Nextup ID

Nextup ID Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Nextup ID, Business consultant, Pakuan Regency Cluster Subanglarang Blok D8 15, Bogor.

NextUp ID adalah platform yang menghubungkan antara mentor, coach, dan trainer dalam sebuah training, workshop maupun seminar dengan business owner maupun corporate dalam rangka peningkatan skala atau pengembangan sumber daya manusia

MARKETPLACE MASTERCLASS UNTUK UMKMMasih bingung kenapa produk sudah di-upload tapi belum banyak yang beli? πŸ€”Rahasianya b...
09/07/2026

MARKETPLACE MASTERCLASS UNTUK UMKM

Masih bingung kenapa produk sudah di-upload tapi belum banyak yang beli? πŸ€”

Rahasianya bukan sekadar punya toko di marketplace.

Yang paling penting adalah strategi.

Yuk ikuti Marketplace Masterclass dan pelajari cara meningkatkan penjualan di marketplace secara praktis!

πŸ“š Yang akan dipelajari:
βœ… Optimasi Toko Marketplace
βœ… Riset Produk
βœ… Judul Produk yang Menjual
βœ… Foto Produk Profesional
βœ… Copywriting Produk
βœ… Strategi Voucher
βœ… Gratis Ongkir
βœ… Flash Sale
βœ… Live Shopping
βœ… Affiliate Marketing
βœ… Optimasi Chat Customer
βœ… Meningkatkan Rating Toko

πŸ‘¨β€πŸ« Pemateri:
Muhamad Arif Rahmat
Certified Trainer | Life Coach | Business Owner

πŸ“… Hari: Minggu
πŸ•˜ Pukul: 08.00 – 12.00 WIB
πŸ“ Tempat: Aula Koperasi Simpati Puspanegara, Citeureup Bogor

⭐ Peserta Terbatas
Praktik langsung dengan materi yang mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan untuk mengembangkan bisnis Anda.

Program ini merupakan bagian dari Pendampingan Digital Marketing yang diselenggarakan melalui kolaborasi Komdigi, Koperasi Simpati Puspanegara, dan Nextup ID untuk mendukung peningkatan kapasitas pelaku UMKM di bidang pemasaran digital.

πŸ“± Informasi:
🌐 nextup.id
πŸ“·
πŸ“ž WhatsApp: 0812-8169-2207

πŸš€ Bring Your Business To The Next Level

Bisnis Hebat Dimulai dari Strategi yang Tepat.Persaingan usaha semakin ketat.Pelanggan semakin digital.Cara promosi pun ...
03/07/2026

Bisnis Hebat Dimulai dari Strategi yang Tepat.

Persaingan usaha semakin ketat.

Pelanggan semakin digital.

Cara promosi pun terus berubah.

Kini saatnya meningkatkan kemampuan pemasaran digital agar bisnis tidak hanya bertahan, tetapi juga terus berkembang.

Melalui Executive Training Digital Marketing untuk UMKM, peserta akan belajar bagaimana:

πŸ“Œ Menjangkau lebih banyak pelanggan

πŸ“Œ Memanfaatkan media sosial secara efektif

πŸ“Œ Mengoptimalkan Marketplace

πŸ“Œ Menggunakan AI untuk membantu bisnis

πŸ“Œ Meningkatkan penjualan secara berkelanjutan

πŸ‘¨β€πŸ« Narasumber

Muhamad Arif Rahmat

Certified Trainer | Business Coach | Business Owner

πŸ“… Rabu–Kamis

15–16 Juli 2026

πŸ“ LPB UT Cakung

Jakarta Timur

Kami percaya bahwa setiap UMKM memiliki peluang untuk naik kelas apabila dibekali strategi yang tepat, sistem yang baik, dan semangat untuk terus belajar.

Mari bersama membangun bisnis yang lebih kuat di era digital.

🌐 nextup.id

πŸ“·

πŸ“± 081281692207

Bring Your Business To The Next Level.











Produk yang Bagus Belum Tentu Menjadi BrandBeberapa tahun lalu, saya membeli kopi dari sebuah kedai kecil.Kopinya enak.H...
22/06/2026

Produk yang Bagus Belum Tentu Menjadi Brand

Beberapa tahun lalu, saya membeli kopi dari sebuah kedai kecil.
Kopinya enak.
Harganya masuk akal.
Pelayanannya juga baik.
Seminggu kemudian saya ingin membeli lagi.

Masalahnya, saya lupa nama kedainya.
Saya ingat rasa kopinya.
Saya ingat lokasinya.
Tetapi saya tidak ingat mereknya.

Dan saat itulah saya menyadari sesuatu yang menarik.
Produk yang bagus belum tentu menjadi brand yang kuat.
Banyak pelaku usaha menghabiskan sebagian besar waktunya untuk memperbaiki produk.

Meningkatkan kualitas.
Mencari bahan baku terbaik.
Memperbaiki kemasan.
Menambah fitur.
Semua itu penting.
Sangat penting.

Tetapi dalam dunia bisnis modern, produk hanya membuat pelanggan membeli pertama kali.
Brand yang membuat mereka kembali.
Mari kita gunakan contoh bisnis kopi.
Bayangkan ada dua kedai kopi.
Keduanya menjual Americano.
Keduanya menggunakan biji kopi yang kualitasnya hampir sama.

Keduanya memiliki harga yang tidak jauh berbeda.
Namun ketika seseorang berkata:
"Yuk ngopi di sana."
Orang-orang langsung tahu kedai mana yang dimaksud.
Mengapa?
Karena kedai tersebut berhasil membangun brand.
Mereka bukan lagi sekadar menjual kopi.
Mereka menjual cerita.
Mereka menjual pengalaman.
Mereka menjual identitas.
Menariknya, branding bukan dimulai dari logo.
Bukan juga dimulai dari warna.
Dan bukan sekadar desain kemasan.

Branding dimulai dari persepsi.
Apa yang muncul di pikiran pelanggan ketika mereka mendengar nama bisnis kita?

Itulah brand.
Jika pelanggan mendengar sebuah merek kopi dan langsung berpikir:

"Ini kopi untuk anak muda."
Itu branding.
Jika pelanggan berpikir:
"Ini kopi premium."

Itu branding.
Jika pelanggan berpikir:
"Ini kopi yang paling terjangkau."

Itu juga branding.
Karena pada dasarnya, brand adalah ruang yang kita tempati di dalam pikiran pelanggan.

Saya sering melihat UMKM yang memiliki produk bagus tetapi sulit berkembang.

Bukan karena produknya kurang berkualitas.
Tetapi karena mereka belum memiliki identitas yang jelas.
Hari ini ingin terlihat premium.
Besok ingin terlihat murah.
Lusa ingin terlihat eksklusif.

Minggu depan ingin menyasar semua orang.
Akibatnya pelanggan menjadi bingung.

Dan bisnis yang membingungkan biasanya sulit diingat.
Brand yang kuat justru sangat jelas.
Mereka tahu siapa pelanggannya.
Mereka tahu nilai yang mereka tawarkan.

Mereka tahu bagaimana ingin dipersepsikan.
Lihatlah bisnis kopi yang berhasil.
Sebagian menjual kecepatan.
Sebagian menjual suasana.
Sebagian menjual kualitas biji kopi.
Sebagian menjual gaya hidup.
Kopinya mungkin sama-sama kopi.
Tetapi cerita yang dijual berbeda.

Yang menarik, pelanggan sering kali tidak membeli produk terbaik.
Mereka membeli produk yang paling mereka percayai.
Dan kepercayaan dibangun melalui branding yang konsisten.

Dari konten yang dibuat.
Dari cara melayani pelanggan.
Dari kemasan.
Dari pengalaman membeli.

Dari janji yang ditepati berulang kali.
Pada akhirnya, produk adalah apa yang Anda jual.
Tetapi brand adalah alasan mengapa orang memilih Anda.

Produk bisa ditiru.
Harga bisa diturunkan pesaing.
Teknologi bisa disamai.
Namun persepsi yang sudah tertanam di benak pelanggan jauh lebih sulit ditiru.

Itulah mengapa membangun bisnis tidak cukup hanya fokus pada produk.
Karena dalam jangka panjang, bisnis yang bertahan bukan selalu yang memiliki produk terbaik.
Sering kali yang bertahan adalah mereka yang berhasil membangun brand yang paling dipercaya.

Dan ketika pelanggan mulai membeli karena nama Anda, bukan hanya karena produknya, di situlah sebuah bisnis mulai naik kelas menjadi sebuah brand.

Pelatihan UMKM: Jurus Ampuh Melesatkan OmsetPertumbuhan usaha tidak hanya ditentukan oleh seberapa keras kita bekerja, t...
20/06/2026

Pelatihan UMKM: Jurus Ampuh Melesatkan Omset

Pertumbuhan usaha tidak hanya ditentukan oleh seberapa keras kita bekerja, tetapi juga oleh kemampuan menerapkan strategi yang tepat.

Dalam upaya meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku UMKM, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor, Bank BJB, dan Nextup ID menyelenggarakan pelatihan:

JURUS AMPUH MELESATKAN OMSET

Pelatihan ini dirancang untuk membantu pelaku usaha memahami strategi praktis dalam meningkatkan penjualan, memperkuat hubungan pelanggan, dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

πŸ“… 23–24 Juni 2026

πŸ•— 08.00 WIB – Selesai

πŸ“ Kantor Bank BJB Cabang Cibinong

Materi yang akan dibahas meliputi:

β€’ Meningkatkan Prospect

β€’ Mengukur Conversion Rate

β€’ Menumbuhkan Transaksi

β€’ Memperbesar Margin Profit

β€’ Menciptakan Pelanggan Loyal

Narasumber:

Muhamad Arif Rahmat

Certified Trainer | Life Coach | Business Owner

Kami percaya bahwa UMKM yang bertumbuh akan menjadi fondasi penting bagi perekonomian daerah dan nasional.

Mari terus belajar, beradaptasi, dan mengembangkan usaha menuju bisnis yang lebih kuat dan berdaya saing.

🌐 nextup.id

πŸ“·

πŸ“± 081281692207

Pelatihan Manajemen Promosi & Branding untuk UMKMUMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia. Namun di te...
18/06/2026

Pelatihan Manajemen Promosi & Branding untuk UMKM

UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia. Namun di tengah persaingan yang semakin kompetitif, keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kemampuan membangun brand dan melakukan promosi yang tepat.

Sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas pelaku usaha, diselenggarakan:

Pelatihan Manajemen Promosi & Branding untuk UMKM

πŸ“… 29–30 Juni 2026

πŸ’» Online melalui Zoom Meeting

🎯 Khusus UMKM Binaan Yayasan Astra

Dalam pelatihan ini peserta akan mempelajari:

β€’ Strategi promosi yang efektif

β€’ Membangun branding yang kuat dan berkelanjutan

β€’ Pemanfaatan media sosial untuk pengembangan usaha

β€’ Strategi membangun loyalitas pelanggan

Pelatihan akan dipandu oleh:

Muhamad Arif Rahmat

Certified Trainer | Life Coach | Business Owner

Program ini sejalan dengan komitmen Nextup dalam mendukung peningkatan kapasitas UMKM melalui pendekatan training, coaching, mentoring, dan consulting untuk membantu pelaku usaha bertumbuh dan naik kelas.

Kami percaya bahwa UMKM yang kuat akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

🌐 nextup.id

πŸ“·

πŸ“± 081281692207

PROGRAM PELATIHAN & PENDAMPINGAN DIGITAL MARKETINGDIGITAL MARKETING INTENSIVE BOOTCAMPBelajar Jualan Online dari Nol Sam...
13/06/2026

PROGRAM PELATIHAN & PENDAMPINGAN DIGITAL MARKETING

DIGITAL MARKETING INTENSIVE BOOTCAMP

Belajar Jualan Online dari Nol Sampai Closing

Apakah Anda seorang pelaku UMKM, calon wirausaha, atau pemilik usaha yang ingin meningkatkan penjualan melalui media digital?

Kini saatnya meningkatkan kapasitas usaha Anda melalui Program Digital Marketing Intensive Bootcamp, sebuah program pelatihan dan pendampingan yang dirancang secara praktis, aplikatif, dan berorientasi pada hasil.

🎯 MENGAPA HARUS IKUT PROGRAM INI?

Banyak pelaku usaha memiliki produk yang bagus, namun masih mengalami kendala dalam:

❌ Membuat konten yang menarik

❌ Mendapatkan pelanggan melalui media sosial

❌ Mengelola marketplace secara optimal

❌ Melakukan live streaming untuk meningkatkan penjualan

❌ Memanfaatkan website dan Google Bisnis

❌ Menjalankan promosi digital secara efektif

Melalui program ini, peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga praktik langsung dan pendampingan intensif selama proses pembelajaran.

πŸ“š MATERI PELATIHAN

1. Fundamental Digital Marketing
2. Google Profil Bisnis
3. Social Media Marketing
4. Marketplace Mastery
5. Website for Business
6. Content Creation

🎁 FASILITAS PESERTA

βœ… Full Praktik
βœ… Modul Pelatihan
βœ… Grup WhatsApp Pendampingan
βœ… Konsultasi Bisnis
βœ… Networking Pelaku Usaha
βœ… Pendampingan Intensif

πŸ“… Durasi Pendampingan : 6 Bulan

πŸ‘₯ Kuota Peserta : Terbatas

πŸ“² Konsultasi & Pendaftaran WhatsApp: 0857-1910-0057

PT Nextup Kolegia Indonesia - nextup.id

 # Membangun Bisnis Tidak Hanya Tentang JualanSaya pernah bertemu seorang pengusaha yang sangat bangga dengan kemampuan ...
12/06/2026

# Membangun Bisnis Tidak Hanya Tentang Jualan

Saya pernah bertemu seorang pengusaha yang sangat bangga dengan kemampuan menjualnya.
Setiap kali bertemu calon pelanggan, ia hampir selalu berhasil mendapatkan transaksi.

Omzetnya naik.
Pesanan terus berdatangan.
Namun beberapa tahun kemudian, bisnisnya mulai mengalami masalah.

Tim sering berganti.
Keuangan tidak tertata.
Operasional berantakan.
Pelanggan mulai mengeluh.
Dan yang menarik, masalahnya bukan karena ia tidak bisa menjual.
Justru karena ia terlalu fokus pada jualan.

---

Banyak orang mengira bisnis adalah soal menjual produk sebanyak mungkin.
Padahal jualan hanyalah salah satu bagian dari bisnis.
Penting memang. Sangat penting.
Karena tanpa penjualan, tidak ada pemasukan.

Namun bisnis yang sehat membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menjual.

---

Bayangkan sebuah restoran yang selalu penuh pelanggan.
Setiap hari ramai.
Setiap hari ada transaksi.

Tetapi dapurnya tidak tertata.
Stok bahan baku tidak terkontrol.
Karyawan tidak memiliki standarisasi kinerja
Cepat atau lambat, masalah akan muncul.

Karena bisnis tidak tumbuh hanya dari banyaknya pelanggan.
Bisnis tumbuh dari kemampuan mengelola pertumbuhan itu sendiri.

---

Sering kali kita melihat pengusaha yang sangat sibuk.
Telepon terus berdering.
Pesan masuk tanpa henti.
Jadwal penuh.

Tetapi ketika ditanya bagaimana kondisi keuangan bisnisnya, jawabannya belum tentu jelas.
Ketika ditanya strategi jangka panjangnya, jawabannya masih samar.

Karena kesibukan tidak selalu berarti kemajuan.
Dan banyak bisnis terjebak dalam aktivitas operasional tanpa sempat membangun fondasi yang kuat.

---

Dalam perjalanan bisnis, ada banyak hal yang sama pentingnya dengan penjualan.

Ada branding yang membangun kepercayaan.
Ada pelayanan yang menciptakan loyalitas.
Ada sistem yang membuat bisnis tetap beroperasi
Ada SDM yang membantu perusahaan berkembang.
Ada inovasi yang menjaga bisnis tetap relevan.
Dan ada pengelolaan keuangan yang memastikan bisnis tetap sehat.

Semua itu sering kali tidak terlihat oleh pelanggan.
Tetapi sangat menentukan masa depan bisnis.
---
Menariknya, bisnis-bisnis besar yang kita lihat hari ini jarang bertumbuh hanya karena kemampuan menjual.

Mereka bertumbuh karena mampu membangun ekosistem.
Mereka memiliki proses.
Mereka memiliki standar.
Mereka memiliki budaya kerja.

Mereka memiliki tim yang mampu menjalankan visi perusahaan.
Penjualan mungkin menjadi mesin penggeraknya.
Tetapi sistemlah yang membuat kendaraan itu mampu melaju jauh.

---

Pada akhirnya, membangun bisnis bukan hanya tentang bagaimana mendapatkan pelanggan.
Tetapi juga tentang bagaimana menjaga pelanggan tetap datang.
Bukan hanya tentang menghasilkan omzet.
Tetapi juga tentang menghasilkan keuntungan yang sehat.

Bukan hanya tentang bekerja keras hari ini.
Tetapi membangun sesuatu yang tetap bertumbuh di masa depan.
Karena jualan bisa membuat bisnis hidup.

Tetapi sistem, strategi, dan pengelolaan yang baik akan membuat bisnis bertahan dan berkembang.
Dan di situlah perbedaan antara sekadar berdagang dan benar-benar membangun sebuah bisnis.

PT Nextup Kolegia Indonesia - nextup.id

Diskon 50% atau Buy One Get One? Ternyata Jawabannya Tidak Sesederhana ItuSuatu hari saya melihat dua toko yang menjual ...
11/06/2026

Diskon 50% atau Buy One Get One?

Ternyata Jawabannya Tidak Sesederhana Itu

Suatu hari saya melihat dua toko yang menjual produk hampir sama.

Toko pertama memasang tulisan besar:

DISKON 50%

Sementara toko kedua memasang promosi:

BUY 1 GET 1 FREE

Menariknya, secara matematika keduanya hampir memberikan nilai yang sama.

Jika satu produk seharga Rp100.000, maka:

Diskon 50% membuat pelanggan membayar Rp50.000.

Buy One Get One membuat pelanggan membayar Rp100.000 dan mendapatkan dua produk.

Secara angka terlihat mirip.

Tetapi secara psikologis, hasilnya bisa sangat berbeda.

Dan di sinilah dunia pemasaran menjadi menarik.

Karena pelanggan tidak selalu membeli berdasarkan matematika.

Mereka membeli berdasarkan persepsi.

Mengapa Buy One Get One Terasa Lebih Menarik?

Bayangkan Anda masuk ke sebuah toko.

Kemudian melihat tulisan:

"Beli 1 Gratis 1."

Ada sesuatu yang langsung menarik perhatian.

Kata "gratis" memiliki kekuatan yang unik.

Bahkan ketika nilai ekonominya sama, kata gratis sering kali terasa lebih menggoda dibanding potongan harga.

Karena manusia tidak selalu berpikir secara rasional.

Kita sering berpikir secara emosional.

Mendapatkan sesuatu secara gratis memberikan sensasi kemenangan kecil di dalam pikiran pelanggan.

Mereka merasa mendapatkan lebih banyak.

Mereka merasa lebih untung.

Lalu Apakah Diskon 50% Tidak Efektif?

Tentu efektif.

Tetapi biasanya bekerja dalam situasi yang berbeda.

Diskon 50% lebih cocok ketika pelanggan hanya membutuhkan satu produk.

Misalnya:

elektronik,

jasa,

tiket,

atau produk dengan frekuensi pembelian rendah.

Dalam kondisi ini, pelanggan lebih fokus pada penghematan uang.

Mereka berpikir:

"Saya bisa mengeluarkan uang lebih sedikit."

Sementara pada Buy One Get One, pelanggan berpikir:

"Saya mendapatkan lebih banyak barang."

Perbedaannya tipis.

Tetapi dampaknya bisa besar.

Yang Sering Dilupakan Pengusaha

Banyak bisnis sibuk memilih antara diskon atau Buy One Get One.

Padahal pertanyaan yang lebih penting adalah:

Apa tujuan promosi tersebut?

Jika tujuannya menghabiskan stok, Buy One Get One bisa sangat efektif.

Jika tujuannya meningkatkan jumlah transaksi, diskon mungkin lebih tepat.

Jika tujuannya memperkenalkan produk baru, sampling atau bundling bisa lebih menarik.

Artinya, promosi bukan hanya soal besar kecilnya potongan harga.

Promosi adalah alat untuk mencapai tujuan bisnis tertentu.

Jadi Lebih Baik Mana?

Jawabannya:

Tergantung tujuan bisnis dan perilaku pelanggan Anda.

Jika ingin memberikan sensasi mendapatkan lebih banyak, Buy One Get One sering kali lebih kuat.

Jika ingin menonjolkan penghematan uang secara langsung, Diskon 50% bisa lebih efektif.

Namun ada satu insight yang lebih penting.

Sering kali bukan promosi yang menentukan keberhasilan penjualan.

Tetapi seberapa baik kita memahami pelanggan.

 # Mengapa Banyak Produk Bagus Tetap Sulit Terjual?Saya pernah bertemu seorang pelaku UMKM yang sangat bangga dengan pro...
09/06/2026

# Mengapa Banyak Produk Bagus Tetap Sulit Terjual?

Saya pernah bertemu seorang pelaku UMKM yang sangat bangga dengan produknya.
Kualitasnya bagus.
Kemasan sudah menarik.
Harga juga cukup kompetitif.
Namun ada satu masalah.
Penjualannya tidak kunjung bertumbuh.
Ia kemudian mencoba berbagai cara.

Mengganti kemasan.
Menurunkan harga.
Menambah varian produk.
Meningkatkan promosi.

Tetapi hasilnya tetap tidak signifikan.
Setelah berdiskusi lebih jauh, ternyata masalahnya bukan pada produknya.

Masalahnya ada pada satu hal yang sering diabaikan banyak pelaku usaha:
**Ia tidak benar-benar tahu siapa yang ingin membeli produknya.**
Dan dari situlah saya kembali menyadari bahwa dalam bisnis, produk yang bagus saja tidak cukup.

Karena sebelum berbicara tentang penjualan, kita perlu memahami tiga hal penting:
**Segmenting. Targeting. Positioning.**
Atau yang sering disebut STP.

---

# # Segmenting: Tidak Semua Orang Adalah Pelanggan Kita

Banyak pengusaha mengatakan:
*"Produk saya cocok untuk semua orang."*
Kalimat ini terdengar optimis.
Tetapi sering kali justru menjadi masalah.

Karena jika semua orang adalah target pasar, maka sebenarnya tidak ada target pasar yang jelas.

Segmenting membantu kita membagi pasar menjadi kelompok-kelompok yang lebih spesifik.
Misalnya berdasarkan:
* usia,
* lokasi,
* pekerjaan,
* gaya hidup,
* atau kebutuhan tertentu.

Karena seorang mahasiswa memiliki kebutuhan yang berbeda dengan seorang direktur perusahaan.

Ibu rumah tangga memiliki pertimbangan yang berbeda dengan pelaku bisnis.
Semakin jelas segmen yang kita tuju, semakin mudah kita memahami pelanggan.

---

# # Targeting: Memilih Siapa yang Paling Ingin Kita Layani
Setelah mengetahui berbagai segmen pasar, langkah berikutnya adalah memilih.
Karena tidak semua segmen harus kita layani sekaligus.
Di sinilah banyak bisnis besar terlihat sangat disiplin.
Mereka tahu siapa yang mereka incar.
Mereka tahu siapa yang ingin mereka bantu.
Mereka tahu siapa yang paling membutuhkan solusi yang mereka tawarkan.

Targeting bukan tentang membatasi pasar.
Targeting adalah tentang memfokuskan energi.
Karena sumber daya bisnis selalu terbatas.
Waktu terbatas.
Modal terbatas.
Tim juga terbatas.

Fokus sering kali menghasilkan hasil yang lebih baik daripada mencoba menyenangkan semua orang.

---

# # Positioning: Apa yang Membuat Kita Diingat?
Menariknya, pelanggan jarang membeli produk hanya karena spesifikasinya.
Mereka membeli persepsi.
Mereka membeli keyakinan.
Mereka membeli alasan mengapa produk tersebut berbeda.

Itulah positioning.
Positioning adalah tempat yang ingin kita tempati di benak pelanggan.
Ketika mendengar suatu merek, pelanggan langsung memiliki gambaran tertentu.

Ada yang dikenal karena kualitasnya.
Ada yang dikenal karena harganya.
Ada yang dikenal karena inovasinya.
Ada yang dikenal karena pelayanannya.

Pertanyaannya:

**Ketika pelanggan mendengar nama bisnis Anda, apa yang langsung mereka ingat?**
Jika jawabannya belum jelas, mungkin positioning bisnis Anda juga belum jelas.

---

# # Insight yang Sering Terlupakan

Banyak pelaku usaha sibuk memperbaiki produk.
Padahal yang perlu diperbaiki kadang bukan produknya.
Tetapi cara mereka memahami pasar.

Karena produk yang sama bisa berhasil di satu segmen dan gagal di segmen lainnya.

Produk yang sama bisa terlihat mahal bagi satu kelompok, tetapi terlihat bernilai bagi kelompok yang lain.

Di situlah pentingnya STP.
Bukan sekadar teori pemasaran.
Tetapi fondasi bagaimana sebuah bisnis menemukan pelanggan yang tepat.

---

# # Pada Akhirnya...

Bisnis bukan tentang menjual kepada sebanyak mungkin orang.
Bisnis adalah tentang menjual kepada orang yang tepat.

Karena ketika kita memahami siapa pelanggan kita, apa kebutuhan mereka, dan bagaimana kita ingin diingat oleh mereka, proses pemasaran menjadi jauh lebih mudah.

Dan sering kali, pertumbuhan bisnis bukan dimulai dari produk baru.
Tetapi dari pemahaman yang lebih dalam tentang siapa sebenarnya pelanggan yang ingin kita layani.

Itulah kekuatan dari **Segmenting, Targeting, dan Positioning**.
Bukan sekadar istilah marketing.

PENSIUN BUKAN AKHIR PERJALANAN, TETAPI AWAL KESUKSESAN BARUSetelah puluhan tahun mengabdi dan berkarier, kini saatnya me...
07/06/2026

PENSIUN BUKAN AKHIR PERJALANAN, TETAPI AWAL KESUKSESAN BARU

Setelah puluhan tahun mengabdi dan berkarier, kini saatnya mempersiapkan masa depan yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera.

Nextup.id menghadirkan program:

πŸš€ Masa Persiapan Pensiun & Kewirausahaan

"Dari Karyawan Berprestasi Menjadi Wirausahawan Mandiri"

Program ini dirancang khusus untuk membantu karyawan menjelang masa pensiun agar siap secara mental, finansial, dan memiliki alternatif sumber penghasilan melalui kewirausahaan.

Yang Akan Dipelajari:

βœ… Membangun Mindset Positif Menghadapi Pensiun

βœ… Financial Planning dan Pengelolaan Dana Pensiun

βœ… Menemukan Potensi dan Peluang Usaha

βœ… Business Model Canvas

βœ… Strategi Memulai dan Mengembangkan Bisnis

βœ… Legalitas dan Perizinan Usaha

βœ… Digital Marketing untuk UMKM

βœ… Coaching dan Mentoring Bisnis

βœ… Studi Kasus Wirausahawan Sukses

Fasilitas Program

⭐ Retirement Mindset

⭐ Financial Planning

⭐ Entrepreneurship

⭐ Business Coaching

⭐ Business Visit

⭐ Certificate

Bersama:

M Arif Rahmat

Certified Trainer | Business Coach | Business Owner

πŸ“ž Informasi & Pendaftaran:

Whatsapp: 0812 8169 2207

πŸ’‘ Telah dipercaya menyelenggarakan program pelatihan, coaching, mentoring dan pendampingan bisnis bagi perusahaan, BUMN, lembaga pemerintah, dan UMKM di Indonesia. Nextup juga memiliki pengalaman menyelenggarakan Program Masa Persiapan Pensiun (MPP) untuk perusahaan manufaktur besar di Indonesia.

Address

Pakuan Regency Cluster Subanglarang Blok D8 15
Bogor

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Nextup ID posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Nextup ID:

Shortcuts

Share