16/09/2016
Materi Yakin, bagian 17
Jum’at, 16 September 2016
Demikian juga Yusuf Mansur muda pada waktu itu. Sekitar tahun 2006, saya mendengar seseorang bersumpah dengan nama tuhannya dia, bahwa dia akan membangun 1000 rumah ibadah yang dia anut itu. Saya kepengen jadi the winner gitu. Tidak pengen jadi the loser.
Dia posisinya konglomerat di Indonesia, orang kaya Indonesia. Wajar kita kalau dia punya sumpah begitu, masuk akal. Tapi saya belajar, masa sih saya yang punya Allah, tidak bisa punya azam yang sama? Lalu saya torehkanlah ke langit Allah Swt, “Ya Allah saya pengen punya 1000 pondok.” Milikilah impian, lalu mintalah ke Allah, dan bergeraklah.
Nah saya memiliki nih impian, saya bilang, “Yuk kita bikin 1000 pondok”. Pada saat saya menyebut, “Saya pengen punya 1000 pondok,” saat itu saya hanya punya majelis ukuran 80 meter di Ketapang. Impian, gagasan, cita-cita untuk punya 1000 pondok sepertinya adalah utopia semata, hanya sebuah mimpi.
Saya yang waktu itu masih sangat terbatas sekali pikirannya, bilang sama Allah, “kasih saya duit 3 triliun Ya Rabb, saya pengen 1000 pondok.” Kalau sudah di hadapan Allah, doanya jangan tanggung-tanggung, jangan doa sedikit, doa yang banyak. Saya doa deh tuh, pengen punya 100 hotel, pengen punya maskapai penerbangan, pengan punya perusahaan multi nasional dan internasional.
Pokokya doa aja ya gitu. Saya pengen punya duit 3 triliun nih. Nah, Allah kan nanya nih sama kita ya, “Suf, kalo Aku kasih 3 triliun, emang kamu mau apa?”
Sama seperti ketika saudara pingin karirnya naik, “Saya pengen naik karir Ya Allah.”“Oke. Kalo kamu mau naik karir, iya itu gampang tuh, tapi kalo udah naik karir mau apa?”
“Begini Ya Allah, saya ini kan karyawan, bawahan. Setiap saya mau dhuha, saya ditanya sama lagi ngapain, kadang dilarang. Kalau saya jadi pimpinan, saya malah bakal ngajak temen-temen tuh, buat rame-rame shalat dhuha”.
Atau ketika Saudara bilang, “Saya pengen punya duit 1 milyar nih.” Cuma bilang pengen aja Allah akan kabulkan, apalagi kalau kemudian terjadi dialog. Saudara bilang “sebenarnya sih saya pengen pergi hajiin orang tua, saya pengen jangan yang haji biasa, tapi haji plus.
Kemudian saya pengen bikin rumah deh buat Abah sama Umi, jangan sampai mereka sampai sekarang ga pernah ngerasain rumah enak. Terus pengen ngajak Umi liburan ke luar negeri. Saya juga pengen bangun majelis kecil nih buat anak-anak yatim.”
Insya Allah dikabul tuh! Insya Allah ...
Salam,