16/12/2016
DENGAN DOMBA UZRONI (Owner Aqiqah Elsyifa / Elsyifa Group) JADI KANDIDAT DAI PENERIMA CHANGE MAKER AWERD 2016
Berita dari portal www.bmh.or.id
“Pengalaman adalah guru yang terbaik”. Nampaknya, pribahasa ini terasa tepat untuk menggambarkan perjalanan sukses Uzroni al-Fatih dalam mengembangkan bisnis ternak dombanya. Pada kurun tahun 1995-1998 silam, ketika masih berstatus sebagai santri Hidayatullah Cirebon, ia bersama santri lain dibimbing untuk mengurusi domba-domba/kambing-kambing miliki pesantren.
Maklum, telah menjadi bisnis tahunan pesantren, ketika hari raya Qurban datang, pesantren membuka bisnis jual-beli domba/kambing. Para santri juga dilibatkan dalam bisnis ini, mulai dari menjaga stan hingga membersihkan kotoran hewan. Uzroni menjadi salah satu santri yang terlibat langsung. Di luar dugaan, pengalaman manis semasa di pesantren inilah, menjadi ilham baginya untuk membuka bisnis serupa.
Untuk memulai bisnis ini, pria asli asal Cirebon ini mengaku, satu tahun lamanya ia mengamati siklus domba di kota kelahirannya. Setelah sekian lama melakukan penelitian, akhirnya ia menyimpulkan bahwa, “Masih banyak anak muda yang kurang menekuni bisnis domba,” paparnya.
Karena yakin besarnya peluang bisnis, tidak butuh waktu lama, dengan tekat bulat Uzroni memutuskan untuk memulai merintis bisnis ternak domba. Villa Domba dan Aqiqah El-Syifa menjadi nama bisnis rintisannya. Yang menyengangkan, modal utama perintisan bisnis ini hanyalah brosur berjumlah 1000 eksemplar dengan biaya Rp. 100.000.
Itulah yang menjadi modal kelahiran 1982 silam ini, untuk memulai bisnisnya, karena memang ia tidak memiliki modal lebih. Seperti umumnya yang dialami para pebisnis pemula, Uzroni pun mengalaminya. Namun, berbekal iman, tekad dan kesabaran, ia terus berusaha untuk teguh dalam upayanya, hingga akhirnya kini bisa memiliki kandang domba sendiri yang berlokasi di Losari Cirebon.
Suami Umi Syifa ini menjelaskan, mulanya kandang domba pertama yang ia miliki berkapasitas 60 ekor. Dan dalam perjalannya kandang itu kini telah mengalami perluasan dan telah mampu menampung domba dengan kapasitas 400-600 ekor.
“Sebenarnya saya sempat ragu, lanjut apa tidak. Tetapi, saya punya pikiran, masak iya, dalam usaha saya yang juga memudahkan saudara seiman menjalankan perintah ibadah baik qurban maupun aqiqah, malah tidak ada jalan. Ah itu tidak mungkin. Akhirnya sekian tahun berjalan, terbukti. Malah usaha layanan qurban dan aqiqah ini menjadi gerbang utama untuk silaturrahim dan terbukanya pintu-pintu rezeki lain yang lebih luas,” ungkap alumni STAI Bunga Bangsa, Cirebon ini.
Seiring berjalannya waktu, Uzroni kini memiliki 5 kandang, 60 Marketing lepas, dan memiliki 80 peternakan binaan. Dan yang tak kalah menyengangkan, penjualan dombanya di Idul Adha, kini tembus di angka 2000 ekor lebih.
“Belum pesanan aqiqah yang selalu konsisten setiap bulannya. Kantor Jasa Layanan Aqiqah El-Syifa selalu dikunjungi tidak kurang dari 3 sampai 5 orang setiap harinya,” ungkapnya.
Dalam menjalani usaha, sebagai santri Uzroni selalu berusaha untuk melakukan muhasabah, terutama usaha seperti mengalami kendala. “Dalam usaha ini, saya selalu berusaha melihat ke dalam, terutama kala usaha seperti melambat. Bagaimana sedekahnya, sholat jama’ahnya dan keramahan terhadap klien. Dengan seperti ini, optimisme kita tidak tergerus oleh rasa ingin cepat mendapatkan keuntungan. Dan, ini sangat mujarab untuk kita lebih survive,” jelasnya.
Pria pemilik hobi main bola ini, juga pernah mendapat penghargaan ‘BSM Santripreneur Award 2015’ yang diprakarsai oleh BSM (Bank Syariah Mandiri) bekerja sama dengan Rumah Enterpreneur Indonesia (REI) pada tahun 2015.
Penganugerahan ini merupakan penghargaan entrepreneur kepada santri yang memiliki prestasi, menjadi pelopor dan teladan serta memiliki karya inovasi yang unggul dalam mengembangkan perekonomian bangsa Indonesia.
Dan, akhir tahun ini, tepatnya pada 21 Desember 2016, Uzroni akan kembali menerima penghargaan Change Maker Award di sektor peternakan dari Laznas BMH atas kontribusinya memberdayakan banyak binaan untuk bisa mandiri dengan beternak domba.*/Herima