11/07/2023
://goodncrazy.orderonline.id/
7 JENIS GRIND SIZE KOPI DAN METODE SEDUHANNYA
Bukan menjadi rahasia lagi jika coffee grind size atau level gilingan kopi juga dapat mempengaruhi seduhan kopi. Yang lebih menariknya, untuk metode seduhan tertentu, kamu harus memperhatikan seberapa kasar atau seberapa halus biji kopi digiling. Ukuran kopi yang digiling berpengaruh pada saat kopi terekstraksi – saat kopi untuk pertama kalinya dialiri air.
Beda metode seduh, beda cara seduhnya, beda p**a level gilingannya. Jika semua level gilingan atau grind size sama di setiap seduhan, maka hasil seduhan tidak akan pernah bisa optimal. Misalnya, kamu menggunakan mesin espresso yang pada umumnya menggunakan grind size halus atau espresso size, tapi kamu ingin menggunakan level gilingan medium selayaknya pour over. Sudah pasti kopimu takkan optimal hasilnya. Krema tak tebal, rasa tak balance.
Ukuran gilingan kopi mungkin bukan masalah yang serius, namun tetap harus diperhatikan untuk mengeluarkan karakter rasa kopi yang diinginkan.
Perbedaan paling jelas yang membuat coffee grind size harus diperhatikan terletak pada contact time, extraction rate and flow rate.
- Tingkat ekstraksi kopi meningkat dengan semakin luasnya permukaan kopi.
- Untuk permukaan yang luas, giling kopi lebih halus. Ini harus diikuti agar hasil seduhan bisa optimal.
- Semakin tinggi tingkat ekstraksi, semakin sedikit waktu air dan kopi bertemu.
- Biji kopi yang digiling halus mengurai aliran air, meningkatkan lama waktu air dan kopi bertemu.
Extra Coarse Grind
Jenis ukuran biji kopi yang digiling extra coarse grind sesuai untuk metode penyajian kopi;
– Cold brew coffee brewing (misal menggunakan alat Filtron atau Toddy Brewer). Cold brew adalah kopi seduh dingin yang memerlukan waktu seduhan panjang kurang lebih 7-12 jam. Maka, tidak cocok jika menggunakan level gilingan halus karena akan menimbulkan sisi pahit berlebihan yang tak nyaman.
Coarse Grind
Mungkin terlihat hampir sama, namun coarse grind berbeda – bila dirasa dengan jari akan terlihat jelas perbedaannya. Coarse grind sesuai untuk metode penyajian kopi;
– French press
– Percolators
– Coffee cupping/tasting
Jika french press menggunakan level giligan halus, maka plunger akan susah ditekan. Pun jika bisa, hasil kopinya akan bitter dan tidak begitu nyaman saat dinikmati.
Medium-Coarse Grind
Tidak terlalu terlihat, namun sangat jelas mempengaruhi kopi yang diseduh. Medium-Coarse Grind sesuai untuk menyajikan kopi dengan metode;
– Chemex
– Clever dripper
– Cafe solo brewer
Medium Grind
Medium Grind sesuai untuk menyajikan kopi dengan metode seduhan;
– Flat bottomed drip brewers
– Cone shaped pour over brewers
– The Aeropress (sekitar 3+ menit brew time)
– Siphon brewers
Medium-Fine Grind
Untuk penikmat kopi seduhan pour over jenis ini sangat sesuai digunakan untuk metode seduhan;
– Cone shaped pour over brewers (misal Hario v60, Kalita wave, dll)
– The Aeropress (sekitar 2-3 menit brew time)
Fine Grind
Untuk Fine Grind, biasanya biji kopi yang digiling jenis ini sesuai untuk metode seduhan;
– Espresso
– The Aeropress (sekitar a 1-2 menit brew time)
– Stovetop espresso maker
Espresso tidak akan sempurna terekstraksi jika bubuk kopi yang dipakai diganti menjadi medium atau lebih kasar. Selain itu, gilingannya harus presisi untuk menghasilkan espresso yang seimbang dan bisa dinikmati.
Super Fine / Turkish Grind
Kopi yang digiling sangat halus, sangat sesuai untuk metode seduhan kopi;
– Ibrik (turkish coffee)
Turkish coffee style memang berbeda. Kopi ini dinikmati dengan bubuk halus dan begitulah cara menikmatinya. Jika membuat turkish coffee tanpa levl super fine, maka kopimu takkan lagi sama.
Mempelajari metode seduhan tidak boleh luput untuk mempelajari juga tentang biji kopi yang digiling, tiap metode seduhan memiliki kelebihan masing-masing. Misalnya saja, jika ingin acidity lebih kentara sebaiknya menggunakan metode dripper atau pour over.