07/06/2020
ASSALAMUALAIKUM WR.WB
Memulai Bisnis dengan Otak Kanan
Mulailah dengan yang kanan. Ini maknanya luas sekali, salah satunya, "Mulailah dengan otak kanan."
Kalau Anda melangkah, pasti mikir. Tapi kalau Anda mikir terus, yah nggak jadi melangkah.
Kalau Anda memulai, pasti ngitung. Tapi kalau Anda ngitung terus, yah nggak jadi mulai.
Mulailah dengan otak kanan. Sekali lagi, mulailah dengan otak kanan. Maksudnya? Action dulu, baru mikir. Tolong dicatat, ini berlaku buat bisnis kali pertama atau bisnis skala kecil.
Kalau bisnis Anda melibatkan investasi miliaran rupiah, barulah Anda ngitung sejak awal. Tapi kalau cuma jutaan rupiah atau kurang, yah sudah, langsung action saja. A-c-t-i-o-n.
Saya sering mengajarkan entrepreneur dan calon entrepreneur untuk memulai usaha dengan otak kanan.
Pendidikan kita selama ini sayangnya terpaku pada otak kiri. Serba mikir. Serba ngitung. Serba pasti. Serba linier. Nggak heran, orang-orang yang cerdas akademis hanya s**a sesuatu yang pasti-pasti saja. Dia menolak segala bentuk ketidakpastian.
Padahal, setiap bisnis mengandung resiko dan ketidakpastian, terutama di awal-awal. Karena itulah kita semakin memerlukan pendekatan otak kanan. Berani melangkah. Berani memulai. Berani mengambil resiko. Toh, dari setiap kejadian kita bisa belajar dan bertumbuh. Right?
Semoga Anda termasuk 'golongan kanan'.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.