01/07/2020
Pergantian Kulit Lobster Air Tawar
Dalam kondisi lingkungan yang baik, lobster terpacu untuk melakukan ganti kulit (moulting). Ganti kulit atau moulting merupakan proses alamiah yang terjadi pada lobster air tawar.
Lobster air tawar merupakan hewan kerangka luar (eksoskeleton) yang memerlukan proses ganti kulit untuk keluar dari kerangka lamanya dan membentuk kerangka baru.
Proses ganti kulit lobster pertama kali terjadi pada saat seminggu setelah burayak (anak lobster) melepaskan diri dari indukannya. Proses ini akan terus berlangsung beriringan dengan pertumbuhan umur serta tingkat laju pertumbuhan tubuh lobster. Semakin baik pertumbuhannya, proses pergantian kulit akan sering berlangsung.
Pada fase juvenil, pergantian kulit bisa berlangsung setiap 10 hari sekali. Ketika lobster sudah dewasa, pergantian kulit terjadi sebanyak 4-5 kali dalam satu tahun. Sementara, induk yang masuk dalam masa pemijahan, proses ganti kulit hanya berlangsung sebanyak 1-2 kali dalam satu tahun.
Seperti hewan lainnya, proses ganti kulit lobster terbilang cukup rumit. Proses ini harus melalui berbagai proses-proses yang bersifat hormonal. Terdapat dua jenis hormon yang diketahui berpengaruh terhadap proses molting, yaitu hormon Ecdysis (berfungsi untuk memicu proses molting) dan MI-Molt Inhibiting Hormone (berfungsi untuk menghambat proses molting itu sendiri).
Kedua hormon tersebut dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Oleh karenanya pembudidaya lobster perlu memanip**asi kondisi lingkungan agar hormon ecdysis berperan dan hormon MIH tidak bisa berperan. Dengan begitu, proses pergantian kulit menjadi lebih cepat.
Salah satu teknik untuk mengurangi hormon MIH adalah dengan melakukan ablasi, yaitu pemotongan salah satu mata lobster air tawar. Hormon MIH terletak pada batang mata lobster air tawar sehingga pemotongan mata tersebut bisa menghilangkan hormon MIH dan proses pergantian kulit bisa berjalan dengan lancar.
Disamping itu, dalam proses molting dijumpai p**a fenomena khas seperti adanya proses penyerapan kalsium dari kerangka yang disimpan dalam organ khusus dalam perut lobster air tawar yang disebut sebagai Gastrolith. Kalsium ini sangat berperan dalam pembentukan cangkang baru. Selain kalsium, lobster juga akan mengalami proses mineralisasi untuk membentuk selaput baru menggunakan kalsium yang diserap dari lingkungan tempat tinggalnya tersebut.
Kebutuhan mineral untuk proses mineralisasi bisa diambil dari pakan yang dikonsumsi oleh lobster air tawar. Selain itu, pada proses pergantian kulit, lobster akan kehilangan 90 persen kalsiumnya sehingga membutuhkan asupan pakan yang berkualitas.
Selama proses ini berlangsung, lobster cenderung tidak aktif dan lebih memilih berdiam diri dalam persembunyiannya. Kadang kala mereka bergerak secara lamban dan terlihat seperti akan mati. Selain itu, terjadi perubahan kulit luar lobster yang cenderung lebih keruh dan gelap.
Lobster yang sedang dalam proses molting sangatlah rawan di serang lobster lain. Maka dari itu, sebaiknya dilakukan pemisahan kolam untuk lobster yang baru saja selesai molting. Sisa moulting akan menjadi rebutan oleh lobster-lonbster lain untuk dimakan.
#4-5harisekali # InhibitingHormone
Referensi:
pertanianku.com
maglobsterairtawar.wordpress.com
Penyiar :
Ramon Buga
Jika Bermanfaat, silahkan Follow, Like, Koment dan Bagikan Tulisan Ini.