07/01/2015
Alasan Kenapa
Indonesia Tidak Bisa
Tegas Terhadap
Malaysia
Ada analisis menarik dari pengamat
militer Universitas Indonesia, Andy
Wijayanto, mengenai kemungkinan
terjadinya perang terbuka antara
Indonesia dan Malaysia di daerah
konflik perairan Blok Ambalat. Bila
Jakarta mengumumkan perang
terbuka dengan negara tetangga kita
itu, Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono harus memperhitungkan
aliansi negara yang akan mendukung
negeri jiran tersebut dalam
konfrontasi.
Andy mengungkapkan, Malaysia
memiliki sistem aliansi pertahanan
dengan Inggris, Australia, Singapura,
serta Selandia Baru. Aliansi itu
disebut sebagai Five Power Defense
Agreement (FPDA). Salah satu
kesepakatan negara-negara FPDA
adalah klausul bahwa serangan
terhadap salah satu negara anggota
merupakan serangan p**a terhadap
negara anggota lainnya.
"Malaysia tinggal meminta klausul
itu diaktifkan. Bila disepakati, berarti
negara kita harus siap berperang
juga dengan Inggris, Australia,
Singapura, serta Selandia Baru yang
mempunyai kekuatan tempur jauh
lebih kuat dan canggih," jelasnya
setelah diskusi tentang RUU
Pertahanan dan Keamanan.
Dari situs resmi British High
Commission, Kuala Lumpur,
diketahui bahwa FPDA berdiri pada
1971 sebagai lembaga konsultasi
dan antisipasi serangan terhadap
Singapura serta Malaysia. Saat
peringatan 30 tahun FPDA pada
November 2001, kelima negara
anggotanya sepakat membentuk
suatu kerja sama jangka panjang.
Salah satunya, perjanjian saling
dukung bila ada negara anggotanya
yang diserang negara lain. Tahun ini,
FPDA memfokuskan tinjauannya
pada maritime security. Dengan
fokus tersebut, kemungkinan empat
negara lainnya untuk mendukung
Malaysia dalam konfrontasi dengan
Indonesia menjadi lebih besar.
Tidak itu saja. Bila dalam
konfrontasi nanti negara kita
berhadapan dengan Inggris, negara
tersebut sangat mungkin meminta
artikel lima NATO (Pakta Pertahanan
Atlantik Utara) diaktifkan. Artikel
lima NATO serupa dengan klausul
perjanjian FPDA yang intinya
menyatakan, serangan yang dialami
salah satu negara anggota dianggap
sebagai serangan terhadap negara-
negara anggota lainnya dan harus
dihadapi bersama. Sehingga,
konfrontasi dengan Malaysia bisa
melebar serta membuat Indonesia
harus berhadapan dengan negara-
negara anggota NATO.
"Jadi, efeknya akan beruntun. Itulah
yang harus diperhitungkan masak-
masak oleh Presiden SBY sebelum
mendeklarasikan konfrontasi dengan
Malaysia. Rakyat pun harus
memahami hal ini supaya tidak
gelap mata mendesak perang
dengan Malaysia," tegas Andy.
selain itu sy mengambil
perbandingan antara angkatan
Militer Malaysia dan Indonesia
~MALAYSIA~
Militer Negeri Jiran itu bernama
Tentara Diraja Malaysia. Pada awal
pembentukannya, peralatan militer
buatan Inggris banyak dipakai
negara ini. Kini mereka
menggunakan peralatan dari
sejumlah negara, termasuk pesawat
buatan Indonesia.
1. Kapal Perang
- Satu kapal penyelam dilengkapi
meriam 20 mm
- Dua kapal cepat pengangkut
pasukan
- Empat kapal patroli buatan Prancis
ber-rudal Exocet MM38 dan meriam
Bofors
- 24 kapal perang yang berpangkalan
di empat tempat: Lumut, Sandakan
Sabah, Kuantan, dan Labuan. KD
Kerambit yang berada di sekitar
Ambalat merupakan salah satu
kapan yang berpangkalan di
Sandakan, Sabah.
- Dua kapal patroli buatan Korea
Selatan yang dilengkapi meriam 100
mm Creusot Loire, 30 mm Emerlac,
dan senjata penangkis antikapal
selam. Kapal ini berpangkalan di
Kuantan/
- Empat kapal buatan Swedia
dilengkapi rudal MM38 Exocet, 57
mm Bofors, dan 40 mm Bofors
berpangkalan.
- Empat kapal Frigate, dua di
antaranya dibeli bekas dari Angkatan
Laut Kerajaan Inggris.
- Enam kapal Corvette buatan
Jerman - Empat kapal patroli
penangkis ranjau buatan Italia
- Dua kapal Multi Purpose Command
and Support Ship buatan Jerman dan
Korea Selatan
- Satu kapal Sealift
- Dua kapal Hydro
2. Pesawat Tempur
- F-5 E - Hawk MK108 berpangkalan
di Alor Setar, Kuantan, dan Labuan
- Hawk MK-208 berpangkalan di Alor
Setar, Kuantan, dan Labuan
- Delapan F/A-18D berpangkalan di
Alor Setar
- Mig-29 berpangkalan di Kuantan
- SU-30 berpangkalan di Kuantan
- F-28 berpangkalan di Kuala Lumpur
- Falcon berpangkalan di Kuala
Lumpur - Beech 200T berpangkalan
di Kuala Lumpur
- C-130H berpangkalan di Kuala
Lumpur
- CN-235 berpangkalan di Kuala
Lumpur
- S61A-4 berpangkalan di Kuala
Lumpur, Kuching, dan Labuan
- AS61N-1 berpangkalan di Kuala
Lumpur
- S70A-34 berpangkalan di Kuala
Lumpur Personel
3. Jumlah prajurit semua angkatan:
196.042 (2002)
- Anggaran militer per tahun: US1,69
triliun (2,03 persen GDP)
~INDONESIA~
Embargo pembelian peralatan militer
dari Amerika membuat rontok
sejumlah peralatan militer
Indonesia. Pesawat tempur terbaru,
Sukhoi SU-27 SK dan SU-30 MK
buatan Rusia, pun masih ompong tak
punya senjata. Adapun dari 12
pesawat tempur "andalan", F-16, dua
di antaranya sudah jatuh dan hanya
delapan siap terbang.
1. Pesawat dan Heli
- Delapan Hawk MK 109
berpangkalan di Pekanbaru,
Pontianak
- 32 Hawk MK 209 berpangkalan di
Pekanbaru, Pontianak
- Enam CN235 berpangkalan di
Halim
- Delapan F27-400M berpangkalan
di Halim
- SF260MS/WS berpangkalan di
Halim
- B707-3MIC
- Tujuh pesawat F27-400M
- F28-1000/3000
- L100-30
- C-130H-30 berpangkalan di Halim
- NAS332L1
- L100-30
- EC-120B
- 12 unit Heli Bell 47G-3B-1
berpangkalan di Kalijati
- Lima F-16A berpangkalan di
Madiun
- Lima F-16B berpangkalan di
Madiun
- F-5E berpangkalan di Madiun
- F-5F berpangkalan di Madiun
- Hawk Mk53 berpangkalan di
Madiun
- dua Su-27SK berpangkalan di
Makassar
- dua Su-30MK berpangkalan di
Makassar
- NC212M-100/200 berpangkalan di
Malang
- Ce 401A berpangkalan di Malang
- Ce 402A berpangkalan di Malang
- 10 Pesawat Bronco OV-10F di
Malang Kapal Perang
- 114 armada berbagai jenis
(sepertiganya untuk operasi rutin,
sepertiga untuk latihan, dan sisanya
untuk pemeliharaan) Personel
2. Jumlah prajurit (semua
angkatan): 250 ribu orang
Anggaran militer per tahun: US$ 1
triliun (1,3 persen GDP)inilah
beberapa alasan yang mendasari
bangsa ini tidak bisa bersifat tegas
apa lagi menyatakan perang
terhadap Malaysia..apakah dengan
hanya sebuah alasan itu kita
membiarkan KEDAULATAN kita
dipermainkan oleh Malaysia..?
pertanyaan besar buat kita SAMPAI
KAPAN..??