagian, ini penjelasan singkatnya:

TOFU – bagian atas funnel

Konten di bagian ini merupakan konten yang bisa dinikmati oleh masyarakat luas…karena tujuannya adalah mendatangkan traffic.

Misalnya anda menjual suplemen penurun berat badan.

Konten di bagian ini TIDAK menjelaskan kelebihan-kekurangan dari produk yang anda jual. Bukan membahas dan mempromosikan produk.

Sebaliknya, berikan panduan olahraga atau diet untuk menurunkan berat badan.

Contoh lain, kalau anda menjual rumah.

Konten TOFU berisi panduan membeli rumah yang tepat, memilih lokasi yang pas, foto-foto desain rumah, dan sebagainya. Konten yang kira-kira akan dicari oleh mereka yang ingin membeli rumah.

Jadi, sekali lagi…konten TOFU harus bisa dinikmati bahkan oleh mereka yang saat ini tidak langsung ingin membeli.

MOFU – bagian tengah funnel

Dalam tahap ini, calon pembeli dalam proses membanding-bandingkan antara solusi satu dan solusi lainnya terhadap masalah mereka.

Jadi topik untuk konten MOFU lebih mendalam.

Tujuan utama kita dalam tahap ini adalah memperkenalkan bahwa ada solusi yang lebih mudah untuk menyelesaikan masalah mereka.

Dan anda lah solusi yang mereka inginkan.

Misalnya:

Untuk menurunkan berat badan, mereka tidak perlu berolahraga setengah mati atau diet super ketat. Dengan bantuan produk yang kita jual, prosesnya jadi lebih mudah.

Jadi, kita memperkenalkan suatu nilai tambah.

Dibandingkan dengan solusi tradisional atau solusi lain, produk/jasa yang anda tawarkan memiliki nilai tambah yang menarik bagi mereka.

Supaya lebih jelas, ini beberapa contoh jenis kontennya:

Studi kasus dari mereka yang sudah menggunakan produk/jasa anda
Statistik/data/fakta
Perbandingan, kelebihan dan kekurangan
FAQ, pertanyaan yang sering diajukan
Video demo produk
Review/testimonial
Buyer’s guide – panduan dalam memilih produk yang tepat
Ini hanya beberapa, dan tidak semuanya bisa diaplikasikan pada setiap jenis bisnis.

Konten untuk MOFU bersifat edukatif tetapi juga persuasif.

BOFU – bagian bawah funnel

Tahap terakhir, ketika seseorang sudah siap melakukan pembelian.

Mereka sudah dalam keadaan ter-edukasi dengan masalah yang ada serta solusi yang tepat. Mereka sudah tertarik dengan anda.

Tetapi masih ada 1 hambatan lagi yang menghalangi mereka untuk melakukan pembelian.

Rasa takut, atau ketidakpastian.

Karena itulah konten BOFU 100% bersifat persuasif, contohnya:

Konsultasi gratis
Trial/demo/sampel
Cara melakukan pembelian
Diskon atau bonus
Jaminan/garansi
Tujuan akhirnya adalah perasaan yakin.

2. Identifikasi permasalahan yang nyata untuk diselesaikan

Konten sebagus apapun akan percuma kalau isinya tidak menyelesaikan permasalahan dari pembacanya sampai tuntas.

Mari kita ingat kembali…

Apa yang membuat seseorang ingin melakukan pembelian?

Karena mereka punya masalah.

Tapi, ini yang terpenting, melakukan pembelian itu adalah opsi terakhir. Kalau mereka tidak bisa menyelesaikan permasalahannya sendiri.

Artinya begini:

Anda tidak akan bisa mempengaruhi orang lain untuk membeli kalau belum apa-apa sudah menyuruh mereka mengeluarkan uang untuk membeli.

Ini terutama kalau masyarakat umum belum ter-edukasi dengan bisnis anda.

Contoh:

Misalnya, kita menjual air alkali.

Katanya, air ini bisa jadi antioksidan, untuk detoks, untuk awet muda, dll. [1]

(Salah satu merek yang cukup terkenal di Indonesia, Kangen Water, mungkin ada yang sudah pernah dengar?)

Tapi sebagian besar masyarakat belum tahu tentang produk ini.

Nah, kalau anda menjual produk ini secara online…

…Apakah anda akan membuat konten tentang:

Pengertian & manfaat produk, jenis-jenisnya, proses pembuatan, dsb., atau
Cara mencegah kanker, membersihkan racun tubuh, cara menjadi awet muda, dll.
Yang pertama?

Okelah, dengan membuat konten yang pertama kita akan mendapatkan pengunjung berupa orang-orang yang siap membeli produk tersebut.

Tapi…

Jumlahnya sedikit.

Karena tidak banyak yang tahu dan paham tentang produk tersebut. Jadi sebagian besar akan “cuek” ketika membaca konten seperti itu.

Bandingkan dengan yang kedua.

Yang membutuhkan informasi seperti itu JAUH lebih banyak.

Perbandingan 2 jenis konten

Meskipun saat ini mereka belum tahu mengenai produk tersebut, tapi melalui konten tersebut anda bisa memperkenalkannya sebagai solusi.

Karena mereka punya masalah yang bisa kita selesaikan dengan produk tersebut.

Itu sebabnya konten TOFU harus menyelesaikan permasalahan yang nyata.

3. Perhatikan relevansi antara konten dengan produk/jasa yang dijual

Ini seperti permasalahan yang dihadapi oleh Groove tadi.

Pada awalnya konten mereka tidak mampu memberikan hasil positif karena apa yang dibahas dalam konten tidak relevan dengan apa yang dijual.

Ini pertanyaan salah satu pembaca PIM:

Pertanyaan pembaca relevansi artikel

Misalnya kalau menjual alat-alat kantor, tapi konten yang diterbitkan seputar traveling. Apakah hasilnya akan sama?

Pasti beda!

Begini…

Kita ingin mendatangkan pengunjung, tapi bukan sembarang pengunjung. Melainkan mereka yang memang punya permasalahan yang relevan dengan apa yang kita jual.

Kalau menyediakan konten travel, maka orang yang datang adalah orang yang ingin traveling. Bukan yang butuh perlengkapan kantor.

Akibatnya, penjualan sama sekali tidak meningkat.

Masuk akal kan?

Konten dalam pemasaran konten itu bukan cuma supaya “sekedar ada”, tapi harus diarahkan ke tujuan utama kita. Entah itu penjualan atau yang lain.

Solusinya: buat buyer persona

Ini solusi untuk nomor 2 dan 3 di atas.

Supaya konten yang kita buat benar-benar menyelesaikan permasalahan. Dan supaya konten tersebut tepat sasaran kepada orang yang berpotensi membeli dari kita.

Bicara ke orang yang tepat

Apa itu buyer persona?

Gambaran ideal dari pembeli ideal kita. Orang seperti apa yang berpotensi akan membeli dari anda.

Jadi misalnya anda menjual perlengkapan kantor, maka salah satu buyer persona-nya adalah pengusaha baru yang baru membuka kantor.

Tidak berhenti sampai di situ…

…kita masih perlu menganalisa lebih lanjut mengenai profil mereka, permasalahan mereka, dan lain-lain.

Semuanya dijelaskan lebih lanjut dalam panduan strategi content marketing ini.

Pada akhirnya, konten yang kita buat harus fokus dengan permasalahan apa yang dihadapi oleh buyer persona. Dengan demikian pemasaran dan penjualan jadi tepat sasaran.

4. Buat konten praktis, konten yang mudah dipraktekkan

Coba bayangkan:

Anda sedang belanja di Hypermart atau swalayan lain…

…kemudian ada seorang sales yang menawarkan suatu merek makanan beku. Si sales mempraktekkan betapa mudah proses memasaknya, setelah itu anda dipersilahkan untuk mencoba.

Pasti muncul keinginan untuk membeli.

Ini karena kita sudah ditunjukkan “benefit” yang akan kita terima.

Kira-kira seperti itu kalau offline.

Masalahnya, ketika sedang mereka membeli secara online anda tidak bisa mempraktekkan langsung. Kecuali anda bisa memberikan trial/demo kepada calon pembeli.

Karena itulah kita butuh konten praktis ini.

Artinya: konten berupa panduan yang bisa langsung dipraktekkan oleh pembaca dan langsung memberikan manfaat positif bagi mereka.

(Hati-hati, praktis bukan berarti simpel atau sederhana)

Jenis terbaik untuk tujuan ini adalah panduan, bukan informasi atau berita…bukan sekedar bacaan.

Ini alasannya:

Konten seperti itu bisa menyelesaikan 2 masalah sekaligus.

Pertama, mereka akan “bergerak” dari pasif menjadi aktif.

Masih ingat 3 alasan mengapa seseorang tidak membeli? Terutama yang ketiga.

Pada umumnya orang-orang di internet masih dalam keadaan pasif. Makanya ketika ditawarkan untuk membeli mereka tidak langsung membeli.

Ketika selesai membaca konten, mereka masih pasif.

Membaca konten biasa

Konten praktis bisa jadi penggerak.

Mereka tidak menganggap konten sekedar konten lagi karena mereka bisa melakukan sesuatu setelahnya.

Ada yang lebih penting lagi,

Apabila konten yang anda berikan bisa langsung memberikan manfaat bagi pembaca, maka dalam sekejap anda jadi sosok yang dipercaya.

Mempraktekkan konten praktis

Misalnya karena saya memberikan panduan marketing, maka pembaca yang merasa konten ini bermanfaat akan menganggap bahwa saya seorang ahli marketing. Maka apabila saya membuka jasa marketing, orang lain akan lebih yakin untuk membeli (dibandingkan tanpa konten sama sekali).

Jadi ketika membuat konten, jangan jelaskan “Apa” melainkan “Bagaimana”.

5. Berikan sesuatu yang ditukar dengan sesuatu

Membingungkan ya bahasanya…

Akan saya jelaskan latar belakangnya dulu.

Dr. Robert Cialdini, seorang pakar psikologi dan marketing, dalam bukunya “Influence: The Psychology of Persuasion” menyebutkan ada 6 prinsip yang bisa digunakan untuk mempengaruhi orang lain agar mengambil tindakan.

Lebih lanjut mengenai keenam prinsip tersebut bisa anda search di google.
Prinsip-prinsip ini sering diaplikasikan oleh orang-orang sales dan marketing.

2 di antaranya akan kita manfaatkan.

Yang pertama adalah Commitment & Consistency.

Intinya, orang-orang akan lebih mungkin untuk melakukan komitmen yang lebih besar apabila mereka sudah setuju dengan komitmen yang lebih kecil sebelumnya.

Mengeluarkan uang, melakukan pembelian, itu komitmen besar.

Padahal kita ingin menjual dengan konten. Membaca konten dari sebuah website itu tidak membutuhkan komitmen, betul? Mereka tidak membutuhkan usaha apapun.

Jadi ada gap besar di sini.

Gap dalam content marketing

Antara konten yang tanpa komitmen dengan pembelian yang komitmennya besar.

Maka dari itulah sekedar konten saja belum cukup untuk mempengaruhi mereka agar membeli.

Kita butuh sesuatu di antaranya.

Komitmen kecil

Contoh komitmen kecilnya bisa salah satu dari:

Mendaftarkan email
Memberikan nomor telepon
Membuat akun gratis
Atau yang lain…tergantung dari jenis bisnis anda.

Tapi bagaimana supaya mereka mau rela memberikan salah satunya?

Untuk itulah kita manfaatkan satu prinsip persuasi lagi:

Reciprocity (timbal-balik).

Orang lain akan cenderung memberikan sesuatu kepada kita apabila kita memberikan mereka sesuatu terlebih dahulu. Contohnya, kalau kita menolong seseorang maka orang tersebut akan merasa punya kewajiban untuk balas budi.

Maka dari itu kita yang harus memberikan mereka duluan.

Misalnya:

Ebook
Diskon
Demo/trial/sampel
Sebagai gantinya mereka akan lebih rela memberikan komitmen kecil tadi kepada anda.

Contoh penerapannya bisa dilihat di website ini.

Saya menaruh form pendaftaran email di beberapa tempat. Anda juga pasti sudah melihat beberapa di antaranya.

Salah satu jenisnya adalah layar popup, ini rasio konversinya:

Rasio konversi popup

Antara 4.39% sampai 8.94%.

Tidak jelek-jelek amat memang, tapi mari kita lihat 1 jenis lagi:

Content upgrade

Di sini saya menjanjikan file bonus ketika pembaca memasukkan alamat emailnya. Rasio konversinya seperti ini:

Rasio konversi content upgrade

Dari 5% sampai 15%. Hampir 2x lipat.

Dengan memberikan sesuatu, maka orang lain akan lebih cenderung untuk rela memberikan kita sesuatu.

6. Lakukan email marketing

Ini lanjutan dari nomor 5 di atas.

Kita sudah mendapatkan “sesuatu” dari mereka. Email, nomor telepon, PIN BBM, username LINE, atau apapun…mestinya merupakan kontak yang bisa dihubungi.

Jadi tidak harus email.

(Meskipun yang sudah mencoba pasti sepakat kalau email sejauh ini paling praktis)

Yang penting kita harus bisa menjangkau mereka.

Dan tentunya tidak berhenti sampai di sana. Percuma kita mendapatkan kontaknya tetapi tidak ditindaklanjuti.

Tetapi tidak semudah itu, setelah mendapatkan emailnya kita tidak langsung melakukan spamming penjualan begitu saja menuju inbox mereka.

Seperti ini kesalahan yang paling umum:

Memberikan gratisan ditukar email atau kontak lain
Kemudian punya 1000an email list
Dikirimkan “email blast” yang menawarkan produk
Report as spam…tamat
Ini salah besar.

Begini, kalau anda ingin berhasil menjual secara online – maka anda harus mengurangi proses menjualnya. Tidak ada orang yang s**a dengan orang yang selalu menyuruh mereka membuka dompet.

…kecuali ketika mereka sudah siap membeli.

Maka dari itulah tugas utama anda adalah mengkondisikan mereka agar siap untuk membeli.

Bagaimana?

Tadi kita sudah berbicara tentang sales funnel. Ada TOFU, MOFU, dan BOFU.

Konten yang diterbitkan di website sebagian besar adalah TOFU, tujuan utamanya untuk mendatangkan traffic. Sedangkan dalam email marketing, yang kita berikan kepada audiens adalah konten MOFU dan BOFU.

Proses yang dilalui oleh seorang calon pembeli

Kembali ke contoh tadi, untuk website yang menjual suplemen penurun berat badan…

…seperti ini kira-kira proses yang dilalui:

Masuk ke website > membaca “cara menurunkan berat badan” > mendaftarkan email untuk mendapatkan bonus > menuju halaman produk > menuju konten studi kasus, testimonial, atau FAQ > mendapatkan kupon diskon > melakukan pembelian.

Idealnya seperti itu.

Tetapi seringkali prosesnya berhenti di tengah-tengah.

Maka dari itu itulah kita butuh email mereka, supaya kita bisa mengingatkan mereka kembali untuk melanjutkan prosesnya.

7. Lakukan analisa konten

Kalau anda sudah punya kontennya,

Apakah konten tersebut berhasil menghasilkan penjualan?

Apakah konten ini percuma?

Atau justru berakibat buruk?

Kita tidak akan tahu apabila kita tidak melakukan analisa.

Bukan dengan asumsi…

…melainkan data yang nyata.

Maka dari itulah kita perlu melakukan analisa konten.

Pastikan konten mana yang memberikan hasil terbaik, mana yang percuma, dan mana yang justru berakibat buruk. Kemudian dari hasilnya anda akan tahu konten seperti apa yang harus dibuat kedepannya.

Karena topik ini sendiri cukup panjang untuk dibahas, silahkan baca panduan analisa konten.

Mulai dari mana?

Itulah ketujuh hal yang perlu anda perhatikan untuk membuat konten yang mampu menjual beserta contoh prosesnya.

Kalau anda membaca sampai titik ini, berarti anda:

Belum punya konten, baru ingin mulai
Sudah punya konten tetapi belum efektif
Untuk tipe ke-2, silahkan lakukan analisa terhadap konten yang sudah ada, kemudian hilangkan semua konten yang kinerjanya buruk. Tapi tidak perlu dihapus kalau anda tidak rela.

Setelah itu, termasuk bagi anda yang tipe-1, silahkan mulai dari:

Tahap 1: Buat konten praktis. Gunakan metode KTP sebagai panduan kalau anda ingin membuat konten yang berkualitas. Baca juga panduan memilih topik konten.

Pastikan konten tersebut ada di TOFU (bagian atas funnel).

Tahap 2: Sediakan “sesuatu” yang bisa anda berikan kepada pembaca konten untuk mendapatkan email mereka. Baca panduan list building ini.

Tahap 3: Promosikan konten praktis yang barusan dibuat.

Tahap 4: Setelah punya traffic dan email list, mulai dorong ke arah pembelian dengan mempromosikan konten MOFU dan BOFU (bagian tengah dan bawah funnel) kepada mereka.

Setelah itu lakukan analisa, konten mana yang tidak memberikan hasil positif.

Terakhir, sebagai tambahan, pelajari teknik Copywriting untuk mengetahui bagaimana membuat tulisan yang mampu menjual.

Address

Bekasi
17530

Telephone

+6283871430103

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Anita Hasti posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share