Denny Simano

Denny Simano Helping people grow in parenting, communication & business
🎓 ICF Certified Business Coach | BNSP Master Trainer NLP Practitioner

Coach Denny Simano adalah seorang GRATYO® Certified Business Coach kelas dunia dan Strategic Partner dari Coach Yohanes G. Pauly, Global Awards Winning Business Coach and Founder, CEO & Master Coach dari GRATYO® Practical Business Coaching. Coach Denny adalah seorang pengusaha yang berhasil membangun bisnisnya sampai ke tingkat nasional. Berbekal pengalaman selama lebih dari 18 tahun baik di dunia

bisnis maupun di dunia profesional, Coach Denny adalah seorang all-rounder yang memiliki pengalaman pada perusahaan tingkat multinasional dan national dan juga menguasai berbagai bidang seperti accounting, finance, marketing, sales, branding, operation, human capital management and system implementation. Passion-nya yang kuat terhadap bisnis dan kehidupan yang seimbang membuatnya ingin membantu para Pemilik Bisnis untuk mencapai impian mereka yaitu memiliki bisnis yang Profitable & AUTO-PILOT bersama GRATYO®.

30/07/2026

Kadang, luka itu bukan hanya muncul karna bentakan atau kekerasan, tapi ketika anak:

⚖️ Sering dibandingkan

Anak bisa tumbuh dengan perasaan dirinya nggak pernah cukup.

🏆 Hanya dipuji saat berprestasi

Dia merasa harus selalu berhasil agar layak dihargai.

😅 Dipermalukan dengan alasan bercanda

Buat orang tua mungkin lucu, tapi anak bisa menyimpan rasa malu.

😢 Diminta berhenti menangis tanpa didengarkan

Anak belajar bahwa perasaannya nggak penting.

🧒 Dipaksa mengalah karena lebih tua

Dia merasa kebutuhannya selalu harus dinomorduakan.

🏷️ Dicap “nakal”, “malas”, atau “cengeng”

Label yang diulang bisa berubah menjadi cara anak melihat dirinya sendiri.

🤐 Menyembunyikan masalah karena takut dimarahi

Anak akhirnya kehilangan rasa aman untuk bercerita kepada orang tuanya.

Kalau lo mau belajar berkomunikasi tanpa meninggalkan luka pada anak

komen “KOMUNIKASI”. Nanti gue kirim panduannya lewat DM.

29/07/2026

Home should be a refuge not a battleground. Struggling with emotions often signals role dysfunction. Shift the convo to solutions, not sacrifices! 💬 Need harmony tips for parents? Comment comeback & get details! 🏡

Kita nggak akan selalu ada di samping anak.Ada waktunya dia pergi sendiri, bertemu banyak orang, lalu dihadapkan pada pi...
24/07/2026

Kita nggak akan selalu ada di samping anak.

Ada waktunya dia pergi sendiri, bertemu banyak orang, lalu dihadapkan pada pilihan yang mungkin selama ini paling kita takutkan.

Di situ, anak nggak butuh ceramah panjang. Dia butuh keberanian untuk menolak, tahu batasannya, dan sadar mana keputusan yang bisa merusak masa depannya.

Kemampuan itu nggak muncul begitu saja saat dia remaja. Semuanya perlu dibangun dari rumah, lewat kebiasaan sederhana, aturan yang konsisten, dan ruang untuk belajar mengambil keputusan sejak kecil.

Karena suatu hari nanti, kita cuma bisa berharap nilai yang kita tanamkan masih berbicara di dalam dirinya.

Komen “GAUL” kalau lo mau panduan melatih anak agar berani berkata tidak, punya batasan, dan nggak mudah terbawa pergaulan.

23/07/2026

Anak bukan tiba-tiba jadi manipulatif.

Kadang, tanpa sadar, kita yang mengajarkan bahwa nangis, marah, atau drama bisa mengubah keputusan orang tua.

Setiap kali anak menangis lalu kita langsung mengalah, dia menyimpan satu pelajaran:

“Oh, ternyata kalau aku nangis, Papa dan Mama bisa berubah pikiran.”

Bukan karena anak jahat.
Dia cuma mengulangi cara yang pernah berhasil.

Masalahnya, kalau pola ini terus dibiarkan, anak bisa belajar bahwa meledak adalah cara tercepat untuk mendapatkan keinginannya.

Solusinya bukan membentak atau memberikan ceramah panjang.

Tetap tenang, validasi keinginannya, tapi jangan mengubah batasan yang sudah dibuat.

Cukup katakan:

“Papa tahu kamu pengin itu. Kamu boleh kecewa, tapi jawabannya tetap tidak.”

Setelah itu, jangan berdebat. Jangan terpancing. Jangan berubah pikiran hanya karena merasa tidak tega.

Ketegasan yang disampaikan dengan tenang akan mengajarkan anak bahwa perasaannya boleh ada, tetapi tidak semua keinginannya harus dipenuhi.

Dari situ anak belajar cara baru:

Minta dengan baik.
Bicara dengan tenang.
Menghadapi kekecewaan.
Dan mengendalikan dirinya sendiri.

Ingat, wibawa orang tua bukan diukur dari seberapa keras suaranya.

Tapi dari seberapa tenang dan konsisten kata-katanya.

Ketik “TEGAS” kalau lu mau belajar cara menghadapi anak yang s**a drama atau memaksa tanpa harus marah-marah.

Nanti gue kirim detailnya langsung ke DM lu.

03/07/2026

Anak mandiri bukan lahir dari banyak nasihat.

Tapi dari kesempatan kecil untuk berpikir, memilih, mencoba, dan bertanggung jawab. 🌱

Kadang kita terlalu cepat membantu anak, padahal yang mereka butuhkan adalah ruang untuk belajar mengambil keputusan.

Kalau lu mau panduan melatih anak untuk jadi lebih mandiri,

👇 Komen "MANDIRI" di kolom komentar

Nanti gue kirim link panduannya langsung ke DM lu sekarang juga! 💌

03/07/2026

Jujur, ada momen di mana suara anak berasa berisik banget dan sisa kesabaran gue tinggal setipis tisu. Dulu, gue sering kalah di fase ini. Emosi meledak, ngomong tanpa disaring, dan ujung-ujungnya selalu berakhir nyesel.

Gue tau ada satu teknik dari ilmu komunikasi, namanya Reframing.
Konsep reframing ini simpel: kita nggak berusaha ngubah kelakuan anaknya saat itu juga,
tapi kita ngubah makna kejadiannya di kepala kita.

Gue mulai praktekin teori ini lewat satu "mantra" sederhana:
“Anak gue bukannya lagi nyusahin, dia tuh murni lagi belajar.”

Ajaibnya, cuma dengan ngubah makna di kepala, cara pandang gue ikut berubah:

Yang tadinya gue anggap "ngebangkang" ➡️ sekarang gue lihat dia "belum paham".
Yang tadinya gue pikir "ngeyel" ➡️ sekarang gue lihat dia "butuh dibimbing".

Begitu maknanya berubah, emosi gue otomatis mereda. Sekarang, tiap ada dorongan mau marah, gue jadi punya ruang buat pause sebentar:

Lihat wajahnya
Dengar nada suaranya
Pahami dulu perasaannya

Saat sadar mereka masih belajar, kita otomatis jadi lebih pengen ngajar, bukan sekadar marah. Walau gue belum sempurna, seenggaknya teknik ini ngasih gue "rem darurat".

Kalo lu yang lagi capek banget jadi orang tua dan mau belajar praktik mindset ini

Komen "BELAJAR" di kolom komentar👇

Nanti gue kirim detail materinya langsung ke DM lu!📩

29/06/2026

HATI-HATI PARENTS! JANGAN SAMPAI NIAT 'MENDIDIK' MALAH 'MELUKAI' MENTAL ANAK 🚨

Sadar nggak sih, kadang kita merasa sudah melakukan yang terbaik, tapi kok anak malah makin menjauh, minder, dan tertutup?

Sesuai arahan di video untuk cek caption, mari kita bahas faktanya. Seringkali tanpa sadar, ucapan dan reaksi kita sehari-hari justru mematahkan harga diri mereka. Kalau mau mental anak hancur perlahan, cukup lakukan 3 kebiasaan buruk ini secara rutin:

❌ 1. Memarahi dan Mengekang Berlebihan: Membuat anak merasa tidak berharga, selalu salah, dan kehilangan ruang untuk mengenali dirinya sendiri.

❌ 2. Selalu Membandingkan: Menghancurkan harga diri dan kepercayaan diri anak karena mereka merasa tidak pernah cukup baik di mata orang tuanya.

❌ 3. Memberikan Cap Buruk: Menyebut anak dengan label "nakal" atau "pemalas" akan masuk ke alam bawah sadar dan tertanam menjadi identitas mereka hingga dewasa.

Mengasuh anak memang butuh kesabaran seluas samudra, tapi merusak mental mereka ternyata bisa dilakukan segampang menjentikkan jari. So Parents, Pikirkan kembali setiap kata dan tindakan kita ya.

👇 Ketik "SABAR" di kolom komentar

Nanti gue kirim link panduannya langsung ke DM lu sekarang juga! 💌

24/06/2026

Anak lo nggak cuma dengerin apa yang lo bilang

Dia ngerekam cara lo hidup setiap hari 👀

Lo nyuruh dia tenang, tapi lo sendiri gampang meledak.
Lo nyuruh dia sopan, tapi cara ngomong lo sering ngegas.
Lo nyuruh dia jujur, tapi rumah belum jadi tempat yang aman buat jujur.

Nah, di sinilah banyak orang tua kejebak…

Mikir anak susah diatur, padahal bisa jadi anak cuma belum lihat contoh yang jelas dari orang tuanya.

Karena anak lebih gampang ikut orang tua yang dia percaya, bukan yang cuma bisa nyuruh. 🧠

Kalau lo mau belajar cara bikin anak lebih mudah diarahkan tanpa harus marah-marah,

komen “MODEL”

nanti gue kirim detailnya ke DM lu 🚀

24/06/2026

Anak lo nggak cuma dengerin apa yang lo bilang.

Dia ngerekam cara lo hidup setiap hari. 👀

Lo nyuruh dia tenang, tapi lo sendiri gampang meledak.
Lo nyuruh dia sopan, tapi cara ngomong lo sering ngegas.
Lo nyuruh dia jujur, tapi rumah belum jadi tempat yang aman buat jujur.

Nah, di sinilah banyak orang tua kejebak…

Mikir anak susah diatur, padahal bisa jadi anak cuma belum lihat contoh yang jelas dari orang tuanya.

Karena anak lebih gampang ikut orang tua yang dia percaya, bukan yang cuma bisa nyuruh. 🧠

Kalau lo mau belajar cara bikin anak lebih mudah diarahkan tanpa harus marah-marah,

Komen “MODEL”

Nanti gue kirim detailnya ke DM lu 🚀

22/06/2026

Anak lu tiba-tiba pendiam di rumah? Coba ngaca dulu, jangan-jangan lu sendiri penyebabnya! 🪞💥

Niatnya sih ngedidik biar bermental baja, tapi tiap anak cerita dikit, lu malah langsung nge-judge.

Anak ngeluh capek disalahin main HP terus, anak nangis dikatain lebay, anak diam dibilang jutek. Ujung-ujungnya di kepala mereka cuma muter satu hal: "Gue cerita disalahin, mending gue diem aja." 🚩

Akhirnya mereka malah nyari safe space di luar. Bukan karena nggak sayang, tapi karena mereka cuma pengen didengerin tanpa ngerasa lagi disidang jadi terdakwa. 💔

Coba deh, tahan dulu ego lu buat nyeramahin. Validasi dulu perasaannya. Bikin mereka ngerasa punya satu feeling sederhana ini: Gue aman cerita di rumah. 🫂✨

Pengen tau cheat sheet kalimat sakti yang bikin anak ngerasa valid dan mau open up ke lu?

Komen AMAN di bawah, entar panduannya langsung gue drop ke DM lu! 👇🔥

Address

Cengkareng

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Denny Simano posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Denny Simano:

Shortcuts

Share