18/03/2025
Dalam bisnis, circle atau lingkaran pemasaran bisa dikategorikan dalam beberapa level berdasarkan kedekatan dan pengaruhnya terhadap perkembangan bisnis. Secara umum, ada tiga kategori utama dalam circle bisnis:
1. Inner Circle (Circle Pertama) – Lingkaran Dalam.
Terdiri dari orang-orang terdekat yang memiliki peran langsung dalam bisnis.
Bisa berupa keluarga, teman dekat, mentor, atau partner bisnis.
Peran mereka bisa sebagai support system, sumber modal awal, atau pelanggan pertama.
2. Middle Circle (Circle Kedua) – Lingkaran Menengah.
Terdiri dari komunitas bisnis, rekan kerja, alumni, atau jaringan profesional.
Bisa menjadi tempat belajar, bertukar pengalaman, mencari peluang kolaborasi, dan mendapatkan insight baru.
Contoh: Grup Facebook seperti WIRAUSAHA Yuk!!, group2 bisnis di WhatsApp/Telegram, networking event, komunitas2/forum bisnis.
3. Outer Circle (Circle Ketiga) – Lingkaran Luar.
Merupakan pasar yang lebih luas, termasuk pelanggan, investor, media, dan kompetitor.
Ini adalah circle yang bisa membantu bisnis berkembang lebih jauh melalui ekspansi, pemasaran, dan strategi branding.
Bisa didapat melalui digital marketing, media sosial, atau event publik.
Semakin jauh circle-nya, semakin besar jangkauan bisnis, tapi juga semakin menantang dalam membangun trust dan engagement. Idealnya, bisnis berkembang dengan memperluas dari inner circle ke outer circle secara bertahap.
Plus Minus Memasarkan Produk pada Berbagai Circle
1. Circle Pertama (Inner Circle – Keluarga, Teman Dekat, Relasi Terdekat)
✅ Kelebihan:
Mudah mendapatkan pelanggan pertama karena faktor kepercayaan.
📝Bisa mendapatkan feedback jujur untuk perbaikan produk/jasa.
📝Biaya promosi rendah atau bahkan gratis karena pemasaran dari mulut ke mulut.
❌ Kekurangan:
📝Tidak selalu bisa diandalkan untuk keberlanjutan bisnis (beli karena rasa kasihan, bukan kebutuhan).
📝Bisa terjadi konflik jika ada masalah dalam transaksi atau bisnis berkembang.
Pasar terbatas, sulit untuk ekspansi jika hanya bergantung pada circle ini.
2. Circle Kedua (Middle Circle – Komunitas, Rekan Kerja, Alumni, Networking Profesional)
✅ Kelebihan:
Jaringan lebih luas dan bisa mempercepat pertumbuhan bisnis.
📝Peluang mendapatkan partner, mentor, atau investor.
📝Feedback lebih profesional dan realistis dibanding circle pertama.
❌ Kekurangan:
Persaingan bisa lebih ketat karena banyak pebisnis lain dalam circle ini.
📝Harus membangun reputasi terlebih dahulu agar dipercaya.
📝Tidak semua orang dalam circle ini benar-benar tertarik atau butuh produk kita.
3. Circle Ketiga (Outer Circle – Pelanggan Umum, Pasar Luas, Media, Investor Besar)
✅ Kelebihan:
Potensi pasar sangat besar, bisa menjangkau lebih banyak pelanggan.
📝Lebih profesional, tidak ada faktor perasaan seperti di circle pertama.
📝Jika strategi pemasaran tepat, bisnis bisa berkembang dengan pesat.
❌ Kekurangan:
Butuh modal dan strategi marketing yang lebih kuat (iklan, branding, dll.).
📝Harus mampu bersaing dengan banyak kompetitor.
📝Kepercayaan perlu dibangun lebih lama dibanding circle pertama dan kedua.
Kesimpulan:
👉Mulai dari circle pertama untuk validasi produk dan mendapatkan dukungan awal.
👉Gunakan circle kedua untuk memperluas jaringan dan mencari peluang kolaborasi.
👉Fokus pada circle ketiga untuk ekspansi dan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.
Strategi terbaik adalah memanfaatkan semua circle secara bertahap, tidak hanya terpaku pada satu lingkaran saja.
Semoga bermanfaat!
Rabu, 19 Maret 2025
Dedi Mulyadi Rusnandar
Website : www.DediMulyadiR.com
Ingin mendapatkan tulisan bermanfaat lainnya secara khusus?
Silahkan subcribe di Facebook : https://www.facebook.com/dedimulyadir/subscribe/
Facebook : https://m.facebook.com/dedimulyadir/
YouTube : https://www.youtube.com/dedimulyadirusnandar
Silahkan ikuti juga beberapa Channel saya :
Facebook : https://m.me/j/AbZMQ2XkdWxORf_-/
WhatsApp : https://whatsapp.com/channel/0029Vazk2d8AzNbvQg2MTD0p
Telegram : https://t.me/dedimulyadir