Pasif Income Cerdas

Pasif Income Cerdas Tekhnik dan Informasi Investasi Nyata

Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuhPERSEMBAHAN UNTUK MASYARAKAT MUSLIM DI SOLO RAYAHadiri Gathering Akbar Perumah...
12/03/2019

Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh

PERSEMBAHAN UNTUK MASYARAKAT MUSLIM DI SOLO RAYA

Hadiri Gathering Akbar Perumahan 100 % Murni Syariah.
Dihadiri oleh lebih dari 15 Perumahan Syariah di Solo Raya.
Miliki Rumah dengan cara 100 % Murni Syariah,halal & Barokah

"MARI IKUT RAMAIKAN GETHERING AKBAR PERUMAHAN SOLO RAYA (Gratis)"

Hari : Ahad
Tgl : 24 Maret 2019
Jam : 08.30 - 12.00 WIB
Lokasi Acara
*Gedung Graha Melati* (Depan Insan Cendekia Boarding School)

📍https://maps.app.goo.gl/cW3Yf

===============================

Hanya saat Gathering Akbar Tersedia Perumahan Syariah dari DP 0 % dan Harga Mulai 100 jtaan sampai 900 jtaan dan bonus umroh serta Promo menarik Lainnya

===============================

Ingin mempunyai Rumah seperti Lingkungan Pesantren ??

Ingin mempunyai Rumah dengan cara yang benar - benar 100 % Murni Syariah ??

Ingin mempunyai Rumah dgn lingkungan islami?

Ingin Mempunyai Rumah dengan Tetangga yg Berkualitas ?

Ingin Mempunyai Rumah dengan program Kajian Rutin di Masjid utk para Penghuninya ?

Ingin tinggal di perumahan yang didalamnya ada Program Rumah tahfidz ( Penghafal Al-Qur'an ) ?

Perumahan islami 💯% MURNI SYARIAH

⛔ Tanpa Bank
⛔ Tanpa Bunga/Riba
⛔ Tanpa Denda
⛔ Tanpa Sita
⛔ Tanpa BI Checking
⛔ Tanpa Akad Ganda

12 Perumahan, 2 Kavling dan 1 Ruko dengan konsep Syariah daerah Solo Raya akan mengisi stand - stand di Gathering Akbar

Lokasi proyek Perumahan Syariah

✅ Solo Baru
✅ Mojolaban
✅ Triyagan
✅ Karanganyar
✅ Boyolali
✅ Sragen
✅ Sukoharjo
✅ dan masih bnyk lagi yang tersebar di area Solo Raya

=============================

Hub Via WA/Tlp utk pendaftaran ( Gratis )

☎ 085719489401

*MEMBANGUN KELUARGA SAKINAH*Di antara tujuan menikah dan berkeluarga adalah untuk mendapatkan SAMAWA, keluarga yang saki...
01/02/2019

*MEMBANGUN KELUARGA SAKINAH*

Di antara tujuan menikah dan berkeluarga adalah untuk mendapatkan SAMAWA, keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah.

Allah Ta’ala berfirman,
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. Ar-Ruum: 21)

Yang dimaksud ayat ini kata Ibnu Katsir, Allah menjadikan pasangan dari manusia yang sejenis, bukan diambil dari jenis jin atau bahkan hewan. Rumah tangga tersebut suami membangunnya dengan rasa cinta dan menyayangi istri serta menginginkan keturunan darinya. Istri pun membutuhkan suami dalam hal nafkah. Keduanya saling membutuhkan dalam hal kasih sayang satu dan lainnya. Demikian disebut dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim.

Bagaimana membentuk keluarga yang SAMAWA?

1- Membangun keluarga di atas ketakwaaan dan pengajaran agama

Allah Ta’ala berfirman,
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At- Tahrim: 6)

Adh-Dhahak dan Maqatil mengenai ayat di atas,
“Menjadi kewajiban seorang muslim untuk mengajari keluarganya, termasuk kerabat, sampai pada hamba sahaya laki-laki atau perempuannya. Ajarkanlah mereka perkara wajib yang Allah perintahkan dan larangan yang Allah larang.” (HR. Ath-Thabari, dengan sanad shahih dari jalur Said bin Abi ‘Urubah, dari Qatadah. Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 7: 321)

2- Suami istri menjalankan kewajibannya dengan baik

Istri hendaknya taat pada suami karena itu jalan mudah baginya untuk masuk surga.

“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad, 1: 191; Ibnu Hibban, 9: 471. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Sedangkan suami secara umum berbuat baik pada istri dan memperhatikan nafkahnya,
“Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada istrinya dengan cara ma’ruf.” (QS. Al-Baqarah: 233).

3- Bersabar

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Berbuat baiklah pada para wanita. Karena wanita diciptakan dari tulang rusuk. Yang namanya tulang rusuk, bagian atasnya itu bengkok. Jika engkau mencoba untuk meluruskannya (dengan kasar), engkau akan mematahkannya. Jika engkau membiarkannya, tetap saja tulang tersebut bengkok. Berbuat baiklah pada para wanita.” (HR. Bukhari, no. 3331 dan Muslim, no. 1468)

4- Banyak mengalah dan memaafkan

Dengan banyak mengalah dan mudah memaafkan dalam keluarga pasti mudah meraih ketenangan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan wasiat pada Jabir bin Sulaim,
“Jika ada seseorang yang menghinamu dan mempermalukanmu dengan sesuatu yang ia ketahui ada padamu, maka janganlah engkau membalasnya dengan sesuatu yang engkau ketahui ada padanya. Akibat buruk biarlah ia yang menanggungnya.” (HR. Abu Daud, no. 4084 dan Tirmidzi, no. 2722. Al Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Al-Hafizh Ibnu Hajar menyatakan bahwa hadits ini shahih).

5- Menghindari kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)

Dari Mu’awiyah bin Jaydah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Dan janganlah engkau memukul istrimu di wajahnya, dan jangan p**a menjelek-jelekkannya serta jangan melakukan hajr (mendiamkan istri) selain di rumah.” (HR. Abu Daud no. 2142. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).

Sebagaimana dikatakan oleh istri tercinta Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa beliau bersabda,
“Aku tidaklah pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memukul pembantu, begitu p**a memukul istrinya. Beliau tidaklah pernah memukul sesuatu dengan tangannya kecuali dalam jihad (berperang) di jalan Allah.” (HR. Ahmad 6: 229. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim)

Kalau istri keliru, nasihatilah terlebih dahulu. Kalau tidak berpengaruh, maka diamkan dia (hajer). Kalau tidak berpengaruh, barulah beralih pada memukul dengan syarat: (1) tidak dengan pukulan yang membekas, (2) menghindari wajah.

Perhatikan firman Allah berikut,
“Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar” (QS. An-Nisa’: 34).

Semoga Allah memberi taufik dan hidayah.

Address

Boyolali
57362

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pasif Income Cerdas posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share