10/07/2018
Sikembar Yang Terpisah
Syahroni dan Syahrani dua anak kembar ini lahir 13 tahun yang lalu di daerah gang Masjid Singosari, menurut keyakinan Jawa, anak yang lahir duluan itu disebut adik. Begitu p**a Syahroni (Roni) karena lahir belakangan maka dia disebut kakak, sedangkah Syahrani (Rani) disebut adik. Selama 12 tahun mereka bermain bersama dan sekolah ditempat yang sama. Lahir dalam keluarga yatim tidak menyurutkan ibu ya untuk menyekolahkan anak anaknya. Pesan dari ayah mereka yang dipegang, “kalian harus sekolah”. Alhamdulilah 5 dari 7 bersaudara semuanya bisa menyelesaikan pendidikan tinggi di perguruan tinggi negeri.
Setahun yang lalu adalah saat yang mengharukan bagi Roni dan Rani karena mereka harus berpisah, ketika pengumuman kelulusan ICMBS sampai ke mereka antara haru dan bahagia campur aduk, si adik harus merekan si kakak untuk menempuh pendidikan di ICMBS sidoarjo, yah sekolah yang sementara ini baru dikhususkan untuk siswa putra. Si kakak pun juga demikian harus melewati hari harinya tanpa si adik disisinya, tempat bemain dan curhat selama ini karena harus memenuhi amanah Yatim Mandiri.
Liburan kenaikan kelas tahun ini mereka tampak ceria bisa bertemu walau tidak lama, si kakak ikut ekskul basket biar cepat tinggi katanya, si adik ikut ekskul teatre di SMP 1 Singosari, biar tidak minder katanya. Ketika kami silahturohim, tampak sekali guratan bahagia dari mereka berdua. Ada beberapa perubahan positif dimata bundanya, Roni jadi rajin sholat, bangun lebih awal dan s**a menolong. Saat ini dia sudah hafal juz 30 dan setengah dari juz 1, semoga nantinya Roni bisa hafidz Qur an sebagaimana yang dicita citakan ayahandanya.
Tanggal 17 Juli 2018 mereka akan kembali berpisah, karena esoknya sudah dimulainya pembelajaran di ICMBS. “Kak Roni aku nanti ikut mengantar ya nanti kita naik kereta besama” celetuk Rani. Mereka pun tersenyum sambil dicubit p**i adiknya.
Walau terpisah ternyata ikatan batin antara keduanya masih kuat, ketika Roni panas badannya waktu di asr