Motivasi & Peluang Bisnis Ippho Santosa

Motivasi & Peluang Bisnis Ippho Santosa Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Motivasi & Peluang Bisnis Ippho Santosa, Business service, Jakarta.

Bisnis tidak harus modal besar dan berpengalaman tapi modal kecil dan mau belajar sesuai caranya insyaa Allah anda bisa sukses, di bisnis BP ini anda bisa dapatkan insyaa Allah.

Buat apa sih bangun awal? 🤔Hari libur kok tetap bangun awal? 🤔Ternyata banyak sekali manfaatnya. Nggak terburu-buru, sal...
12/09/2021

Buat apa sih bangun awal? 🤔
Hari libur kok tetap bangun awal? 🤔

Ternyata banyak sekali manfaatnya. Nggak terburu-buru, salah satu manfaatnya. Selain itu, juga lebih sehat, lebih segar, dan lebih berkah.

Yuk kita rutinkan. Sebelum subuh, sudah bangun. Nggak soal, tanggal merah atau tidak. Nggak soal, banyak kerjaan atau tidak. Siaaaap?

UHUY!Humor dan cerita adalah khazanah dari otak kanan. Kadang perlu diselip dan disisip dalam komunikasi bisnis. Betul a...
10/09/2021

UHUY!

Humor dan cerita adalah khazanah dari otak kanan. Kadang perlu diselip dan disisip dalam komunikasi bisnis. Betul apa betul?

Ketika tampil sebagai pembicara seminar, saya selalu menghadirkan humor. Biar apa? Mencairkan suasana. Menghangatkan suasana.

Hadirin pun tertawa.

Yang kaya ketawanya: wkwkwk
Yang miskin ketawanya: kw-kw-kw

Ini cuma becanda.
Jangan masukin hati.
Masukin ke rekening aja.

😄😄😄

Menariknya, saat suasana sudah cair, kita bisa mulai membahas materi-materi yang rada serius. Begitulah, kanan dulu, baru kiri.

Siaaaaap?

     Setidaknya ada 5 tahap menuju merdeka finansial:- merdeka dan bebas dari utang- cukupnya nafkah pribadi- cukupnya n...
25/08/2021



Setidaknya ada 5 tahap menuju merdeka finansial:
- merdeka dan bebas dari utang
- cukupnya nafkah pribadi
- cukupnya nafkah keluarga
- donasi lebih besar daripada konsumsi
- bebas berdonasi berapa saja

Teman-teman sudah di tahap mana? 😀😀😀

Nah, kalau sudah merdeka finansial, insya Allah bisa KOMEN dengan bener. Hehehe. Akhir kata, semoga kita semua bisa merdeka finansial! Aamiin!

Jadi ibu rumah tangga nggak sama dengan main ular tangga!Ibu rumah tangga alias IRT lebih banyak lika-likunya. Kalau pun...
23/08/2021

Jadi ibu rumah tangga nggak sama dengan main ular tangga!

Ibu rumah tangga alias IRT lebih banyak lika-likunya. Kalau punya 3 anak, berarti dia ngurus 4 orang. Kalau punya 4 anak, berarti dia ngurus 5 orang. Lha, satunya lagi siapa? Siapa lagi kalau bukan suaminya! Perlu diurus juga!

Terus, ngurus rumah. Walaupun ada asisten dan support system, tetap aja nggak putus-putus kerjanya. Dari pagi sampai pagi lagi. Jadi, kalau ada yang bilang IRT itu gampang kerjanya, jelas, nih orang ngajak gelut. Hehehe.

Karena itulah, IRT kalau mau berbisnis, carilah bisnis yang praktis. Nggak usah capek-capek ngurus produksi. Cukup ngurus penawaran dan ekspedisi. Rekening tau-tau full terisi. Kita kan maunya business, bukan busy!

Nah, untuk IRT yang mau punya bisnis praktis yang bisa dikerjakan dari dalam rumah, bisa gabung di mitra BP, klik aja langsung 👇
http://bit.ly/Admin_BPRO

Atau kunjungi website
http://www.britishpropolisboss.com/Aisyah/produk

   Islam masuk ke Indonesia lewat kota mana? 🤔Apa makna merah-putih dalam Islam? 🤔Apa makna merah-putih dalam bisnis? 🤔M...
19/08/2021



Islam masuk ke Indonesia lewat kota mana? 🤔

Apa makna merah-putih dalam Islam? 🤔

Apa makna merah-putih dalam bisnis? 🤔

Menurut Hamka, Islam masuk ke Indonesia langsung dari Arab, bukan dari India, sekitar abad ke-7 Masehi. Masuknya lewat Barus (Baros). Keluarga Hamka berhujah, "Saat itu di mana di dunia ada kapur barus kalau bukan di Barus, Sumatera." Uniknya, kapur barus juga tertera di Surah Al-Insan Ayat 5.

Ungkap Ustaz Adi Hidayat, "Ketika itu ada ekspedisi dari Afrika ke China, maka turut sertalah sahabat dan para saudagar. Kemudian mereka singgah di Barus, berdagang di Barus, dan menyebarkan Islam di Barus.” Awal 2017, Presiden Jokowi pun meresmikan Barus sebagai Titik Nol Peradaban Islam di Nusantara.

Nah, begitulah sejarah masuknya Islam ke Indonesia. Walaupun pasti ada dan selalu ada perbedaan pendapat soal ini. Lantas gimana dengan merah-putih? Pernahkah dibahas dalam Islam? Ternyata pernah.

Nabi bersabda, “Sesungguhnya Allah melipat bumi untukku, hingga aku dapat melihat Timur serta Barat-nya. Sebenarnya kekuatan umatku bakal mencapai apa yang sudah ditampakkan untukku. Aku pun diberi dua perbendaharaan besar yaitu MERAH dan PUTIH,” HR Muslim No 5144.

Ini sudah kita bahas kemarin. Imam An-Nawawi dan ulama lain menafsirkan bahwa merah dan putih itu adalah simbol emas dan perak. Ya, simbol kemakmuran. Lantas gimana dengan Sang Saka Merah Putih untuk konteks NKRI? Sejak SD kita sudah dipahamkan bahwa merah itu berani dan putih itu suci.

Menariknya, sebagian ulama menduga, ada kemungkinan bendera merah-putih ini terinspirasi dari sifat-sifat Allah yaitu Al-Aziz serta Al-Quddus. Dan terlepas dari itu, kita sebagai entrepreneur juga bisa membawa spirit merah-putih ini dalam bisnis, yaitu berani sikapnya dan lurus niatnya.

Btw, tulisan kali ini rada serius ya. Kalau rada serius, biasanya orang-orang pada males untuk komen. Hm, saya harap sih nggak begitu. Tapi kalaupun sepi komen, yah nggak apa-apa. Semoga tetap menginspirasi, tetap bermanfaat.

 Belasan tahun saya keliling Indonesia. Kadang sampai ke pelosok. Ada daerah yang sulit ditembus dengan kendaraan. Ada j...
18/08/2021



Belasan tahun saya keliling Indonesia. Kadang sampai ke pelosok. Ada daerah yang sulit ditembus dengan kendaraan. Ada juga daerah yang sulit mendapatkan air bersih. Beragam sikonnya.

Nggak perlu mengeluh. Mungkin ini bisa menjadi ladang amal buat kita. Ayo bantu siapkan pangan dan logistik untuk mereka. Pikirkan juga sumur dan air bersih untuk mereka. Besar fadilahnya.

Sedikit-banyak inilah yang dilakukan oleh mitra-mitra saya. Semoga Allah ridha. Aamiin.

   “Kalau mau jalan-jalan, katanya harus test collagen ya.”“Test antigen. Bukan test collagen.” 😁😁😁“Ada test lain juga. ...
16/08/2021



“Kalau mau jalan-jalan, katanya harus test collagen ya.”

“Test antigen. Bukan test collagen.” 😁😁😁

“Ada test lain juga. CPR atau CRV gitu.”

“PCR, bukan CPR, bukan CRV.” 😁😁😁

“Iya, pokoknya gitulah.”

Terus-terang saya lagi halu, pengen halan-halan. Hehehe. Btw, ini foto saya sama partner pas lagi jalan-jalan ke Swiss.

Ngomong-ngomong, bisnis keren itu yang seperti apa sih? Apakah harus jalan-jalan keluar kota dan keluar negeri? Boleh-boleh aja, tapi nggak harus.

Apakah harus punya kafe, restoran, butik, salon, bengkel, sekolah internasional, atau outlet di mall? Silakan, tapi nggak harus.

Bagi saya, bisnis disebut keren kalau:
* super-praktis
* langsung menghasilkan
* sarat manfaat
* profit relatif adil dan merata

Profit adalah sesuatu yang menggoda. Nggak sedikit orang soleh mendadak menjadi kemaruk gegara terpana dan terlena sama profit.

Ketika berbagi profit dan peran dengan partner, kita harus fair. Sekali lagi, harus fair. Profit jangan di-monopoli, partner jangan di-eksploitasi.

Pelit? Duh, amit-amit. Percayalah, saat partner mudah dapet duit, mudah nyetak profit, dan bisnis terasa legit, maka total omset akan melejit dan kita pun akan dijauhkan dari pailit. Insya Allah.

Catat baik-baik ‘Prinsip BOB-K’. Buatlah Orang Kaya dan Berdaya. Jangan diri sendiri aja yang kaya dan orang lain cuma terperdaya. Dengan kata lain, kita merdeka, partner pun harus merdeka. Makmur dan memakmurkan.

Yup, spiritnya MERAH-PUTIH. Maksudnya ada persatuan, kebersamaan, gotong-royong, dan kemakmuran di dalamnya. Bukankah itu menyenangkan?

“Sesungguhnya Allah melipat bumi ini untukku, hingga aku dapat melihat Timur dan Baratnya. Sebenarnya kekuasaan umatku bakal mencapai apa yang sudah ditampakkan untukku. Aku pun diberi dua perbendaharaan, yaitu MERAH dan PUTIH,” pesan Nabi Muhammad (HR Muslim).

Para ulama seperti Imam An-Nawawi menafsirkan merah dan putih itu simbol emas dan perak. Ya, kemakmuran.

Pada akhirnya, mari kita berseru, "MERDEKA!"

🇮🇩 🇮🇩 🇮🇩

 Kebayang angka Rp 1 triliun? Rp 1.000 triliun? 🤔Saat kita berusaha membuat ribuan orang berdaya dan kaya, maka kita aka...
12/08/2021



Kebayang angka Rp 1 triliun? Rp 1.000 triliun? 🤔

Saat kita berusaha membuat ribuan orang berdaya dan kaya, maka kita akan menjadi miliarder.

Saat kita membuat ratusan ribu orang berdaya dan kaya, maka kita akan menjadi triliuner.

INTINYA, cobalah mengantarkan orang lain untuk lebih sukses. Ganjaran untuk kita segera menghampiri.

   Buka langsung laris, apa bisa? Bisa ternyata.Ingat ya, di sini kita bahas ‘buka langsung laris’.Jangan malah ‘buka la...
10/08/2021



Buka langsung laris, apa bisa? Bisa ternyata.

Ingat ya, di sini kita bahas ‘buka langsung laris’.

Jangan malah ‘buka langsung lari’. Hehe, ngawur itu!

Akan menyenangkan, kalau sebelum launching kita sudah megang database konsumen dan saluran distribusi terlebih dahulu. Semakin banyak, semakin related, insya Allah semakin baik. Jadi, sudah ada prediksi, tuh barang bakal terserap berapa, ke siapa.

Dan sebaliknya, kalau lusa mau launching, sekarang baru nyari-nyari konsumen dan distributor, ini sih repot. Tingkat kepastian barang bakal terserap akan dipertanyakan. Boleh-boleh aja didorong pake iklan, tapi kan lumayan budget-nya. Sanggup?

Bisa juga pake ‘pain’ misalnya “Beli sekarang, besok harga naik.”

Atau pake ‘pleasure’ misalnya “Beli sekarang, bonus tumbler.”

Serunya, empat hal ini kalau DILAKUKAN, insya Allah bakal LAKU beneran. Adapun istilah ‘buka langsung laris’ ini saya ambil dari judul buku Mas Jaya Setiabudi.

However, laris di awal bukanlah segalanya. Saya lebih senang kalau bisa laris berkelanjutan. Ya, berkelanjutan. So, mau nggak mau, fondasi bisnis harus kuat. Yang jadi fondasi, apa aja? Di antaranya, kredibiltas, kualitas, ekuitas merek, dan kapasitas produksi.

Sekiranya fondasi bisnis ini sudah kuat, sepengalaman saya, produk nggak perlu terlalu didorong. Insya Allah produk akan terjual dengan sendirinya. Laris insya Allah. Sebaliknya, bayangkan kalau fondasinya lemah? Wah bisa bermasalah.

Misal ya, kita sudah blast informasi ke calon konsumen. Terus, kita pake teknik ‘pain and pleasure’ biar konsumen segera take action. Tapi ternyata kapasitas produksi kita nggak kuat. Yah berabe. Bisa berujung pada kekecewaan.

Bisnis, jualan, atau dagang bukan urusan jangka pendek. Kita berharap sesuatu yang long-term. Betul apa betul? Saya berharap teman-teman mengangguk setuju.

Pada akhirnya, saya ingin mengatakan, “Kalau ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi. Kalau memang mau berdagang, buat apa nunggu-nunggu lagi?”

🤣🤣🤣

   Pernah buka puasa kan? Nah, buka usaha itu semudah buka puasa. Kurang-lebih begitu.Bahkan semudah buka grup WA.“Mas I...
06/08/2021



Pernah buka puasa kan? Nah, buka usaha itu semudah buka puasa. Kurang-lebih begitu.

Bahkan semudah buka grup WA.

“Mas Ippho, saya ini pemula. Saya harus gimana?” Lupakan dulu drakor Itaewon Class dan Start-Up. Ada tiga saran dari saya, sangat simple.

Pertama, himpun database (Mass).
Kedua, kuasai ilmu penjualan (Knowledge).
Ketiga, tetap fokus (Focus).
Ini diringkas jadi MKF.

Apakah harus produksi sendiri?
Apakah harus buka toko?
Apakah harus sewa ruko?
Apakah harus rekrut SDM?
Boleh, tapi nggak harus.

Produksi itu perlu modal yang tidak sedikit. Perlu jam terbang. Perlu kesabaran. Seorang pemula biasanya nggak kuat. Sebab itulah, seorang pemula tidak terlalu dianjurkan untuk produksi sendiri.

Ingat, bisnis itu dimulai dari penawaran. Sekali lagi, dari penawaran. Bukan dari produksi, SDM, atau toko. Soal produk, gimana? Boleh ngambil dari vendor yang terpercaya, nggak harus produksi sendiri.

Simple tho? Se-simple anjuran dari Khaby Lame. ☺

Jadi, buka usaha itu mudah. Buka puasa juga mudah. Terus, yang sulit itu apa? Buka mindset. Tiga hal tadi, saking mudahnya, banyak orang yang nggak percaya. Walhasil sebagian orang milih jalan yang rumit.

Mereka nabung sekian lama buat sewa ruko, beli mesin, beli alat, dan gaji karyawan. High cost. Dan, karena belum paham ilmu marketing, akhirnya konsumen sepi dan omset mpot-mpotan. Profit? Boro-boro. Yang ada cuma nombok.

Nombok? Iya. Rugi soalnya. Bisnis yang merugi kadang lebih menyeramkan dari sinetron azab. Kenapa? Karena kita nggak sanggup menggaji karyawan dan mau nggak mau kita mengecewakan mereka. Duh!

Bagi saya, bisnis harus segera menghasilkan. Sadarlah, kita ini pemula. Modal terbatas, stok sabar pun terbatas. Ini pendapat saya. Apa pendapat teman-teman?

😉😉😉

   Yang rada menantang saat ini adalah pangkas rambut. Males ke tempat pangkas. Hehehe. Walhasil, rada gondrong.Tapi kab...
05/08/2021



Yang rada menantang saat ini adalah pangkas rambut. Males ke tempat pangkas. Hehehe. Walhasil, rada gondrong.

Tapi kabar baiknya, banyak juga yang testimoni rekening-nya tambah gondrong, tambah gendut. Kok bisa? Yah bisa.

Bisnisnya dari rumah. Dan go online. Ada yang begini?

Teman-teman yang mau rekeningnya gondrong dari hasil usaha BP, bisa gabung klik aja 👇
http://www.britishpropolisboss.com/Aisyah/produk
Atau
http://bit.ly/Admin_BPRO

   Sudah nikah? 😉😉😉Ternyata orang yang sudah menikah lebih gampang mendapatkan pekerjaan. Gitu ya? Iya. Kok bisa? Data y...
03/08/2021



Sudah nikah? 😉😉😉

Ternyata orang yang sudah menikah lebih gampang mendapatkan pekerjaan. Gitu ya? Iya. Kok bisa? Data yang dipublikasikan di Insee, sebuah lembaga statistik di Eropa, mengungkapkan bahwa nyaris 95% dari pasangan yang berusia 30-54 tahun memiliki pekerjaan tetap.

Sementara, hanya 77% dari pria lajang dan 78% dari wanita lajang di usia sama yang memiliki pekerjaan tetap. Walaupun terdapat faktor lain yang mempengaruhi tingkat perolehan kerja, namun persentase-persentase di atas menunjukkan sebuah pola yang nggak boleh diabaikan.

Rupanya, memiliki keluarga yang harus dinafkahi dinilai menjadi jaminan bagi perusahaan. Orang yang sudah menikah kan butuh pekerjaan tetap. Dan orang yang sudah menikah pastilah berusaha bekerja sebaik-baiknya agar bisa mendapatkan pemasukan terus-menerus. Syukur-syukur kalau pemasukannya meningkat.

Terus, gimana dengan entrepreneur? Kurleb sama. Kalau sudah menikah, harusnya seorang entrepreneur lebih bersemangat dalam menjalankan bisnisnya. Kenapa? Jelas, untuk menafkahi anak dan istrinya. Terutama bagi pria. Ingat, pria sejati itu sedikit bicara banyak transfer. Hehehe. Kan memang tugas pria itu menafkahi.

Wanita boleh nyari nafkah? Boleh. Silakan. Tapi itu sama sekali tidak menggugurkan tanggung-jawab pria untuk urusan penafkahan. Ingat ya, wanita (istri) itu tulang rusuk, bukan tulang punggung. Kadang kebablasan, wanita yang diandelin untuk urusan nafkah. Keliru itu. Karena banyak yang belum paham, bantu share tulisan ini ya.

Wanita, sebelum menikah, dia dinafkahi ayahnya. Setelah menikah? Dinafkahi suaminya. Kalau suami meninggal? Kembali dinafkahi ayahnya, atau pamannya, atau saudara laki-lakinya. Mahar dan resepsi sebenarnya adalah tanggung-jawab pria, bukan tanggung-jawab bersama.

Sekali lagi, itulah yang sebenarnya. Bicara soal suami, yah berarti kita bicara soal tanggung-jawab. Maaf, status pria tidak berubah otomatis jadi suami hanya karena dia punya istri. Status pria berubah jadi suami karena dia menikahi, menafkahi, melindungi, dan mendidik istrinya.

Terus, yang belum nikah gimana? Lha siapa suruh baca tulisan ini? 😁

Address

Jakarta
10110

Opening Hours

Monday 07:00 - 17:00
Tuesday 07:00 - 17:00
Wednesday 07:00 - 17:00
Thursday 07:00 - 17:00
Friday 07:00 - 17:00
Saturday 07:00 - 17:00

Telephone

+6282123439075

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Motivasi & Peluang Bisnis Ippho Santosa posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share