25/07/2025
"I Am Leveling Up Every Day in the New-rmal World"
No magic, no monsters. Just real life—with stats, skills, and a second chance.
Chapter 25: Tanda Tanya di Hati
Suasana kelas sore itu terasa berbeda. Mungkin karena hujan yang mengguyur pelan sejak siang, atau karena atmosfer tak kasat mata yang menyelimuti tiga orang peserta kursus yang mulai terlihat tidak seluwes biasanya.
Ardan duduk di bangkunya, membuka buku latihan tanpa banyak suara. Di hadapannya, Kinan berdiri sambil menjelaskan grammar structure “wish + past perfect” dengan gestur tangan yang biasa ceria, tapi kini terasa agak formal. Senyumnya tetap sama, tapi kontak mata yang biasanya hangat kini lebih singkat. Ardan menyadari itu.
Tidak ada yang terjadi di antara mereka. Tapi ada jarak tipis, nyaris tak terlihat—namun cukup terasa—yang muncul sejak beberapa hari terakhir. Sejak peristiwa motor mogok dan obrolan kecil itu di bengkel.
“Next, Dirga,” kata Kinan.
Dirga, yang duduk di sebelah Ardan, segera berdiri dan menjawab dengan semangat. “I wish I had studied harder so I could impress Ms. Kinan,” katanya, menatap Kinan sambil tertawa lepas.
Kinan mengangkat alis dan tertawa kecil. “You’re improving, Dirga. Though your grammar was correct, your intention is still suspicious,” katanya setengah menggoda.
Kelas tertawa pelan, termasuk Ardan. Tapi tawanya tidak selepas biasanya.
Dirga mencolek bahu Ardan. “Bro, giliran lo. Bikin kalimat pake wish tapi jangan pake ‘had met Kinan sooner’, nanti dikira copy-paste,” bisiknya dengan suara cukup keras untuk membuat Dila yang duduk dua kursi di belakang ikut mendengar dan pura-pura tidak dengar.
Ardan menatap Dirga sekilas, tersenyum kecut. “I wish I had practiced more, so I wouldn’t feel this awkward,” katanya, pelan tapi terdengar jelas.
Kinan mengangguk, mencatat. “That’s a good sentence,” ujarnya, sopan.
---
Setelah sesi kelas usai, sebagian peserta langsung keluar. Ardan masih duduk membereskan buku-bukunya dengan pelan. Saat ia bangkit, terdengar suara pelan perempuan di sampingnya.
“Eh, hmm, Mas Ardan…”
Lanjut di kolom komentar ⤵️