Pengusaha Treni

Pengusaha Treni Ingin menghemat dan menghasilkan uang? Paytren jawabannya.. Apa itu PayTren? PayTren adlh aplikasi bayar-bayar yang merubah pengeluaran menjadi penghasilan

Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi. Jangan menunggu terinspirasi ba...
01/06/2018

Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.

Jangan menunggu terinspirasi baru menulis, tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.

Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Maka kamu pasti bisa!

-Steve Jobs-

20/04/2018

Semuanya orang pasti mau sukses dan kaya raya

apakah kamu bisa menghadapi ujian dan rintangan yang kerap menghadang perjalanan menuju kesuksesan?

Orang sukses dan kaya raya biasanya memiliki banyak kesamaan.

Berikut ini ada 7 tanda kalau kamu punya ciri yang sama dengan orang sukses :

1. S**a dengan tantangan

Tanda pertama kalau kamu merupakan calon orang sukses adalah menyukai tantangan. Yup, orang sukses biasanya s**a dengan tantangan lain hal dengan orang kebanyakan yang cenderung menghindari tantangan karena berbagai alasan.

Padahal, dengan menghadapi tantangan kamu bisa banyak belajar dan memperbesar peluang untuk berhasil.

2.Tidak alergi dengan perubahan

Orang sukses harus dapat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Bahkan, perubahan situasi yang terjadi bisa memberikan banyak keuntungan.

Sementara mereka yang tidak siap dengan datangnya perubahan dan bahkan cenderung alergi terhadap perkembangan baru yang ada di sekitarnya akan tergilas oleh perkembangan zaman.

3. Bisa cari peluang dalam kesempitan

Banyak orang yang menganggap suatu masalah sebagai akhir dari perjalanan, tetapi orang sukses tidak seperti itu. Di tengah-tengah masalah yang besar sekalipun, orang sukses berusaha untuk mencari peluang.

Kalau kamu s**a mencari peluang dalam kesempitan, itu pertanda kamu calon orang sukses.

4. Menganggap semuanya mungkin

Belum tahu dan belum mencoba sudah bilang tidak mungkin? Jangan mimpi jadi orang kaya raya kalau seperti itu. Karena orang sukses selalu melihat bahwa segala sesuatu mungkin untuk dicapai.

Lihat saja Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo yang lahir dari keluarga kurang mampu. Dengan tetap bermimpi menjadi pemain sepakbola profesional, kini kedua pemain terbaik di dunia tersebut masuk dalam daftar atlet terkaya di duia.

5.Terima kritik dan saran

Kalau kamu dapat menerima kritik dan saran, maka kamu punya peluang menjadi orang sukses. Lewat kritik dan saran dari orang lain kamu dapat mengembangkan diri dan memperbaiki kekurangan yang selama ini jadi kelemahanmu.

6. Coba hal baru, mengapa tidak?

Janganlah kamu takut akan hal-hal baru, karena dengan mencoba hal baru kamu sama saja membuka peluang yang mungkin belum pernah digapai oleh orang lain.

Maka dari itu, mulai sekarang beranilah untuk mencoba hal-hal baru dibanding terus bertahan di zona nyaman yang bakal membuatmu jalan di tempat.

7. Kegagalan jadi bahan untuk belajar

Tidak bisa dipungkiri, gagal dalam melakukan sesuatu sering terasa menyakitkan.

Namun, lewat kegagalan tersebutlah kamu juga dapat mengevaluasi diri dan kinerja agar bisa berhasil di masa depan.

Kegagalan yang kamu dapatkan merupakan pelajaran terbaik agar kamu bisa meraih kesuksesan.

18/04/2018

Kalau memang belum sanggup beli Mobil, nggak usah maksa Leasing. Udah motoran aja...

Kalau memang belum sanggup beli Rumah, nggak usah maksa KPR. Udah ngontrak aja...

Kalau memang belum sanggup beli Kantor, nggak usah maksa Ngutang. Udah sewa aja...

Jangan pusing dengan penilaian orang. Pusinglah dengan nasibmu di masa depan jika itu semua kamu lakukan.

Kebanyakan masalah terjadi bukan karena Kebutuhan yang sudah tercukupi, melainkan karena KEINGINAN YANG TERLALU TINGGI tapi tidak terbeli

Kuncinya adalah: SABAR.

Tunda kesenangan. Tunda kesenangan. Tunda kesenangan.

Gaya hidup mewah tidak menunjukkan bahwa hidup kita Kaya. Justru itu semua menunjukkan bahwa kita Banyak Gaya.

Bukankah agama menganjurkan kita untuk tidak hidup dalam bermewah-mewahan?

Udah. Santai saja. Jika saat ini apa yang menjadi keinginanmu belum tercapai, jangan dipaksakan.

Sabarlah. Dan berjuanglah untuk mendapatkan dengan penuh kesabaran dan pengorbanan. Jangan mau instan.

Dewa

18/04/2018

Seorang pebisnis harus mempunyai sikap berani mencoba dan mencoba terus-menerus. Dengan berani mencoba, secara tidak langsung pebisnis dituntut untuk belajar dari kesalahan dan kegagalan yang dialaminya.

Pada akhirnya pebisnis tersebut akan menemukan jalan kemenangan dan kesuksesan dalam bisnisnya.

Salam sukses berjamaah



06/04/2018

Pernah merasa seolah keinginanmu mustahil (gak mungkin) tercapai?

Misal, punya keinginan untuk memiliki mobil dan rumah tanpa riba, sementara penghasilan per bulan gak seberapa.

Atau, punya keingnan untuk melunasi semua kerugian dan hutang miliaran, sementara penghasilan masih pas-pasan.

Alhamdulillah, Saya pernah mengalami kondisi seperti itu. Berat, sungguh berat.

Sampai akhirnya Saya benar-benar sadar, Allah benar-benar Maha Besar, bukan hanya sebatas pada ungkapan lisan, tapi bukti iman.

3 episode kemustahilan yang terjadi pada Saya, setidaknya menjadi bukti bahwa Allah Maha Berkehendak atas segala hal.

Pertama, Bangkrut. Rugi miliaran. Nanggung hutang hampir 8 miliar.

Saya pun bingung dan frustasi menghadapinya. Terlebih penghasilan setiap bualn gak jelas berapa jumlahnya. Ahh.

Tapi sekarang, Saya berhasil menyelesaikan episode ini. Izin Allah.

Allah Maha Besar.

Kedua, Sakit. Kritis dan koma. Divonis akan meninggal.

Saya pun berada di ambang kematian. Semua keluarga prihatin dan bersedih. Dokter pun memprediksi 80% akan lewat.

Tapi sekarang, Saya berhasil melewati episode ini. Izin Allah.

Allah Maha Besar.

Ketiga, Sembuh. Kembali pulih. 100%.

Disaat dokter memprediksi proses pemulihan akan berlangsung 2-3 tahun, tapi sekarang, kurang dari 2 tahun, Saya bisa kembali sehat 100%. Gak harus menunggu waktu selama itu. Izin Allah.

Allah Maha Besar.

Setidaknya, itulah 3 episode kemutatahilan yang Saya lewati.

Menguatkan keimanan.
Mengokohkan tauhid.
Mendekekatkan diri pada-Nya.

Kawan,

Tidak sulit bagi Allah untuk mengabulkan semua inginmu.

Tidak mustahil bagi Allah untuk membolak-balikkan hidupmu.

Tidak jadi soal bagi Allah untuk menghadirkan impian terhidang dalam kenyataan.

Sebab tidak ada yang mustahil bagi Allah untuk dilakukan.

Jika Allah berkehendak untuk terjadi, maka terjadilah. Kun Fayakun...

Masa depan bukan hanya milik mereka yang kaya harta.

Masa depan bukan hanya milik mereka yang keluarganya baik-baik saja.

Masa depan bukan hanya milik mereka yang tak pernah berbuat dosa.

Masa depan adalah milik kita semua, selama nafas masih ada dan jiwa masih menempel pada raga, serta yakin akan kuasa-Nya.

Ya, masa depan itu milik mereka yang percaya penuh kepada Tuhannya.

Karena kepercayaan itulah yang akan menggerakkan kita untuk berdoa segenap jiwa raga, beribadah tanpa tunduk pada dunia, dan berusaha dengan sekuat tenaga.

Buatlah Allah mencintaimu dan mengistimewakanmu, karena Engkau pun melakukan hal yang sama pada-Nya.

Engkau meletakkan-Nya diatas segalanya.

Buatlah penduduk langit ikut mencintaimu karena Rabb pun mencintaimu.

Buatlah malaikat berdoa segala hal yang baik untukmu agar Allah kabulkan semua inginmu.

Percayalah Allah akan mengabulkan semua inginmu asalkan itu semua tak bertentangan dengan aturan-Nya.

Kuncinya?
Sabar, tawakkal, dan istiqomah.

Tidak sulit bagi Allah untuk mengabulkan semua inginmu.

Percayalah, semua yang baik akan datang pada waktunya.

Tak pernah lebih cepat atau lebih lama.

Tak pernah berbalik arah untuk menjauhi.

Allahku Maha Baik. ✍️

*Kang Dewa

23/03/2018
01/03/2018



Saya terispirasi membaca ini, semoga kawan kawan juga ya. Barakallaah buat yang pertama membuat tulisan ini.

Selamat membaca
-----------------------------

*Renungan buat yang s**a tawar menawar ...*

Untuk sebagian besar perempuan (ma'af), menawar barang dengan harga murah biasanya selalu dibanggakan. Tapi, taukah jika menawar harga kepada pedagang dengan harga yang tak masuk akal malah jadi perbuatan yang semena-mena atau bahkan menunjukkan sifat Kikir.

Ada sebuah kisah tentang seorang istri dengan membanggakan kelihaiannya untuk menawar barang. Tapi kali ini, suaminya marah besar ketika sang istri bisa menawar harga yang sangat murah. Kenapa? Beginilah ceritanya:

Suatu sore setelah lelah keliling pasar, di perjalanan menuju parkiran mobil seorang pedagang tanaman bunga yang berusia sepuh menawarkan dagangannya:

Pedagang: “Neng, beli neng dagangan bapak, bibit bunga mawar 5 pot cuma 25.000 per pot”

Tadinya saya cuek, tapi tiba-tiba teringat pekarangan mungil di rumah yang kosong, wah murah nih pikir saya, cuma 25.000/pot, tapi ah pasti bisa ditawar.

Saya: “Ah mahal banget pak 25.000, udah 10.000/pot,” dengan gaya cuek saya menawar sadis.

Pedagang: “Jangan neng, ini bibit bagus. Bapak jual udah murah, 15.000 aja gimana neng bapak udah sore mau pulang.”

Saya ragu sejenak, memang murah sih. Di toko, bibit bunga mawar paling tidak 45.000 harga 1 pot nya. Tapi bukan saya d**g kalau tidak berjuang.

Saya: “Halah udah pak, 10.000 ribu aja 1 kalau gak dikasih ya gak apa-apa,” saya berlagak hendak pergi.

Pedagang: “Eh neng…,” dia ragu sejenak dan menghela nafas. “Ya sudah neng gak apa-apa 10.000, tapi neng ambil semuanya ya, bapak mau pulang udah sore.”

Saya: (Saya bersorak dalam hati. Yeee…menang) “Oke pak, jadi 50.000 ribu ya utk 5 pot. Bawain sekalian ya pak ke mobil saya, tuh yang di ujung parkiran.”

Saya pun melenggang pergi menyusul suami yang sudah duluan. Si bapak pedagang mengikuti di belakang. Sesampainya di parkiran, si bapak membantu menaruh pot-pot tadi ke dalam mobil, saya membayar 50.000 lalu si bapak tadi segera pergi. Lalu terjadilah percakapan berikut dengan suami,

Saya: “Bagus kan yang, aku dapet 5 pot bibit bunga mawar harga murah.”

Suami: “Oohh..berapa kamu bayar ?”

Saya: “50 ribu.”

Suami: “Hah…!!! Itu semua 5 pot ?” dia kaget.

Saya: “Iya d**g… hebat kan aku nawarnya? Tadi Dia nawarinnya 25.000 1 pot,” saya tersenyum lebar dan bangga.

Suami: “Gila kamu, sadis amat. Pokoknya aku gak mau tahu. Kamu susul itu si bapak sekarang, kamu bayar dia 125.000 tambah upah bawain ke mobil 25.000 lagi. Nih, kamu kejar kamu kasi dia 150.000!”

Suami membentak keras dan marah, saya kaget dan bingung.

Saya: “Tapi… kenapa..?”

Suami: Makin kencang ngomongnya, “Cepetan susul sana, tunggu apa lagi.”

Tidak ingin dibentak lagi, saya langsung turun dari mobil dan berlari mengejar si bapak tua. Saya lihat dia hendak naik angkot di pinggir jalan.

Saya: “Pak…… tunggu pak…”

Pedagang: “Eh, neng kenapa ?”

Saya: “Pak, ini uang 150.000 pak dari suami saya katanya buat bapak, bapak terima ya, saya gak mau dibentak suami, saya takut.”

Pedagang: “Lho, neng kan tadi udah bayar 50.000, bener kok uangnya,” si bapak keheranan.

Saya: “udah bapak terima aja. Ini dari suami saya. Katanya harga bunga bapak pantesnya dihargain segini,” sambil saya serahkan uang 150.000 ke tangannya.

Pedagang: Tiba-tiba menangis dan berkata, “Ya Allah neng… makasih banyak neng… ini jawaban do'a bapak sedari pagi, seharian dagangan bapak gak ada yang beli, yang noleh pun gak ada. Anak istri bapak lagi sakit di rumah gak ada uang buat berobat.

Pas neng nawar bapak pikir gak apa-apa harga segitu asal ada uang buat beli beras aja buat makan. Ini bapak mau buru-buru pulang kasian mereka nunggu. Makasih ya neng… suami neng orang baik. Neng juga baik jadi istri nurut sama suami, Alhamdulillah ya Allah. Bapak pamit neng mau pulang…,” dan si bapak pun berlalu.

Saya: (speechless dan kembali ke mobil).

Sepanjang perjalanan saya diam dan menangis, benar kata suami, tidak pantas menghargai jerih payah orang dengan harga semurah mungkin hanya karena kita pelit. Berapa banyak usaha si bapak sampai bibit itu siap dijual, tidak terpikirkan oleh saya.

Sejak itu, saya berubah dan tak pernah lagi menawar sadis kepada pedagang kecil manapun. Percaya saja bahwa rejeki sudah diatur oleh Tuhan.

Ribuan orang menangis membaca cerita ini, pengingat untuk kita yang kadang tidak adil dalam memperlakukan orang lain semena-mena. Semoga tidak terjadi pada anda..... Jika itu terjadi, dapat menjadi bahan pertimbangan.

وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
"Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung" (At-Taghobun:16)

*Semoga kisah ini dapat menjadi inspirasi buat kita semua.*

KISAH NYATA PENUH MAKNAEntah kenapa, Saya selalu iri dengan mereka yang punya penghasilan Miliyaran per Bulan dan dengan...
06/02/2018

KISAH NYATA PENUH MAKNA

Entah kenapa, Saya selalu iri dengan mereka yang punya penghasilan Miliyaran per Bulan dan dengannya mereka bisa sedekah jor-joran tanpa hitung2an. MasyaAllah... Iri banget!

Dulu pas di Medan, ada salah satu peserta training bapak2 yang perawakannya muda banget.

Di belakang, dia ngajak ngobrol dan ngajak ketemuan nanti malam di tempat hotel Saya menginap.

Malamnya, Saya turun dari kamar hotel ke lobi. Eh ternyata, bapak2 ini udah nongkrong dan nungguin. Kaosan, celana jeans.

Lalu dia ngajak Saya keluar,
"Kang, keluar yuk... Jangan disini ngobrolnya".

Saya pikir, kenapa enggak, yasudah... Yuk ah!

Di mobil, Saya ngobrol banyak. Tapi masih tahap perkenalan dan basa basi. Biasalah, building rapport dll.

Gak kerasa, nyampe deh tempat makan
Nah, di tempat makan inilah obrolan serius muncul...

Ternyata, restoran tempat makan tersebut adalah miliknya. Wow! Luas banget..:

Iseng Saya tanya,
"Udah berapa lama pak?"

Jawab:
Oh, kalau yang ini baru-baru ini kok kang, belum nyampe setahun..

Wah, Saya penasaran, kok jawabannya ada "yang ini" nya, berarti asumsinya ada yang lain. Hehe

Langsung Saya kepo,
"Kalau yang lain pak?"

Jawab:
Kalau rumah sakit, udah cukup lama. Robotik, lumayan juga. Madrasah, dari awal Saya bisnis. Hotel, juga udah lama sih.Ini orang bukan orang sembarangan.

Sambil terkaget2, Saya bilang,
"Pak, banyak amat bisnisnya..."

Sembari bercanda, dia bilang,
"Ah, enggak ah kang, biasa aja. Hobi Saya sebenernya ngajar. Saya lulusan Al-Azhar Kairo..."

Yassalam...
Makin kepo nih Saya.

Langsung Saya bilang,
"Kalau lulusan Al-Azhar, hafidz Quran d**g pak?"

Jawab:
Ya Alhamdulillah... Bisnis cuma selingan aja.

Dalam hati,
"Wah ini orang assem tenan..."
Tapi dalam konotasi baik ya.. ^_^

Akhirnya kami ngobrol panjang lebar sampai tengah malam. Asyik banget lah pokoknya.

Saya banyak belajar dari bapak satu ini. Sederhana, pemikiran dan prestasinya luar biasa!

Salah satu pesan dia ke Saya ketika itu, begini kurang lebih,

"Kang, jangan pernah tinggalkan Al-Quran. Jaga Al-Quran. Sebisa mungkin setiap hari membaca dan mengkajinya..."

Allah ya rabb.. nyess di hati!

Saya gak puas. Minta wejangan lagi,
"Ada lagi gak stadz?" (Saya tiba2 manggil dia ustadz)

Jawab:
Satu lagi, jangan pernah ragu untuk sedekah banyak. Saran Saya, nanti akang setiap hari Jum'at coba bagi2 nasi untuk orang2 gak mampu di kota akang. Kenapa harus nasi? Saya ngajar tafsir. Kalau Saya jelasin alasannya, ini jelasinnya bisa sampai pagi kang. Pokoknya ikutin aja lah... hehe

Saya nurut. Sami'na wa atho'na ke Guru, selama ajarannya bener.

Sepulang ke Bandung, Wejangan dia Saya praktekkan hingga beberapa bulan kedepan. Hasilnya emang ajaib! Gak bisa diungkapkan dengan kata2... Mas Mirza G. Indralaksana saksinya.

Salutnya Saya, selain bisnisnya banyak dan besar2, gak pernah berhenti berbagi (harta maupun ilmu)

Nah, Saya iri sama orang macam begini... Kepengen deh kaya dia. Allah..

Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak diperbolehkan iri dan dengki, kecuali pada dua perkara. Pertama, seseorang yang diberi Allah harta kekayaan lalu ia menghabiskan harta kekayaan itu pada jalan yang benar. Kedua, seseorang yang diberi ilmu lalu ia mengamalkanya dan mengajarkannya pada orang lain" (HR. Muslim)

Jadi, iri sama orang macam begitu, gak apa2 ternyata dalam Islam...

Semoga sharing singkat Saya ini, bermanfaat untuk kawan2 semua. Aamiin..

Oh ya, hotel tempat tinggal Saya saat itu, bintang 5, ternyata milik dia juga. 😲 Pantesan kok resepsionisnya kaya manut2 ke dia.

NB: Next kalau sharing kaya begini, di channel telegram aja ya: http://bit.ly/PayTrenDakwahEkonomi

By: Dewa Eka Prayoga

SUMUR USMAN BIN AFFANDi Madinah, tidak terlalu jauh dari Masjid Nabawi, ada sebuah properti sebidang tanah dengan sumur ...
25/01/2018

SUMUR USMAN BIN AFFAN

Di Madinah, tidak terlalu jauh dari Masjid Nabawi, ada sebuah properti sebidang tanah dengan sumur yang tidak pernah kering sepanjang tahun. Sumur itu dikenal dengan nama: *Sumur Ruma (The Well of Ruma)* karena dimiliki seorang Yahudi bernama Ruma.

Sang Yahudi menjual air kepada penduduk Madinah dan setiap hari orang antri untuk membeli airnya.
Diwaktu-waktu tertentu sang Yahudi menaikkan seenaknya harga airnya dan rakyat Medinah pun terpaksa harus tetap membelinya.

Karena hanya sumur inilah yang tidak pernah kering.
*Melihat kenyataan ini, Rasulullah berkata:*
*"Kalau ada yang bisa membeli sumur ini,* *balasannya adalah Surga".*

Seorang Sahabat Nabi bernama Usman bin Affan mendekati sang Yahudi.
Usman menawarkan untuk membeli sumurnya.
Tentu saja Ruma sang Yahudi menolak.
Ini adalah bisnisnya dan ia mendapat banyak uang dari bisnisnya.

Tetapi Usman bukan hanya pebisnis sukses yang kaya raya, tetapi ia juga negosiator ulung.
Ia bilang kepada Ruma: "Aku akan membeli setengah dari sumurmu dengan harga yang pantas, jadi kita bergantian menjual air, hari ini kamu, besok saya".

Melalui negosiasi yang sangat ketat, akhirnya sang Yahudi mau menjual sumurnya senilai 1 juta Dirham dan memberikan hak pemasaran 50% kepada Usman bin Affan.
Apa yang terjadi setelahnya membuat sang Yahudi merasa keki.

Ternyata Usman menggratiskan air tersebut kepada semua penduduk Madinah. Pendudukpun mengambil air sepuas puasnya sehingga hari keesokannya mereka tidak perlu lagi membeli air dari Ruma sang Yahudi.
Merasa kalah, sang Yahudi akhirnya menyerah, ia meminta sang Usman untuk membeli semua kepemilikan sumur dan tanahnya.
Tentu saja Usman harus membayar lagi seharga yang telah disepakati sebelumnya.

Hari ini, sumur tersebut dikenal dengan nama *"Sumur Usman",*atau *"The Well of Usman."* Tanah luas sekitar sumur tersebut menjadi sebuah kebun kurma yang diberi air dari sumur Usman. Kebun kurma tersebut dikelola oleh badan wakaf pemerintah Saudi sampai hari ini. Kurmanya dieksport ke berbagai negara didunia, hasilnya diberikan untuk yatim piatu dan pendidikan.

Sebagian dikembangkan menjadi hotel dan proyek proyek lainnya, sebagian lagi dimasukkan kembali kepada sebuah rekening tertua didunia atas nama Usman bin Affan.
Hasil kelolaan kebun kurma dan grupnya yang disaat ini menghasilkan 50 juta Riyal pertahun. (Atau setara 200 Milyar pertahun).

Sang Yahudi tidak akan penah menang.
Kenapa?
Karena visinya terlalu dangkal.
Ia hanya hidup untuk masa kini, masa ia ada didunia.
Sedangkan visi dari Usman Bin Affan adalah jauh kedepan.
Ia berkorban untuk menolong manusia lain yang membutuhkan dan ia menatap sebuah visi besar yang bernama:

*"Shadaqatun Jariyah, sedekah berkelanjutan".*

Sebuah shadaqah yang tidak pernah berhenti, bahkan pada saat manusia sudah mati.
SUBHANALLAH...

Inspiratif skali...
Semoga bisa mengikuti langkah usman bin affan..aamiin

Silahkan SHARE / BAGIKAN :)

Address

Gresik
61116

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pengusaha Treni posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share