Distributor NASA Ende

Distributor NASA Ende Bukan Sembarang Lapak
Menyediakan Berbagai macam produk Natural Nusantara (NASA). Terbuka untuk Pendaftaran Reseller dan Disributor yang siap dibimbing bisnis.

Hubungi telpon/WA 0822 2104 6155.

Pergantian Kulit Lobster Air TawarDalam kondisi lingkungan yang baik, lobster terpacu untuk melakukan ganti kulit (moult...
01/07/2020

Pergantian Kulit Lobster Air Tawar

Dalam kondisi lingkungan yang baik, lobster terpacu untuk melakukan ganti kulit (moulting). Ganti kulit atau moulting merupakan proses alamiah yang terjadi pada lobster air tawar.

Lobster air tawar merupakan hewan kerangka luar (eksoskeleton) yang memerlukan proses ganti kulit untuk keluar dari kerangka lamanya dan membentuk kerangka baru.

Proses ganti kulit lobster pertama kali terjadi pada saat seminggu setelah burayak (anak lobster) melepaskan diri dari indukannya. Proses ini akan terus berlangsung beriringan dengan pertumbuhan umur serta tingkat laju pertumbuhan tubuh lobster. Semakin baik pertumbuhannya, proses pergantian kulit akan sering berlangsung.

Pada fase juvenil, pergantian kulit bisa berlangsung setiap 10 hari sekali. Ketika lobster sudah dewasa, pergantian kulit terjadi sebanyak 4-5 kali dalam satu tahun. Sementara, induk yang masuk dalam masa pemijahan, proses ganti kulit hanya berlangsung sebanyak 1-2 kali dalam satu tahun.

Seperti hewan lainnya, proses ganti kulit lobster terbilang cukup rumit. Proses ini harus melalui berbagai proses-proses yang bersifat hormonal. Terdapat dua jenis hormon yang diketahui berpengaruh terhadap proses molting, yaitu hormon Ecdysis (berfungsi untuk memicu proses molting) dan MI-Molt Inhibiting Hormone (berfungsi untuk menghambat proses molting itu sendiri).

Kedua hormon tersebut dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Oleh karenanya pembudidaya lobster perlu memanip**asi kondisi lingkungan agar hormon ecdysis berperan dan hormon MIH tidak bisa berperan. Dengan begitu, proses pergantian kulit menjadi lebih cepat.

Salah satu teknik untuk mengurangi hormon MIH adalah dengan melakukan ablasi, yaitu pemotongan salah satu mata lobster air tawar. Hormon MIH terletak pada batang mata lobster air tawar sehingga pemotongan mata tersebut bisa menghilangkan hormon MIH dan proses pergantian kulit bisa berjalan dengan lancar.

Disamping itu, dalam proses molting dijumpai p**a fenomena khas seperti adanya proses penyerapan kalsium dari kerangka yang disimpan dalam organ khusus dalam perut lobster air tawar yang disebut sebagai Gastrolith. Kalsium ini sangat berperan dalam pembentukan cangkang baru. Selain kalsium, lobster juga akan mengalami proses mineralisasi untuk membentuk selaput baru menggunakan kalsium yang diserap dari lingkungan tempat tinggalnya tersebut.

Kebutuhan mineral untuk proses mineralisasi bisa diambil dari pakan yang dikonsumsi oleh lobster air tawar. Selain itu, pada proses pergantian kulit, lobster akan kehilangan 90 persen kalsiumnya sehingga membutuhkan asupan pakan yang berkualitas.

Selama proses ini berlangsung, lobster cenderung tidak aktif dan lebih memilih berdiam diri dalam persembunyiannya. Kadang kala mereka bergerak secara lamban dan terlihat seperti akan mati. Selain itu, terjadi perubahan kulit luar lobster yang cenderung lebih keruh dan gelap.

Lobster yang sedang dalam proses molting sangatlah rawan di serang lobster lain. Maka dari itu, sebaiknya dilakukan pemisahan kolam untuk lobster yang baru saja selesai molting. Sisa moulting akan menjadi rebutan oleh lobster-lonbster lain untuk dimakan.

#4-5harisekali # InhibitingHormone

Referensi:
pertanianku.com
maglobsterairtawar.wordpress.com

Penyiar :
Ramon Buga

Jika Bermanfaat, silahkan Follow, Like, Koment dan Bagikan Tulisan Ini.

Penyakit Umum pada Ikan KoiMeskipun sebenarnya memelihara ikan koi itu mudah, tetapi menjaga keindahan warna tubuh ikan ...
01/07/2020

Penyakit Umum pada Ikan Koi

Meskipun sebenarnya memelihara ikan koi itu mudah, tetapi menjaga keindahan warna tubuh ikan koi adalah pekerjaan yang tidak mudah.

Ikan koi adalah salah satu jenis ikan hias yang dinikmati karena keindahan warna di tubuhnya. Oleh karenanya, sangat penting untuk bisa menjaga keindahan dari warna tubuh si ikan koi peliharaan tersebut.

Sama halnya seperti memelihara ikan lainnya, ikan koi juga harus diberi makan secara teratur dan tempat hidupnya harus selalu diperhatikan. Keadaan lingkungan yang kotor dapat menumbuhkan virus, bakteri dan jamur yang dapat menimbulkan penyakit dan pudarnya warna pada sisik ikan koi.

Setidaknya, terdapat 5 jenis penyakit yang umumnya menyerang ikan koi hingga menyebabkan ikan tersebut mati. Berikut penjelasannya :

White spot
Penyakit ini ditandai dengan timbulnya bintik putih pada permukaan sisik ikan koi. Awalnya, bintik putik ini hanya terdapat pada bagian permukaan sisik, akan tetapi apabila dibiarkan saja dapat menyerang bagian yang lebih dalam lagi seperti insang, sirip, dan bagian tubuh lainnya.

White spot sendiri disebabkan oleh serangan protozoa Ichchyophthirius multifilis. Ukuran protozoa ini begitu kecil, yaitu sekitar 0,7 mm dengan bentuk menyerupai telur.

Pengobatan dilakukan dengan menaikkan suhu air kolam sedikit di atas suhu air kolam biasanya. Selain itu, dapat p**a dengan menambahkan Metheline blue ke dalam air kolam dengan takaran 0,5 gram per 1 ton air.

Penyakit lumpur
Pemberian pakan yang terlalu banyak kandungan protein pada suhu air kolam yang rendah menyebabkan kulit ikan koi mengalami iritasi dan infeksi bakteri pada pembuluh darah. Inilah yang dikenal dengan penyakit lumpur.

Agar keadaan ikan koi dapat segera pulih, maka dapat menggunakan garam dapur konsetrasi 10% untuk merendam ikan koi. Biarkan selama satu jam ikan di dalam air garam. Cara lainnya adalah dengan memberikan pakan ikan koi yang dicampur beberapa tetes Merchurochrome dan satu sendok Aureomycin.

Jamur batang insang
Sering kali jamur menyerang batang insang pada ikan koi. Akibatnya, ikan menjadi kurang nafsu makan, malas menggerakkan insang, dan malas bergerak.

Kondisi kolam yang kotor biasanya menyebabkan penyebaran jamur menjadi lebih cepat. Suhu kolam yang terlalu tinggi juga dapat mempercepat penyebaran jamur ini. Keadaan akan semakin parah jika pakan yang diberikan berlebihan.

Jika ikan sudah terlanjur terkena panyakit ini, maka penanganannya adalah dengan merendam ikan koi ke dalam larutan yang terdiri dari campuran air, green F, dan Aureomycin. Komposisinya adalah 10 liter air bersih, 0,1 gram Green F, dan 1 sendoh teh Aureomycin.

Dropsy
Penyakit ini akan menyebabkan sisik ikan koi mengelupas serta tubuh ikan koi akan membengkak dan membuatnya kesulitan untuk berenang dan bernapas.

Cara mengatasinya adalah dengan memberikan larutan anti bakteri dan menaburkan garam dapur pada ikan yang terkena penyakit. Untuk mendapatkan hasil secara lebih optimal, maka bisa dengan menambahkan asam oksilin dalam pakan ikan koi.

Fin Rot
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Flexibacter collumnaris dan berpotensi menyebabkan kematian. Bakteri ini menginfeksi sirip, ekor, dan ujung-ujung sisik hingga rusak, terkadang terlihat pendarahan di sirip. Pengobatannya dapat dilakukan dengan pemberian obat yang mengandung Nifurpirinol, Nitrofurazone, Phenoxyetanol, Chloramine, dan Benzalkonium klorida.



Referensi:
ikankoi.org
bulelengkab.go.id
isw.co.id

Penyiar :
Ramon Buga

Jika tulisan ini bermanfaat, silahkan Follow, Like, Koment dan Bagikan Tulisan Ini.

Perbedaan Dedak Padi dan BekatulApakah Anda masih menganggap dedak dan bekatul adalah produk yang sama? Jika iya, ada ba...
30/06/2020

Perbedaan Dedak Padi dan Bekatul

Apakah Anda masih menganggap dedak dan bekatul adalah produk yang sama? Jika iya, ada baiknya Anda membaca dan memahami penjelasan berikut ini.

Dedak padi dan bekatul adalah dua produk yang berbeda, meskipun keduanya merupakan hasil dari penggilingan padi yang sama. Penggilingan padi umumnya menghasilkan beras giling sebanyak 65% dan limbah hasil gilingan sebanyak 35%, yang terdiri dari sekam 23%, dedak dan bekatul sebanyak 10%, dan sisanya adalah kotoran lain.

Dedak merupakan hasil samping dari proses penggilingan padi yang terdiri dari lapisan luar butiran beras (perikarp dan tegmen) serta sejumlah lembaga beras. Sedangkan bekatul, terdiri dari lapisan dalam butiran beras, yaitu lapisan aleuron/kuit ari, serta sebagian kecil endosperma berpati.

Dari segi kandungannya, dedak dan bekatul tidak memiliki perbedaan yang berarti. Keduanya sama-sama mengandung karbohidrat dalam bentuk hemiselulosa, selulosa pati, dan betaglukan. Selain itu, kedua bahan baku pakan ternak ini sama-sama mengandung asam lemak esensial berupa asam palmitat, asam oleat, dan asam linoleat. Begitu juga dengan kandungan mineralnya.

Namun, dedak memiliki kandungan serat kasar yang lebih tinggi daripada bekatul. Hal ini karena dedak mengandung lebih banyak kulit padi.

Selain dari kandungan serat kasarnya, terdapat perbedaan lain antara dedak dan bekatul. Berikut beberapa diantaranya.

• Dilihat dari teksturnya, bekatul lebih halus daripada dedak. Pada dedak padi masih terdapat rambut atau kulit padinya, sedangkan pada bekatul tidak ada.
• Apabila direndam dengan air, hampir keseluruhan bekatul akan tenggelam di dalam air, sedangkan pada dedak padi ada bagian-bagian kulit yang terapung.
• Umumnya, dedak dihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.
• Harga untuk dedak dan bekatul pun juga berbeda, biasanya mempunyai selisih 500-1000 rupiah



Referensi:
pertanianku.com
ternakpedia.com
pakanternak.fapet.ugm.ac.id

Penyiar :
Ramon Buga

Jika Bermanfaat, silahkan Follow, Like, Koment dan Bagikan Tulisan Ini.

Jangan Remehkan Pupuk Boron Pada Tanaman!Salah satu usaha pemeliharaan yang wajib dilakukan oleh petani adalah pemupukan...
28/06/2020

Jangan Remehkan Pupuk Boron Pada Tanaman!

Salah satu usaha pemeliharaan yang wajib dilakukan oleh petani adalah pemupukan. Ada beragam jenis pupuk yang bisa digunakan dalam pemeliharaan tanaman, misalnya pupuk urea, pupuk NPK, pupuk kalium, pupuk kandang, pupuk boron, dan masih banyak lagi.

Petani sudah sepatutnya mengetahui kandungan dan kegunaan dari jenis-jenis pupuk tersebut untuk tanaman. Salah satu jenis pupuk yang perlu diperhatikan oleh petani dalam pengaplikasiannya adalah pupuk boron (B).

Pupuk boron adalah pupuk yang mengandung mikronutrien esensial boron atau borat. Boron merupakan unsur yang hanya diperlukan dalam jumlah sedikit oleh tanaman, namun dapat berakibat fatal bila kekurangan unsur ini.

Meski hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit, nyatanya kegunaan pupuk boron ini sangat beragam. Berikut adalah beberapa kegunaan pupuk boron untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Membantu Pembentukan Sel
Salah satu kegunaan pupuk boron adalah membantu dalam pembentukan sel. Pembentukan sel yang optimal secara langsung mampu mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pupuk boron adalah salah satu jenis pupuk untuk mempercepat pertumbuhan akar.

Berperan dalam Polinasi dan Produksi Benih
Selain pembentukan sel, kegunaan pupuk boron yang lain adalah membantu polinasi dan produksi benih. Polinasi atau proses transfer serbuk sari dari benang sari rupanya juga dipengaruhi oleh mikronutrien borat atau boron. Kelangsungan polinasi ini kemudian akan mempengaruhi tingkat produksi benih suatu tanaman.

Sintesis Protein
Salah satu kegunaan pupuk boron yang paling penting adalah pembentukan protein. Boron atau borat memiliki peran dalam sintesis protein yang dibutuhkan oleh tanaman itu sendiri. Tak hanya itu, sintesis protein juga berpengaruh terhadap hasil panen tanaman.

Dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit, kekurangan unsur boron rupanya mampu menyebabkan berbagai abnormalitas pada tanaman. Gejala khas yang ditunjukkan oleh suatu tanaman jika kekurangan unsur boron adalah tanaman tumbuh kerdil, adanya cabang yang berhimpit (dempet) dan juga rontoknya bunga-bunga.

Jika sudah terlihat tanda-tanda seperti di atas, ada baiknya untuk segera mengaplikasikan pupuk boron pada tanaman. Pupuk boron ini sangat mudah untuk diaplikasikan. Berbeda dengan pupuk lain yang harus dibuatkan alur di sekitar tanaman yang hendak dipupuk, pupuk boron cukup ditaburkan di tanah atau media tanam.

Berikut adalah dosis pupuk boron yang umumnya digunakan untuk beberapa jenis tanaman.
• Sayur-sayuran: 1-5 kg/Ha
• Buah-buahan: 5-8 kg/Ha
• Tanaman perkebunan: 10-15 kg/Ha
• Bunga: 5-8 kg/Ha
• Padi: 5-8 kg/Ha
• Jagung dan tembakau: 4-6 kg/Ha
• Cabai, tomat, kapas: 8-10 kg/Ha

Pupuk B yang sudah biasa dikenal adala Borax ( Na2B4O710H2O ) dan Boric acid (H3BO3 ). Serta sumber - sumber lain yang sudah ada baik dalam bentuk B tunggal atau CaB cair maupun bentuk tepung lain yang mudah larut dan tersedia bagi tanaman.
Perlu diketahui bahwa pupuk boron ini merupakan salah satu pupuk yang peredarannya diawasi dan juga dibatasi oleh pemerintah, sehingga perlu diaplikasikan secara bijaksana pada tanaman.



Referensi:
gerbangpertanian.com
ilmubudidaya.com

Penyiar :
Ramon Buga

Jika Bermanfaat, Silahkan Follow, Like, Koment dan Bagikan Tulisan Ini. 

Mengenal Jeruk Sunkist VariegataApakah Anda penggemar tanaman jeruk? Sudah pernah mendengar varietas baru bernama Sunkis...
27/06/2020

Mengenal Jeruk Sunkist Variegata

Apakah Anda penggemar tanaman jeruk? Sudah pernah mendengar varietas baru bernama Sunkist Variegata? Jika belum, mari bersama-sama mengenal dan mempelajari karakteristiknya.

Jeruk Sunkist Variegata adalah salah satu varian tanaman jeruk yang memiliki keunikan dan terlihat sangat menarik. Kenapa?

Berbeda dengan tanaman jeruk pada umumnya, jeruk sunkist variegata memiliki warna buah dan daun yang belang yaitu hijau dan kuning. Warna belang ini muncul karena tanaman mengalami mutasi genetik dari jenis jeruk sunkist sebelumnya.

Dari segi rasa, jeruk Sunkist Variegata masih memiliki karakteristik yang sama dengan jeruk sunkist biasa, yaitu rasa masam manis yang menyegarkan. Jeruk variegata juga memiliki kadar air yang cukup banyak dengan jumlah biji yang tidak terlalu banyak. Ukuran buahnya sebesar jeruk siam / keprok pada umumnya.

Selain dapat dikonsumsi, tanaman jeruk ini dapat ditanam sebagai tanaman hias karena corak warna daun dan buahnya yang unik dan menarik. Umumnya, tanaman ini akan berbuah setelah memasuki usia 1 tahun setelah tanam.

Tanaman buah jeruk Sunkist Variegata ini dapat tumbuh optimal pada dataran rendah maupun dataran tinggi. Tinggi pohon jeruk variegata bisa mencapai 2 meter. Jika akan menaman tanaman jeruk ini, sebaiknya disiapkan terlebih dahulu bibit jeruk sunkist variegata yang berasal dari perbanyakan okulasi yang memiliki cabang mata tunas tempel, tinggi antara 30-45 cm dan umur bibit sekitar 4-5 bulan.

Untuk pemeliharaannya, tanaman jeruk ini tergolong relatif mudah dan tidak perlu perawatan yang khusus. Cukup melakukan penyiraman setidaknya satu kali setiap hari dan melakukan pemangkasan secara teratur untuk mengatur pertumbuhannya.

Pemangkasan berfungsi untuk memperbanyak cabang dan memudahkan proses fotosintesis sehingga memungkinkan banyak bunga dan buah yang muncul. Tindakan ini juga dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit apabila tampak ada tanda-tanda serangan penyakit atau hama pada tanaman.

Jeruk sunkist variegata sudah dapat diharapkan muncul buahnya pada usia satu tahun setelah penanaman. Untuk merangsang percepatan pembungaan dan pembuahan, dapat dilakukan tindakan alami dengan melakukan stress air, yaitu membiarkan tanaman mengalami sedikit kekeringan dengan tidak menyiraminya selama beberapa hari.

Setelah bunga muncul barulah tanaman kembali disirami dengan intensitas yang tidak terlalu sering. Dapat juga dilakukan perangsangan buah dengan memberikan hormon perangsang buah sesuai dosis yang diajurkan. Pemberian hormon ini dapat diulang satu bulan sekali setelah tanaman berusia satu tahun.

Demikian, penjelasan singkat tentang tanaman jeruk Sunkist Variegata. Jika Anda tertarik untuk membudidayakannya, Anda bisa mencoba membeli bibitnya di toko bibit setempat ataupun platform online lainnya.



Referensi:
samudrabibit.com
youcoont.wordpress.com
bibitbunga.com

Penyiar :
Ramon Buga

Jika Bermanfaat, silahkan Follow, Like, Koment dan Bagikan Tulisan Ini.

Mengenal Teknik Tanam Padi HidroganikBudidaya dengan teknik hidroponik bukanlah hal baru di Indonesia. Umumnya, hidropon...
26/06/2020

Mengenal Teknik Tanam Padi Hidroganik

Budidaya dengan teknik hidroponik bukanlah hal baru di Indonesia. Umumnya, hidroponik digunakan untuk membudidayakan jenis tanaman sayur dan buah. Lalu bagaimana, jika teknik hidroponik ini juga diterapkan untuk tanaman padi? Apakah bisa?

Adalah seorang Basiri, seorang petani dari Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang yang telah berhasil mengembangkan budi daya padi dengan teknik hidroganik (hidroponik-organik).

Metode ini juga sering disebut sebagai aquaponik, yang menggabungkan antara sistem hidroponik dengan kolam budi daya ikan di bawahnya. Air yang berasal dari kolam ikan akan dialirkan melalui p**a-p**a tempat tanaman tumbuh, air kolam yang mengandung kotoran ikan akan menjadi sumber nutrisi tambahan bagi tanaman.

Instalasi yang digunakan pun cukup sederhana, hanya menggunakan paralon ukuran 4 inchi yang dilubangi dengan diameter 8 cm untuk tempat gelas plastik yang memiliki tinggi 12,5 cm. Gelas plastik tersebut diberi lubang di bawahnya sebanyak 12 titik, dan diberi kain flanel. Jarak antar lubang tanam sekitar 25 cm.

Awalnya, Basiri mencoba menanam padi sebanyak 30 titik tanam. Hasilnya, padi tidak dapat tumbuh dengan sempurna. Pada tahun berikutnya, dia mencoba menanam kembali dengan cara yang sedikit berbeda. Hasilnya, tanaman padi dapat tumbuh dengan subur, akan tetapi malainya tidak bisa keluar.

Beberapa kali mencoba dan beberapa kali mengalami kegagalan, Basiri tidak lantas menyerah. Bertahun-tahun lamanya dia terus bereksperimen dengan mengotak-atik volume dan komposisi pupuk. Hingga akhirnya dia berhasil memanen tanaman padinya dengan hasil yang optimal.

Basiri menggunakan varietas padi IR 64 untuk budi daya dengan teknik hidroganik ini. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan varietas padi yang lainnya. Padi ini dapat dipanen pada kisaran 80-90 hari, sama halnya dengan budi daya padi konvensional. Dalam setiap trida padi, anakannya bisa mencapai rata-rata 10-12 anakan dan setiap bulirnya menghasilkan sekitar 150-200 butir padi dengan bulir padi yang lebih bernas.

Sementara itu, kendala yang dihadapi dalam budi daya ini adalah adanya serangan hama burung, ulat dan serangga. Untuk mengantisipasi hama burung, Basiri memasang jaring ketika padinya sudah mulai tumbuh malai. Untuk ulat dan serangga, dia mengunakan refugia (tanaman penghalang) atau dikendalikan dengan cara manual.

Dengan sistem ini, masa panen dalam setahun bisa sampai empat kali dan tidak perlu ada masa jeda untuk kembali menanam seperti bercocok tanam padi di areal persawahan. Inovasi hidrogonik ini bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin bercocok tanam dengan cara yang lebih bersih atau yang mempunyai lahan sempit.



Referensi:
gemahripah.co
malangtimes.com
kompasiana.com

Penyiar :
Ramon Buga

Jika Bermanfaat, Silahkan follow, Like, Koment dan Bagikan tulisan ini.

Pengembangan Padi Lokal untuk Peningkatan ProduksiBenih padi berkualitas menjadi salah satu sarana produksi yang wajib t...
26/06/2020

Pengembangan Padi Lokal untuk Peningkatan Produksi

Benih padi berkualitas menjadi salah satu sarana produksi yang wajib terpenuhi dalam kegiatan usaha tani. Saat ini, ketersediaan benih varietas unggul sudah banyak tersedia karena inovasi pengembangannya terus dilakukan.

Tidak hanya mengembangkan varietas baru, keberadaan varietas lokal juga terus dikembangkan dan dilestarikan. Ini karena, varietas lokal telah banyak dibudidayakan oleh petani secara turun temurun dan telah menyatu dengan kehidupan masyarakat lokal baik itu dari segi lingkungan di lahan sawah, kering, rawa ataupun pasang surut.

Salah satu daerah yang berhasil mengembangkan varietas lokal adalah Kalimantan Tengah. Kalteng memiliki berbagai jenis padi lokal pada berbagai ekosistem yang berpotensi sebagai Sumber Daya Genetik (SGD) tanaman pangan. Salah satunya adalah Siam Epang, yang berhasil dikembangkan oleh pemerintah di daerah kabupaten Kotawaringin Timur.

Padi Siam Epang merupakan varietas asli kabupaten Kotawaringin Timur yang telah ditetapkan dan lulus Uji Varietas Unggul Nasional oleh tim dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTP) Kementerian Pertanian. Dalam prosesnya, BPTP Kalteng mendukung dan mengawal penuh proses pengembangan, pendaftaran dan pelepasan varietas sampai menjadi varietas unggul padi nasional.

Varietas Siam Epang sendiri adalah jenis padi inbrida gogo lokal yang mudah beradaptasi dengan lingkungan ekstrim seperti tingkat keasaman (pH) yang rendah (

Urban Farming di Tengah Pandemi COVID-19Sebagai bentuk upaya memutus rantai penyebaran COVID-19, Pemerintah Indonesia me...
26/06/2020

Urban Farming di Tengah Pandemi COVID-19

Sebagai bentuk upaya memutus rantai penyebaran COVID-19, Pemerintah Indonesia memberlakukan aturan bagi masyarakat agar menerapkan Work From Home (WFH) yang merupakan bagian dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Nah, dengan adanya WFH, banyak orang yang memiliki waktu senggang karena sebagian pekerjaannya harus dilakukan dari rumah. Daripada bingung, waktu senggang tersebut dapat dimanfaatkan untuk melakukan budi daya sayuran dari rumah.

Kegiatan urban farming adalah salah satu alternatif yang bermanfaat dan juga menyenangkan yang bisa dicoba untuk dilakukan. Urban farming bisa dibilang sebagai momentum yang tepat di tengah masa pandemi karena memiliki tiga manfaat sekaligus yakni ekologi, ekonomi dan edukasi.

Urban farming sendiri merupakan konsep menyulap lahan perkotaan yang terbatas seperti tempat tinggal (balkon, atap, atau lahan pekarangan), pinggir jalan, bahkan tepi sungai menjadi tempat berkebun yang produktif.

Berbagai sistem penanaman urban farming seperti vertikultur, hidroponik, dan akuaponik dapat dengan mudah diterapkan di area terbatas. Umumnya, para penggiat urban farming menyulap atap rumah mereka menjadi kebun atap, pagar rumah menjadi taman vertikal, dan sebongkah p**a menjadi kebun tanaman hidroponik yang subur.

Jenis tanaman yang menjadi favorit petani kota adalah kangkung dan bayam. Selain mudah membudidayakannya, tanaman sayur tersebut dapat dipanen dalam waktu yang singkat.

Dengan adanya kegiatan urban farming, ketersediaan pangan menjadi lebih stabil karena pekarangan bisa menghasilkan sebagian komoditas bahan pangan, hijauan di perkotaan semakin bertambah, dan kualitas udara bisa diperbaiki secara perlahan.

Nilai tambah dari kegiatan urban farming adalah hasil yang didapatkan jauh lebih sehat, seragam, dan ekonomis. Sayuran yang dihasilkan berupa sayur organik yang bebas dari bahan kimia sehingga sangat baik untuk tubuh. Selain itu, rasanya akan lebih renyah dan lezat.

Urban farming ini sangat cocok diterapkan oleh lintas masyarakat, khususnya bagi mereka yang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri selama pandemi COVID-19 dan memberikan pengalaman baru.



Referensi:
gatra.com
pertanianku.com

Penyiar :
Ramon Buga

Jika Bermanfaat, Silahkan Follow Halaman ini, Like, Koment dan Bagikan

Metode Vaksinasi Pada AyamMemberikan vaksin pada unggas merupakan hal yang wajib dilakukan oleh seorang peternak. Ini ka...
18/06/2020

Metode Vaksinasi Pada Ayam

Memberikan vaksin pada unggas merupakan hal yang wajib dilakukan oleh seorang peternak. Ini karena, mencegah ternak unggas terpapar oleh penyakit adahal hal yang paling utama.

Vaksinasi merupakan salah satu cara paling awal dalam usaha pencegahan terhadap masuknya penyakit ke tubuh ayam ternak. Diharapkan dengan dilakukannya vaksinasi dapat menguatkan sistem kekebalan tubuh ayam sehingga dapat mencegahnya dari paparan infeksi penyakit.

Ada beragam cara yang dapat dilakukan untuk melakukan vaksinasi pada unggas, termasuk pada ayam. Metode yang biasa dilakukan di antaranya adalah :

Tetes Hidung (Intranasal)
Sesuai dengan namanya, pemberian vaksin ini dilakukan dengan cara meneteskan vaksin ke dalam lubang hidung ayam. Untuk pelaksanaannya sendiri, yang pertama kali dilakukan adalah dengan menuangkan pelarut ke dalam botol vaksin hingga terisi 2 atau 3 bagian botol. Selanjutnya tutup botol tersebut, lalu kocok secara perlahan hingga vaksin tersebut tercampur secara merata. Setelah itu tutup botol diganti dengan tutup botol untuk vaksin tetes hidung.

Tetes Mata (Intra-ocular)
Sama halnya dengan pemberian vaksin yang dilakukan melalui hidung, vaksin yang dilakukan dengan cara meneteskan ke mata ayam ini juga memiliki tahapan pelaksanaan vaknisasi yang sama.

Namun bedanya, untuk vaksin memalui mata, tutup botol yang digunakan yaitu untuk vaksin tetes mata. Selain itu, agar vaksin cepat habis, ada baiknya untuk membagi vaksin tersebut menjadi 3 hingga 4 bagian yang digunakan secara bersamaan oleh pemberi vaksin yang berbeda.

Melalui Mulut (Intraoral)
Pada metode vaksin mulut, vaksin diberikan ke ayam melalui mulutnya dengan cara dicekok. Pemberian vaksin ini dilakukan pada ayam secara individu, hal ini bertujuan agar setiap ayam mendapatkan dosis vaksin yang sama.

Melalui Pakan (Feeding)
Pemberian vaksin melalui pakan dilakukan dengan cara mencampurkan vaksin ke dalam pakan ayam. Pemberian vaksin melalui pakan ini biasanya dilakukan untuk pengaplikasian vaksin cocci. Hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian vaksin dengan cara ini yakni, pakan yang digunakan harus bebas dari preparat anticocci (sulfaquinoxaline, amprolium dan berbagai preparat sulfa lainnya).

Melalui Air Minum
Pada vaksin yang diberikan kepada ayam melalui air minum, vaksin dituangkan ke dalam air minum yang disediakan untuk ayam. Vaksin harus dilarutkan ke dalam air yang bersih dan bebas dari klorin. Selain itu, pelaratan yang digunakan juga harus bebas dari disinfektan lebih dari dua hari. Sebelum ayam diberikan vaksin, ayam tersebut harus dipuasakan selama 1 jam. Sementara itu, tempat minum ayam yang digunakan untuk pemberian vaksin tidak boleh terpapar sinar matahari langsung.

Penyuntikan
Pada pemberian vaksin melalui penyuntikan, ada beberapa bagian dari tubuh ayam yang bisa dijadikan sebagai tempat pemberian vaksin, seperti bawah kulit dan bagian daging. Untuk pemberian vaksin melalui suntik daging (Intramuscular), vaksin diberikan dengan cara menyuntikkannya ke dalam daging dan dilakukan di bagian dada dan paha.

Vaksin yang diberikan bisa berupa vaksin hidup atau yang sudah mati. Pemberian vaksin melalui penyuntikan yang kedua yaitu suntik bawah kulit (Subcutaneous). Vaksin suntik bawah kulit dilakukan dengan cara menyuntikkan vaksin di bawah kulit, yaitu di bagian sekitar leher.

Pemberian vaksin pada ayam secara otomatis akan meningkatkan kekebalan tubuh ayam terhadap berbagai jenis penyakit sesuai dengan vaksin yang diberikan.

Referensi:
dosenternak.com
paktanidigital.com
sinauternak.com



Penyiar :
Ramon Buga

Silahkan Like, Comment dan Bagikan Postingan ini jika bermanfaat

Address

Jalan Gatot Subroto
Ende
86317

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Distributor NASA Ende posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share