07/06/2012
Peragaan busana dengan tema Tenun Bali dan festival kuliner digelar oleh Perkumpulan Rumah Pesona Kain (RPK) berkolaborasi dengan Kembang Goela Restaurant untuk pencinta mode di Jakarta. Pergelaran busana tenun yang mengusung tema Pelangi Tenun Bali tersebut melibatkan lima perancang mode dan sekitar 36 para fashionista dan sosialita Ibu Kota untuk memperagakan koleksi kain tenun Bali hasil binaan RPK.
Perancang mode yang terlibat memasyarakatkan tenun Bali itu adalah Ghea Panggabean, Tuty Cholid, Oscar Lawalata, Ary Seputra, dan Auguste Soesastro. “Kegiatan Pelangi Tenun Bali ini memang merupakan wujud kepedulian dan dedikasi kami terhadap perajin kain binaan kami yang berada di Propinsi Bali,” kata Ketua Perkumpulan RPK Ike Nirwan Bakrie, di Kembang Goela Restaurant, kemarin.
Perkumpulan RPK memperkenalkan kembali motif-motif tenun ikat maupun tenun songket yang sudah mulai langka di Bali seperti songket Singaraja dan songket Negara, selain itu juga ikat ganda Geringsing dan tenun ikat Nusa Penida yang mempunyai keunikan dan makna filosofi. Kain tenun itu, katanya, merupakan produksi pengrajin hasil binaan Rumah Pesona Kain.
Sedangkan Perkumpulan RPK melakukan pembinaan terhadap pengrajin dan mengadakan promosi untuk memasyarakan kain kepada para pencinta mode. Perkumpulan RPK sudah melakukan pembinaan perajin di Propinsi Bali sejak 2008. Pertimbangan RPK memilih pembinaan dan mengangkat tenun Bali, untuk melestarikan kain tenun Bali yang mulai langka dan memiliki keunikan dan keberagaman.
Pihak RPK sudah membina pengrajin di 20 daerah. Sementara itu, pemilik Kembang Goela Restaurant Lily Admodirdjo mengatakan pihaknya juga mempunyai visi dan misi untuk melestarikan dan mempromosikan seni budaya Indonesia melalui kuliner.
Pihaknya tertarik mengangkat kuliner Bali, karena belum mempunyai menu Bali yang beragam. “Kami berkolaborasi dengan Rumah Pesona Kain untuk mengangkat kekhasan Bali,” ungkap Lily yang nantinya memasukan beberapa menu Bali ke dalam daftar menu restoran tersebut.