14/04/2022
SUDAHKAH ANDA MENDAYAGUNAKAN KEMAMPUAN OTAK?
Oleh : Coach Victor
”Anda harus melatih otakmu menjadi positif seperti Anda berolah raga.”
-Shawn Achor
Menurut Paul D. Maclean, otak manusia dalam perkembangannya dibagi dalam tiga bagian, yaitu otak reptil, otak limbik atau mamalia, dan otak neokorteks.
Otak reptil sering disebut juga sebagai otak penjaga. Otak ini terletak paling belakang di otak kita dan berupa batang yang menghubungkan otak dengan tulang belakang. Otak reptil berfungsi mengatur gerak reflek dan keseimbangan pada tubuh manusia. Otak inilah yang memerintahkan kita untuk bergerak saat jika terjadi bahaya ataupun melidungi kita dari bahaya fisik. Otak reptil ini akan aktif apabila seseorang merasa takut, stres, terancam, marah atau saat lelah. Pada saat otak reptil aktif, orang tidak dapat berfikir yang berperan adalah insting dang langsung bergerak.
Berikutnya adalah otak limbik atau otak mamalia. Jika otak reptil adalah sang penjaga, maka otak limbik adalah sang pengatur. Otak ini berfungsi sebagai pengendali atau mengatur emosi. Membantu mempertahankan keseimbangan hormonal, rasa haus dan lapar, dorongan seksual, pusat kesenangan dan metabolisme. Otak ini untuk melakukan sesuatu selalu melibatkan dan membutuhkan emosi yang mendalam.
Bagian yang ketiga adalah otak neokorteks, atau sering disebut sebagai sang pemikir. Otak ini merupakan 80% dari otak kita, Tugas otak ini adalah berfikir, berbicara, melihat, dan mencipta. Otak ini adalah tempat dari kecerdasan kita sebagai manusia.
Apa Kaitannya dengan Impian atau Visi Hidup?
Jika selama ini Anda memiliki motivasi sekedar mempertahankan kepentingan diri, mencari selamat sendiri, atau ditunjukkan dengan sikap yang sekedar meraih sesuatu (gain something) , dan menghindari sesuatu (fear). Maka bisa dikatakan itu masih merupakan motivasi seputar otak reptil.
Dalam pengembangan diri, hal ini sebenarnya bukanlah motivasi namun hanya sekedar keinginan biasa saja. Jika ingin meningkatkan motivasi, maka mesti mendayagunakan otak limbik, yaitu terkait dengan mengelola emosi diri. Dari sinilah bermula kesadaran akan pengembangan diri. Hidup bukan hanya sekedar mempertahankan kelangsungan diri, namun untuk berbagi dan berkarya.
Orang yang berada pada tahap ini selalu memiliki impian atau visi hidup. Hidupnya sudah dipahami sebagai bentuk dedikasi untuk melakukan sesuatu yang bermakna dan bermanfaat.
Dalam perkembangannya, orang akan mendayagunakan kemampuan otak neokorteks. Dari situlah pengetahuan berkembang, baik dalam bidang pekerjaan yang ditekuninya, namun juga pengetahuan dalam memandang hidup.
Bagaimana Seharusnya kita Belajar?
Pembelajaran yang baik adalah yang melibatkan seluruh fungsi otak. Sepertinya dorongan otak reptil itu tanpa membutuhkan pembelajaran ekstra. Karena manusia sejak lahir sudah memiliki mekanisme mempertahankan diri. Namun hidup sekedar mempertahankan diri, belumlah cukup.
Untuk itu perlu belajar mengendalikan diri, terutama dalam mengelola emosi diri dengan lebih baik. Orang yang bisa mengelola emosi lebih baik, maka akan lebih produktif dan mampu belajar apa saja dengan lebih baik. Termasuk dalam kesuksesan dalam hidup, akan lebih mudah dicapai jika mulai memperhatikan mengelola emosi.
Itulah mengapa kita perlu membuka diri, menjaga diri untuk lebih bahagia, dan tentu saja terus belajar, mengembangkan potensi diri hingga meraih apa yang dicita-citakannya.
= = = = =
👆👆
Sempatkan merenungkan artikel di atas. Simak baik-baik ya! 😍
Jika kita masih cenderung “senggol bacok”. Terlalu kritis, namun kontra produktif. Sibuk mengkritik dan mengomentari dan merespon banyak hal. Mudah irihati dengan pencapaian orang lain, dan tidak berempati pada kondisi orang lain. Energinya habis hanya untuk menanggapi hal-hal yang tidak penting dan mendesak di depan mata. Itu artinya kita masih berada pada fungsi otak reptil saja.
Jika kita mulai menyadari bahwa perlu mengendalikan diri lebih baik. Perlu mengarahkan diri dan menggunakan energi pada hal-hal yang lebih produktif. Atau sudah mulai memiliki motivasi lebih positif seperti ingin sukses demi membahagiakan orang yang disayanginya. Hidupnya akan lebih bahagia dan produktif. Ini sudah berada pada fungsi otak limbik (mamalia).
Lebih jauh jika mulai berkembang pengetahuan dan keterampilannya. Ini sudah semakin mendayagunakan kecerdasannya sebagai manusia. Ini adalah fungsi otak neokorteks.
Belajar hipnoterapi, menerapkannya dalam menentukan visi dan tujuan hidup. Bukan hanya itu jika ada emosi negatif atau blok mental, bisa dikenalinya dan dibuang jauh-jauh. Lalu hidupnya lebih produktif, tercurahkan pada pekerjaan dan bisnis yang sedang ditekuninya. Kegagalan demi kegagalan dialami, namun selalu tidak menyerah. Semua kegagalannya dianggap sebagai batu loncatan menuju kesuksesan. Selalu bersyukur dan hidupnya bahagia. Semuanya dilakukan demi suatu tujuan hidup yang bermakna. Maka, hal itu berarti bahwa kita sudah mendayagunakan segenap kemampuan otak dengan baik.