18/09/2012
Tips memilih Lembaga Sertifikasi (Bagian Keempat) :
2. Periksa kesesuaian akreditasi yang dimiliki badan sertifikasi dengan lingkup proses bisnis yang akan disertifikasi
Meskipun suatu badan sertifikasi telah diakreditasi oleh badan akreditasi (contohnya UKAS dan KAN), Anda tetap harus pastikan terhadap bidang industri atau lingkup proses bisnis apa saja akreditasi ini diberikan. Meskipun ada embel2 akreditasi UKAS , belum tentu badan sertifikasi itu telah memiliki akreditasi UKAS terhadap industri atau proses bisnis Anda yang akan disertifikasi.
Ada beberapa sistem kode identifikasi bidang industri yang digunakan dalam bisnis sertifikasi, tetapi yang paling lazim digunakan adalah system kode terbitan EAC (European Accreditation of Certification). Sebagai contoh, EAC code untuk konstruksi = 28, untuk pertanian adalah = 1, pendidikan = 37, dan sebagainya. Total sampai saat ini ada sekitar 39 bidang industri yang sudah mendapatkan kode dari EAC. Kode EAC ini diadopsi oleh banyak badan akreditasi termasuk UKAS dan KAN. Akreditasi yang diberikan suatu badan akreditasi seperti ini terhadap badan sertifikasi adalah terpisah-pisah per kode industri / proses bisnis. Jadi belum tentu suatu badan sertifikasi yang memiliki akreditasi UKAS dan KAN telah terakreditasi terhadap seluruh sektor industri dalam kode EAC. Bisa jadi meski sudah terakreditasi UKAS, hanya beberapa sektor industri yang tercakup dalam akreditasi mereka. Jadi, sebelum memilih, pastikan badan sertifikasi tersebut telah diakreditasi untuk proses bisnis/jenis industri yang akan Anda sertifikasi.
3. Sesuaikan dengan keinginan customer
Muara dari suatu SMM adalah kepuasan pelanggan. Dalam banyak kasus, organisasi biasanya berusaha mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2008 semata untuk memenuhi keinginan (baca : persyaratan) customer. Yang sering terjadi biasanya karena sertifikat ISO 9001:2008 menjadi persyaratan tender. Walaupun ini juga bisa sangat dibenarkan.
Untuk sektor-sektor industri/bisnis tertentu, biasanya ada badan sertifikasi yang lebih dikenal atau lebih punya nama dibandingkan industri / jenis bisnis lainnya. Misalnya untuk kostruksi infrastruktur , para kontraktor besar seperti WIKA, Adhikarya, Nusa Raya Cipta, DECORIENT, Gunanusa Utama, dan banyak kontraktor lainnya disertifikasi oleh LRQA. Dengan demikian, perusahaan-perusahaan yang menyediakan jasa atau barang ke kontraktor ini (subkontraktor) cenderung memilih disertifikasi oleh LRQA dengan harapan mendapatkan nilai lebih di mata customer karena sama-sama disertifikasi oleh badan yang sama. Ataupun mencari alternatif badan sertifikasi baru yang sesuai proses bisnis anda dengan kualitas dan kompetensi auditor yang bagus, seperti DELTAPAS INTERNATIONAL.
Jadi sebelum memilih, tidak salah kalau Anda coba-coba cari tahu kira-kira mayoritas customer Anda disertifikasi oleh badan sertifikasi yang mana. Ataupun pilihan-pilihan alternatif yang lain.