23/08/2021
APA YANG ANDA LAKUKAN KE KONAWE ITU MENYAKITKAN PAK TOLONG INI DIDENGARKAN
https://www.youtube.com/channel/UCE13sIy0_ge9mmXBW1anEKw
Kita semua tahu bahwa harta SDA kita yang namanya NIKEL di keduk habis untuk membuat Tiongkong jadi Raja Batre dunia yang mana harta kita bias habis tanpa memberikan keuntungan ke Bangsa dan Negara. Apa buktinya kalau Nikel yang dikeduk itu tidak memberikan keuntungan? Buktinya kita masih cari HUTANGAN Bernegaranya. Bisik bisik sana sini di warung kopi sudah jadi pembicaraan umum, namun pejabat yang melindungi perampokan tambang Nikel terlalu Kuat. Jadi tetap saja pengedukan terjadi dan pengiriman dilakukan besar besaran tanpa kita ketahui isinya apa yang di kirim tadi. Mau Litiumnya, Ferro Besi nya apapun yang menempel ikutan yang jauh lebih berharga dari Nikel kita nggak tahu, orang pejabatnya semuanya baru semua bernegaranya mana ngerti sih beginian?
Kita ilustrasikan kalau anda pedagang, anda mau beli barang pasti semurah murahnya. Ingat ya Tiongkok itu Platform berfikirnya dagang. Jadi kalau beli sesuatu selain minta harga murah pasti minta bonus yang banyak, dalam dunia tambang pengadukan bahan baku ada di dalam masih All In semuanya masih ada, mulai dari barang berharga katakana Nikelnya, sampai Impurities atau barang yang tidak Pure tidak murni seperti tanah dan lain sebagainya masih tercampur. Lalu di bersihkan, macem macem cara bersihinnya, dileaching, di proses, sampai membuang barang yang tidak dibutuhkan. Katakana 75% terbuang, tinggal 25% kalau di bawah 100% ke Tiongkok yang 75% tadi adalah Tai nya tambang nggak di Perlukan. Makanya, Tai nya di tinggal di Indonesia saja makanya sekali lagi Tai nya buang di Indonesia saja.
Kalau tadi dari 1 ton produksi tambang Nikelnya 2% setelah diproses tinggal 25% Nikelnya tetap 2% tapi bukan dari 1 ton, darin 250% kg nah dalam 250 kg itu ada Fero, ada Litium ada macem macem yang dibayar yang paling murah, Nikelnya aja. Ferro Nikel, Nikel Laterit dan banyak lagi unsur logam atau mineral yang sudah di darankan tidak dibayarkan oleh Tiongkok. kita asli Negara bodoh memang, dan penjajah perampok di kasih karpet merah, dilindungi dan tidak ada yang sadar. Kalau yang sadar maka segerombol Buzzer pecinta cuan anti NKRI mulai memecah belah bangsa dengan mencari sisi positif yang kecil di besar besarkan dari sisi bosnya. Tapi mencari sisi buruk pengkritisi tanpa solusi dan di puter puter agar rakyatnya tahu pengkritis jadi pendosa.
Apa yang terjadi kalau hal ini di diamkan dalam jangka pendek bukan jangka panjang? Pendek ya, Negara kita akan miskin, pejabatnya makin kaya, rakyatnya lapar!!!! Kita hanya mengingatkan arahnya nantinya. Sebagai contoh sejarah kebodohan penguasa atas kelola sumber daya alamnya, kita kasih ilustrasi. Ada 3 negara yang akan kita pakai jadi contoh kali ini, yaitu Nauru, Venezuela, dan Zimbabwe. Phosphate, Oil Bisnis, Berlian Zimbabwe. Nauru di tahun 1980-an Negara dengan 7000 populasi adalah Negara yang sangat kaya bahkan terkaya disunia. Nauru adalah salah satu Negara di selatan Pasific. Nauru menghasilkan Phosphat bahan untuk pupuk. Saking kayanya semua warganya di gratiskan apapun, sampai ke luar Negeri dibayarin pemerintah di ongkosin, dan ada Joke di sana, Dollar itu hanya toilet papers, dan ini bukan kiasan, dipakai buat ngelap pantat beneran. Lalu hasil alamnya habis 20 tahun kemudian, dan Nauru saat ini miskin yah, Itulah cerita sederhana.
Venezuela, di manja dengan 95% minyak dan gasnya yang di export membuat Negara ini menjadi Negara Petrodollar. Begitu harga minyak anjlok dan uang hasil ekspor tadi hanya untuk buat foya foya bukan untuk membangun sektor lain, Venezuela Hiper Inflasi dan menjadi Negara miskin sekarang ini. Saat ini ketika harga minyak naik, Venezuela sudah tidak bias produksi lagi, dan tidak ada Negara mau beli minyak dari Venezuela. Jadilah Venezuela Negara Pariah, Negara setengah gagal.
Terakhir, Zimbabwe penghasil berlian. Begitu tambang berlian habis, pecah perang saudara, ambyar Negara Zimbabwe yang tadinya makmur, salah satu Negara termakmur di Afrika. Kesamaan ketiganya adalah tidak bias mengelola sumber daya alam dengan baik, dijual murah, di keduk asing, dilindungi pejabat yang berkuasa pada saat itu, Semoga kita bukan yang ke empat. Wong pinter semua kok pejabatnya. Gak mungkin lah ditipu Tiongkok, emang kayak Bossman, Bodo beneran!