21/06/2026
Nyari gift lagi lewat tiktok 😂
Konten kreator sekaligus pegiat konservasi Panji Petualang akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat Lombok, khususnya suku Sasak, relawan, porter, dan seluruh pihak di kawasan Gunung Rinjani yang merasa tersinggung akibat unggahannya beberapa hari terakhir.
Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui video klarifikasi di akun Instagram pribadinya, menyusul polemik rencana kedatangan Panji bersama Agam Rinjani ke Sembalun untuk membuat liputan khusus satu tahun peristiwa penyelamatan pendaki asal Brasil, Juliana Marins.
Sebelumnya, rencana kedatangan tersebut mendapat penolakan dari tokoh muda dan penggiat wisata asal Sembalun, Royal Sembahulun. Melalui pernyataan terbuka di media sosial pribadinya, Royal menyoroti komitmen Agam Rinjani terhadap tim serta program penghijauan di kawasan Gunung Rinjani.
"Tepati dulu janjimu untuk tim dan penghijauan Rinjani. Jangan lagi jadikan Rinjani untuk keuntungan pribadimu sendiri. Jangan pura-pura tidak ada masalah, ingat ada hak orang lain dan Rinjani yang masih kau pegang," tulis Royal pada 18 Juni 2026.
Menanggapi polemik yang berkembang, Panji menjelaskan bahwa ide pembuatan konten tersebut muncul setelah dirinya bertemu secara tidak sengaja dengan Agam di Jakarta. Namun setelah mengetahui adanya penolakan dari sejumlah pihak di Lombok dan persoalan yang belum selesai antara Agam dengan sebagian relawan maupun masyarakat setempat, Panji memilih menghormati aspirasi yang berkembang.
Panji juga mengakui kesalahannya terkait penggunaan istilah "Pawang Gunung Rinjani" dalam unggahan sebelumnya. Ia menegaskan tidak mengetahui secara utuh persoalan yang terjadi dan tidak memiliki niat menyinggung pihak mana pun.
"Saya secara pribadi meminta maaf kepada keluarga saya di Lombok, khususnya suku Sasak dan teman-teman relawan di sana," ujar Panji dalam video klarifikasinya.
Di akhir pernyataannya, Panji berharap hubungan baik dengan masyarakat Rinjani tetap terjaga dan berharap dapat bertemu dalam suasana yang lebih baik di masa mendatang.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Agam Rinjani terkait polemik penolakan tersebut maupun rencana kedatangannya ke Sembalun.
Sumber : Sembalun Online