01/11/2025
Umar awalnya menolak mempercayai kabar wafatnya Rasulullah SAW. Ia bahkan menghunus pedang dan mengancam akan membunuh siapa saja yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW telah wafat. Umar meyakini bahwa Rasulullah SAW hanya pergi sementara seperti Musa AS dan akan kembali .
Abu Bakar keluar dan meminta Umar untuk tenang, tetapi Umar menolak. Abu Bakar kemudian berpidato di hadapan orang banyak, menyatakan bahwa siapa yang menyembah Muhammad, maka Muhammad telah meninggal, tetapi siapa yang menyembah Allah, maka Allah Maha Hidup dan tidak akan pernah mati .
Abu Bakar membacakan Surah Ali Imran ayat 144 yang menegaskan bahwa Muhammad hanyalah seorang rasul yang telah didahului oleh rasul-rasul lain. Ayat ini mengingatkan bahwa kematian adalah bagian dari kehidupan dan tidak seharusnya membuat umat Islam berbalik ke belakang (murtad) .Setelah mendengar ayat tersebut, Umar tersungkur ke tanah dan tidak dapat menahan kakinya. Ia akhirnya yakin bahwa Rasulullah SAW telah wafat. Orang-orang yang sebelumnya terpengaruh oleh pendapat Umar pun sadar dan menerima kenyataan tersebut .
Kisah ini menunjukkan betapa besar kecintaan para sahabat, khususnya Umar bin Khattab, kepada Rasulullah SAW.Meskipun dilanda kesedihan yang mendalam, para sahabat tetap berpegang teguh pada iman dan ajaran Islam.Abu Bakar Ash-Shiddiq menunjukkan kepemimpinan yang bijaksana dengan menenangkan suasana dan mengingatkan para sahabat akan kebenaran firman Allah SWT.Kisah ini mengajarkan kita untuk menerima takdir Allah SWT dengan lapang dada, meskipun terasa berat dan menyakitkan.