14/10/2017
MEMULAI BISNIS MANDIRI SEJAK PUTRA PERTAMA SAYA DI VONIS THALLASEMIA.
Awalnya saya terpukul, kaget dan hampir tak percaya.
Tentunya tidak sedikit materi yang keluar untuk pengobatan si kakak. Saya sempat bekerja untuk membantu suami saya secara ekonomi namun hasilnya tidak memuaskan dan tuntutan kerja yg full time, sehingga saya semakin kewalahan karena memiliki sepasang anak kecil.
Beberapa tahun saya bertahan dalam keadaan yang sangat susah.Gali lobang tutup lobang,demi pengobatan putra kami.
Namun saya bukanlah orang yang s**a minta belas kasihan orang lain.
Saya memutar otak agar bisa punya tambahan penghasilan selain hasil yang tak seberapa di tempat saya bekerja dulu.
Saya sampat punya warung kecil-kecilan namun hasilnya tidak memuaskan.
Hingga suatu saat datanglah seorang teman yang menawarkan bisnis kepada saya.
Sebenarnya ini bukanlah yang pertama kali saya ditawari berbisnis, entah kenapa saya selalu menolak dengan pikiran harus punya modal besar dan kepandaian berbicara yang jelas2 tidak saya punya.
Namun setelah saya dijelaskan bahwa bisnis ini begitu mudah dijalankan,sayapun memutuskan untuk bergabung.
Saya tertarik dengan gajih bulanannya,yang bisa dicapai dengan cepat.
Kemudian saya bertekat, jika benar gajih itu masuk rekening saya maka saya akan teruskan dan lebih giat lagi demi biaya pengobatan putra saya.
Saya belajar, saya terus bertanya, tanpa rasa malu karena dipikiran saya hanyalah wajah lucu 2 anak saya yg harus saya bahagikan. Dan hingga sekarang hal itu saya buktikan.
Gajih saya dari bisnis ini bahkan lebih besar dari gaji ASN gol 3. Banyak hal yang bisa saya lakukan untuk keluarga saya terutama anak-anak.
saya bisa membantu suami untuk pengobatan putra kami.
Dan mengantarkan saya untuk pertama kali naik pesawat dan pergi beberapa kota besar di Indonesia.
Bunda,, saya percaya Tuhan memberikan Mata, kaki, tangan dan akal yang sama. Meskipun bukan kekayaan yang sama, karena itu ketika orang lain bisa maka sayapun yakin saya bisa.
Dan sekarang saya mulai mempersiapkan masa depan anak-anak saya dari gajih saya ini,dan bisnis ini kelak akan saya wariskan kepada putra saya.
Mari bunda,mulailah berpikir realistis jika kehidupan selalu ada pasang surutnya,apakah kita rela mengorbankan masa depan anak-anak kita.... kita kerja keras dan kerja pintar demi masa depan mereka yang lebih baik.
Kalo saya bisa maka bunda juga pasti bisa...