08/06/2020
Hutan adalah Kehidupan.
Hutan Adat Pikol- Pengajid.
Masyarakat Adat Dayak Melayang.
Masyarakat Dayak Bakati
Jaga Hutan Adat kita.
Desa Sahan Kec.Seluas
Kab. Bengkayang.
——————
Pohon Tengkawang tumbuh berkembang di Hutan Adat Pikol-pengajid Desa Sahan, Tengkawang, merupakan salah satu flora yang tumbuh di hutan Adat Pikol Dusun Melayang, Desa Sahan Kec. Seluas, Bengkayang Kalimantan Barat dan telah dibudidayakan sejak 1881. Masuk dalam genus Shorea atau meranti, membuat pohon ini mempunyai nilai ekonomis yang baik, yakni penghasil minyak nabati.
Salah satu meranti yang merupakan tanaman endemik Kalimantan Barat adalah meranti merah (Shorea stenoptera). Dalam bahasa setempat disebut Tengkawang Tungkul. Dalam Bahasa Inggris dikenal dengan illipe nut atau Borneo tallow nut.
Tengkawang merupakan salah satu flora yang tumbuh di hutan Adat Pikol Kampung Melayang Desa Sahan, Bengkayang Kalimantan Barat, Masuk dalam genus Shorea atau meranti, membuat pohon ini mempunyai nilai ekonomis yang baik, yakni penghasil minyak nabati.
yang merupakan tanaman endemik Kalimantan Barat adalah jenis meranti merah (Shorea stenoptera). Dalam bahasa setempat disebut Tengkawang Tungkul. Dalam Bahasa Inggris dikenal dengan illipe nut atau Borneo tallow nut.
Kawasan hutan adat Pikol-Pengajid kaya akan jenis tumbuhan langka, seperti pohon Tengkawang, Tengkawang Tungkul, Tengkawang Layar, Tengkawang Pangapeg dan Tengkawang Terindak. Tengkawang tumbuh secara alami.
Selain tumbuhan tengkawang kawasan Hutan Adat Pikol-Pengajid ini juga ditumbuhi tanaman lain seperti Meranti, Gambris, Gaharu, Pasak Bumi, Ulin, Medang, Beringin dan berbagai jenis tanaman obat dan rempah. Berbagai jenis hewan seperti burung, rusa, monyet dan lainnya masih mudah ditemui disana.
Hutan adat masyarakat hukum adat Pikol-pengajid Dusun Melayang Kabupaten Bengkayang menerima SK bernomor 1300/MENLHK-PSKL/PKTHA-PSL-1/3/2018 tanggal 28 Maret 2018
dok. Lk.