Sanat wa Tijarat Indonesia

Sanat wa Tijarat Indonesia Informasi tentang peluang-peluang dalam bidang industri dan perdagangan,

Potensi yang siap untuk dikembangkan !
22/11/2014

Potensi yang siap untuk dikembangkan !

Jemaat masa kini
22/11/2014

Jemaat masa kini

Mencoba mewujudkan usaha profesional dibidang katering gizi, tim leader Khudam Cimahi, Ardian Yogaswara siap menghadapi ...
22/11/2014

Mencoba mewujudkan usaha profesional dibidang katering gizi, tim leader Khudam Cimahi, Ardian Yogaswara siap menghadapi tantangan.!

Ini adalah produk "Singkring" alias kripik bahan singkong, salah satu contoh LI Cimahi dalam berkiprah untuk membangun u...
22/11/2014

Ini adalah produk "Singkring" alias kripik bahan singkong, salah satu contoh LI Cimahi dalam berkiprah untuk membangun usaha mandiri. Kontak :081322512711

22/11/2014

Bukan karena ketiadaan sehingga kita tidak mampu untuk berbuat, tetapi apa yang ada justru kita tumbuhkan untuk menjadi sebuah harapan !

 # Peluang Bisnis Sate Tulang Lunak  #Bisnis kuliner tak pernah surut. Hampir setiap hari bisnis ini kedatangan pemain b...
12/09/2013

# Peluang Bisnis Sate Tulang Lunak #

Bisnis kuliner tak pernah surut. Hampir setiap hari bisnis ini kedatangan pemain baru yang mengusung berbagai variasi menu. Salah satunya adalah Christian Yosua yang mengusung menu utama sate tulang. Mendirikan usaha bulan Mei 2012 di Yogyakarta, mulai bulan ini ia resmi menawarkan kemitraan.

Lantaran baru, Christian belum memiliki mitra. Bisnis yang dikelola dengan brand Pondok Sate Tulang menawarkan menu sate tulang ayam lunak ditambah racikan bumbu khusus. "Beda dengan sate pada umumnya, kami tidak menggunakan bumbu kacang, tetapi bumbu rempah-rempah ditambah kecap," ujar Christian.

Ia menjelaskan, bumbu yang dipakai hampir mirip dengan bumbu sate khas Banjarmasin. Bedanya, bumbu sate Banjarmasin lebih menonjolkan rasa manis tomat, sementara ia mengutamakan rasa yang gurih. Harga sate tulang ini dibanderol Rp 1.500 per tusuk di Yogyakarta. " Tapi, harga bisa berubah sesuai daerah," ujarnya.

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/09/26/06192145/Peluang.Bisnis.Sate.Tulang.Lunak

Untuk menjadi mitra, ada dua pilihan paket investasi yang ditawarkan. Pertama, paket senilai Rp 11 juta. Mitra akan mendapatkan pelatihan membuat sate, kerja sama dan penggunaan merek selama lima tahun, standar operasional, bahan baku awal, seragam, dan spanduk serta x-banner.

Kedua, paket senilai Rp 15 juta. Paket ini mendapatkan fasilitas yang sama dengan paket pertama dengan tambahan booth atau gerobak. "Namun, biaya tersebut masih belum termasuk peralatan yang saya perkirakan sekitar Rp 1,5 juta hingga Rp 5 juta," ujar Christian.

Jika mitra menggunakan peralatan standar, cukup merogoh biaya sekitar Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta. Namun, jika peralatannya lebih bagus sekitar Rp 3 juta hingga Rp 5 juta.

Christian memperkirakan, mitra bisa mengantongi omzet minimal Rp 7 juta per bulan. Asumsinya, dalam sehari mitra bisa menjual sebayak 100 tusuk sate ditambah nasi atau lontong dan minuman. Dengan laba bersih 30, mitra bisa balik modal kurang dari satu tahun.

Bisnis kuliner tak pernah surut. Hampir setiap hari bisnis ini kedatangan pemain baru yang mengusung berbagai variasi menu.

 # Tiga Kunci Sukses Dahlan Iskan  #Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meniti jalan berliku sebelum me...
23/08/2013

# Tiga Kunci Sukses Dahlan Iskan #

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meniti jalan berliku sebelum mencapai puncak "karirnya" saat ini. Dari seorang pengusaha media, Dahlan sukses masuk ke dalam lingkungan birokrasi. Apa kunci sukses Dahlan?

Dahlan berbagai cerita saat menjadi pembicara di acara Congress of Indonesian Diaspora di Jakarta Convention Center, Jakarta, Senin (19/8/2013). "Saya memiliki kunci sukses sendiri terutama untuk menjalani hidup," kata Dahlan.

Kunci pertama, ungkap dia, merantau. Menurut Dahlan, ia tidak mungkin keluar dari kemiskinan bila tidak merantau. Ia merantau hingga ke Kalimantan, bahkan ke China. Dahlan merantau selepas lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA).

Kunci sukses kedua Dahlan adalah konsisten melaksanakan rencana yang matang. Ia tidak membiarkan hidupnya mengalir tanpa arah.

Kunci suskes ketiga Dahlan adalah menyekolahkan anaknya ke luar negeri. Dahlan berharap anaknya mampu melebihi dirinya.

"Dengan saya menyekolahkan anak ke luar negeri, justru dia mendapat ilmu tentang media dan malah menjadi penerus saya di bidang media serta meneruskan bisnis media yang sudah saya tekuni semula," kenangnya.

Awalnya, kata Dahlan, ia menyekolahkan anaknya di bidang selain media. Namun ternyata anaknya justru mendapat ayah angkat seorang pemilik media di Amerika Serikat. Anak Dahlan justru belajar lebih banyak soal media.

"Kalau anak saya tidak sekolah di Amerika Serikat, saya tidak bisa jadi menteri, karena saya sibuk dengan usaha saya. Akhirnya ketika saya sudah tua, dia lebih ahli media. Akhirnya bisa menggantikan saya, saya bisa pensiun dan saya menjadi menteri," kata Dahlan yang juga mantan Direktur Utama PLN itu.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan memiliki tiga kunci sukses untuk mencapai posisinya saat ini. Apa saja?

 # Berawal dari Gratisan, Kini Omzet Auri Miliaran  #Keahlian, kerja keras, dan strategi bisnis yang tepat mampu menghan...
23/08/2013

# Berawal dari Gratisan, Kini Omzet Auri Miliaran #

Keahlian, kerja keras, dan strategi bisnis yang tepat mampu menghantarkan seseorang pada kesuksesan. Itulah yang kini dicapai Yohanes Auri. Ia yang mampu menjadi miliarder muda melalui usaha jasa desain grafis berbendera PT Flux Asia Solusindo.

Usia belia tidak menghambat seseorang untuk mencapai kesuksesan. Dengan kemampuan mengasah keahlian, kerja keras, dan strategi bisnis yang tepat, seorang anak muda bisa saja mereguk sukses dalam bisnis.

Salah satunya adalah Yohanes Auri yang berhasil mengibarkan PT Flux Asia Solusindo. Hanya dalam kurun waktu lima tahun, sang pemuda yang usianya belum genap kepala tiga ini sudah bisa menggemukkan omzet usaha jasa desain grafisnya hingga miliaran rupiah.

PT Flux Asia Solusindo – disingkat Flux Design – merupakan usaha yang bergerak di bidang desain grafis. Jasa yang diberikan antara lain pembuatan annual report, kalender, company profile, multimedia animation, corporate identity, web design, editorial design, dan branding.

Hingga saat ini Auri sudah memiliki dua ratusan klien korporasi. Di antaranya, BII, BNI, Bank of China, Bank of Tokyo, Bank Sumitomo (BSMI), Asuransi Jasindo, Adira Insurance, Avrist Assurance, Erdikha Sekuritas, NISP Sekuritas, Agung Podomoro Group, Adhi Realty Group, Menara MTH, LEADS Property, Procon Indah, BP Migas, Pertamina, Astra Agro, dan Tjokro Group.

Dengan portofolio klien yang banyak dan berkelas itu, Auri optimistis bisa melipatgandakan omzetnya tahun ini. “Tahun lalu hanya satu digit (miliar), tahun ini harapannya bisa dua digit,” katanya. Menjelang akhir tahun seperti sekarang, pesanan desain dan cetak kalender korporasi sudah berdatangan.

Kesuksesan Auri tidak didapat dengan mudah. Dia merintis usaha ini sejak kuliah Desain Komunikasi Visual di Universitas Bina Nusantara, Jakarta. “Sejak kuliah saya sudah menjadi freelancer desain, dapat klien pertama tahun 2004. Ada teman yang pesan logo kafe, honornya waktu itu Rp 8 juta,” kata anak pertama dari tiga bersaudara ini.

Sambil kuliah, Auri menggarap pesanan desain di kamarnya yang berukuran 4x4 meter. Komputer yang digunakan pun masih komputer tabung berprosesor Pentium III. “Saya bukan dari keluarga berada. Tidak mungkin minta orangtua untuk membeli komputer canggih,” kata Auri yang anak pemilik toko suku cadang ini.

Desain gratisan

Tahun 2006, Auri lulus kuliah dan bertekad untuk tetap menjalankan usahanya itu dengan bendera Flux Desain. Ternyata dewi fortuna datang. Ada jemaat gereja yang menyukai desain majalah gratisan yang dibuatnya. “Dia pengurus Certificate Wealth Manager Association (CWMA). Inilah proyek besar pertama saya,” kenangnya. Asosiasi itu memintanya membuat desain undangan dan buku kelulusan. Nilai proyeknya waktu itu sebesar Rp 20 juta.

Pada saat acara CWMA berlangsung, Auri pun menebarkan kartu nama pada bos-bos bank yang mengikuti acara CWMA tersebut. “Saya berharap dengan perkenalan personal ini bisa mendapatkan klien besar,” katanya sambil terbahak. Auri juga memberanikan diri merekrut seorang karyawan meski masih menggunakan kamarnya sebagai ruang kerja. Selama 2006, ia hanya berhasil mendapatkan tiga klien korporasi, sisanya hanya proyek kecil.

Auri lantas menerapkan sistem jemput bola pada calon klien. Dia menawarkan jasa ke lebih dari 40 perusahaan, baik melalui mesin faksimile maupun telepon. Dia memutuskan untuk mengincar klien korporasi lantaran lebih strategis membesarkan usaha. “Sudah pasti banyak yang menolak. Nama perusahaan kami belum besar,” ujar suami dari Desiana ini.

Sampai tahun 2008, Auri masih merangkap jabatan, baik sebagai kurir, pemasar, bagian keuangan, desainer, sampai tukang tagih. “Ya, mesti nagih karena klien biasanya tidak langsung bayar penuh. Itu terjadi sampai sekarang,” katanya. Proyek makin banyak, omzet sudah mencapai ratusan juta.

Tahun 2009, Auri merenovasi kamarnya untuk diperlebar menjadi kantor lantaran sudah memiliki tujuh karyawan. “Tahun 2010, saya bikin perusahaan untuk mendapatkan proyek secara tender. Klien-klien besar pun kami peroleh,” katanya.

Nilai sekali proyek desain tidak tanggung-tanggung, mulai ratusan juta hingga miliaran. Maka, ia memasang target tinggi untuk omzet Flux Design. “Tahun ini harapannya bisa mencapai lebih dari Rp 20 miliar,” kata pria kelahiran Jakarta, 8 Februari 1985 ini.

Pada tahun lalu, Auri memindahkan kantornya ke sebuah ruko dua lantai. “Di tahun yang sama, saya mendirikan Maunge-print.com, sebuah usaha digital printing. Ini sebagai sinergi usaha karena biaya percetakan desain lebih murah dan perputaran uang di bisnis ini juga lebih cepat,” katanya.

Auri juga mulai memisahkan usaha percetakan digital dengan usaha jasa desain. Tahun ini, dia memindahkan kantor Flux Design ke Puri Kembangan, Jakarta Barat. “Puji Tuhan, saya sudah bisa membeli rumah secara tunai dan dijadikan kantor. Target saya, di 2015 sudah bisa pindah di gedung perkantoran,” katanya.

Keahlian, kerja keras, dan strategi bisnis yang tepat mampu menghantarkan seseorang pada kesuksesan.

 # Peluang Membuka Usaha Sekolah Anak  #Bisnis pendidikan anak usia dini (PAUD), baik di level play group maupun taman k...
23/08/2013

# Peluang Membuka Usaha Sekolah Anak #

Bisnis pendidikan anak usia dini (PAUD), baik di level play group maupun taman kanak-kanak (TK), masih menjanjikan. Peluang bisnis ini terbuka lebar seiring tingginya minat orangtua menitipkan anaknya di PAUD.

Peluang itu juga yang ditangkap Rika S Pattimena, pemilik Funkidz di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Funkidz pertama kali didirikan pada Januari 2008 di Pasar Minggu. Pada 2010, Rika membuka cabang Funkidz di Depok, Jawa Barat.

Funkidz sendiri melayani PAUD di level play group maupun TK. Level play group membidik anak usia dua sampai empat tahun. Adapun TK khusus untuk anak usia lima dan enam tahun.

Untuk mengembangkan usahanya, tahun ini ia resmi menawarkan kemitraan. Ia mengklaim, Funkidz menggunakan kurikulum dan materi belajar yang mengacu standar nasional dan dikombinasikan dengan sistem luar negeri. "Lulusan kami banyak diterima SD unggulan," tutur Rita.

Dalam tawaran kemitraan ini, ia mematok biaya investasi Rp 40 juta dan Rp 105 juta. Paket Rp 40 juta dikhususkan bagi mitra yang sudah memiliki gedung dan seluruh fasilitas mengajar sendiri.

Jadi, dalam paket ini hanya menggunakan metode Funkidz. Mitra akan mendapat program pembelajaran, pelatihan guru dan administrasi, konsultasi, dan pemasaran. Selain itu disediakan juga 15 paket berisi modul belajar, seragam, buku paket, dan formulir pendaftaran.

Adapun paket Rp 105 juta lebih lengkap. Selain mendapatkan seluruh fasilitas di paket Rp 40 juta, mitra juga mendapat fasilitas dekorasi bangunan dan perlengkapan.

Mitra hanya perlu menyiapkan tempat seluas 300-500 meter persegi. Tempat ini bisa menampung tiga ruang kelas. Perlengkapan yang didapat di antaranya dekorasi gedung dan kelas, meja, dan komputer. Selain itu juga disediakan juga aneka kebutuhan play room, seperti mainan, rak buku, AC, serta kebutuhan ruang kepala sekolah.

Adapun permainan di luar kelas disediakan tiga buah mainan, seperti ayunan, jungkat-jungkit, dan sebagainya. Mitra juga memperoleh perlengkapan pemasaran, seperti banner, brosur, dan spanduk.

Masa kerja sama untuk kedua paket itu berlangsung 10 tahun. Pihak pusat juga tidak akan memungut royalty fee. Namun, seluruh modul, seragam, dan buku paket wajib beli dari pusat.

Funkidz memungut biaya bulanan murid Rp 200.000-Rp 250.000 per bulan. Di luar itu, ada p**a biaya tahunan Rp 1,5 juta per tahun. Dengan biaya sebesar itu, mitra diprediksi bisa meraup omzet Rp 30 juta-Rp 35 juta per bulan. Dengan laba 30 persen-40 persen, mitra bisa balik modal dalam delapan sampai sembilan bulan.

Bisnis pendidikan anak usia dini PAUD, baik di level play group maupun taman kanak-kanak TK, masih menjanjikan.

 # Modal Rp 300.000, Kini Omzet Amin Capai Rp 70 Juta  #Amin Lisman Ragil (43) adalah contoh pelaku usaha mikro, kecil, ...
23/08/2013

# Modal Rp 300.000, Kini Omzet Amin Capai Rp 70 Juta #

Amin Lisman Ragil (43) adalah contoh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berhasil mengembangkan usahanya dari kredit mikro yang disalurkan dunia perbankan. Perajin patung di Dusun Kretek, Desa Karangrejo, Magelang, ini memiliki omzet hingga Rp 70 juta per bulan. Padahal, ketika memperoleh pinjaman dari BRI sebesar Rp 300.000 sekitar 20 tahun lalu, dirinya tak membayangkan akan menjadi salah satu pemasok utama patung untuk para pedagang di sekitar Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan lainnya.

"Omzet saya per bulan minimal 20 juta. Tetapi saat musim liburan, sehari omzet bisa mencapai Rp 5 juta per hari, dan ini berlangsung hingga 10 hari," kata Amin ketika ditemui di Galeri Sello Gumilar miliknya di Desa Karangrejo, Selasa (23/10/2012).

Amin pun menceritakan ketika menerima pinjaman dari bank, pria dua anak ini masih menggeluti bisnis ukiran bambu bagi wisatawan yang berkunjung ke Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan sekitarnya.

Pada suatu hari, dirinya menerima pesanan relief dari batu dari seorang wisatawan. Amin pun langsung menghubungi temannya yang juga perajin pahat batu. Sesudah menjadi perantara, Amin menjadi tertarik. Lantaran hal ini, kata Amin, dirinya berniat mempelajari pembuatan patung.

"Penjualan patung, dan juga harganya, lebih bagus ketimbang ukiran bambu," katanya.

Sebagai langkah awal, Amin memilih alih profesi menjadi penjual patung. Sembari menjajakan patung, dirinya juga mempelajari teknik pembuatannya. Setelah mantap, Amin pun mulai berprofesi membuat patung.

Saat itu, Amin, yang membutuhkan modal usaha, kembali meminjam uang dari BRI Rp 10 juta. Uang ini digunakan untuk membeli bahan baku, seperti resin, serta membuat cetakan patung.

"Tanpa ada pinjaman, usaha saya tidak berkembang," katanya.

Kini, Amin tak hanya menjadi pemasok bagi para pedagang dan pemilik kios di sekitar candi. Beberapa kali, Amin juga mengirimkan patung karyanya ke Amerika Serikat, Australia, dan beberapa wilayah di Indonesia, seperti Jakarta dan Bali.

Sementara itu, mantri BRI Unit Borobudur, Sigit Tomo Saputro, ketika ditemui terpisah, mengatakan, tahun ini pihaknya telah menyalurkan kredit sekitar Rp 19 miliar-Rp 20 miliar. Kredit disalurkan kepada sekitar 1.600 perajin, petani, ataupun peternak.

Sigit mengatakan, awalnya bank pemberi kredit biasanya turun langsung ke lapangan untuk mendekati calon debitor. Diakuinya, awalnya warga yang awam dengan urusan perbankan enggan mengambil kredit dari bank.

"Kuncinya, pendekatan psikologis. Kita posisikan diri sebagai teman dulu. Misalnya, kalau bertemu seseorang yang tua, saya panggil 'mbah'," katanya.

Sigit mengatakan, pendekatan psikologis termasuk efektif. Debitor yang puas biasanya merekomendasikan kerabatnya untuk mengambil kredit juga.

"Kini, ada juga calon kreditor yang datang ke bank," katanya.

Amin Lisman Ragil 43 adalah contoh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah UMKM yang berhasil mengembangkan usahanya dari kredit mikro.

 # Belajar Otodidak, Muzakki Raih Omzet Ratusan Juta  #Muhammad Muzakki sukses menggeluti usaha pembuatan booth sejak 20...
22/08/2013

# Belajar Otodidak, Muzakki Raih Omzet Ratusan Juta #

Muhammad Muzakki sukses menggeluti usaha pembuatan booth sejak 2008. Pria asal Jakarta ini mengerjakan pesanan booth mulai tahap desain hingga pesanan selesai dan siap pakai.

Muzakki menerima pesanan booth dalam pelbagai ukuran, seperti booth mini, booth mini kafe, island booth, hingga booth untuk pameran. Booth-booth tersebut dibuat dalam pelbagai model dan bentuk.

"Desain buatan saya cenderung elegan, minimalis, dan mengikuti tren yang ada," kata Muzakki.

Konsep desainnya sendiri murni berasal dari idenya, dengan melihat desain-desain booth yang sedang menjadi tren. Kadang, ia juga menerima masukan pelanggan dalam setiap desain booth-nya.

Menurut Muzakki, desain yang sekarang lagi ngetren adalah booth dengan bentuk karakter kartun, didukung gambar-gambar tiga dimensi (3D).

Menurut dia, tampilan booth sekarang memang harus dibuat semenarik mungkin. Dengan begitu, booth yang bakal dipakai sebagai tempat berjualan bisa menarik konsumen untuk mampir dan belanja.

Muzakki mematok tarif setiap desain booth sebesar Rp 300.000. Sementara itu, produksi satu booth Rp 3,5 juta-Rp 37 juta, tergantung ukuran, bahan, dan tingkat kerumitan.
Omzet yang dikantonginya mencapai sekitar Rp 200 juta per bulan. "Dalam sebulan, saya bisa mendesain lebih dari 20 booth dan produksi booth 10 unit hingga 15 unit," kata pria berusia 31 tahun ini.

Muzakki mengaku belajar membuat desain booth secara otodidak. Awalnya, ia membuat booth untuk dipakai sendiri. Kebetulan saat itu ia baru saja memulai bisnis penjualan teh.

Bisnis tehnya ternyata tidak berkembang. Di saat itulah, Muzakki melihat peluang bisnis membuat booth. Ia pun memutuskan untuk fokus menekuni usaha pembuatan booth.

"Awalnya, saya membeli software untuk desain booth. Saya pelajari cara-cara pembuatannya juga. Semua secara otodidak," ujar sarjana Ilmu Fisika ini.

Saat ini, banyak pengusaha waralaba yang memesan booth kepadanya, seperti D'Paris Crepes, Solopuchino, dan Javapuccino.

Muzakki mematok tarif setiap desain "booth" sebesar Rp 300.000. Sementara itu, produksi satu "booth" mulai Rp 3,5 juta-Rp 37 juta.

Address

Bogor

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sanat wa Tijarat Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Sanat wa Tijarat Indonesia:

Share