ULEM Undangan Istimewa Harga Murah

ULEM Undangan Istimewa Harga Murah Pusat Undangan Rey X Menyediakan Berbagai macam Kartu Undangan dengan Harga yang Sangan terjangkau yg ini meski murah, bisa ditambah foto jg lho,...

bagi agan & aganwati, bro & sista, temen2 yang mo menikah
butuh undangan pernikahan, yang harga murah
tapi tetep keren.... langsung kontak kami
eittsss,..

23/12/2013

12/09/2013

yupz,...
(y) ;)

segenap tim pengurus ULEM Undangan Istimewa Harga Murah mengucapkan selamat Hari Raya Iedl Fitri Mohon Maaf Lahir & Bati...
07/08/2013

segenap tim pengurus ULEM Undangan Istimewa Harga Murah mengucapkan selamat Hari Raya Iedl Fitri Mohon Maaf Lahir & Batin,...

05/08/2013

(y)

04/08/2013

(y)
^_^

Wedding Invitation*Ready Stock*Design Inovatif*Harga Murah*Kualitas Terjamin  ^_^
01/08/2013

Wedding Invitation
*Ready Stock
*Design Inovatif
*Harga Murah
*Kualitas Terjamin

^_^

permisi,... sugeng enjang, selamat pagi sedoyonya,... ;-)ingin sedikit mengenalkan produk kartu undangan pernikahan yang...
31/07/2013

permisi,... sugeng enjang, selamat pagi sedoyonya,... ;-)
ingin sedikit mengenalkan produk kartu undangan pernikahan yang simple tapi tetap keren ^_^ yang pasti dengan harga yang sangat terjangkau,... :)

30/07/2013

selamat pagi sedoyonya,... ;-)
selamat dahar sahur dan menunaikan ibadah puasa,... semoga ibadah puasa kita barokah dan diterimah disisi-Nya,... ^_^
amiiiin,...

30/07/2013

Persiapan Perempuan Sebelum Menikah
shafira.com

Kita semua telah sepakat bahwa pernikahan merupakan separuh dari sunnah agama. Siapa yang belum menikah, maka dapat dikatakan ia belum menyempurnakan agamanya. Dan siapa yang telah menikah, patutlah ia mengucapkan hamdalah karena ia sedang berada di jalan yang sesuai dengan perintah agama. Sebagaimana sabda Rasulullah, “Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak s**a dengan sunnahku maka dia bukan dari kalangan ummatku”.

Salah satu ujian dalam kehidupan seorang perempuan adalah pernikahan. Karena salah satu syarat yang dapat menghantarkan seorang istri masuk surga adalah mendapatkan ridho suaminya. (Pembahasan mengenai ini dapat dilihat di artikel “4 Kunci Surga Seorang Istri”).

Melihat pentingnya arti sebuah pernikahan, tentu kita harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan maksimal. Maka, bagi Anda perempuan yang akan menikahinilah berbagai persiapan yang harus dilakukan untuk mencapai sebuah keluarga yang diidam-idamkan, yakni sakinah, mawaddah, wa rahmah.

1. Kesiapan Spiritual

Setiap muslimah pasti berharap untuk dapat memiliki pendamping (suami) seorang muslim yang shalih.Untuk mewujudkan harapan itu, kita perlu ingat firman Allah yang diungkapkan dalam QS. An-Nur ayat 26, “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (p**a), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik…“

Bila dalam diri seorang perempuan memiliki keinginan untuk mendapatkan seorang suami yang shalih, maka harus diupayakan agar dirinya menjadi shalihah terlebih dahulu. Tujuannya bukan hanya semata untuk mencari jodoh, tetapi lebih kepada untuk beribadah mendapatkan ridho-Nya, serta agar dapat menjadikan pernikahan sebagai sarana untuk beribadah. Maka dari itu, pesiapan spiritual menjadi poin utama yang perlu dipersiapkan menjelang pernikahan.

2. Kesiapan Konsepsional

Persiapan yang satu ini berarti persiapan untuk memahami konsep pernikahan. Seorang perempuan yang akan menikah haruslah memahami bahwa pernikahan adalah sebagai ajang untuk menambah ibadah dan pahala, terutama dalam shalat “Dua rokaat dari orang yang telah menikah lebih baik daripada delapan puluh dua rokaatnya orang yang bujang” (Al-Hadits).

Pernikahan juga merupakan wadah terciptanya generasi robbani, penerus perjuangan menegakkan dienullah. Adapun dengan lahirnya anak yang shalih dan shalihah maka akan menjadi penyelamat bagi kedua orang tuanya.

Dan yang terakhir pernikahan adalah sarana tarbiyah (pendidikan) serta ladang dakwah baik dakwah ke keluarga, maupun ke masyarakat.

3. Kesiapan Kepribadian

Seorang perempuan harus paham dan sadar betul bahwa bila menikah nanti akan ada seseorang yang baru ia kenal, tetapi langsung menempati posisi sebagai seorang pemimpin yang senantiasa harus dihormati dan ditaati. Disinilah salah satu ujian dalam pernikahan.

Seorang laki-laki yang menjadi suami kita, awalnya adalah orang asing bagi kita. Latar belakang, suku, kebiasaan, semuanya sangat jauh berbeda dengan kita. Berbagai perbedaan itu dapat menjadi pemicu timbulnya konflik. Untuk itu, harus ada persiapan jiwa yang besar dalam berusaha mengenali dan menerima calon suami kita.

4. Kesiapan Fisik

Kesiapan fisik ini ditandai dengan kesehatan yang memadai sehingga kedua belah pihak akan mampu melaksanakan fungsi diri sebagai suami ataupun istri secara optimal.

Saat sebelum menikah, ada baiknya bila memeriksakan kesehatan tubuh, terutama faktor yang mempengaruhi masalah reproduksi. Apakah organ-organ reproduksi dapat berfungsi baik, atau adakah penyakit tertentu yang diderita dan dapat berpengaruh pada kesehatan janin yang kelak dikandung. Bila ditemukan penyakit atau kelainan tertentu, segeralah berobat.

5. Kesiapan Material

Dalam memahami kesiapan material ini, bukan berarti Islam menghendaki kita berpikiran materialistis, yaitu hidup yang hanya berorientasi pada materi. Akan tetapi bagi seorang suami yang akan mengemban amanah sebagai kepala keluarga, maka diutamakan adanya kesiapan calon suami untuk menafkahi. Dan bagi pihak perempuan, perlu adanya kesiapan untuk mengelola keuangan keluarga.

6. Kesiapan Sosial

Kesiapan yang terakhir yaitu kesiapan sosial. Setelah sepasang laki-laki dan perempuanmenikah, berarti status sosialnya dimasyarakat pun berubah. Mereka bukan lagi gadis dan lajang tetapi telah berubah menjadi sebuah keluarga. Sehingga mereka pun harus mulai membiasakan diri untuk terlibat dalam kegiatan di kedua belah pihak keluarga maupun di masyarakat.

Semua kesiapan ini tidak akan langsung didapatkan tanpa menjalani proses yang terus-menerus untuk mempelajarinya. Jadi, para perempuan yang akan menikah, pantaskanlah dirimu untuk mendapatkan pasangan yang diinginkan, dan teruslah belajar untuk menjadi istri terbaik bagi suami serta agamamu kelak.

Source: Kafe Muslimah

SFJ

30/07/2013

5 Kunci Pernikahan Bahagia
Penulis : Christina Andhika Setyanti | Jumat, 22 Juni 2012 | 14:25 WIB
Dibaca: 13755
Komentar: 0
|
Share:
SHUTTERSTOCK
Berdasarkan penelitian,kunci menikah bahagia tak hanya berdasarkan cinta saja.

KOMPAS.com - Setiap orang yang menikah pasti mendambakan kehidupan pernikahan yang bahagia. Akan tetapi sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa kehidupan pernikahan yang bahagia tidak cukup hanya mengandalkan cinta. Anda bisa mendapatkan pernikahan yang bahagia bila mengupayakan beberapa syarat berikut:

1. Menikah dengan pasangan yang punya pengeluaran sama
Uang merupakan salah satu masalah paling krusial dalam hidup berpasangan. Permasalahan akan semakin besar ketika Anda dan pasangan punya pandangan yang berbeda tentang pengeluaran. Ketika orang yang boros menikah dengan orang yang sangat berhati-hati mengeluarkan uang, akan sering terjadi perbedaan pendapat dan mengorbankan pernikahan mereka.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Scott Rick dari University of Michigan's Ross School of Business, melakukan survei terhadap 1000 orang dewasa yang sudah menikah dan yang belum menikah. Hasil penelitian menunjukkan, ternyata masih banyak orang yang memilih pasangan dengan pandangan tentang uang yang berlawanan dengan mereka. Meski pasangan yang sifatnya berlawanan dianggap lebih romantis, namun dalam hal keuangan pasangan seperti ini akan sering mengalami konflik, dan kurang mengalami kepuasan dalam pernikahan dalam jangka panjang daripada mereka yang pasangannya juga s**a belanja.

"Meskipun pasangan yang sama-sama boros akan memiliki utang yang lebih besar dibandingkan dengan yang hemat, namun tingkat perdebatan tentang uang akan bisa diminimalisasi," ungkap Rick.

2. Sering bercinta
Setiap orang memiliki sifat negatif, termasuk pasangan Anda. Akan tetapi, sebagai pasangan yang baik sudah sepantasnya Anda memahami dan mengerti akan sifat buruknya untuk mendapatkan kehidupan yang bahagia.

Sebuah penelitian yang dilakukan Michelle Russell dan James McNulty dari University of Tennessee mengungkapkan, ada satu cara untuk meredam sifat buruk pasangan, yaitu dengan bercinta. Seks bisa menjadi jawaban untuk membuat pasangan menjadi lebih bahagia. Setelah beberapa tahun menikah, biasanya kehidupan seks akan semakin berkurang dibandingkan dengan pada masa awal pernikahan. Padahal pasangan yang sering bercinta lebih puas dan bahagia dalam pernikahannya daripada yang jarang berhubungan seks.

Sebuah survei yang dimuat dalam British Journal of Urology International mengungkapkan sebuah fakta bahwa pria yang berusia 50 tahun ternyata lebih puas dalam kehidupan seks mereka dibandingkan pria berusia 30-40 tahun. Pria usia 50 tahun ternyata memiliki tingkat kepuasan yang sama dengan pasangan yang berusia 20-29 tahun. Frekuensi dan kepuasan bercinta dinilai mampu melanggengkan pernikahan Anda.

3. Sering ungkapkan "terima kasih" dan "kita"
Pada tahun 2007 lalu, para peneliti dari Arizona State University mengadakan sebuah survei terhadap suami-istri tentang rasa penghargaan satu sama lain sebagai partner. Ternyata, cukup banyak pasangan yang sering mengucapkan atau melakukan perbuatan yang melambangkan rasa syukur dan terima kasih satu sama lain. Di luar itu, masih banyak orang yang agak sulit menghargai orang lain. Dalam hidup berpasangan, saling menghargai dan menyampaikan terima kasih terbukti membuat pasangan hidup rukun dan mengurangi tingkat kebencian terhadap pasangan. Pasangan yang saling menghargai juga merasa lebih puas dengan hubungan mereka dibandingkan mereka yang jarang mengucapkan terima kasih dan kurang menghargai pasangannya.

Selain ucapan "terima kasih", kebiasaan yang juga membuat pasangan merasa lebih bahagia adalah selalu mengucapkan "kita". Studi yang dimuat dalam Journal Psychology and Aging mengungkapkan, pasangan yang membahasakan diri dengan "kita" dan "kami" ternyata menunjukkan perhatian dan kasih sayang yang lebih. Kata tersebut juga dinilai mampu menurunkan tingkat stres fisiologis dan perilaku negatif (marah) yang mungkin terjadi saat berbeda pendapat. Penelitian ini juga membuktikan bahwa kata-kata egois seperti "aku", "kamu" dan "saya" selama berdebat justru akan membuat emosi semakin tinggi. Penggunaan kata ini juga berkaitan dengan ketidakpuasan dalam pernikahan.

4. Tidak mudah menyerah untuk bahagia
Terkadang kita merasa pasangan kita memiliki banyak sifat negatif. Namun, menurut penelitian yang dilakukan University of Tennessee, pernikahan justru bisa langgeng karena adanya beberapa perilaku negatif pasangan.

"Salah satu cara untuk berkembang dan meningkatkan kualitas pernikahan adalah dengan mengalami dan menghadapi masalah. Proses saling menyalahkan satu sama lain dan menyarankan pasangan untuk berubah ke arah yang lebih positif bisa membuat pernikahan jadi lebih baik," tukas psikolog James McNulty.

Pada dasarnya, pasangan bisa menjadi lebih bahagia ketika mereka bisa memahami dan mengerti keinginan pasangannya satu sama lain. McNulty menambahkan bahwa proses menyalahkan pasangan (dengan cara dan alasan yang tepat) ternyata dapat memotivasi pasangan untuk berubah ke arah yang lebih baik, dan memberi kenyamanan pada kedua belah pihak. Jangan mudah menyerah untuk mengubah sifat dan perilaku negatif pasangan agar berubah ke arah yang lebih baik.

5. Kerja keras
Cinta dan kebahagiaan dalam pernikahan bisa bertahan selamanya jika Anda mampu melewati berbagai ujian hidup. Dalam studi yang dipublikasikan dalam Journal Review of General Psychology, para peneliti dari University of California melakukan survei terhadap lebih dari 6000 orang yang baru menikah dan yang sudah menikah selama 20 tahun lebih.

Dari penelitian ini terlihat, banyak pasangan yang masih saling mencintai sekalipun sudah hidup bersama selama puluhan tahun. Mereka menemukan bahwa kunci untuk menjaga romantisme dalam pernikahan adalah kerja keras. "Pasangan yang sudah hidup bersama selama puluhan tahun ini ternyata bekerja keras untuk bisa mempertahankan hubungan mereka. Mereka sangat peduli tentang hubungan mereka, menyelesaikan konflik dengan baik, dan memiliki komunikasi yang lancar," ungkap Bianca Acevedo, salah satu peneliti dari University of California, Santa Barbara.

Selain itu, penelitian juga membuktikan bahwa pengalaman baru yang dilakukan bersama juga bisa merangsang produksi zat dopamin dan norepinefrin dalam otak yang berfungsi meningkatkan rasa bahagia dalam hidup pernikahan. Pengalaman dan petualangan baru ini dapat menciptakan suasana baru yang menyenangkan bagi kedua pasangan.
Editor :
Dini

30/07/2013

bagi agan & aganwati, bro & sista, temen2 yang mo menikah
butuh undangan pernikahan, yang harga murah
tapi tetep keren.... langsung kontak kami
eittsss,.. yg ini meski murah, bisa ditambah foto jg lho,...

Rey X 085743193853

30/07/2013

form data pemesanan undangan

nama mempelai wanita :
nama orang tua :
alamat :

nama mempelai pria :
nama orang tua :
alamat :

keterangan akad nikah / pemberkatan nikah
hari :
tanggal :
jam :
tempat :

keterangan resepsi pernikahan
hari :
tanggal :
jam :
tempat :

Jenis/tipe/kode undangan :
jumlah :

jika ada tambahan keterangan lain,
yang akan di cantumkan di undangan :
seperti turut mengundang / hiburan / dsb

foto preweddingnya gan jgn lupa dikirim jg :
no. HP & pin bb atau email agan jg, :

Address

Ngadirojo, Tlogolele, Selo
Boyolali

Telephone

085743193853

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when ULEM Undangan Istimewa Harga Murah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share