09/05/2020
Sejarah Bola Basket Menjadi Olahraga Resmi
Sejarah Bola Basket
Bola basket yang sudah dikenal oleh dunia internasional kini telah menjadi olahraga internasional yang dikenal luas. Selain itu juga sudah masuk ke dalam beberapa olimpiade olahraga. Sehingga berbagai pihak sepakat untuk mengadakan kongres.
Kongres perdana diselengarakan di Jenewa Swiss, yang mana menjadi kota pertama didunia dilaksanakannya kongres bola basket pada tahun 1932. Hasil dari kongres ini salah satunya dengan diresmikannya FIBA (Federation International de basketball).
Dengan diresmikannya FIBA inilah menandakan bahwa bola basket sudah menjadi olahraga internasional resmi di mata dunia. Setelah itu, untuk pertama kalinya olimpiade kesatu bola basket digelar di Berlin, Jerman yang diikuti 20 negara.
Pada tahun 1939, James Naismith meninggal dunia setelah mengantarkan Amerika Serikat menjadi pemenang di olimpiade Berlin tersebut.
Sejarah Bola Basket Di Indonesia
Banyaknya gelombang perantau dari Cina ke Indonesia menjadikan permainan bola basket ini sering dimainkan mereka di tanah Indonesia. Alhasil, mereka membentuk komunitas dengan mendirikan sekolah-sekolah Tionghoa.
Di sekolah-sekolah Tionghoa ini mereka menjadikan olahraga bola basket sebagai daftar olahraga wajib. Sehingga tidak heran jika di setiap sekolah mereka selalu ada lapangan bola basket dan para pemainnya lebih menonjol penampilannya.
Pengaruh permainan bola basket ini akhirnya menyebar luas dikalangan masyarakat asli Indonesia. Sehingga, di era 1930-an, mulailah perkumpulan-perkumpulan basket itu dibentuk.
Kota-kota sentral seperti Medan, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya menjadi sentral berdirinya perkumpulan basket. Hingga akhirnya, menyebarlah pengaruh ini meluas dan semakin populer diberbagai kalangan.
Di Semarang, pada tahun 1930 mulai ada perkumpulan-perkumpulan basket didalamnya, seperti Chinese English School, Tionghoa Hwee, Fa Leon Ti Yu Hui, dan Pheng Yu Hui (sahabat).
Pheng Yu Hui (sahabat) inilah klub asal dari pemain legenda basket Indonesia, yakni Sony Hendrawan (Liem Tjien Sion). Begitulah sejarah singkat bola basket di Indonesia pertama kalinya hingga saat ini yang semakin populer dikalangan masyarakat kita.
Sejarah Bola Basket Di Indonesia Pasca Kemerdekaan
Sejarah Bola Basket
Pasca Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, olahraga bola basket mulai populer di kota-kota perjuangan seperti Solo dan Yogyakarta. Untuk pertama kalinya, bola basket dipertandingkan pada acara PON I di Solo pada 1948 sebagai event nasional.
Peserta PON I adalah putra-putra karesidenan yang kebanyakan pemain Tionghoa sehingga dengan mudah mengungguli pemain pribumi. Dimana para pemain pribumi berasal dari perkumpulan PORI Solo, Yogyakarta, dan Akademi Olahraga Sarangan.
Sejarah Indonesia
Untuk kedua kalinya, PON II dipertandingkan untuk putra dan putri di tahun 1951. Dimana pada pertandingan ini, regu yang dikirim adalah mewakili provinsi masing-masing.
Di PON II ini, regu dari provinsi DKI Jakarta, Jabar, Jatim, dan Sumatera Utara adalah regu-regu terkuat di pentas PON tersebut. Akhirnya, Maladi, salah satu tokoh olahraga nasional meminta Tonny Wen untuk membentuk organisasi basket Indonesia.
Maladi sebagai sekretariat Komite Olimpiade Indonesia (KOI) bersama Tonny Wen memprakarsai dibentuknya “Persatuan Basketball Seluruh Indonesia” pada 23 Oktober 1951.
Namun, di tahun 1955, sesuai kaidah bahasa Indonesia nama “basketball” diubah menjadi bola basket sehingga menjadi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia. Untuk menyingkat pengucapannya, disingkatlah menjadi Perbasi.
Di balik itu semua, ternyata perkumpulan basket Tionghoa menolak untuk bergabung dengan Perbasi dengan alasan sudah memiliki perkumpulan sendiri. Sehingga pada tahun 1955 diadakanlah Konferensi Bola Basket di Bandung.
Konferensi yang diselenggarakan di Bandung tersebut dihadiri oleh utusan perwakilan dari Yogyakarta, Semarang, Jakarta, dan Bandung. Salah satu keputusan terpentingnya adalah dihapuskannya istilah terkait perkumpulan basket Tionghoa di Indonesia.
Perbasi yang mendeklarasikan diri sebagai satu-satunya organisasi induk bola basket di Indonesia mulai mempersiapkan penyelenggaraan Kongres I Perbasi.
Jauh sebelum itu, ternyata Perbasi diterima menjadi anggota FIBA pada tahun 1953 sebagai induk organisasi basket Indonesia.
Di tahun 1954, Perbasi juga sebenarnya sudah mengirimkan regu basket untuk mengikuti Asian Games yang diselenggarakan di Manila.
Penutup
Demikianlah sejarah bola basket secara umum dan sejarah singkat bola basket di Indonesia. Olahraga yang satu ini memiliki teknik permainan dasar yang hingga kini bola basket menjadi semakin populer di Indonesia.
Berkembangnya bola basket di Indonesia menandakan bahwa bola basket memiliki teknik permainan yang mudah dipelajari. Sehingga, tidak luput dari kalangan remaja utamanya yang paling tertarik memainkan olahraga yang satu ini.
Jangan Lupa Like & Share
Papan Pantul Akrilik Tebal 15 mm
Spesifikasi:
Merk: Horja
Ukuran papan: Lebar: 120 x Panjang: 180 cm
Tebal papan pantul: 15 mm
Pakai ring per 1
Sudah termasuk list siku dan besi dibelakang papan
Warna papan pantul tergantung permintaan