28/10/2019
KAU TELAH MEMBUNUHA ANAK MU
SEBUAH RENUNGAN
Ketika kita mendengar sebuah pemberitaan tentang seseorang yang menelantarkan anaknya, maka tanpa terasa hati kita akan mengutuk hal perbuatan tersebut. Kita akan merasa kasihan dengan anak yang tega-teganya di telantarkan tersebut. Bahkan hati pun tergerak untuk dapat menolong kehidupan anak tersebut.
Sungguh benar istilah Semut di ujung pulau kelihatan sedang gajah di depan mata tidak kelihatan, terkadang kita merasa iba atas prilaku orang yang menelantarkan anaknya hingga membunuh anaknya, tetapi tanpa kita sadari secara perlahan kita juga turut membunuh anak kita, membunuh generasi masa depan kita.
Jika dibagi secara garis besar, secara perlahan kita telah membunuh jasad nya dan juga telah membunuh Ruh nya.
Allah berfirman dalam Surat Al-Baqorah 168 :
“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan”
Allah telah memerintahkan kita untuk memakan makanan yang halal dan juga yang baik. Memakan makanan yang sumber zatnya yang halal (secara umum tidak mengandung unsur Babi). Karena Allah yang menciptakan kita, Allah lebih tau apa yang terbaik yang masuk ke dalam tubuh kita.
Namun, karena kebodohan kita yang mau saja mengikuti saja godaan syaithan pada akhirnya anak kita yang baru lahir sudah kita berikan imunisasi yang tidak seperti diamalkan oleh Rasulullah (Kurma https://www.facebook.com/dchnicipayungdepok/posts/484184558797999 ) melaikan imunisasi yang semua adalah hasil percobaan manusia. (Vaksin adalah suatu zat yang merupakan merupakan suatu bentuk produk biologi yang diketahui berasal dari virus, bakteri atau dari kombinasi antara keduanya yang dilemahkan. Vaksin diberikan kepada individu yang sehat guna merangsang munculnya antibody atau kekebalan tubuh guna mencegah dari infeksi penyakit tertentu. https://www.kemkes.go.id/pdf.php?id=16072800004).
Selain dzat yang halal juga Allah memerintahkan kita untuk memakan dengan hal yang baik. Baik dari proses mendapatkannya yaitu bagaimana dengan usaha dan ikhtiar kita untuk mendapatkan makanan-makanan yang terbaik untuk generas mendatang kita. Tanggung jawab tidak selesai hanya sampai di situ, proses bahan makanan yang sudah sampai pada kita juga harus dijamin kebaikannya, karena fenomena banyaknya makanan siap saji yang bisa dinikmati generasi kita, harusnya control juga lebih untuk memberikannya pada orang yang terkasih. Yakinkan bahwa yang mereka makan sudah melalui proses produksi yang tidak melanggar dari aturan Rasulullah.
Pembunuhan yang bersifat Ruh yang terkadang sangat-sangat tidak kita sadari.
Allah berfirman dalam surat Al-Baqoroh ayat 120 :
“Orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan ridha’ kepadamu hingga kamu mengikuti millah mereka”
Ketahuilah, berapa persen produk orang-orang kafir yang berada di rumah kita yang menjadi produk rutin kita gunakan setiap harinya, dari mulai Sabun, Pasta Gigi, Detergent, kosmetik. Dan kesemua produk yang kita gunakan hanya karena iklan tanpa kita mengerti komposisinya dan dampak yang terjadi. Bahkan kita lebih mau menggunakan produk mereka, dari pada produk yang dikeluarkan oleh orang Muslim. Dan mirisnya yang ada dalam alam pemikiran kita, jika kita menggunakan produk saudara kita, yang untung kan dia atau kelompoknya bukan aku atau kelompok ku,,, Na’udzubillah.
Sadarkah kita ketika kita membeli produk muslim,yang akan dikayakan adalah orang Islam sendiri, dimana dengan keuntungannya ia bisa bersedekah, ia bisa menyantuni anak yatim, bahkan dengan keuntungan tersebut bisa membawa kejayaan islam.
Sadarkah dengan membeli produk mereka (Orang Kafir) maka yang diuntungkan mereka, yang berkembang mereka, dan ketika di kembalikan pada Al-Baqoroh ayat 120 maka keuntungan tersebut lah yang menggerus narasi-narasi keislaman kita, Sadarkah 20 tahun lalu masih terdengar istilah “Hormati orang yang berpuasa” sedang sekarang kita sudah mendengar “Hormati orang yang tidak berpuasa”. Sadarkah ketika syariat poligami di serang, hingga mengatakan tidak sesuai zaman sudah menggerus keimananan kita dengan ayat yang sampai sekarang tidak ada Mansukh nya. Sadarkah generasi kita secara perlahan dibiarkan agamanya masih dalam islam, tapi narasi-narasi keagamaannya telah hilang. Dan tanpa disadari kita telah membunuh ruh generasi islam kita.
Dengan dua hal inilah kita telah membunuh generasi masa depan kita, generasi harapan kita. Membunuh jasmani nya dengan tidak memberikan yang halal dan Thoyyib, dan membunuh Ruh nya dengan masih berbelanja produk non muslim sedangkan kita telah memilikinya.
Ayo Hijrah Produk, Selamatkan Generasi Harapan kita, Generasi Islam.