20/10/2020
Tulisan yang sangat Inspiratif
RATAPAN HATI TENTANG CARA BERTANI.
Wayan Supadno.
Tulisan kecil ini untuk para pemilik masa depan bangsa kita ini. Mereka anak cucu kita, akan meneruskan estafet pengelolaan negeri ini. Sehingga mereka harus cukup pangan yang sehat. Hari esok tergantung apa yang kita kerjakan hari ini.
Emprisis..
Tahun 2007, saya kedatangan tamu yang mengajak sahabatnya dari Singapura. Intinya negara Singapura butuh pasokan rutin jumlah besar sayur dan buah. Tapi yang sehat.
Bukan yang sudah pekat dengan residu logam beratnya. Jika itu yang dipasok ke Singapura maka sama artinya akan membunuh masa depan negara Singapura. Itu ujarnya.
Orang Singapura butuh bukan sayur yang mulus, tapi yang sehat, sekalipun daun sayurnya banyak lubang bekas gigitan ulat itu bukan masalah. Itu pertanda hama ulatpun s**a. Karena bukan mematikan. Tentu menyehatkan manusia juga.
Sehingga saat itu di Pekanbaru Riau, berusaha memenuhi permintaan sayur organik tersebut. Entah sekarang masih berlanjut atau tidak. Semoga saja berlanjut bukan hanya diekspor saja, tapi juga buat masyarakat kita.
Tamu tersebut membawa beberapa ikat sayur dari pasar juga sayur hasil panen organik tanpa jaring pelindung, praktis yang organik tanpa jaring, daun sayurnya banyak berlubang karena ulat dan serangga.
Sedangkan sayur non organik mulus. Tanpa lubang. Karena terlalu sering dapat perlakuan pestisida kimia berlogam berat pembunuh kehidupan. Termasuk hama dan manusia jika banyak.
Daunnya mulus karena hama takut mendekat, karena hama ulat takut mati. Tak jarang kita melihat tomat, timun dan lainnya baru saja disemprot pestisida hingga menetes putih pekat.
Esoknya dipanen dan disajikan untuk masyarakat sebagai penikmat karya petani. Yang katanya profesi mulia. Belum lagi, sebelum mengolah lahan masih memakai herbisida pembunuh gulma. Sama racun berlogam berat.
Kehidupan seperti itu terus dan terus berjalan seolah tanpa beban. Seolah cara kita bertani sudah paling bermanfaat nyata. Mungkin sesekali perlu mawas diri. Perlu bercermin dan diskusi dengan hati. Agar hidup ini makin berarti.
Patut segera kita sadari bersama bahwa ulatpun dengan herbisida dan pestisida kimia bisa mati. Logikanya jika itu terakumulasi jumlah besar jangka panjang menjadikan anak cucu kita juga tidak sehat.
Mereka butuh sehat, bukan hanya kenyang. Agar bijak cerdas menatap masa depan.
Salam 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani