Analisis KIMIA

Analisis KIMIA tentang halaman ini yaitu agar semua siswa/mahasiswa bisa mengerti dan tahu pelajaran tentang kimia

14/05/2021

Thank's for 10.000 subscribe🄰

[EDWAR AVENTADOR]Saya streaming Mobile Legends di NimoTV, Anda dapat menonton saya langsung di:
27/01/2021

[EDWAR AVENTADOR]
Saya streaming Mobile Legends di NimoTV, Anda dapat menonton saya langsung di:

EDWAR AVENTADOR

14/01/2021

Semoga bermanfaat

14/01/2021
14/01/2021

Kata Bos BPOM Soal Efikasi Vaksin Covid-19 Sinovac 50,4%
SHARE
Infografis/Daftar Orang yang Boleh & Tak Boleh Disuntik Vaksin Sinovac/Aristya Rahadian Foto: Ilustrasi vaksin Covid-19 Sinovac (CNBC Indonesia)
Jakarta, CNBC Indonesia - Efikasi vaksin Covid-19 Sinovac dalam uji klinis tahap akhir di Brasil 50,4% efektif mencegah infeksi Covid-19. Angka ini turun dari minggu lalu di mana efikasi Sinovac sebesar 78%.

Angka ini berarti vaksin Sinovac menurunkan risiko terinfeksi virus Covid-19 senilai 50,4% dibanding dengan mereka yang tidak divaksinasi. Angka ini setara dengan standar minimum World Health Organization (WHO) sebesar 50%.

Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan Penny Lukito mengatakan, alasan mengapa efikasi di Brasil berubah-berubah, yakni efikasi tidak dapat dibandingkan dengan platform yang berbeda, meski platformnya sama dengan uji klinis di lokasi berbeda pun tidak dapat dibandingkan. Hal ini dikarenakan banyak parameter yang menentukan.

"Pertama dari relawan sudah berbeda, jumlahnya berbeda, kemudian tingkat risiko dari relawan berbeda di Brasil 100% adalah tenaga kesehatan, dan di Turki 20% adalah tenaga kesehatan dan 80% pekerja berisiko. Di Indonesia umum, dan ini justru lebih merepresentasikan masyarakat secara umum," kata Penny dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Kamis (14/01/2021).

Kemudian, lanjut dia, tingkat infeksi di setiap negara berbeda, budaya atau cara penegakan protokol kesehatan di setiap negara pun berbeda. Penny mengatakan efikasi merupakan penurunan dari kejadian positif yang dilihat dari mana yang terinfeksi dibandingkan yang mendapatkan placebo.

"Bagaimana dinamika relawan yang mendapatkan vaksin tidak bisa dibandingkan," katanya.

Sebelumnya, produsen vaksin China, Sinovac Biotech, merilis pembelaan perihal keamanan dan khasiat (efikasi) CoronaVac dalam melawan Covid-19, setelah rilis data interim uji klinis Brasil yang kurang memuaskan.

"Hasil uji klinis fase 3 ini cukup untuk membuktikan keamanan dan efektivitas vaksin CoronaVac di seluruh dunia," ujar Chairman Sinovac Biotech Yin Weidong seperti dikutip dari Reuters, Kamis (14/1/2021).

Menurutnya, berbagai negara menggunakan vaksin Sinovac dengan batch yang sama dalam uji coba tetapi negara itu tidak memiliki protokol pengujian yang identik. Data interim uji klinis vaksin Sinovac juga berbeda di dua negara. Di Indonesia vaksin ini efektif 65,3% lawan Covid-19 sementara Turki 91%. Indonesia dan Turki sudah menerbitkan izin penggunaan darurat vaksin Sinovac.

14/01/2021

Coronavirus
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Virus Corona COVID-19
Pengertian Coronavirus
Coronavirus atau virus corona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas ringan hingga sedang, seperti penyakit flu. Banyak orang terinfeksi virus ini, setidaknya satu kali dalam hidupnya.

Namun, beberapa jenis virus corona juga bisa menimbulkan penyakit yang lebih serius, seperti:

Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV).
Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV).
Pneumonia.
SARS yang muncul pada November 2002 di Tiongkok, menyebar ke beberapa negara lain. Mulai dari Hongkong, Vietnam, Singapura, Indonesia, Malaysia, Inggris, Italia, Swedia, Swiss, Rusia, hingga Amerika Serikat. Epidemi SARS yang berakhir hingga pertengahan 2003 itu menjangkiti 8.098 orang di berbagai negara. Setidaknya 774 orang mesti kehilangan nyawa akibat penyakit infeksi saluran pernapasan berat tersebut.

Sampai saat ini terdapat tujuh coronavirus (HCoVs) yang telah diidentifikasi, yaitu:

HCoV-229E.
HCoV-OC43.
HCoV-NL63.
HCoV-HKU1.
SARS-COV (yang menyebabkan sindrom pernapasan akut).
MERS-COV (sindrom pernapasan Timur Tengah).
COVID-19 atau dikenal juga dengan Novel Coronavirus (menyebabkan wabah pneumonia di kota Wuhan, Tiongkok pada Desember 2019, dan menyebar ke negara lainnya mulai Januari 2020. Indonesia sendiri mengumumkan adanya kasus covid 19 dari Maret 2020
Baca juga: Cegah Corona dengan Cuci Tangan, Perlukah Pakai Sabun Khusus?

Faktor Risiko Infeksi Coronavirus
Siapa pun dapat terinfeksi virus corona. Akan tetapi, bayi dan anak kecil, serta orang dengan kekebalan tubuh yang lemah lebih rentan terhadap serangan virus ini. Selain itu, kondisi musim juga mungkin berpengaruh. Contohnya, di Amerika Serikat, infeksi virus corona lebih umum terjadi pada musim gugur dan musim dingin.

Di samping itu, seseorang yang tinggal atau berkunjung ke daerah atau negara yang rawan virus corona, juga berisiko terserang penyakit ini. Misalnya, berkunjung ke Tiongkok, khususnya kota Wuhan, yang pernah menjadi wabah COVID-19 yang bermulai pada Desember 2019.

Baca juga: Akses Layanan Rapid Test Drive Thru Bisa Dilakukan Melalui Halodoc

Penyebab Infeksi Coronavirus
Infeksi coronavirus disebabkan oleh virus corona itu sendiri. Kebanyakan virus corona menyebar seperti virus lain pada umumnya, seperti:

Percikan air liur pengidap (bantuk dan bersin).
Menyentuh tangan atau wajah orang yang terinfeksi.
Menyentuh mata, hidung, atau mulut setelah memegang barang yang terkena percikan air liur pengidap virus corona.
Tinja atau feses (jarang terjadi)
Khusus untuk COVID-19, masa inkubasi belum diketahui secara pasti. Namun, rata-rata gejala yang timbul setelah 2-14 hari setelah virus pertama masuk ke dalam tubuh. Di samping itu, metode transmisi COVID-19 juga belum diketahui dengan pasti. Awalnya, virus corona jenis COVID-19 diduga bersumber dari hewan. Virus corona COVID-19 merupakan virus yang beredar pada beberapa hewan, termasuk unta, kucing, dan kelelawar.

Sebenarnya virus ini jarang sekali berevolusi dan menginfeksi manusia dan menyebar ke individu lainnya. Namun, kasus di Tiongkok kini menjadi bukti nyata kalau virus ini bisa menyebar dari hewan ke manusia. Bahkan, kini penularannya bisa dari manusia ke manusia.

Baca juga: Ini yang Harus Diperhatikan saat Isolasi di Rumah Terkait Virus Corona

Gejala Infeksi Coronavirus
Virus corona bisa menimbulkan beragam gejala pada pengidapnya. Gejala yang muncul ini bergantung pada jenis virus corona yang menyerang, dan seberapa serius infeksi yang terjadi. Berikut beberapa gejala virus corona yang terbilang ringan:

Hidung beringus.
Sakit kepala.
Batuk.
Sakit tenggorokan.
Demam.
Merasa tidak enak badan.
Hal yang perlu ditegaskan, beberapa virus corona dapat menyebabkan gejala yang parah. Infeksinya dapat berubah menjadi bronkitis dan pneumonia (disebabkan oleh COVID-19), yang mengakibatkan gejala seperti:

Demam yang mungkin cukup tinggi bila pasien mengidap pneumonia.
Batuk dengan lendir.
Sesak napas.
Nyeri dada atau sesak saat bernapas dan batuk.
Infeksi bisa semakin parah bila menyerang kelompok individu tertentu. Contohnya, orang dengan penyakit jantung atau paru-paru, orang dengan sistem kekebalan yang lemah, bayi, dan lansia.

Baca juga: Terindikasi Corona, Berikut Panduan Aman untuk ke Rumah Sakit

Diagnosis Infeksi Coronavirus
Untuk mendiagnosis infeksi virus corona, dokter akan mengawali dengan anamnesis atau wawancara medis. Di sini dokter akan menanyakan seputar gejala atau keluhan yang dialami pasien. Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan darah untuk membantu menegakkan diagnosis.

Dokter mungkin juga akan melakukan tes dahak, mengambil sampel dari tenggorokan, atau spesimen pernapasan lainnya. Untuk kasus yang diduga infeksi novel coronavirus, dokter akan melakukan swab tenggorokan, DPL, fungsi hepar, fungsi ginjal, dan PCT/CRP.

Inilah kandungan zat dalam rokok
25/07/2020

Inilah kandungan zat dalam rokok

Address

Cihuni
Cimaragas
PANGATIKAN

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Analisis KIMIA posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share