29/02/2016
MENGENALKAN TAUHID PADA ANAK USIA 1 TAHUN
Dalam Islam dikenal beberapa tahapan mengajarkan tauhid:
1. Talqin (menghapal dengan ditalaqi langsung)
Ini fase anak dr 1-7 thun. Pd fase ini qt bs mngajarkan tauhid dengan cara mengajarkannya bulat-bulat. Misal, "Wah..sudah adzan..kalau sdh terdengar adzan berarti waktunya kita sholat, Nak." Atau "Kakak sakit ya? Ayo kita minta kesembuhan pada Allah." Atau "Aiapa tuhan kita? Allah.." (dengan intonasi dan teknik yang sesuai dengan usianya tentun) atau untuk anak perempuan dikenalkan dengan jilbab dan pakaian yang cenderung menutup aurat. Pada usia sblm 7 tahun, bagian otak anak yang digunakan untuk mengkritisi sesuatu belum berkembang sehingga akan sangat mudah jika kita mendoktrin sesuatu (penjelasan ilmiahnya mungkin sebagian besar udah pada tau ya..). Itulah mengapa anak-anak sngat mudah menghapal Quran pada rentang usia ini. Jd intinya pada fase ini kata ustadnya..kasih smua..talqin smua..jangan buru-buru dikasi dalil dulu karena mereka tdk akan menanyakannya dan mereka belum membutuhkannya. Apalagi jika dalilnya berat. Mentalqin baik melalui kata-kata atau teladan lewat perilaku dari kita. Menanamkan lebih dini lebih baik. Terutama rentang usia yang kita kenal sebagai Golden Age (0-3 tahun). Masa mrk adalah peniru yg ulung. Mendekati usia 10 tahun bagian yg berfungsi mngkritisi makin terbentuk.
Pada fase ini ibaratnya kita sedang menanam benih.
2. Mengajarkan dalil dan keteladanan
Pada usia di atas 7 atau 10 tahun baru kita menyampaikan dalil dan penjelasan shohih (bila perlu ilmiah jika memang ada dan usia anak sudah mampu memahami) tentang tauhid yang dulu prnah kita tanamkan pada mereka saat masih kecil, di mana saat itu mereka seolah-olah menelan bulat-bulat apa-apa yang diajarkan dan ditanamkan oleh orangtuanya pada mereka. Saat usia ini mereka baru paham kenapa dulu orangtuanya menyuruh dan menyampaikan pada mereka ini itu. Misal: mengapa kita harus puasa? Apa manfaat puasa..solat..dll?
Dan jangan lupa keteladanan si (bagian terberat tapi manfaatnya membekas sampe mereka tua nanti). Pada fase ini kita ibarat memberi pupuk dan menyirami. Kt beliau. jika benih ga ada, apa yg mau dipupuk dan disiram? Harapannya dengan menanamkan benih di awal dan rajin dipupuk dan disiram pohon akidah bisa kuat dan kokoh. Allahu 'alam
Diusia 0-3 tahun cara menanamkan tauhid menurut al-Ghazali adalah dg HIFDZ (menghapal), yg disebut juga dengan talqin (membacakan hingga anak-anak hafal dan biasa mengucapkannya). Seperti kata Ummu Ammar, sering-sering mendengar azan, diperkenalkan asmaul husna dll.
Karena aqidah/tauhid itu sendiri terdiri dari tauhid rububiyah, mulkiyah, uluhiyah, dan asma wa shifat. Jadi, bunda bisa sering-sering mengulang-ulang kata Allah (juga asma wa shifatnya) diberbagai kesempatan.
"Wah hujan turun, Allah menururnkan hujan utk ibu, dan adek, juga untuk tanaman dan binatang" ==> rububiyah
"Ibu pakai jilbab karena Allah memerintahkan ibu untuk berjilbab" == kata "perintah Allah" ==> tauhid mulkiyah
"Sholat dulu yuuk Dek, kita menyembah Allah" ===tauhid uluhiyah
tauhid asma wa shifat, bisa lewat kisah dan mungkin senandung
Allah Maha Pengasih tanpa memilih kasih
Allah Maha Penyayang sayangnya tak berbilang
Allah Yang Maha Tahu tanpa diberitahu
Allah Allah La Ila Ha IaLlah
Sumber : ibuprofesional.com