Komunitas Emak Ber-Cuan

Komunitas Emak Ber-Cuan 🌸 Belajar Cari Cuan dari Rumah
📱 Digital Marketing & Bisnis Online
🤝 Bertumbuh Bersama Komunitas Positif
👇 Mulai Langkah Pertamamu

19/08/2026

Produk bagus, tapi kok belum laku? 🤔

Kadang masalahnya bukan pada produknya.

Kita sebagai penjual sering terlalu fokus menjelaskan apa yang kita jual, sampai lupa memahami apa yang sebenarnya sedang dicari oleh calon pelanggan.

Padahal, orang tidak selalu membeli karena produknya bagus.

Mereka membeli karena merasa:

“Ini yang aku butuhkan.”

Itulah salah satu hal yang sedang aku pelajari dari psikologi bisnis—bagaimana memahami cara manusia berpikir, apa yang mereka rasakan, apa yang mereka butuhkan, dan bagaimana kita bisa berkomunikasi dengan lebih tepat.

Karena menurutku...

Belajar bisnis bukan cuma belajar menjual.
Belajar bisnis juga berarti belajar memahami manusia. 🧠

Ini baru langkah awal dari perjalanan belajarku.

Kalau kamu sedang membangun bisnis juga, pernah nggak mengalami produk yang menurutmu bagus tapi ternyata susah dijual?

Ceritakan di komentar. Kita belajar bareng. 🌱

Review BukuJudul: The Psychology of Money — Morgan HouselAda satu hal yang menarik dari buku ini...Ternyata, urusan uang...
14/08/2026

Review Buku

Judul: The Psychology of Money — Morgan Housel

Ada satu hal yang menarik dari buku ini...

Ternyata, urusan uang itu nggak selalu soal siapa yang paling pintar menghitung.

Kadang justru soal bagaimana seseorang berperilaku ketika berhadapan dengan uang.

Ada orang yang penghasilannya besar, tapi selalu merasa kurang.
Ada juga yang penghasilannya biasa saja, tapi bisa membangun kehidupan yang lebih tenang karena tahu kapan harus menahan diri.

Dari buku The Psychology of Money, aku jadi semakin paham bahwa hubungan kita dengan uang ternyata sangat dipengaruhi oleh pengalaman hidup, kebiasaan, lingkungan, bahkan cara kita memandang kesuksesan.

Dan menurutku ini menarik banget kalau dikaitkan dengan emak-emak yang sedang belajar membangun penghasilan.

Karena kadang kita terlalu fokus pada pertanyaan:
"Gimana caranya dapat lebih banyak uang?"

Padahal mungkin ada pertanyaan lain yang nggak kalah penting:
"Kalau penghasilan kita bertambah, apakah cara kita mengelola uang juga ikut bertumbuh?"

Buatku, mencari cuan itu penting.
Tapi belajar mengelola mindset terhadap uang juga penting.

Karena percuma mengejar penghasilan lebih besar kalau setiap kali mendapatkan uang, kita kembali ke pola lama.

Buku ini bukan buku yang mengajarkan cara cepat kaya.

Justru menurutku, pesannya lebih sederhana:
Belajar memahami diri sendiri sebelum belajar mengejar uang.

Dan ini yang membuatku merasa buku ini cocok dibaca oleh siapa saja yang sedang membangun kehidupan finansialnya, termasuk kita para emak yang sedang berusaha punya penghasilan sendiri dari rumah.

Aku sendiri jadi belajar bahwa "cuan" bukan hanya tentang berapa banyak yang kita dapat, tetapi juga tentang bagaimana kita menggunakannya untuk membuat hidup menjadi lebih baik.

Kalau kamu pernah baca buku ini, bagian atau pelajaran apa yang paling kamu ingat?

Atau kalau belum pernah baca, mungkin ini bisa masuk wishlist bacaan akhir pekan. 😊

Karena bertumbuh bukan cuma soal menghasilkan lebih banyak.
Tapi juga belajar menjadi lebih bijak dalam mengelolanya.

Skill yang Sedang Aku Serius Pelajari: AI, Psikologi Manusia, dan BisnisDulu aku berpikir, kalau ingin belajar bisnis, y...
13/08/2026

Skill yang Sedang Aku Serius Pelajari: AI, Psikologi Manusia, dan Bisnis

Dulu aku berpikir, kalau ingin belajar bisnis, ya harus belajar jualan.

Belajar cara menawarkan produk.
Belajar membuat promosi.
Belajar mencari pelanggan.

Tapi semakin lama aku belajar, aku justru menemukan satu hal yang menarik…

Bisnis ternyata bukan cuma tentang produk. Bisnis juga tentang manusia.

Itulah yang membuatku mulai tertarik mempelajari psikologi manusia, terutama bagaimana orang berpikir, mengambil keputusan, merespons sebuah pesan, dan akhirnya memilih untuk percaya atau tidak.

Di sisi lain, dunia digital berkembang begitu cepat.

Kemudian aku mulai serius mempelajari AI.

Awalnya hanya karena penasaran.

Bagaimana AI bisa membantu membuat tulisan?
Bagaimana membuat ide konten?
Bagaimana menyusun strategi?
Bagaimana menghemat waktu dalam pekerjaan?

Ternyata semakin dipelajari, semakin aku sadar bahwa AI bukan sekadar alat untuk membuat konten.

AI bisa menjadi partner berpikir, kalau kita tahu bagaimana menggunakannya.

Dan di situlah aku menemukan kombinasi yang menurutku menarik:

AI + Psikologi Manusia + Marketing.

AI membantu kita bekerja lebih efektif.

Psikologi membantu kita memahami manusia.

Marketing membantu kita menyampaikan nilai dengan cara yang tepat.

Kenapa aku memilih mempelajari tiga hal ini?

Karena aku ingin bisnis bukan sekadar tentang “bagaimana caranya menjual”, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa memahami kebutuhan orang dan memberikan solusi yang relevan.

Aku masih belajar.

Masih sering mencoba.
Masih sering salah.
Masih terus mencari tahu.

Tapi justru itu yang membuat perjalanan ini menyenangkan.

Karena ternyata, semakin banyak kita belajar, semakin sadar bahwa masih banyak hal yang belum kita ketahui.

Dan mungkin, skill yang paling aku kuasai hari ini bukan berarti aku sudah paling ahli.

Tapi aku punya satu hal yang ingin terus aku jaga:

kemauan untuk belajar.

Karena dunia berubah.

Teknologi berubah.

Cara orang membeli juga berubah.

Maka kita pun harus mau terus bertumbuh.

AI boleh semakin canggih, tapi memahami manusia tetap menjadi bagian yang sangat penting dalam bisnis.

3 Hal yang Perlu Dipelajari Sebelum Mulai Jualan OnlineBanyak emak yang ingin mulai jualan online, tapi bingung harus mu...
11/08/2026

3 Hal yang Perlu Dipelajari Sebelum Mulai Jualan Online

Banyak emak yang ingin mulai jualan online, tapi bingung harus mulai dari mana.

Padahal, sebelum sibuk mencari produk, ada 3 hal dasar yang menurutku justru lebih penting dipelajari.

1. Kenali siapa yang ingin kita bantu
Jangan hanya berpikir, “Aku mau jual produk ini.”
Coba ubah menjadi, “Masalah siapa yang bisa dibantu oleh produk ini?”

Karena orang membeli bukan hanya karena produknya, tetapi karena merasa produk tersebut relevan dengan kebutuhannya.

2. Belajar membuat konten
Nggak harus langsung jago desain atau editing.

Mulai saja dengan belajar membuat tulisan sederhana:
➡️ Cerita
➡️ Edukasi
➡️ Tips
➡️ Pengalaman
➡️ Solusi dari masalah sehari-hari

Konten yang bermanfaat bisa membantu orang mengenal kita sebelum mereka mengenal produk kita.

3. Bangun kepercayaan
Ini yang sering dilupakan.

Jangan setiap kali posting langsung menawarkan sesuatu. 😄

Sesekali berbagi ilmu.
Cerita pengalaman.
Jawab pertanyaan.
Berikan tips yang bermanfaat.

Karena sebelum seseorang membeli dari kita, biasanya mereka perlu merasa percaya kepada kita terlebih dahulu.

Jadi kalau hari ini kamu baru mau memulai bisnis online, nggak perlu buru-buru.

Belajar dulu.
Praktik sedikit demi sedikit.
Evaluasi.
Lalu terus bertumbuh.

Karena menjadi emak yang punya penghasilan bukan berarti harus langsung punya bisnis besar.

Bisa dimulai dari satu HP, satu ilmu baru, dan satu langkah kecil setiap hari. ❤️

Kalau kamu sedang belajar bisnis online, dari 3 hal di atas mana yang paling ingin kamu kuasai dulu?

1️⃣ Menentukan target pasar
2️⃣ Membuat konten
3️⃣ Membangun kepercayaan

Tulis angkanya di komentar ya. 👇

Ketika Sakit, Kita Tidak Hanya Butuh Pengobatan…Beberapa hari ini ramai diperbincangkan soal pasien BPJS yang merasa tid...
10/08/2026

Ketika Sakit, Kita Tidak Hanya Butuh Pengobatan…

Beberapa hari ini ramai diperbincangkan soal pasien BPJS yang merasa tidak mendapatkan simpati atau perlakuan yang diharapkan ketika berobat.

Aku membaca beberapa cerita yang beredar dan jadi teringat satu hal:
Ketika seseorang datang ke rumah sakit, sering kali yang dibawanya bukan hanya tubuh yang sedang sakit.

Ada rasa takut.
Ada kecemasan.
Ada keluarga yang sedang berharap.
Ada kondisi ekonomi yang mungkin tidak mudah.

Begitu juga dengan tenaga kesehatan.
Mereka juga manusia.
Bisa lelah.
Bisa menghadapi tekanan.
Bisa berhadapan dengan begitu banyak pasien setiap harinya.

Karena itu, menurutku persoalannya tidak sesederhana “pasien salah” atau “nakes salah”.

Di tengah sistem yang mungkin belum sempurna, kita tetap punya satu hal yang bisa kita jaga:
cara kita memperlakukan manusia lain.

Satu kalimat yang lembut mungkin terlihat sederhana bagi kita.
Tapi bagi seseorang yang sedang takut dan sakit, kalimat itu bisa menjadi penguat.

Dan ini bukan hanya berlaku di rumah sakit.
Dalam kehidupan sehari-hari pun sama.

Sebagai emak, sebagai orang tua, sebagai pelaku usaha, sebagai teman, sebagai tetangga…

kita tidak pernah benar-benar tahu perjuangan apa yang sedang dibawa seseorang di balik wajahnya.

Jadi mungkin sebelum buru-buru menghakimi, kita bisa belajar satu hal:
berusaha memahami sebelum menilai.

Karena kita tidak pernah tahu…
jangan-jangan, hari ini orang lain sedang berjuang sekuat tenaga untuk tetap terlihat baik-baik saja. ❤️

Lanjut di kolom komentar ya
👇🏻👇🏻👇🏻

Pernah kepikiran nggak? Setiap hari kita membawa alat yang sebenarnya cukup powerful di dalam genggaman.Bisa dipakai unt...
09/08/2026

Pernah kepikiran nggak?

Setiap hari kita membawa alat yang sebenarnya cukup powerful di dalam genggaman.

Bisa dipakai untuk hiburan, iya.
Bisa untuk ngobrol dengan teman, tentu.

Tapi ternyata bisa juga dipakai untuk belajar dan mengembangkan diri.
Aku pernah menulis tentang ini di postingan sebelumnya.

Tentang bagaimana kita bisa mulai mengubah kebiasaan kecil saat menggunakan HP—nggak perlu langsung serius berjam-jam, cukup mulai dari 30 menit sehari.

Kalau kamu belum membaca tulisan sebelumnya, coba baca dulu ya.

Link postingan sebelumnya aku taruh di komentar pertama.
Siapa tahu setelah membacanya, kamu jadi melihat HP-mu dengan cara yang sedikit berbeda. 😊

Bukan soal punya HP yang canggih.
Tapi bagaimana kita memanfaatkan apa yang sudah kita punya.












HP Emak, Cuma Buat Scroll?Coba jujur deh... 😄Kalau dihitung-hitung, berapa jam sehari kita pegang HP?Buka Facebook seben...
09/08/2026

HP Emak, Cuma Buat Scroll?

Coba jujur deh... 😄

Kalau dihitung-hitung, berapa jam sehari kita pegang HP?

Buka Facebook sebentar...
Scroll TikTok...
Lihat WhatsApp...
Scroll lagi...
Tiba-tiba sudah satu jam.

Aku pun pernah begitu.

Padahal, HP yang sama sebenarnya bisa kita gunakan untuk lebih dari sekadar hiburan.

Kita bisa memakainya untuk belajar hal baru, mencari informasi, membuat konten, membangun personal branding, sampai belajar bagaimana memanfaatkan dunia digital untuk membuka peluang.

Bukan berarti harus berhenti scrolling sama sekali ya.

Tapi mungkin mulai sekarang kita bisa mencoba mengubah sedikit kebiasaan:

Dari sekadar menjadi pengguna → mulai menjadi pembelajar.

Nggak perlu berjam-jam.
Coba mulai dari 30 menit sehari untuk belajar sesuatu yang bermanfaat.

Hari ini mungkin cuma belajar membuat konten.
Besok belajar edit video.
Lusa belajar menggunakan AI.
Pelan-pelan, skill kita bertambah.

Karena terkadang yang kita butuhkan bukan HP baru...

Tapi cara baru dalam menggunakan HP yang sudah kita punya.

Nah, kalau kamu punya waktu 30 menit khusus untuk belajar hari ini, kamu paling ingin belajar apa?

Tulis di komentar. 👇

Hari ini aku nggak sempat bikin konten pagi.Bukan karena malas.Tapi pagi tadi waktuku tersita untuk menemani anak beroba...
08/08/2026

Hari ini aku nggak sempat bikin konten pagi.

Bukan karena malas.
Tapi pagi tadi waktuku tersita untuk menemani anak berobat.

Dan di situ aku kembali diingatkan...
Menjadi emak itu memang unik. 😂

Kita boleh punya target.
Boleh punya bisnis.
Boleh ingin produktif.
Boleh punya mimpi besar.

Tapi ketika anak membutuhkan kita, semuanya bisa berhenti sebentar.
Dulu mungkin aku merasa kalau sehari nggak produktif berarti gagal.

Sekarang aku belajar memahami bahwa produktif itu bukan berarti harus melakukan semuanya setiap hari.

Ada hari untuk bekerja.
Ada hari untuk belajar.
Ada hari untuk mengejar mimpi.
Dan ada hari ketika prioritas kita adalah keluarga.

Yang penting, setelah urusan selesai… kita bisa kembali melangkah.

Jadi buat emak-emak yang hari ini merasa nggak produktif karena harus mengurus anak, rumah, atau keluarga...

Jangan merasa bersalah.
Kamu bukan sedang berhenti.
Kamu hanya sedang menjalankan peran yang memang harus kamu jalankan hari ini.

Besok kita lanjut lagi.
Pelan-pelan, yang penting tetap bertumbuh.

Kalau hari ini kamu juga punya cerita "rencana berantakan gara-gara urusan anak", boleh cerita di komentar.

Kita emak-emak pasti relate. 🤭

Terima kasih kepada pengikut terbaru saya! Senang Anda bergabung! Maretha Soewarso, N Rindi A Thenongnongteh, Dwi Andray...
08/08/2026

Terima kasih kepada pengikut terbaru saya! Senang Anda bergabung! Maretha Soewarso, N Rindi A Thenongnongteh, Dwi Andrayani, Dea Novita Ariisanti, Hannie SR, Riyanti Nur, Shanti Herusatoto, Thomas Andrianto, Ruangcerita Miiyafa

Review Buku: Mantra Covert Selling – Ki JendralKalau ada yang bertanya buku apa yang paling mengubah cara pandangku tent...
07/08/2026

Review Buku: Mantra Covert Selling – Ki Jendral

Kalau ada yang bertanya buku apa yang paling mengubah cara pandangku tentang jualan, salah satunya adalah Mantra Covert Selling karya Ki Jendral.

Awalnya aku berpikir, kalau ingin laku ya harus sering promosi.

Ternyata setelah membaca buku ini, aku baru sadar kalau orang sebenarnya tidak s**a dijual. Mereka lebih s**a membaca cerita, mendapatkan manfaat, lalu memutuskan sendiri.

Sejak itu aku mulai belajar membuat konten yang lebih banyak memberi nilai daripada sekadar menawarkan produk.

Aku juga mulai memahami bahwa membangun kepercayaan jauh lebih penting daripada mengejar penjualan sesaat.

Menurutku, buku ini cocok dibaca oleh siapa saja yang sedang belajar bisnis online, membangun personal branding, atau ingin mengembangkan media sosial dengan cara yang lebih elegan.

Nilai yang paling aku s**a dari buku ini adalah:
"Jualan terbaik adalah ketika orang merasa sedang belajar, bukan sedang ditawari."

Aku masih terus belajar menerapkan ilmunya sedikit demi sedikit.

Dan semoga melalui Komunitas Emak Ber Cuan, aku juga bisa berbagi ilmu yang bermanfaat untuk teman-teman semua.

Kalau kamu sedang membaca buku yang bagus, tulis judulnya di kolom komentar ya.

Siapa tahu bisa jadi buku berikutnya yang kubaca.










Address

Jalan Melati Pangkalan Raya
Bogor
16151

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Komunitas Emak Ber-Cuan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share