27/02/2016
Assalamualaikum wrwb
Ayah-bunda, dalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali kegiatan yang menggunakan tangan. Misalnya, kegiatan makan, minum, berjabat tangan, mengambilkan sesuatu untuk orang lain, memberikan sesuatu kepada orang lain, dan lain sebagainya.
Bagaimana tuntunan Islam dalam hal seperti ini?
Pada saat sahabat nabi saw Umar bin Abu Salamah masih kecil, ia pernah makan dengan membabi-buta. Ia mengambil makanan mana pun yang ia mau tanpa rasa sopan. Melihat hal itu, Rasulullah saw menegurnya,
“Wahai nak, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah yang ada di dekatmu.” (HR. Al-Bukhari no. 5376 dan Muslim no. 2022).
Umar bin Abu Salamah berkata, “sejak saat itu, begitulah cara saya makan”.
Ayah-bunda, dalam setiap kegiatannya, Rasulullah saw menyukai dengan mendahulukan yang kanan. Aisyah pernah bersaksi tentang akhlak Rasulullah saw yang seperti itu. Kata beliau,
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam s**a memulai dari sebelah kanan saat mengenakan sandal, menyisir rambut, bersuci, dan dalam seluruh aktivitas beliau.” (HR. Al-Bukhari no. 5926 & Muslim no. 268)
Mendidik Anak untuk Memulai dengan yang Kanan
Ayah-bunda, keteladanan sangatlah penting bagi anak. Anak-anak akan meniru apapun yang ia lihat dalam kehidupan sehari-hari. Jika ia melihat orangtuanya makan dan minum dengan tangan kiri, maka ia pun akan meremehkan hal tersebut dan akan menirunya.
Oleh karena itu, wahai ayah-bunda, biasakanlah makan, minum, dan melakukan kegiatan lainnya dengan bagian yang kanan. Bagaimana kalau sudah terlanjur? Jika memungkinkan, ulangi kegiatan tersebut. Misalnya, pada saat ayah akan berangkat kerja, Anda salah memakai sepatu. Kita malah memakai sepatu kiri dahulu. Jika ini yang terjadi, lepaskanlah lagi sepatu tersebut dan mulailah kembali memakai sepatu dengan bagian yang kanan.
Apalagi jika anak Anda ada di samping Anda, ia perlu diberi penjelasan mengapa kita sampai melepas sepatu dan memakai ulang. Kita perlu memberitahu kepada anak kita bahwa itu adalah tuntunan dari Rasulullah saw dan kita sebagai orangtuanya, tadi terlupa memakai sepatu dari kanan. Oleh karena itulah, kita memakai ulang sepatu tersebut.
Ingatlah, ayah-bunda, kuncinya ada di habit (kebiasaan) dan keteladanan. Jika kita sebagai orangtuanya sudah terbiasa memulai aktivitas apapun dari yang kanan, kita akan mampu memberi contoh yang baik kepada anak. Pada gilirannya, si anak akan meniru perbuatan tersebut. Hingga dewasa, nantinya anak kita akan terbiasa menggunakan tangan kanan. Alhamdulilah...