22/10/2016
Dermatologi akan selalu menjadi bidang yang menarik, mengingat fakta tidak terdapat dua orang yang memiliki jenis kulit yang persis sama.
Setiap orang bisa mengalami kondisi kulit berminyak, tanpa memandang usia, etnis, gender atau lokasi geografis.
Berbagai faktor bisa menyebabkan atau memperburuk kulit berminyak, termasuk kelembaban, rutinitas perawatan wajah, hingga paparan asap rokok.
Sebagian orang secara genetik cenderung mengalami kulit berminyak, sedangkan sebagian besar yang lain mengalami kenaikan produksi minyak pada tahap tertentu dalam kehidupan mereka, seperti selama masa remaja.
Selain itu, wanita yang sedang hamil, wanita dalam masa menopause atau mengambil pil KB, sangat rentan terhadap kulit berminyak.
Apa efek dari memiliki kulit berminyak? Orang dengan tipe kulit seperti ini akan merasa kulit berminyak beberapa jam setelah mandi.
Wanita dengan kulit berminyak akan menemukan makeup mudah luntur, mengharuskan mereka untuk melakukan pengulangan pemakaian.
Kulit berminyak juga merupakan magnet bagi kotoran dan debu, yang dengan cepat bertumpuk dan menyumbat pori-pori.
Pori-pori tersumbat menyebabkan jerawat, komedo dan masalah kulit lainnya.
Selain berita buruk, tetap ada berita baik. Orang dengan kulit berminyak cenderung memiliki kulit yang tampak lebih muda dengan lebih sedikit garis dan keriput.
Cara Merawat dan Membersihkan Kulit Berminyak :
1. Menentukan Jenis Kulit
Salah satu mitos perawatan kulit populer adalah bahwa jenis kulit mudah ditentukan.
Kecuali memiliki kulit terlalu kering atau terlalu berminyak, akan sulit untuk menentukan dengan tepat jenis kulit Anda.
Sebagai permulaan, lacak berapa kali dalam sehari Anda mengusap wajah dengan tisu.
Jika seseorang memiliki kulit berminyak, tisu yang Anda gunakan untuk mengusap kulit wajah akan menyerap banyak minyak.
Sebaliknya, seseorang yang memiliki kulit kering akan melihat tisu tetap bersih saat mengusap wajah.
Jenis kulit kombinasi cenderung kering pada p**i dan dahi, dengan penumpukan minyak terdapat di sekitar hidung.
Tanda lain dari kulit berminyak, diantaranya:
Pori-pori terlihat besar
Daerah T-zone (area yang mencakup dahi dan hidung) yang tampak mengkilap
Noda yang sering terlihat, termasuk komedo dan jerawat
2. Membersihkan dari Dalam Keluar
Salah satu mitos perawatan kulit populer adalah makanan tertentu, seperti cokelat, kentang goreng dan soda, menyebabkan kulit berjerawat dan berminyak.
Sampai saat ini, tidak ada penelitian kredibel yang bisa mengkonfirmasi mitos tersebut.
Tetapi, saat tidak mengetahui jenis makanan yang harus dipersalahkan, terdapat informasi valid tentang jenis makanan yang berdampak positif pada kulit.
Contoh makanan yang berdampak baik pada kulit adalah yang mengandung vitamin C (jeruk, kiwi, lemon) yang membuat kulit lebih cerah dan bercahaya
Selain itu, karena kemungkinan penyebab kulit berminyak adalah kekurangan vitamin B5 dan B2, cobalah makan lebih banyak kacang-kacangan dan biji-bijian yang kaya dengan nutrisi ini.
Selain diet, penyebab kulit berminyak lainnya termasuk obat-obatan tertentu, paparan asap dan panas yang berlebihan serta kelembaban.
3. Memilih Produk yang Tepat
Setelah mengetahui beberapa faktor yang berkontribusi untuk kulit berminyak, langkah berikutnya adalah menemukan produk pembersih yang sesuai.
Para ahli menyarankan membeli pembersih dan pelembab ringan yang diformulasikan untuk kulit Anda.
Mungkin diperlukan beberapa percobaan untuk menentukan produk yang sesuai.
Ahli kulit juga merekomendasikan menggunakan wax dan produk pembersihan bebas minyak yang tidak akan memperburuk masalah kulit berminyak.
Jika memiliki kulit berminyak dan sensitif akan lebih bijaksana untuk memilih produk bebas pewangi.
4. Hindari Mencuci Wajah dengan Air Panas
Saat mencuci wajah, sebagian orang memilih menggunakan air panas untuk menyingkirkan timbunan kotoran dan minyak.
Namun, air panas justru membuat kulit menjadi kering. Saat mencuci wajah, gunakan air biasa untuk menjaga kulit tetap kenyal dan lembut.
Mitos perawatan kulit lain adalah melakukan scrubbing adalah cara terbaik untuk membersihkan kulit dari kelebihan kotoran.
Faktanya, menggosok terlalu keras dapat memiliki efek yang sangat negatif, sehingga membuat kulit kehilangan minyak alami terlalu banyak serta memicu luka bakar dan ruam.
Ahli kulit juga menyarankan membersihkan daerah wajah maksimal dua atau tiga kali per hari.
Mencuci wajah terlalu sering justru menyebabkan kulit menjadi terlalu kering, sehingga memicu kelenjar minyak memproduksi lebih banyak minyak untuk mengkompensasinya.
Cukup lakukan pijatan lembut dengan pembersih ringan, seperti menggunakan foaming gel yang mengandung asam salisilat, ke wajah selama 30 detik atau lebih, kemudian bilas dengan air hangat.
5. Menggunakan Toner
Banyak orang berpikir toner (juga dikenal sebagai astringent) merupakan komponen penting dari proses pembersihan kulit.
Faktanya, langkah perawatan kulit ekstra ini hanya disarankan untuk orang dengan kulit sangat berminyak.
Tujuan dari toner adalah untuk menurunkan pH kulit dan membasmi kotoran dan minyak yang tidak bisa dilakukan dengan pembersihan rutin.
Bagi sebagian besar orang, alkohol tertentu dalam toner dapat terlalu mengeringkan kulit.
Itu sebab, mengapa hanya orang dengan kulit sangat berminyak harus melakukan perawatan ini dengan frekuensi sekali atau dua kali seminggu.
6. Melembabkan Secara Moderat
Salah satu keuntungan memiliki kulit berminyak adalah Anda tidak perlu menerapkan pelembab setiap hari.
Jika memiliki kulit kombinasi dengan minyak terkonsentrasi di T-zone, disarankan menerapkan pelembab untuk menjaga keseimbangan antara area berminyak dan kering.
Wax, lipid dan pelembab bebas minyak direkomendasikan untuk jenis kulit berminyak dan kombinasi.
Sebagian orang mungkin hanya perlu menerapkan pelembab pada daerah-daerah yang kering (bermasalah), alih-alih menerapkannya ke seluruh wajah.
Pelembab yang mengandung dimethicone atau gliserin biasanya mendatangkan hasil yang lebih baik.
Alih-alih menggunakan pelembab dan tabir surya, pilihlah produk kombinasi yang melindungi sekaligus melembabkan.
7. Menggunakan Masker Lumpur
Masker tanah liat atau masker lumpur mampu mengurangi produksi minyak dan menghilangkan banyak kotoran.
Jangan percaya mitos perawatan kulit yang mengklaim lebih sering menggunakan masker lumpur akan lebih menguntungkan.
Memakai masker lumpur satu kali seminggu dianggap mencukupi untuk membersihkan kulit dari minyak ekstra, kotoran dan sel-sel kulit mati yang menyebabkan jerawat dan produksi minyak berlebih.
Masker lumpur dianggap lembut pada kulit dibandingkan produk yang mengandung bahan kimia karena memiliki sifat yang lebih alami.
Selain membersihkan kulit lebih mendalam daripada melakukan cuci wajah biasa, masker tanah liat juga membantu mengurangi munculnya pori-pori besar yang sangat umum pada orang dengan kulit berminyak.
8. Menghindari Perawatan yang Tidak Perlu
Banyak orang berduyun-duyun ke spa untuk membersihkan kulit dari kotoran melalui perawatan seperti facial dan microdermabrasion.
Meskipun kulit menjadi lebih lembut, namun efek ini umumnya hanya berlangsung selama beberapa waktu.
Melakukan rutinitas perawatan kulit harian dengan produk berkualitas dianggap telah mencukupi untuk sebagian besar orang alih-alih menggunakan perawatan mahal yang tidak diperlukan.
9. Melakukan Eksfoliasi secara Moderat
Rutinitas pembersihan kulit yang menggabungkan eksfoliasi (pengelupasan) kulit akan menunjukkan hasil optimal karena kulit mati juga turut terangkat sehingga warna kulit semakin bersinar.
Orang yang sedang mengalami jerawat dapat memilih untuk mengabaikan langkah ini, karena eksfoliasi justru malah memicu jerawat semakin parah.
10. Beralih pada Krim Topikal
Berbagai krim topikal yang diformulasikan untuk mengurangi kulit berminyak banyak tersedia untuk mendampingi perawatan kulit standar.
Krim retinoid, krim vitamin A dan krim sulfur adalah beberapa pilihan untuk orang dengan kulit berminyak.
Jika alternatif ini hanya memberikan sedikit efek, disarankan berkonsultasi dengan ahli kulit untuk mendapatkan nasehat tentang perawatan yang tepat.
(Sumber:BIUTIVA)