22/11/2019
๐๐ฎ๐๐ถ ๐๐ฒ๐น๐ฎ๐ท๐ฎ๐ฟ ๐๐ฎ๐น๐ฎ๐ป ๐ฆ๐ฒ๐ฟ๐ถ๐ป๐ด ๐๐ฎ๐๐๐ต, ๐๐ฒ๐ฟ๐ฏ๐ฎ๐ต๐ฎ๐๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ต?
Klikdokter.com, Jakarta Berjalan adalah momen penting bagi seorang bayi yang ditunggu-tunggu oleh para orang tua. Akan tetapi, fase ini tidaklah mudah. Saat bayi belajar berjalan sering jatuh akan dialami akibat masih lemahnya keseimbangan. Lantas, apakah hal ini berbahaya bagi tumbuh kembangnya?
๐๐ฎ๐๐ฒ ๐บ๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด๐ธ๐ฎ๐ธ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐ท๐ฎ๐น๐ฎ๐ป
Sebelum menjawab hal tersebut, Anda harus tahu bahwa sebelum fase berjalan dimulai, biasanya bayi akan belajar merangkak. Fase merangkak ini pada umumnya dimulai pada usia 6โ10 bulan. Anda dapat menstimulasi bayi Anda dengan meletakkan benda atau mainan jauh dari jangkauannya.
โDengan cara ini, si Kecil pun terpacu untuk untuk mengambilnya dengan merangkak. Pastikan juga lingkungan rumah Anda sudah cukup aman untuk pergerakan bayi,โ dijelaskan dr. Nadia Octavia dari KlikDokter.
Pada perkembangan selanjutnya, dimulailah fase belajar berdiri. Di masa ini, bayi akan mulai menarik benda-benda di sekitarnya, seperti furnitur, kaki Anda, atau apa pun untuk membantunya berdiri di usia 7โ12 bulan. Bayi pun akan perlahan belajar untuk berdiri sendiri, dan bersiap melangkah ke tahap selanjutnya, yakni berjalan.
โNah, di sekitar usia 9โ13 bulan, bayi mulai bisa belajar melangkah sendiri. Si Kecil biasanya akan berjalan dengan mantap di usia 14โ17 bulan,โ kata dr. Nadia.
Meski demikian, ditambahkan dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, perkembangan sesuai usia bayi di atas tidaklah sama pada setiap anak.
"Ada anak yang sudah mulai bisa berjalan di usia 9 bulan, dan ada juga yang baru bisa berjalan setelah usia 1,5 tahun. Jadi kecepatan perkembangan setiap anak memang berbeda," ujar dr. Astrid.
๐๐ฒ๐ฟ๐ฏ๐ฎ๐ต๐ฎ๐๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ต ๐ธ๐ฎ๐น๐ฎ๐ ๐๐ฒ๐ฟ๐ถ๐ป๐ด ๐ท๐ฎ๐๐๐ต?
Meski bahagia melihat si Kecil belajar berjalan, Anda tentu waswas bukan melihat anak sering jatuh? Pasalnya, sering jatuh akan berisiko membuat anak terluka, memar, atau bahkan mengganggu tumbuh kembangnya.
Menjawab pertanyaan itu, dr. Chaerunisa Utami dari KlikDokter, menjelaskan bahwa wajar kalau anak yang baru belajar berjalan sering jatuh. Anda tidak perlu terlalu khawatir, karena dalam proses itulah sebenarnya bayi melatih keseimbangan tubuhnya.
Anda sebagai orang tua dapat meminimalkan risiko terluka atau cedera yang dialami bayi dengan memperhatikan tempat dan area si Kecil belajar berjalan. Misalnya, hindari belajar berjalan di tempat yang tinggi, keras, atau basah dan licin.
"Anda bisa memberikan alas karpet saat anak sedang belajar berjalan. Tujuannya, agar anak tidak langsung jatuh ke lantai yang keras," ujar dr. Chaerunisa.
Kalaupun bayi mengalami memar atau benjol usai terjatuh, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menenangkan bayi jika menangis. Selanjutnya, Anda dapat mengolesi bagian yang memar dengan krim bayi penghilang lebam. Pemberian minyak telon atau sejenisnya tidak terlalu dianjurkan karena tidak efektif mengurangi lebam.
Di sisi lain, yang ditakutkan saat bayi belajar berjalan adalah kepalanya terbentur lantai. Saat ini terjadi, menurut dr. Chaerunisa, lihat dulu keadaannya sekitar 6-8 jam setelah kejadian. Apakah bayi Anda mengalami muntah atau pingsan.
"Kalau tidak terjadi hal-hal yang disebutkan di atas, tandanya aman-aman saja," tegas dr. Chaerunisa.
Bayi belajar berjalan adalah wajar kalau sering terjatuh. Yang terpenting, Anda melakukan tindakan pencegahan untuk mengurangi risikonya, seperti menyediakan karpet dan areanya tidak basah. Pastikan juga Anda atau orang dewasa lain ada di sekitar bayi yang sedang belajar berjalan. Hal ini bertujuan untuk mencegah hal-hal berbahaya pada bayi.