Fahmi Baharudin Yusuf

Fahmi Baharudin Yusuf Hanya curhat

13/01/2023

Jangan biarkan kita baru sadar

tersadar, tiba tiba menjadi tua begitu saja, bodoh, dan penuh penyesalan.

penyesalan atas waktu yang berlalu begitu saja, tanpa berusaha.

13/01/2023

Tolong, jangan biarkan anak-anak kita, saudara, keponakan, atau siapapun orang terdekat kita memandang hidup ini hanyalah tentang uang, makan, dan seks.

Tolong! Jangan!.

12/01/2023

Terkadang, kita perlu menolong seseorang dengan tidak menolongnya

Artinya, jika menolong itu semakin memperparah mental "ngemis"nya, lebih baik tidak menolong, agar ia sadar, agar ia mau berfikir, bahwa dunia ini tidak hanya tentang menengadahkan tangan kepada orang lain.

-FahmiBy

12/01/2023

bukan tentang Keberhasilan,

tapi tentang ketahanan,

Tahan banting, tahan sakit, tahan bosen, tahan capek, tahan kerja, tahan dengan penderitaan.

Betapa banyaknya anak orang kaya yang berakhir jatuh miskin karena orang tua mereka lupa mendidik untuk "bertahan" atas penderitaan - penderitaan ?

-FahmiBy

12/01/2023

Percayalah,

mereka yang sibuk bersiasat untuk mengeruk uang rakyat, akan disiksa oleh tingkah mereka sendiri, akan di sibukkan pada kesengsaraan yang mereka perbuat sendiri, akan di hajar oleh apa yang mereka anggap kebahagiaan itu.

Tenang saja, itu pasti terjadi, percayalah.

12/01/2023

Ajarkan kepada orang-orang terdekat kita,

Agar tidak menjadi pengecut, tidak cengeng, tidak takut pada penderitaan, apalagi dengan beratnya pekerjaan.

Ajarakan, bahwa penderitaan, itu membawa pintu luar biasa untuk ilmu,

Dan

Kenyamanan, membawa resiko luar biasa untuk tetap bodoh..

02/01/2023

Insecure?

Hmm

Terlalu lama sudah kita mendongak, memandang yang lebih tinggi daripada kita

Melihat pencapaian orang lain, melihat kekayaan orang lain, melihat kenikmatan yang tidak kita punya

Sampai-sampai kita lupa bahwa kita mempunyai kenikmatan sendiri,

kenikmatan yang jika kita menghitungnyapun, kita sendiri tidak mampu

Kita Lupa pada kenikmatan yang ada pada kita , tapi tidak ada pada orang lain.

Kita perlu sering memandang yang ada di bawah kita, tapi ingat, melihat kebawah untuk bisa bersyukur.. bukan untuk sombong.

-FahmiBy

02/01/2023

Termasuk Kesalahan saya, adalah di dunia ini mencari dan mengejar kenyamanan, ketentraman, kedamaian,

Apalagi saya menganggap semua itu bisa di peroleh dari kesuksesan dan kekayaan.

Hingga saya tertampar dengan kesadaran bahwa

"Tuhan memang tidak menciptakan ketentraman di atas dunia ini"
(Disampaikan oleh Habib Taufiq bin Abdul Qodir Assegaf)

Hidup ini Finalnya bukan tentang hasil, pencapaian, kekayaan.
Bukan tentang materi,
Bukan tetang uang, bukan p**a tentang semua yang kita harapkan bisa mengantarkan kepada kedamaian

Tapi. ini, tentang perjalanan panjang,
Tentang proses, tentang kerja keras, tentang capek, tentang Istiqomah, tentang syukur, kesabaran, ketahanan, ketulusan, keihklasan, dan rasa-rasa yang lain, yang sekarang kita anggap adalah "rasa sakit", padahal itulah kenikmatan

kita perlu membangun kesadaran akan hal itu, agar tak ada kekecewaan karena harapan, juga ambisi.

Yang selalu saya ingat, dari nasihat bapak saya adalah "Memang dunia ini tempatnya susah, kalau mau senang, ya di surga"...

- FahmiBy,

02/01/2023

Kecewa?
Heehem

Yaaaa., Memang begitu, manusia memang sangat mengecewakan

Tapi, gak perlu terlalu menyalahkan mereka ,

bisa jadi, sebenarnya bukan mereka yang salah, kita yang salah, ya.. kita yang salah. salah berharap

Harapan yang harusnya hanya kepada Tuhan, tapi kita malah berharap kepada yang lain.

Salahkan saja diri kita

-FahmiBy

02/01/2023

Yang kita kira sebuah kenikmatan, ternyata adalah kesengsaraan.

Yang kita kira sebuah kesengsaraan, ternyata adalah kenikmatan.

Yang kita Anggap banyak ternyata sedikit

Yang kita Anggap sedikit ternyata banyak

Yang kita duga kebahagiaan adalah kesusahan

Yang kita duga sebuah kesusahan adalah kebahagiaan

Kita terlalu berlebihan menggunakan logika manusia, sedangkan matematika Tuhan berbeda dengan matematika kita

Kita tak usah sibuk menduga - duga apa yang kita lihat secara dzohir, baik keadaan diri kita sendiri, ataupun keadaan orang lain

Yang jelas, Berbaik sangka terus sama Allah, dengan begitu, mudah bagi kita untuk selalu bersyukur dalam keadaan apapun

Rumusnya jelas, siapa yang mau bersyukur, akan ditambah nikmatnya.

-FahmiBy

02/01/2023

Tidak perlu menunggu sempurna untuk memulai,

Bukan masalah apa-apa, tapi, ya... gak mungkin saja, karna... kita cuma manusia biasa.

Yang penting, usaha, ikhtiar, tawakkal, nanti Allah yang urus hasilnya.

-FahmiBy

02/01/2023

Pada situasi & kondisi tertentu, kalimat
"jangan menyerah sebelum sukses, optimis, semangat, " itu menyesatkan, dan jika lu keras kepala, itu bisa memenggal leher lu sendiri.

Misalnya, lu bangun usaha lu bertahun tahun. selama itu juga, semuanya lancar-lancar aja, dan tibalah saat dimana usaha yang lu bangun itu udah ga prospek lagi, ga ada permintaan lagi, ga ada marketnya lagi, usaha yang lu bangun bertahun tahun itu, sudah tidak ada harapan untuk hidup. pertanyaannya, apa lu masih tetap keras kepala dengan kalimat "jangan menyerah?"

Optimis ada batasnya, mimpi ada parameter nya, kemampuan setiap orang beda - beda!

Enggak selalu lu harus berjuang, ada saatnya lu harus berhenti, ada saat lu harus menyerah.

Ketika lu berada di posisi yang lu sendiri tak mampu di bidang itu, ya berhenti, menyerah. Ganti jalan lain!

Karna terkadang, kita terlalu bersikeras dengan kemauan kita, sedangkan Tuhan menyiapkan jalan yang jauhh lebih baik.

-Fahmiby

Address

Bojonegoro

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Fahmi Baharudin Yusuf posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share