21/07/2021
*BATAL MISKIN, TIDAK JADI MELARAT LAGI*
—————————————
_(Sungguh Shadaqah itu Sangat Ampuh - Luar Biasa, Mampu Mengubah Takdir Yang Buruk Di depannya, Menjadi Takdir Yang Baik)_
———————
```Di zaman Nabi Musa AS, ada sepasang suami istri yang hidup penuh dengan kemiskinan, namun mereka menghadapinya dengan penuh kesabaran.
Suatu ketika, tatkala mereka tengah beristirahat, sang istri bertanya kepada suaminya :
"Wahai suamiku, bukankah Musa adalah seorang Nabi yang bisa berbicara dengan Tuhannya (Allah), dan doanya pastilah diijabah oleh-Nya..?"
Lalu sang suami menjawab :
"Ya, benar.."
Sang istri berkata lagi :
"Kenapa kita tidak pergi saja kepada Nabi Musa AS untuk mengadukan kondisi kita yang penuh dengan kemiskinan dan meminta kepadanya agar Musa berbicara kepada Rabb-nya, agar Allah menganugerahkan kepada kita kekayaan ?"
Akhirnya mereka mengadukan kemiskinannya itu kepada Nabi Musa AS.
Lalu Nabi Musa AS pun bermunajat menghadap Allah SWT dan menyampaikan keadaan keluarga tersebut.
Allah SWT pun, berfirman kepada Nabi Musa :```
_*"W͟a͟h͟a͟i͟ M͟u͟s͟a͟, k͟a͟t͟a͟k͟a͟n͟l͟a͟h͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟, a͟k͟u͟ a͟k͟a͟n͟ m͟e͟m͟b͟e͟r͟i͟k͟a͟n͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ k͟e͟k͟a͟y͟a͟a͟n͟, t͟e͟t͟a͟p͟i͟ k͟e͟k͟a͟y͟a͟a͟n͟ i͟t͟u͟ a͟k͟u͟ b͟e͟r͟i͟k͟a͟n͟ h͟a͟n͟y͟a͟ s͟a͟t͟u͟ t͟a͟h͟u͟n͟, d͟a͟n͟ s͟e͟t͟e͟l͟a͟h͟ s͟a͟t͟u͟ t͟a͟h͟u͟n͟, a͟k͟a͟n͟ a͟k͟u͟ k͟e͟m͟b͟a͟l͟i͟k͟a͟n͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ m͟e͟n͟j͟a͟d͟i͟ o͟r͟a͟n͟g͟ m͟i͟s͟k͟i͟n͟ k͟e͟m͟b͟a͟l͟i͟."*_
```Lalu Nabi Musa menyampaikan kepada mereka bahwasanya Allah telah mengabulkan permohonan mereka, dengan syarat kekayaan itu hanya berumur satu tahun lamanya.
Mereka pun menerima kabar tersebut dengan penuh syukur, kebahagiaan dan kegembiraan.
Beberapa hari kemudian datanglah rezeki yang melimpah dari jalan yang tak diketahui darimana arahnya.
Dan mereka pun menjadi orang terkaya pada saat itu.
Keadaan mereka pun berubah dengan kekayaan yang berlimpah.. MasyaAllah.
Lalu sang istri berkata kepada suaminya :```
_*"W͟a͟h͟a͟i͟ s͟u͟a͟m͟i͟k͟u͟, s͟e͟l͟a͟m͟a͟ s͟e͟t͟a͟h͟u͟n͟ i͟n͟i͟ k͟i͟t͟a͟ a͟k͟a͟n͟ bisa banyak bershadaqah, m͟e͟m͟b͟e͟r͟i͟ m͟a͟k͟a͟n͟ o͟r͟a͟n͟g͟-o͟r͟a͟n͟g͟ m͟i͟s͟k͟i͟n͟ d͟a͟n͟ m͟e͟n͟y͟a͟n͟t͟u͟n͟i͟ a͟n͟a͟k͟-a͟n͟a͟k͟ y͟a͟t͟i͟m͟ m͟u͟m͟p͟u͟n͟g͟ k͟i͟t͟a͟ m͟a͟s͟i͟h͟ p͟u͟n͟y͟a͟ k͟e͟s͟e͟m͟p͟a͟t͟a͟n͟, k͟a͟r͟e͟n͟a͟ s͟e͟t͟e͟l͟a͟h͟ s͟e͟t͟a͟h͟u͟n͟ k͟i͟t͟a͟ a͟k͟a͟n͟ k͟e͟m͟b͟a͟l͟i͟ m͟i͟s͟k͟i͟n͟."*_
```Sang suami menjawab :
"Baiklah, kita akan menggunakan dan memanfaatkan harta kekayaan ini untuk membantu dan menolong orang-orang yang membutuhkannya."
Kemudian mereka membantu para du'afa, menyantuni anak-anak yatim, mengalirkan shadaqah untuk orang-orang yang lemah yang memerlukan bantuan, dan membangun tempat-tempat singgah para musafir, serta menyediakan makan gratis bagi orang-orang yang lapar dan membutuhkan.
Setelah satu tahun berlalu, mereka masih tetap sibuk menyediakan makanan sampai mereka lupa bahwasanya sudah setahun lebih mereka menjadi orang kaya dan mereka lupa bahwa akan kembali menjadi orang miskin, setelah satu tahun itu.
Nabi Musa AS pun heran melihat keadaan mereka yang tetap kaya raya.
Kemudian Nabi Musa bertanya kepada Allah SWT :```
*"Ya Rabb, bukankah Engkau berjanji memberikan mereka kekayaan hanya satu tahun saja, kemudian setelah itu Engkau akan kembalikan lagi mereka pada kemiskinan seperti semula?"*
```Allah SWT pun berfirman :```
*"Wahai Musa, Aku telah membuka satu pintu rezeki kepada mereka, tetapi mereka membuka beberapa pintu rezeki untuk hamba-hamba Ku.*
*Wahai Musa, maka Aku titipkan lebih lama lagi kekayaan itu atas mereka. Aku sangat malu jikalau ada hamba-Ku yang lebih mulia dan lebih pemurah daripada Aku."*
*"Wahai Musa, Aku hanya memberi atau membuka satu pintu kekayaan untuk mereka, tapi mereka malah memberikan lebih dari satu pintu kebaikan kepada hamba-hamba-Ku yang lain, kepada fakir miskin, Ibnu Sabil dan anak yatim piatu, tidak mungkin mereka lebih dermawan daripada Aku!"*
```Nabi Musa menjawab :
سبحانك اللهم ماأعظم شأنك وأرفع مكانك```
_*"M͟a͟h͟a͟ S͟u͟c͟i͟ E͟n͟g͟k͟a͟u͟ Y͟a͟ A͟l͟l͟a͟h͟, b͟e͟t͟a͟p͟a͟ M͟a͟h͟a͟ M͟u͟l͟i͟a͟ u͟r͟u͟s͟a͟n͟-M͟u͟ d͟a͟n͟ M͟a͟h͟a͟ T͟i͟n͟g͟g͟i͟ k͟e͟d͟u͟d͟u͟k͟a͟n͟-M͟u͟."*_
*Jangan tanyakan nikmat mana lagi yang belum kita dapatkan, tapi tanyalah, nikmat mana saja yang belum kita syukuri dan belum kita shadaqahkan?!*
*Kita seringkali lupa bahwasanya nikmat dan anugerah Allah itu hanyalah titipan yang bisa diambil oleh-Nya kapan saja Dia mau mengambilnya...*
```Hikmah yang bisa dipetik dari kisah itu jangan pernah perhitungan dengan Allah Ta'ala. Allah akan memberi balasan berlipat kepada orang yang beramal shalih dengan shadaqah.
Allah Ta'ala berfirman :
يَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ ۖ قُلْ مَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ
"Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah : Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu, bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang yang sedang dalam perjalanan. Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha mengetahuinya."
(Al-Baqarah: 215)
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda :
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
"Harta tidak akan berkurang dengan shadaqah."
(HR. Muslim)
Semoga bermanfaat berhikmah.. Aamiiin..
Alhamdulillah Jaza Kumullaahu Khairan..```