Dedi Mulyadi Rusnandar

Dedi Mulyadi Rusnandar Hard skills dan soft skills.

Belajar Bareng Seputar Digital Marketing / Pemasaran Online / Internet Marketing / Bisnis Online, Entrepreneurship, Kewirausahaan, Komputer, Fotografi Desain Grafis.

   Jualan di marketplaces tuh beratttt, klo ngambil margin
15/11/2025


Jualan di marketplaces tuh beratttt, klo ngambil margin

Kenali Target Pasar – Pahami Siapa Pembeli Potensial dan Apa Kebutuhan Mereka? Mengetahui siapa yang akan membeli produk...
14/10/2025

Kenali Target Pasar – Pahami Siapa Pembeli Potensial dan Apa Kebutuhan Mereka?

Mengetahui siapa yang akan membeli produkmu adalah langkah awal sebelum mulai jualan online. Banyak orang gagal bukan karena produknya jelek, tapi karena tidak tahu kepada siapa mereka menjual.

Target pasar membantu kamu menentukan:
✅Gaya promosi yang tepat
✅Harga yang sesuai kemampuan pembeli
✅Jenis produk yang paling diminati
✅Bahasa dan konten marketing yang efektif

Kuncinya adalah mengenali karakter, kebutuhan, dan kebiasaan calon pembeli.

🎯 Contoh & Studi Kasus :
1. Produk Makanan – Snack Sehat.
Target Pasar:
✅Usia 20–35 tahun
✅Pekerja kantoran & mahasiswa
✅Peduli gaya hidup sehat

Kebutuhan:
✅Makanan ringan tapi tidak bikin gemuk
✅Praktis dimakan saat sibuk kerja
✅Kemasan menarik dan mudah dibawa

Strategi:
Gunakan promosi dengan pesan “Ngemil tanpa rasa bersalah” dan tampilkan kandungan kalori rendah di kemasan. Posting di Instagram dengan gaya hidup sehat dan aktivitas produktif.

2. Produk Makanan – Minuman Kekinian
Target Pasar:
✅Usia 15–30 tahun
✅Siswa, mahasiswa, anak muda urban
✅Aktif di media sosial

Kebutuhan:
✅Minuman yang rasanya unik & estetik untuk difoto
✅Harga terjangkau
✅Bisa dipesan online/delivery

Strategi:
Promosi lewat TikTok & IG Reels, pakai influencer lokal, tampilkan varian rasa unik dan kemasan lucu yang “Instagramable.”

3. Produk Kecantikan – Skincare
Target Pasar:
✅Wanita usia 18–35 tahun
✅Peduli penampilan & ingin kulit glowing
✅Aktif mencari review produk di media sosial

Kebutuhan:
✅Produk aman, halal, dan cocok untuk kulit sensitif
✅Testimoni nyata & hasil cepat
✅Harga masih terjangkau

Strategi:
Gunakan review dari pengguna asli, tunjukkan “before-after” yang nyata, dan gunakan kata-kata seperti “cocok untuk kulit sensitif”.

4. Produk Kecantikan – Parfum Premium
Target Pasar:
✅Pria & wanita usia 25–45 tahun
✅Kelas menengah ke atas
✅Suka tampil percaya diri dan elegan

Kebutuhan:
✅Aroma tahan lama & eksklusif
✅Kesan berkelas tanpa harus beli merek luar negeri

Strategi:
Gunakan visual mewah, testimoni dari figur publik, dan tawarkan kemasan elegan. Fokus pada branding premium dan storytelling aroma.

5. Produk Fashion – Hijab Modern
Target Pasar:
✅Wanita muslimah usia 18–35 tahun
✅Mahasiswi, pekerja, ibu muda
✅Aktif di media sosial dan mengikuti tren modest fashion

Kebutuhan:
✅Hijab modis tapi tetap syar’i
✅Bahan adem, tidak licin, dan mudah diatur
✅Harga bersahabat

Strategi:
Gunakan model berhijab muda dalam foto, posting gaya mix & match hijab, serta adakan promo “Beli 2 Gratis 1” menjelang hari besar Islam.

💡 Kesimpulan:
Setiap produk bisa laku keras asal tahu siapa yang dituju. Jangan jual untuk “semua orang”, tapi tentukan segmen spesifik. Semakin jelas target pasarmu, semakin efektif strategi marketing dan promosi yang kamu jalankan.

Dedi Mulyadi Rusnandar
14 Oktober 2025

03/10/2025

Tips Jualan Online 2-25.

No 2: Pahami target pasar sebelum mulai jualan.

Mengetahui siapa target pasar adalah kunci sukses jualan online. Kamu perlu tahu siapa pembeli potensialmu: usia, jenis kelamin, pekerjaan, minat, kebiasaan belanja, dan daya beli mereka. Misalnya, kalau jualan hijab, target pasar utamanya bisa perempuan usia 18–35 tahun yang aktif di media sosial. Dengan memahami target pasar, kamu bisa lebih mudah menentukan produk yang tepat, cara promosi, bahasa iklan, hingga harga yang sesuai. Hasilnya, promosi jadi lebih terarah dan peluang closing lebih tinggi, karena produkmu memang ditawarkan ke orang yang benar-benar membutuhkan.

03/10/2025

Tips Jualan Online 1-25.

1. Fokus pada 1 niche produk biar lebih dipercaya.

Dalam jualan online, sangat penting untuk memilih satu kategori produk utama (niche) dan fokus di sana. Misalnya, kamu menjual produk kecantikan, maka fokuslah pada skincare atau make up, jangan sekaligus campur dengan elektronik, fashion, dan makanan. Dengan begitu, toko kamu terlihat lebih profesional, konsisten, dan dipercaya pembeli.

Fokus pada 1 niche juga memudahkan dalam:
✅Membangun branding, orang akan langsung ingat toko kamu spesialis di bidang itu.
✅Menentukan target pasar, jadi lebih jelas siapa calon pembeli utama.
✅Promosi lebih efektif, konten bisa dibuat sesuai kebutuhan satu kelompok konsumen.

Hasilnya, toko online jadi terlihat lebih ahli & kredibel, sehingga peluang closing lebih besar dibanding jualan “campur aduk” tanpa arah.

03/10/2025

25 Tips Jualan Online :

1. Tentukan niche produk – fokus pada 1 kategori agar lebih mudah membangun kepercayaan.

2. Kenali target pasar – pahami siapa pembeli potensial dan apa kebutuhan mereka.

3. Pilih platform jualan yang tepat – marketplace, media sosial, atau website pribadi.

4. Gunakan foto produk berkualitas – visual menarik bisa meningkatkan penjualan.

5. Buat deskripsi produk yang detail – sertakan manfaat, ukuran, bahan, dan cara pakai.

6. Gunakan copywriting persuasif – jangan hanya menjelaskan, tapi juga meyakinkan.

7. Terapkan strategi harga – bisa pakai diskon, bundling, atau harga psikologis.

8. Berikan variasi produk – agar pembeli punya banyak pilihan.

9. Tawarkan promo dan bonus – seperti gratis ongkir atau beli 2 gratis 1.

10. Aktif di media sosial – posting rutin, gunakan reels/TikTok/shorts.

11. Manfaatkan live selling – interaksi langsung bisa meningkatkan closing.

12. Bangun branding – logo, warna, dan bahasa komunikasi harus konsisten.

13. Gunakan testimoni pembeli – ulasan positif meningkatkan kepercayaan.

14. Fast respon – jawab pertanyaan pembeli dengan cepat dan ramah.

15. Jaga kualitas produk – kepuasan pelanggan menentukan repeat order.

16. Pelajari iklan berbayar – gunakan Facebook Ads, Instagram Ads, atau TikTok Ads.

17. Buat konten edukatif – tidak hanya jualan, tapi juga memberi manfaat.

18. Gunakan hashtag & SEO produk – biar produk lebih mudah ditemukan.

19. Ikut tren viral – manfaatkan tren untuk menarik perhatian lebih cepat.

20. Sediakan layanan COD – sebagian pembeli masih s**a bayar di tempat.

21. Bangun database pelanggan – gunakan WhatsApp/Email marketing.

22. Lakukan follow up – ingatkan calon pembeli yang belum checkout.

23. Analisis kompetitor – amati cara jualan mereka lalu buat versi lebih baik.

24. Jaga konsistensi posting & promosi – jangan berhenti meski hasil belum maksimal.

25. Berikan pelayanan after sales – tanyakan kepuasan pelanggan setelah membeli.

03/10/2025

Banyak orang berpikir bahagia datang lebih dulu, baru setelah itu bisa bersyukur. Padahal, rasa syukur justru menjadi pintu kebahagiaan. Saat kita bisa mensyukuri hal kecil seperti kesehatan, keluarga, atau rezeki yang ada, hati terasa cukup dan damai, sehingga kebahagiaan hadir tanpa harus menunggu sesuatu yang besar.

08/09/2025

Share your videos with friends, family, and the world

Dalam bisnis, circle atau lingkaran pemasaran bisa dikategorikan dalam beberapa level berdasarkan kedekatan dan pengaruh...
18/03/2025

Dalam bisnis, circle atau lingkaran pemasaran bisa dikategorikan dalam beberapa level berdasarkan kedekatan dan pengaruhnya terhadap perkembangan bisnis. Secara umum, ada tiga kategori utama dalam circle bisnis:

1. Inner Circle (Circle Pertama) – Lingkaran Dalam.
Terdiri dari orang-orang terdekat yang memiliki peran langsung dalam bisnis.

Bisa berupa keluarga, teman dekat, mentor, atau partner bisnis.

Peran mereka bisa sebagai support system, sumber modal awal, atau pelanggan pertama.

2. Middle Circle (Circle Kedua) – Lingkaran Menengah.
Terdiri dari komunitas bisnis, rekan kerja, alumni, atau jaringan profesional.

Bisa menjadi tempat belajar, bertukar pengalaman, mencari peluang kolaborasi, dan mendapatkan insight baru.

Contoh: Grup Facebook seperti WIRAUSAHA Yuk!!, group2 bisnis di WhatsApp/Telegram, networking event, komunitas2/forum bisnis.

3. Outer Circle (Circle Ketiga) – Lingkaran Luar.
Merupakan pasar yang lebih luas, termasuk pelanggan, investor, media, dan kompetitor.

Ini adalah circle yang bisa membantu bisnis berkembang lebih jauh melalui ekspansi, pemasaran, dan strategi branding.

Bisa didapat melalui digital marketing, media sosial, atau event publik.

Semakin jauh circle-nya, semakin besar jangkauan bisnis, tapi juga semakin menantang dalam membangun trust dan engagement. Idealnya, bisnis berkembang dengan memperluas dari inner circle ke outer circle secara bertahap.

Plus Minus Memasarkan Produk pada Berbagai Circle

1. Circle Pertama (Inner Circle – Keluarga, Teman Dekat, Relasi Terdekat)

✅ Kelebihan:
Mudah mendapatkan pelanggan pertama karena faktor kepercayaan.

📝Bisa mendapatkan feedback jujur untuk perbaikan produk/jasa.
📝Biaya promosi rendah atau bahkan gratis karena pemasaran dari mulut ke mulut.

❌ Kekurangan:
📝Tidak selalu bisa diandalkan untuk keberlanjutan bisnis (beli karena rasa kasihan, bukan kebutuhan).
📝Bisa terjadi konflik jika ada masalah dalam transaksi atau bisnis berkembang.

Pasar terbatas, sulit untuk ekspansi jika hanya bergantung pada circle ini.

2. Circle Kedua (Middle Circle – Komunitas, Rekan Kerja, Alumni, Networking Profesional)

✅ Kelebihan:
Jaringan lebih luas dan bisa mempercepat pertumbuhan bisnis.

📝Peluang mendapatkan partner, mentor, atau investor.
📝Feedback lebih profesional dan realistis dibanding circle pertama.

❌ Kekurangan:
Persaingan bisa lebih ketat karena banyak pebisnis lain dalam circle ini.

📝Harus membangun reputasi terlebih dahulu agar dipercaya.
📝Tidak semua orang dalam circle ini benar-benar tertarik atau butuh produk kita.

3. Circle Ketiga (Outer Circle – Pelanggan Umum, Pasar Luas, Media, Investor Besar)

✅ Kelebihan:
Potensi pasar sangat besar, bisa menjangkau lebih banyak pelanggan.

📝Lebih profesional, tidak ada faktor perasaan seperti di circle pertama.
📝Jika strategi pemasaran tepat, bisnis bisa berkembang dengan pesat.

❌ Kekurangan:
Butuh modal dan strategi marketing yang lebih kuat (iklan, branding, dll.).

📝Harus mampu bersaing dengan banyak kompetitor.
📝Kepercayaan perlu dibangun lebih lama dibanding circle pertama dan kedua.

Kesimpulan:
👉Mulai dari circle pertama untuk validasi produk dan mendapatkan dukungan awal.
👉Gunakan circle kedua untuk memperluas jaringan dan mencari peluang kolaborasi.
👉Fokus pada circle ketiga untuk ekspansi dan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.

Strategi terbaik adalah memanfaatkan semua circle secara bertahap, tidak hanya terpaku pada satu lingkaran saja.

Semoga bermanfaat!
Rabu, 19 Maret 2025
Dedi Mulyadi Rusnandar
Website : www.DediMulyadiR.com

Ingin mendapatkan tulisan bermanfaat lainnya secara khusus?
Silahkan subcribe di Facebook : https://www.facebook.com/dedimulyadir/subscribe/

Facebook : https://m.facebook.com/dedimulyadir/
YouTube : https://www.youtube.com/dedimulyadirusnandar

Silahkan ikuti juga beberapa Channel saya :
Facebook : https://m.me/j/AbZMQ2XkdWxORf_-/
WhatsApp : https://whatsapp.com/channel/0029Vazk2d8AzNbvQg2MTD0p
Telegram : https://t.me/dedimulyadir


120 Mind-Blowing
26/02/2025

120 Mind-Blowing

Bagaimana menjadi orang yang dis**ai.1. Mengatakan "Maaf, Tolong, dan Terima Kasih"→ Meningkatkan rasa hormat dan mencip...
26/02/2025

Bagaimana menjadi orang yang dis**ai.

1. Mengatakan "Maaf, Tolong, dan Terima Kasih"
→ Meningkatkan rasa hormat dan menciptakan hubungan yang lebih baik dengan orang lain.

2. Berhati-hati dalam bicara, jangan gunakan nada tinggi
→ Menghindari konflik dan membuat komunikasi lebih nyaman serta menyenangkan.

3. Mendengarkan dan menghargai orang lain saat berbicara
→ Membangun hubungan yang lebih erat dan menunjukkan empati terhadap orang lain.

4. Tetap tenang dan tidak mudah terbawa suasana
→ Membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih bijak dan menjaga ketenangan dalam situasi sulit.

5. Sabar dan jujur
→ Meningkatkan kepercayaan dari orang lain dan membangun hubungan yang lebih kuat.

6. Berpikiran terbuka dan tidak memaksakan kehendak
→ Memudahkan interaksi sosial, meningkatkan toleransi, dan mengurangi konflik.

7. Tidak menunda pekerjaan atau bantuan
→ Meningkatkan produktivitas dan membangun citra positif di mata orang lain.

8. Melihat masalah sebagai pelajaran dan tidak cepat mengeluh
→ Meningkatkan mental yang lebih tangguh dan membantu berkembang dalam kehidupan.

9. Memuji dengan tulus tanpa berlebihan
→ Meningkatkan kepercayaan diri orang lain tanpa terkesan dibuat-buat.

10. Berani meminta dan menerima kritik
→ Membantu perbaikan diri dan mempercepat pertumbuhan pribadi serta profesional.

11. Menerima kekurangan diri sendiri dan orang lain
→ Mengurangi tekanan emosional dan membangun hubungan yang lebih harmonis.

12. Mengingat detail dan hari-hari penting
→ Menunjukkan perhatian dan kepedulian kepada orang lain, sehingga mempererat hubungan.

13. Tidak pelit berbagi
→ Meningkatkan kebaikan sosial dan menciptakan hubungan yang lebih bermakna.

14. Tetap tersenyum
→ Membantu menciptakan suasana positif, meningkatkan energi, dan membuat orang lain nyaman di sekitar kita.

Keseluruhan poin ini membantu seseorang menjadi pribadi yang lebih dis**ai, membangun hubungan yang sehat, dan menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dalam kehidupan sosial maupun profesional.

Dedi Mulyadi Rusnandar

Address

Bojongsoang

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Dedi Mulyadi Rusnandar posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Dedi Mulyadi Rusnandar:

Share