18/04/2026
Madilog, atau Materialisme, Dialektika, dan Logika, ditulis tan malaka barangkali karena kesal melihat bangsanya yang terkebelakang dari peradaban. Harusnya bangsa Indonesia keluar dari cara berpikir yang pasif, mistis, dan mudah dipengaruhi. Supaya punya peradaban yang maju, manusianya harus cerdas, kritis, dan merdeka secara pikiran.
Saat Tan Malaka menulis madilog, tentu karena Ia melihat keterbelakangan cara berfikir bangsanya. Masyarakat yang masih banyak percaya pada takhyul daripada rasionalitas. Kondisi yang menyebabkan bangsanya sulit maju.
Masyarakat hanya akan maju jika mau memahami bahwa kehidupan selalu bergerak, berubah, dan berkembang melalui pertentangan (ini sepertinya pendapat “kiri”, misalnya pertentangan antara kaum buruh dengan pemilik modal).
Bagi Tan Malaka terlalu lama menjadi bangsa terjajah, melemahkan cara berpikir dan merasa inferior. Karena itu, kemerdekaan sejati tidak cukup hanya dicapai dengan mengusir penjajah secara fisik, tetapi melepas takhyul dan mulai berfikir secara merdeka, kritis dan rasional.
Hanya dengan menggunakan logika, rasionalitas, dan kritis suatu bangsa akan maju. Pemikiran yang jauh di depan masyarakat pada masanya.