02/03/2024
Julid fi Sabilillah
Konflik antara Palestina dan Israel sudah memasuki babak akhir genosida. Tempat pengungsian terakhir dirafah sudah menjadi sasaran genosida tersebut. Banyak warga sipil yang menjadi korban dari kejahatan perang yang dilakukan oleh Israel, sebagian besar korbannya adalah anak-anak, perempuan, dan pasien rumah sakit. Pemerintah dunia kembali menunjukkan kemunafikannya dengan menutup mata pada situasi di Palestina, padahal sebelumnya mereka begitu murka saat Rusia menginvasi Ukraina.
Indonesia sebagai negara yang menentang segala bentuk penjajahan, telah lama dikenal karena dukungannya terhadap Palestina dan hak untuk memiliki negara mereka sendiri. Pemerintah Indonesia juga telah konsisten mengutuk pendudukan Israel atas wilayah Palestina. Pandangan Indonesia terhadap konflik Palestina-Israel mencerminkan dukungan yang kuat terhadap hak rakyat Palestina untuk merdeka. Pemerintah Indonesia telah mendukung berbagai inisiatif dan upaya internasional yang bertujuan untuk mencapai perdamaian yang adil dan berkelanjutan antara Palestina dan Israel
Lantas apa yang bisa kita lakukan sebagai warga negara biasa?
Kita dapat mengambil sejumlah tindakan untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan menekan pemerintah Zionis Israel, termasuk meningkatkan kesadaran dengan menyebarkan informasi tentang konflik Palestina-Israel melalui media sosial, blog, atau dengan berbicara dengan teman dan keluarga. Jangan biarkan narasi palsu Zionis memenuhi media sosial kita. Pendidikan dan pemahaman yang lebih baik tentang masalah ini penting untuk menggerakkan perubahan.
Oleh karena itu, belakangan ini banyak warga Indonesia yang berperang dengan media sosialnya masing-masing dan viral dengan nama julid fi sabilillah
Gerakan ini pertama kali muncul dari akun Erlangga Greschinov (). Ia ‘diangkat’ menjadi komandan satuan operasi khusus netizen julid anti-Israel. Gerakan ini berfokus untuk memerangi propaganda Zionis di media sosial. Gerakan ini juga untuk menjatuhkan mental dan moral tentara Israel. Layaknya medan perang, julid fi sabilillah ini pun memiliki sejumlah norma dan strategi.
Julid sendiri dalam KBBI mempunyai makna iri dan dengki dengan keberhasilan orang lain, biasanya dilakukan dengan menulis komentar, status, atau pendapat di media sosial yang menyudutkan orang tertentu.
Bagaimanakah syari’at islam memandang kegiatan julid fi sabilillah ini?
Dalam kajian islam, menurut hemat penulis hal seperti sangatlah dianjurkan karena masih termasuk jihad yang tergolong pada jihad bil lisan sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan abu dawud dalam sunan nya
جاهدوا المشركين بأموالكم وأنفسكم وألسنتكم
Artinya : “berperanglah melawan orang-orang musyrikin dengan hartamu atau jiwa ragamu atau lisanmu” (HR Abu Dawud)
Jihad bisa menggunakan berbagai cara, tidak hanya turun langsung dimedan perang, ikut membiayai orang yang jihad juga termasuk jihad. Dan jihad juga tidak hanya menggunakan senjata yang fisik seperti pedang, bom dan lain-lain, tapi jihad juga bisa dengan menggunakan senjata verbal seperti menyerang lewat media social dengan menakuti atau menggiring opini sehingga musuh terganggu mental dan psikisnya.
ومعنى الجهاد بالألسنة إسماعهم ما يكرهونه ويشق عليهم سماعه من هجو وكلام غليظ ونحو ذلك [روح البيان : ٩/١٠]
Artinya : “Yang dimaksud jihad dengan lisan adalah memperdengarkan sesuatu yang dibenci oleh orang kafir dan menyakitkan untuk mendengarnya seperti sindiran (ejekan dalam syi’ir), perkataan kasar dan lain sebagainya” (Ismail Haq, Ruhul Bayan, Beirut: darul fikr, halaman 9 juz 10)
Yokk, kita mulai dari kita