03/05/2019
INILAH, Bandung - PT Bank BRI Syariah Tbk kini menggandeng perusahaan pembayaran digital PT Veritra Sentosa International (Paytren). Kerja sama ini dilakukan untuk meningkatkan layanan digital kepada nasabah.
Direktur Utama BRI Syariah M Hadi Santoso mengatakan, disrupsi pasar menghadirkan pesaing baru bagi bank. Dulu, lembaga perbankan hanya berkompetisi dengan sesama bank dan penyedia jasa keuangan tradisional lainnya.
Namun, seiring berjalannya waktu dan pesatnya perkembangan teknologi kini banyak yang beranggapan bank berkompetisi dengan penyedia jasa keuangan nonbank yang menghadirkan produk alat pembayaran digital atau lazim disebut fintech.
“BRI Syariah dan Paytren adalah penyedia jasa keuangan di bidang keuangan syariah. Semangat kita sama. Alih-alih berkompetisi, baiknya kita berkolaborasi mengembangkan digital sharia economy,” kata Hadi dikutip Antara, Jumat (26/4/2019).
Menurutnya, jika kedua pihak berkolaborasi bukan mustahil pangsa pasar keuangan syariah di Indonesia akan melesat. Ditambah p**a dengan tren industri halal yang dewasa ini semakin berkembang pesat.
Dia mengharapkan, dengan kerja sama tersebut dapat memberikan solusi terbaik bagi nasabah dalam bertransaksi sesuai prinsip syariah dan selanjutnya dapat ditingkatkan dengan payung hukum kerja sama bisnis lainnya.
“Penandatanganan nota kesepahaman ini diharapkan mampu menjadi langkah awal sinergi bisnis antara kedua belah pihak yang pada akhirnya akan berdampak positif bagi perkembangan sistem pembayaran di Indonesia,” ucapnya.
Selain menjajaki kolaborasi dengan Paytren, BRI Syariah terus mengembangkan layanan perbankan digitalnya yaitu BRIS Online. Melalui layanan tersebut, fitur-fitur sesuai perkembangan kebutuhan nasabah saat ini khususnya dalam melakukan transaksi ke berbagai perusahaan perdagangan elektronik, e-commerce.
Sementarta itu, Komisaris Utama Paytren Yusuf Mansur meyakini kerja sama sebagai penyedia jasa sistem pembayaran syariah berbasis server dengan BRI Syariah dapat meningkatkan potensi kedua pihak.
“Mudah-mudahan bisa tumbuh bareng dengan dukungan dari BRI dan BRI Syariah. Umat menjadi pemain, menjadi subjek. Paytren kan masih baru, tapi kita sudah on secara global," ujar Yusuf Mansur.
Sebelumnya, Paytren terus melakukan inovasi pelayanan terbaik bagi mitra bisnis dan para penggunanya. Yusuf Mansyur mengatakan, dengan aplikasi terbaru Paytren 5.17 yang dikembangkan itu memberikan manfaat kecepatan dan kemudahan untuk upgrade menjadi mitra pebisnis.
Sejauh ini, dia mengaku aplikasi bayar-bayar ini digunakan 5,2 juta orang. Sebanyak 1,8 juta pengguna di antaranya menggunakan aplikasi ini secara aktif untuk keperluan bayar membayar.
“Sebagai payment gateway, dengan aplikasi terbaru ini kita menargetkan pada 2019 mendatang akan dipakai 10 juta pengguna aktif. Saat ini, dari 5,2 juta pengguna yang tercatat itu baru sekitar 500 ribu orang yang berhasil melakukan proses migrasi,” ucapnya.
Menurutnya, sebagai jaminan kepada masyarakat saat ini Paytren resmi mendapatkan izin dari otoritas Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dari BI, izin mengelola transaksi uang elektronik didapatkan pada 22 Mei 2018. Dengan adanya izin tersebut, suspend sebagai fintech payment gateway dibuka untuk melayani masyarakat.
“Kerja sama ini adalah realisasi dari komitmen Paytren yang menerapkan platform bisnis financial technology dengan tujuan untuk membangun cashless society di era ekonomi digital. Kita memaksimalkan dan meningkatkan fungsi smartphone dari hanya sekedar alat berkomunikasi itu menjadi alat bertransaksi,” tuturnya.
Dia menyebutkan, aplikasi bayar-bayar ini membidik potensi pendapatan yang terhitung sebesar Rp120 triliun secara nasional. Sejauh ini, hingga Juni lalu Paytren mampu meraih Rp10 miliar.
PT Bank BRI Syariah Tbk kini menggandeng perusahaan pembayaran digital PT Veritra Sentosa International (Paytren). Kerja sama ini dilakukan untuk meningkatkan layanan digital kepada nasabah.