02/08/2021
Desa Sungai Payang yang dulunya sempat berstatus desa tertinggal, kini telah menjadi desa berkembang. Desa yang dikelilingi perusahaan tambang, batu bara dan kelapa sawit ini berhasil mensejahterakan masyarakat melalui pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Sungai Payang Sejahtera.
Pada awal tahun 2017, pemerintah desa melakukan pembenahan terhadap sistem administrasi BUM Desa. Dengan memanfaatkan Dana Desa. 12 unit usaha pun mulai dikembangkan oleh BUM Desa. Di antaranya menyediakan jasa angkutan tandan buah sawit, jasa pengangkutan minyak hasil sawit dan pengangkutan bahan bakar minyak.
Dalam 3 tahun ini, BUM Desa telah berkembang pesat. Pada tahun 2020 lalu, omzet dari jasa angkutan tandan buah sawit sebesar Rp 3 miliar. Untuk jasa pengangkutan minyak hasil sawit didapat Rp 1 miliar, jasa laundry Rp 1 miliar, katering Rp 1 miliar, dan jasa pengangkutan bahan bakar minyak Rp 500 juta. Ditambah 7 unit usaha yang lain, omzet BUM Desa Sungai Payang Sejahtera menembus Rp 7,8 miliar pada tahun 2020. Penghasilan bersihnya Rp 600 juta yang masuk ke pendapatan asli desa.
BUM Desa Sungai Payang Sejahrera saat ini telah mempekerjakan sebanyak 140 penduduk desa. Seluruh pekerja tersebut, berstatus pegawai lepas harian. Sebanyak 56 orang bekerja sebagai sopir angkutan sawit, 23 pegawai laundry, 13 pekerja perkebunan sawit, dan 10 pegawai katering.
Ingin tahu lebih jelas tentang kisah sukses BUM Desa Sungai Payang Sejahtera? dapat baca di https://selasar.co/read/2021/07/23/5890/badan-usaha-milik-desa-di-kukar-ini-bisa-raih-omzet-rp78-miliar
AYO! Lawan Covid-19.
Lindungi diri dan keluarga dari Covid-19.