Sigarda NTB

Sigarda NTB Sigarda NTB merupakan bagian dari organisasi nasional Sigarda Indonesia untuk wilayah NTB.

17/03/2024

Setelah Manuru Salisi berkuasa, Bata Wadu kecil diasuh dan dilindungi oleh Manuru Suntu.
Sekitar tahun 1609, sebuah surat ajakan masuk islam yang ditulis oleh Raja Luwu La Pattiware daeng Parabung tiba di Sape dan diterima oleh Bumi Jara Sape.

19/10/2023

Salam Sigarda โœŒ๏ธ Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Kehadiran Islam di Pulau Sumbawa terkait dengan letak geografis pulau ini, seperti yang dilaporkan Tome Pires, musafir Portugis. Letak geografis Pulau Sumbawa yang menjadi jalur pelayaran perdagangan rempah-rempah dari Malaka dan Maluku, kemudian perjalanan melalui pesisir utara Jawa, Bali, Lombok, dan Sumbawa telah dibina sejak awal 16. Islam dibawa oleh para mubaligh Giri dengan jalan damai. Selain itu, Islam juga dibawa oleh orang-orang Gowa melalui peperangan dan perkawinan. Kemunculan pusat kekuasaan islam di Sumbawa belum diketahui secara pasti karena sedikitnya arsip-arsip tentang Kesultanan ini.

Penjelasan tentang Sejarah Kesultanan di Pulau Sumbawa akan disampaikan dalam KOPI SIGARDA #30 oleh Pemerhati Sejarah di Sumbawa yaitu *YADI SURYA DIPUTRA* (Pemerhati Sejarah Sumbawa), *ADIANSYAH DOMPU* (Pemerhati Sejarah Dompu), dan *IHSAN ISKANDAR* (Pemerhati Sejarah Bima)

SIGARDA INDONESIA mengundang Anda untuk hadir dalam KOPI SIGARDA #30

Judul : RELASI KUASA KESULTANAN DI PULAU SUMBAWA
Tanggal : 25 Oktober 2023
Jam : 19.00 WIB

Bergabung ke Rapat Zoom
https://unnes-ac-id.zoom.us/j/97653783330?pwd=RGVZTHRpUzByRXRoeTE5cjJHT0Q2dz09

ID Rapat: 976 5378 3330
Passcode: Sigarda

Dan dapat diikuti dalam siaran langsung Youtube Sigarda melalui tautan berikut
https://linktr.ee/sigarda

Mohon perkenan untuk berperan serta dalam Kegiatan Sigarda Indonesia melalui
https://trakteer.id/sigarda

Sampai bertemu di ruang obrolan Sigarda. Terimakasih.

๐™Ž๐’Š๐™œ๐’‚๐™ง๐’…๐™– ๐™‹๐’†๐™ฃ๐’ˆ๐™œ๐’†๐™ง๐’‚๐™  ๐™๐’๐™™๐’‚ ๐‘ฉ๐™ช๐’…๐™–๐’š๐™– ๐™†๐’Š๐™ฉ๐’‚ ๐‘ฉ๐™š๐’“๐™จ๐’‚๐™ข๐’‚




Sigarda NTB menjadi salah satu narasumber pada kegiatan Diskusi Terpumpun Koleksi Arkeologika  Museum Asi Mbojo, senen 1...
21/06/2023

Sigarda NTB menjadi salah satu narasumber pada kegiatan Diskusi Terpumpun Koleksi Arkeologika Museum Asi Mbojo, senen 19 Juni 2023.

Koordinator Wilayah NTB Sigarda Indonesia, Ihsan Iskandar memaparkan aspek historis dari beberapa koleksi Museum Asi Mbojo seperti Keris Tatarapa, Golok Nggunti Rante, Malanta Kaba dan Kalung Jara Manggila.

Keris Tatarapa merupakan Keris jabatan di Kerajaan Bima yanh dipegang oleh raja hingga pejabat tinggi kerajaan. Ciri keris Tatarapa adalah adanya arca Bima Bhairawa sebagai gagang keris dan relief cerita Garudheya pada lapik keris.

20/04/2023

Perbedaan Penentuan 1 Syawal Masa Sultan Ibrahim

Permasalahan perbedaan pendapat tentang kapan waktu yang tepat untuk menjalankan Sholat Idul Fitri atau Hari Raya Idul Fitri, bukan permasalahan yang hanya terjadi beberapa tahun terakhir ini saja. Ternyata pada masa lampau, perdebatan dan perselisihan tentang kapan seharusnya Hari Raya Idul Fitri dilaksanakan, juga pernah terjadi pada masa pemerintahan Kesultanan Bima yaitu Sultan Ibrahim tahun 1895 masehi.

Dilansir dari catatan A.J. Asselbergs tahun 1895 yang dimuat dalam Berichtn uit Nederlandsch Oost-Indiรซ (1896), bahwa pada buan Maret 1895, terjadi perselisihan antara orang-orang Arab yang tinggal di Bima dengan Sultan Bima. jika berdasarkan tahun peristiwa, maka peristiwa perselisihan ini terjadi pada masa kekuasaan Sultan Ibrahim. Menurut Asselbergs, perselisihan itu terkait kapan seharusnya Hari Raya Idul Fitri dilaksanakan. Berdasarkan keputusan Sutan Bima, hari Raya Idul Fitri telah ditetapkan jatuh pada hari Kamis tanggal 28 Maret 1895 . Sementara berdasarkan hasil perhitungan orang-orang Arab yang ada di Bima, pada hari Kamis tersebut masih ada sisa puasa yang harus dijalankan, sehingga Hari Raya Idu Fitri harus jatuh pada esok harinya yaitu hari Jumโ€™at tanggal 29 Maret 1895.

โ€œJika Sultan menetapkan Hari raya pada hari kamis, berarti Sultan telah mempersingkat pelaksanaan puasa dari yang seharusnya dan ini sangat bertentangan dengan perintah Allah SWT dan Rasulnya. Jika sultan masih bersikukuh dengan keputusan tersebut, maka tunggulah murka Allah pada sultan dan orang-orang yang mendukung keputusan tersebutโ€ ancam orang-orang Arab.

Mendengar ancaman tersebut, segera seluruh perangkat kesultanan menggelar rapat untuk membahas ulang penetapan waktu Hari Raya Idul Fitri. Namun Sultan Bima bersikukuh dengan keputusannya bahwa Hari Raya Idul Fitri harus tetap jatuh pada hari Kamis tangga 28 Maret 1895. Alasannya, jika Hari Raya jatuh pada hari Jumโ€™at, maka tidaklah pantas jika harus menodai hari Jumโ€™at yang dikenal sebagai hari suci atau hari untuk berdoโ€™a kepada Allah itu dengan perayaan-perayaan hari raya yang bersifat lahiriah.

Setelah masing-masing pihak saling mempertahankan argmentasi mereka, diputuskanlah sebuah keputusan yang tidak merubah keputusan sultan demi menjaga marwah sultan, namun tetap mengakomodir keinginan orang-orang Arab yang menginginkan 1 syawal jatuh pada hari Jumโ€™at. Akhirnya Hari raya Idul Fitri diselenggarakan selama 2 hari yaitu hari Kamis dan hari Jumโ€™at. Hari Kamis tanggal 28 Maret untuk prosesi pesta penyambutan Hari Raya Idul Fitri sesuai dengan kepurtusan Sultan sebelumnya, sementara hari Jumโ€™at tanggal 29 Maret akan menjadi 1 Syawal untuk pelaksanaan Sholat Idul Fitri sebagaimana keinginan orang-orang Arab.

14/04/2023

Arti Samparadja dalam kamus Jongker.
Samparadja = Jangkar

Samparadja na waura nggao, dandana na waura mbisa = Jangkarnya telah lepas, tali jangkarnya telah putus.

Tjiya na na da wara dou ma wauna loke, Samparadja ma tjiya, = diikat dengan kuat sehingga tidak ada seorangpun yang dapat melonggarkannya, sebagai jangkar yang kokoh.

Rumaku Bitjara nde lodja na malembo, danda na ma tenggo, samparadja na ma tjiya = Raja Bicaraku dengan kapalnya yang besar, tali jangkarnya yang kuat, jangkarnya yang kokoh.

Mungkin ada yang bisa menjelaskan tentang Samparaja ini. Apakah Samparaja sebagai keris radja sebagaimana pemahaman kita selama ini dengan mendefinisikan Samparaja sebagai Sampari raja (sampari = keris, raja = raja), atau samparaja dalam konteks Kande abad 19 dan kamus abad 19 yang mengartikan Samparaja sebagai jangkar?

๐๐ข๐ฆ๐š . ๐ƒ๐จ๐ฆ๐ฉ๐ฎ ๐๐š๐ง ๐’๐ฎ๐ฆ๐›๐š๐ฐ๐šPresiden RIS telah menerima pernyataan bersama dari penguasa Bima , Dompu dan Sumbawa. mendesak ...
11/04/2023

๐๐ข๐ฆ๐š . ๐ƒ๐จ๐ฆ๐ฉ๐ฎ ๐๐š๐ง ๐’๐ฎ๐ฆ๐›๐š๐ฐ๐š

Presiden RIS telah menerima pernyataan bersama dari penguasa Bima , Dompu dan Sumbawa. mendesak penggabungan daerah-daerah tersebut dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengingat keinginan rakyat dan memperhatikan pernyataan Sultan Bima tanggal 22 November 1945.

Dalam pernyataan itu dikatakan bahwa Bima adalah daerah yang istimewa, yang sah oleh pemerintah Republik Indonesia, demikian keterangan Kementerian Penerangan RIS.

Nieuwe courant
25 April 1950

Letusan Tambora dalam Syair Kerajaan Bima.Adalah hujan lalu tertanamPadinya jadi sangatlah kelamDatanglah takdir Khalik ...
10/04/2023

Letusan Tambora dalam Syair Kerajaan Bima.

Adalah hujan lalu tertanam
Padinya jadi sangatlah kelam
Datanglah takdir Khalik al alam.
Turunlah abu dua hari tiga malam.

Abupun banyak datang menimbun.
Rebahlah padi bersusun susun.
Tiadalah boleh lagi dibantu

Waktu subuh fajar merekah.
Diturunkan Allah bala celaka
Sekalian orang habislah duka.
Bertangis tangisan segala mereka.

Adalah pada waktu malam.
Meletuplah bunyi seperti meriam.
Habislah terkejut sekalian alam.
Serasa dunia bagaikan karam.

Ayam berkokok haripun siang.
Undurlah orang daripada sembahyang.
Turunlah pasir bagai dikarang.
Habislah terkejut sekalian orang.

Pasir disangka hujan yang titik.
Jatuh diatap bunyinya mengeritik.
Hati yang terang kelam terbalik.
Air yang hilir menjadi mudik.

Tiadalah beberapa lamanya selang.
Turunlah abu bagai dituang.
Geger gempar sekalian orang.
Terkejut melihat sekalian tercengang.

Abu yang turun sebagai ribut.
Rupanya alam kelam kabut.
Datanglah banjir mudik dari laut.
Terdampar kedarat perahu hanyut.

Bunyi bahananya sangat berjabuh.
Ditempuh air timpa abu.
Berteriak memanggil anak dan ibu.
Disangkanya dunia menjadi kelabu.

Sumber : Kerajaan Bima dalam Sastra dan Sejarah

๐’๐š๐ฅ๐š๐ฆ ๐’๐ข๐ ๐š๐ซ๐๐šโœŒ๏ธ ๐ˆ๐ง๐๐จ๐ง๐ž๐ฌ๐ข๐š ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉHadirnya Islam di Bima, tidak terlepas dari peran para ulama pada masanya. Begitupun dengan ...
27/03/2023

๐’๐š๐ฅ๐š๐ฆ ๐’๐ข๐ ๐š๐ซ๐๐šโœŒ๏ธ ๐ˆ๐ง๐๐จ๐ง๐ž๐ฌ๐ข๐š ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Hadirnya Islam di Bima, tidak terlepas dari peran para ulama pada masanya. Begitupun dengan sejarah panjang perkembangan ajaran Islam di Bima, yang bergantung pada ulama dan ajaran Islam seperti apa yang diajarkan oleh ulama.

Pada *๐—ž๐—ข๐—ฃ๐—œ #28* yang akan diselenggarakan oleh *SIGARDA NTB* pada hari Minggu tanggal 02 April 2023 pukul 16.00 - 18.00 WITA. Sigarda Indonesia Wilayah NTB akan mempersembahkan forum diskusi daring perdana untuk wilayah NTB dengan judul "๐‰๐š๐ซ๐ข๐ง๐ ๐š๐ง ๐”๐ฅ๐š๐ฆ๐š ๐๐ข๐ฆ๐š".

Sebagai pemantik diskusi kami hadirkan para peneliti dan penulis buku tentang Ulama Bima yaitu, ๐˜ฟ๐™ง. ๐™ˆ๐™ช๐™จ๐™ก๐™ž๐™ข๐™ž๐™ฃ ๐˜ผ๐™ ๐™€๐™›๐™š๐™ฃ๐™™๐™ฎ (๐™†๐™š๐™ฅ๐™–๐™ก๐™– ๐˜ฝ๐™‹๐™† ๐™’๐™ž๐™ก๐™–๐™ฎ๐™–๐™ ๐™“๐™„๐™„๐™„ ๐™†๐™–๐™ก๐™ž๐™ข๐™–๐™ฃ๐™ฉ๐™–๐™ฃ ๐™๐™ž๐™ข๐™ช๐™ง) yang akan berbicara tentang jaringan ulama Bima, ๐˜ผ๐™ก๐™–๐™ฃ ๐™ˆ๐™–๐™ก๐™ž๐™ฃ๐™œ๐™ž (๐™‹๐™š๐™ฃ๐™ช๐™ก๐™ž๐™จ ๐˜ฝ๐™ช๐™ ๐™ช ๐™‰๐™š๐™œ๐™š๐™ง๐™ž ๐™‹๐™–๐™ง๐™– ๐™‚๐™ช๐™ง๐™ช) yang akan membahas tentang kisah hidup para ulama Bima. Kegiatan akan dipandu oleh Ihsan Iskandar selaku Korwil ๐—ฆ๐—œ๐—š๐—”๐—ฅ๐——๐—” ๐—œ๐—ก๐——๐—ข๐—ก๐—˜๐—ฆ๐—œ๐—” NTB.

๐—ฆ๐—œ๐—š๐—”๐—ฅ๐——๐—” ๐—œ๐—ก๐——๐—ข๐—ก๐—˜๐—ฆ๐—œ๐—” mengundang anda untuk hadir dalam diskusi tersebut dengan link zoom :

https://unnes-ac-id.zoom.us/j/92657273488?pwd=WXk0NnNGa3A5UXBlNUxnelJzaUcrUT09

ID rapat : 926 5727 3488
Passcode : sigarda

Sampai bertemu di ruang obrolan *๐—ž๐—ข๐—ฃ๐—œ #28* yang diselenggarakan ๐—ฆ๐—œ๐—š๐—”๐—ฅ๐——๐—” *NTB* ๐Ÿ™

beberapa puri di Lombok saat penyerangan Belanda
14/03/2023

beberapa puri di Lombok saat penyerangan Belanda

Penyerangan Belanda ke Lombok akhir abad 19
14/03/2023

Penyerangan Belanda ke Lombok akhir abad 19

Address

Jalan Lintas Melayu Kolo
Bima
84111

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sigarda NTB posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share