13/05/2026
SERING NGAKU BERBISNIS, TAPI KELAKUAN MASIH PENJUDI. MAKA JANGAN HERAN BUMDes MUDAH AMBYAR.
Kita ngomong blak-blakan saja.
Banyak BUMDes bangkrut bukan karena dana kurang, bukan karena SDM lemah, bukan karena pasar sepi.
Masalahnya cuma satu:
cara berpikirnya masih judi mode on.
Buka usaha tanpa riset.
Belanja alat tanpa hitung ROI.
Ikutan tren desa tetangga.
Tambah modal pas rugi.
Berharap “semoga laku”.
Pertanyaannya simpel:
itu bisnis… atau judi yang dibungkus rapih?
🔥 1. MENGAKU ‘BERBISNIS’ TAPI LOGIKANYA TEBAK-TEBAKAN
Yang namanya bisnis itu pakai otak, bukan feeling.
Bisnis = Data → Validasi → Eksekusi → Evaluasi → Scale Up.
Judi = Coba → Berharap → Emosi → Rugi → Tambah Taruhan.
Kalau tiap keputusan dibuat karena:
“kayaknya bagus”,
“coba dulu”,
“desa sebelah sukses”,
“modal masih ada”…
Ya itu gambling, bos.
🔥 2. TANDA PALING JELAS BUMDes MASIH BERJUDI
Berani cek jujur?
• Beli mesin mahal dulu, cari pasarnya belakangan.
• Buka unit usaha tapi nggak tahu siapa pembeli sebenarnya.
• Pricing asal tembak.
• Tidak punya rencana cadangan kalau gagal.
• Laporan keuangan? Kadang ada, kadang entah di mana.
• Optimisme tinggi, perhitungan rendah.
• Mengharapkan “keberuntungan desa ini berubah”.
Kalau 3 saja masuk, berarti mindset bisnisnya bermasalah.
🔥 3. KENAPA BUMDes GAGAL? BUKAN GARA-GARA PASAR. GARA-GARA CARA MAIN.
BUMDes tidak kalah karena kalah saing.
BUMDes kalah karena cara mainnya tidak profesional.
Bisnis itu bukan “siapa cepat dia dapat”.
Bisnis itu “siapa paling disiplin, paling terukur, paling sistematis”.
Sementara penjudi:
ingin cepat, ingin besar, ingin instan.
BUMDes yang berpikir seperti itu?
Cepat atau lambat pasti tumbang.
🔥 4. MAU NAIKIN LEVEL? BERHENTI JADI ‘PENGURUS NEKAT’. MULAILAH JADI ‘PENGURUS TERUKUR’.
Ini bedanya:
Pengurus Penjudi:
• keputusan emosional
• riset minim
• sistem nggak jelas
• target ngambang
• strategi lompat-lompat
• selalu berharap “moga-moga laku”
Pengurus Pebisnis:
• data dulu, aksi kemudian
• pilot project → evaluasi → baru scale
• SOP rapi, arus kas jaga ketat
• fokus pada solusi warga, bukan ego program
• tumbuh bertahap tapi solid
Mana yang mau Anda pilih?
🔥 5. INI BUKAN SEKADAR TEORI — INI NASIB EKONOMI DESA
BUMDes yang gagal bukan sekadar kehilangan uang.
Desa kehilangan kesempatan.
Warga kehilangan manfaat.
Kepercayaan publik jatuh.
Dan semuanya bermula dari satu hal:
mindset yang salah.
Bisnis itu proses jangka panjang.
Judi itu harapan jangka pendek.
“Kalau mindset masih berharap hoki, jangan bilang ini BUMDes. Katakan saja: ini meja judi yang lebih besar.”
Desa butuh pengurus yang berpikir strategis, bukan pengurus yang s**a “coba-coba modal desa”.
Kalau Anda beneran mau BUMDes maju — hentikan cara kerja ala penjudi.
Bangun sistem.
Bangun perhitungan.
Bangun mindset yang benar.
Desa menunggu pengurus yang serius, bukan yang sekadar nekat.
Ayo upgrade sekarang sebelum desa bayar harganya.
Strategi Bisnis di Desa, Tata Kelola BUMDes, Tata Kelola BUMDes yang Baik, Pengembangan Potensi Ekonomi Desa, Strategi Pengembangan BUMDes