02/11/2024
PART 1
Anang Hermansyah dan Ashanty pernah meluncurkan proyek kripto bernama *ASIX* pada awal 2022. Koin *ASIX* dibuat dengan tujuan untuk mengembangkan ekosistem digital yang melibatkan gim *play-to-earn*, NFT, dan *metaverse*. Dalam peluncurannya, proyek ini berhasil menarik perhatian besar dari penggemar mereka, dengan harapan akan menghasilkan keuntungan yang baik bagi investor.
Namun, ada beberapa faktor yang menyebabkan harga *ASIX* mengalami penurunan tajam dan akhirnya hilang dari banyak pasar kripto. Berikut beberapa alasan utama yang dapat menjelaskan penurunan tersebut:
1. Kurangnya Minat dan Kepercayaan Pasar: Minat awal dari para penggemar dan investor tidak mampu mempertahankan permintaan terhadap koin *ASIX*. Karena proyek ini sebagian besar mengandalkan dukungan komunitas, minat yang cepat mereda membuat harga koin juga turun drastis.
2. Pasar Kripto yang Volatil: Pasar kripto memang sangat fluktuatif, dan banyak koin-koin baru sering kehilangan nilainya dengan cepat jika tidak memiliki fundamental yang kuat atau utilitas yang jelas. Koin *ASIX* yang berbasis pada figur publik mungkin gagal membangun kepercayaan sebagai proyek jangka panjang di kalangan investor.
3. Kurangnya Pengembangan dan Transparansi: Banyak investor yang mengeluhkan kurangnya pembaruan dan transparansi dari pihak pengembang terkait rencana pengembangan proyek ini. Hal ini membuat mereka meragukan masa depan *ASIX* dan akhirnya menjual koin tersebut.
4. Peraturan Pemerintah: Peraturan terkait kripto di Indonesia cukup ketat, dan pada waktu itu, tidak semua koin mendapat izin resmi dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Hal ini turut memengaruhi persepsi terhadap kelangsungan proyek tersebut.
Akibat dari faktor-faktor di atas, minat dan permintaan untuk *ASIX* menurun drastis, menyebabkan harga koin jatuh hingga akhirnya banyak bursa kripto menghentikan perdagangan koin ini.
Lanjut ke part 2 ya