Garuda Amerta

Garuda Amerta Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Garuda Amerta, Business consultant, Jakarta.

- Consultation based on Cartomancy, Human Design, Graphology and Psychology
- Strategic Coaching, Hypnotherapy and Energy Healing
- Profiling for Personal and Corporate
- Eazy Slimming and Reverse Aging

AMERTA dan ANUMERTA, memiliki makna yang berbeda… 🤭
10/08/2026

AMERTA dan ANUMERTA, memiliki makna yang berbeda… 🤭

DENGAN SEGALA KERENDAHAN HATI, KAMI MENGUCAPKAN TERIMA KASIH KEPADA SELURUH KLIEN DAN CALON KLIEN GARUDA AMERTA CONSULTI...
07/08/2026

DENGAN SEGALA KERENDAHAN HATI, KAMI MENGUCAPKAN TERIMA KASIH KEPADA SELURUH KLIEN DAN CALON KLIEN GARUDA AMERTA CONSULTING atas kepercayaan yang telah diberikan kepada layanan kami.

Saat ini, seluruh proses pendaftaran layanan kami ditangani oleh satu orang admin, yaitu Sarah, kecuali pendaftaran Training Human Design yang dikelola oleh Alink.

Adapun layanan yang tersedia di Garuda Amerta Consulting meliputi:

1️⃣ Konsultasi Cartomancy (Tarot Reading) oleh para Founder: Ade Sikado dan Nana Padmosaputro.

2️⃣ Konsultasi Cartomancy (Tarot Reading) oleh para Associate: Alink, Christina Suhadi, Devira Sari, dan Tessa Sugito.

3️⃣ Hipnoterapi dan Energy Healing oleh Awie Suwandi.

4️⃣ Konsultasi Psikologi oleh Devira Sari dan Yanny Elok Wulandari.

5️⃣ Konsultasi Grafologi oleh Tessa Sugito.

6️⃣ Konsultasi Ba Zi oleh Christina Suhadi.

7️⃣ Konsultasi Astrologi oleh Arsyad.

Apabila Bapak/Ibu/Saudara berkenan menggunakan salah satu layanan kami, silakan menghubungi Admin Sarah melalui WhatsApp di 0813 8080 2768.

Setelah mengirimkan pesan, kami mohon kesediaannya untuk menunggu sekitar 2–3 hari kerja agar admin dapat memberikan respons.

Perlu diketahui bahwa setiap hari Admin Sarah menerima sekitar 20–40 pesan WhatsApp, yang sebagian besar berisi pertanyaan mengenai layanan kami. Setiap calon klien juga memerlukan penjelasan yang cukup rinci, sehingga satu percakapan dapat berlangsung sekitar 30–45 menit.

Apabila hingga hari keempat Bapak/Ibu/Saudara belum memperoleh balasan, kami mohon berkenan menghubungi Inbox Messenger Na Padmo OFC, agar Nana dapat membantu melakukan tindak lanjut.

Sebagai informasi, Admin Sarah tidak bertugas pada hari Sabtu dan Minggu. Oleh karena itu, apabila pendaftaran dilakukan pada hari Jumat, kemungkinan besar pesan baru dapat diprosses pada hari Rabu atau Kamis di minggu berikutnya.

Terima kasih atas pengertian, kesabaran, dan kepercayaan yang terus diberikan kepada Garuda Amerta Consulting.

Hormat kami,

Garuda Amerta Consulting
PT Dewina Mahitha Nusantara

MIXED SIGNALS“Bu, saya dan pacar saya berencana akan menikah. Sebaiknya menikah di tahun 2026 ini? Atau 2027 saja ya? So...
27/07/2026

MIXED SIGNALS

“Bu, saya dan pacar saya berencana akan menikah. Sebaiknya menikah di tahun 2026 ini? Atau 2027 saja ya? Soalnya saya juga berencana resign dari kantor, dan pindah ke perusahaan baru… Jadinya saya bingung. Sebaiknya saya menikah dulu? Atau menghadapi suasana kerja di perusahaan baru dulu? Karena saya nggak mau menyatukan beban ‘hidup baru’ dengan beban ‘karir baru’ di saat bersamaan…”

“Kamu sudah berapa tahun, pacaran dengan cowomu?” Tanya Ade.

“Dua tahun bu…” Jawab gadis cantik bak model itu.

“Sudah kenal lama?” Tanya Ade lagi.

“Wah, sebetulnya kami ini dulu kawan main buuu. Sudah 3 tahunan berteman. Baru dua tahun lalu, pacarannya.”

“Kamu sudah mantab dengan lelaki ini?” Ade bertanya lagi.

“Mantab sih bu… hihihi…”

Aku segera mengocok kartu dan membuka tebaran relationship.

“Kamu sudah mantab? Masak? Kok malah kamu yang bakal nyeleweng ya…”kataku.

“Hah? Nggak salah bu…? Malah saya yang buncin sama dia lho Bu…”

“Nggak. Kamu nggak bucin. Kamu mencintainya karena alasan-alasan logis dan rasional. Dia memerdekakanmu kan? Dia juga nggak s**a ngatur… Dia memang lelaki yang matang dan dewasa.”

“Nah bener! Dia memang nggak s**a ngelarang-ngelarang dan nggak cemburuan Bu.”

“Padahal, secara finansial, dia ada di bawahmu ya?” Tanyaku lagi.

“Wah, kelihatan ya Bu? Iya. Penghasilan saya tiga kali lipat dari dia… tapi dia nggak insecure Bu. Nggak kayak cowo-cowo saya yang sebelumnya…”

“Tangguhkan dulu pernikahannya deh! Soalnya kamu akan ketemu jodohmu yang sebenarnya, di tahun 2027 atau 2028. Ketemunya di sebuah acara training atau gathering sesama eksekutif….” Ade menukas blak-blakan.

Aku ketawa. Kartu tarotku juga menunjukkan dengan jelas gambaran lelaki di masa depan yang dimaksud oleh Ade Sikado itu:
• Charming…
• Berwibawa…
• Punya karir yang mapan…
• Penghasilannya lebih tinggi dari klien kami ini…

“Dan kalian akan jatuh cinta pada pandangan pertama! Ini jatuh cinta yang berat ini!” Ujar Ade sambil ketawa ngekek-ngekek…

Klien kami menutup mulutnya dengan tangan. Punggungnya langsung tumbang ke sandaran kursi. Dia ada di posisi ‘kejengkang’ begitu, selama beberapa detik.

“Kamu syok?” aku bertanya…

“Syok banget!” jawabnya sambil segera duduk tegak lagi. “Saya konsultasi ke sini soal pernikahan, tapi kok malah dengar bahwa calon pengantin saya akan ganti…”

“Iya. Aku setuju dengan Ade. Tunda dulu menikahnya. Banyaaaaaaak sekali orang, yang kecepetan menikah karena ‘dikejar-kejar’ oleh pertanyaan masyarakat. Padahal sebentar lagi akan ketemu dengan jodohnya yang sejati. Kan runyam!”

Aku lalu melanjutkan, “Mereka lalu pacaran dengan jodohnya yang sejati ini, padahal sudah terlanjur menikah dengan pihak lain… Lalu mereka malah menghakimi dirinya sendiri sebagai ‘aku nyeleweng.’ Masyarakat juga begitu. Ikut menghakimi, bahwa itu nyeleweng.”

“Padahal, kamu cuma mengalami drama Jodoh Yang Tertukar.” Ade berseloroh.

Klien kami masih bengong… mulutnya masih menganga, dan ekspresi wajahnya masih kaget.

“Kamu kebelet menikah karena dikejar umur ya?”

“Iya buuuuu… saya sudah usia 32 tahun iniii… Mama saya sudah nanyain meluluuu…”

“Tunda. Daripada kamu menikah 1-2 tahun, lalu kamu sudah ‘nyeleweng’ dalam tanda kutip.” Aku mengusulkan lagi.

“Jatuh cintanya melintir lho nantiiii… Berat!”Ade mengingatkan lagi.

“Abaikan ‘standar masyarakat’ terkait umur menikah. Kamu ikuti standar Tuhan saja. Kapan Tuhan mempertemukanmu dengan Jodohmu, nah itulah usia yang paling tepat…!” Aku menguatkan.

………. Dia masih terdiam.
Kasihan. Rupanya benar-benar masih kaget.

Jadi, aku mencoba menenangkan:

“Gini…. Kamu nggak harus percaya… Kamu amati saja dulu perkembangan sikonnya… Lalu ambil sedikit waktu untuk fokus dulu ke karir di perusahaan baru… Tahun 2027 kan nggak lama lagi…”

“Saya percaya bu!” Dia menukas.
“Sebenarnya, ini adalah konsultasi saya yang kedua dengan Bu Ade dan Bu Nana. Tahun 2024, saya pernah konsul terkait side job. Lalu diarahkan untuk ngambil bidang XYZ. Dan benar! Penghasilan saya dari side job itu malah 4 kali lipat dibandingkan gaji di pekerjaan resmi.”

“Ya sudah… Direnungkan dulu, tenang dulu…”

“Kok bisa ya? Saya konsultasi hari ini kan bukan untuk mencari alternatif jodoh yang lain…” dia masih mengulang-ulang keheranannya.

Kami memberikan waktu baginya untuk diam, dan mencerna dulu…

Sampai akhirnya dia menarik napas panjang, dan mengembuskannya, sambil berbisik “Haduh…”

“Semoga cowomu menemukan jodoh yang terbaik baginya juga… Kalian sama-sama berhak untuk bahagia…. Kalian orang-orang baik…”

*********************

Setelah klien menghilang dari layar zoom, aku berkata ke Ade, “Kasian banget… Bakal nggak bisa tidur tu anak, malam ini…”

“Kayaknya gitu Na…” jawab Ade sambil geleng-geleng. “Mixed signal banget, judulnya.”

Konsultasi kali ini, memang mengandung banyak ‘mixed signals’. Dan ini jaraaaaang sekali terjadi di ruang konsultasi kami.

Bayangkan:

* Klien yang mengaku bucin itu, ternyata bukan bucin. Tapi merasa ‘utuh’ karena dibiarkan menjadi dirinya sendiri. Semua orang juga akan merasa UTUH, SECURE, DAN DAMAI kalau menjadi dirinya sendiri. Nah… sensasi rasa yang kayak gini ini, BUKAN CINTA. Apalagi bucin.

* Pacar lelaki yang secara ekonomi ada di bawah pacar perempuan, justru memiliki kematangan dan kedewasaan mental.
Nah.. siapa pun, akan nyaman jika berada di dekat orang stabil secara emosi dan mental. Sikon yang bikin nyaman ini, juga bisa disalahartikan sebagai ‘wah gue jodoh deh kayaknya, sama dia…’

* Klien datang untuk konsultasi soal menikah, tapi malah disuruh menunda pernikahan.

* Klien merasa sudah menemukan jodoh terbaik (dibandingkan pacar-pacar sebelumnya) ternyata akan bertemu jodoh lain.

* Orang yang terlihat selingkuh, ternyata belum tentu benar-benar melakukan ‘pengkhianatan’. Malah, sebetulnya ketemu Jodohnya Yang Sejati.

Hidup memang bisa seajaib itu… Jadi jangan heran, kalau ngeliat banyak manusia yang salah membaca ‘sinyal’ kehidupan.

Padahal…
Rasa Aman itu BEDA DENGAN Cinta Sejati: Mampu membedakan rasa nyaman karena diterima apa adanya dengan ikatan ikatan batin/cinta sejati adalah ‘skill kesadaran’ yang mahal.

Na Padmo OFC
11.52, Senin Kliwon
35 Kasa 2937 Jawa
27 Juli 2026 Masehi

DITUNGGU NANTI MALAM…Topik: GAMMA WEB ‘MATRIX’Hari: Senin (hari ini)Tanggal: 13 Juli 2026Pukul: 20.00 - 21.00 WIBAda 2 c...
13/07/2026

DITUNGGU NANTI MALAM…

Topik: GAMMA WEB ‘MATRIX’

Hari: Senin (hari ini)
Tanggal: 13 Juli 2026
Pukul: 20.00 - 21.00 WIB

Ada 2 cara untuk menontonnya:

🅰️. Melalui zoom:
https://us06web.zoom.us/j/87643928949?pwd=1fotCkDxc0aa9xDScgy1kb1PCNtSg9.1

Meeting ID: 876 4392 8949
Passcode: 886806

Kapasitas: hanya 100 orang.

🅱️. Melalui LIVE di Garuda Amerta.

KERJA KERASLAH. KARENA PESUGIHAN BERAT SYARATNYA.Tulisan di bak truk ini, seketika membuatku teringat pada banyaaak peng...
11/07/2026

KERJA KERASLAH. KARENA PESUGIHAN BERAT SYARATNYA.

Tulisan di bak truk ini, seketika membuatku teringat pada banyaaak pengalaman klien di ruang konsultasi kami.

1️⃣. Ada orang yang mengeluh bernasib apes. Setiap ada rezeki yang sudah di depan mata, sering luput. Dulu pun, berkali-kali wawancara. Gagal. Padahal sudah tahap negosiasi gaji. Sekarang, setelah berhasil dapat pekerjaan, dia selalu jadi kandidat naik pangkat. Kandidat mulu. Tapi selalu orang lain yang terpilih.

Setelah dirunut, ternyata kakeknya duluuuu kaya raya sekali, dan menurut pengakuan keluarga, melakukan ritual pesugihan.

2️⃣. Ada juga klien yang bersama 5 sahabatnya, berkongsi bisnis. Mereka ber-6 sepakat menggunakan pesugihan.

Awalnya bisnisnya melaju dan mereka jadi kaya sekali. Tapi setelah berjalan 20 tahun, 5 orang diantaranya meninggal beruntun. Dan seorang yang tersisa, hidup melarat. Sampai-sampai, sekedar makan-makan bersama kawan lain pun harus dijemput dan diantar karena tak punya uang transport.

3️⃣. Ada juga yang tak kunjung punya anak, padahal organ reproduksi pasutri tersebut normal semua.

Setelah dicek, ternyata ada kerabat lain yang juga tak punya anak. Nah, klien ini dan kerabat tersebut sama-sama anak ketiga. Kebetulan? Rasanya tidak.

Setelah dirunut, kakek buyut di atas ada yang punya ‘materai darah’ (dikonfirmasi, mengakui punya ‘guru begitu’ untuk ilmu silat). Sang klien berhasil punya anak setelah dibebaskan dari ‘garis tumbal’

4️⃣. Ada juga klien yang semua anggota keluarga lelaki, meninggal beruntun. Tinggal tersisa keturunan perempuan, dan bayi yang baru lahir. Kebetulan lelaki.

Dan bayi lelaki ini, sejak lahir mengalami kelainan organ.

Seram sekali, ‘perjanjian’ yang dilakukan nenek moyang di keturunan 1 sehingga semua keturunan di level 5 ‘celaka’ semua.

Nah, pertanyaannya: apakah semua dukun secara terbuka membahas efek ini di awal?

———

Sebetulnya banyak sekali variasi kisahnya. Tapi secara umum diketahui, bahwa:

• Nggak ada seorang manusia, termasuk dukun yang paling sakti sekali pun, yang bisa menciptakan rezeki.
• Jadi, rezeki pesugihan itu dari mana? Diambil dari JATAH rezekinya orang lain, umumnya dari JATAH anak cucu karena punya hubungan sedarah.
• Kadang, jatah rezeki di masa tuanya sendiri, yang dipindahkan ke masa kini. Sehingga dia nggak tahu bahwa: meskipun saat ini telah berhasil jadi kaya. Tapi ketika tua, akan jadi miskin lagi.
• Kadang, ‘barter’nya adalah kesehatan anak cucu. Atau kesehatan diri sendiri di masa tua.

———

Soalnya, meskipun kita nggak percaya… tapi faktanya: banyak orang melakukan praktik pesugihan. Mulai dari pedagang, pejabat, sampai artis…

Garuda Amerta Consulting, melalui acara Gamma Web, akan membedah fenomena ini

Acaranya kok!

Acara ini perlu diikuti, baik bagi yang percaya maupun tidak.

Bukan apa-apa, karena, meskipun kita tidak mempraktekkan klenik, tapi kita perlu memeriksa diri apakah kita termasuk yang ‘terkena’ imbas atau konsekuensi yang dilakukan oleh nenek-kakek sampai moyang kita dahulu.

Diskusi ini akan dibawakan oleh ahlinya, yang telah berkecimpung di dunia Energy Healing selama lebih dari 20 tahun: Coach Awie Suwandi.

———

Topik: GAMMA WEB ‘MATRIX’
Tanggal: 13 Juli 2026
Hari: Senin
Pukul: 20.00 - 21.00 WIB

Klik saja link zoom ini ya:
https://us06web.zoom.us/j/87643928949?pwd=1fotCkDxc0aa9xDScgy1kb1PCNtSg9.1

Meeting ID: 876 4392 8949
Passcode: 886806

Kapasitas: hanya 100 orang.

Siapa cepat, dia dapat.

Bagi yang nggak kebagian tempat, bisa menonton lewat LIVE di Garuda Amerta

PERTANYAAN YANG MASUK KE INBOX MESSENGER Na Padmo OFC
03/07/2026

PERTANYAAN YANG MASUK KE INBOX MESSENGER Na Padmo OFC

UNTUNGLAH SAYA KELUAR DARI COMFORT ZONE…!Sebutlah namanya Tati Roswati. Perempuan Bandung beranak dua: Alif 8 tahun (lel...
02/07/2026

UNTUNGLAH SAYA KELUAR DARI COMFORT ZONE…!

Sebutlah namanya Tati Roswati. Perempuan Bandung beranak dua: Alif 8 tahun (lelaki) dan Anissa 5 tahun (perempuan).

Begitu masuk ruang konsultasi zoom, perempuan berwajah manis ini langsung nyerocos dengan logat Sunda yang kental:

“Untung pisan, saya ini ngikutin tulisan mbak Nana sejak 5 tahun lalu.”

“Oh? Tapi kayaknya nggak pernah komen ya?” Bu Nana bertanya sambil mengingat-ingat nama ‘Tati Roswati’.

“Saya mah silent reader, mbak! Hahaha…” jawabnya ramah dengan tawa yang renyah.

“Untuuung saya teh beneran nerapin kiat dari mbak Nana. Mbak kan sering banget nulis ‘perempuan harus mandiri’, ‘perempuan harus mandiri’. Jadi sejak 5 tahun yang lalu, saya teh beneran memaksakan diri untuk keluar dari comfort zone. Alif baru berusia 3 tahun, saya mulai bekerja.”

“Saya teh sudah pernah konsultasi tarot. Dua tahun yang lalu. Waktu itu dibacakeun, saya teh serba bisa ceunah.”

“Bu Ade juga ngasih mas**an ‘Jangan cuma kerja wae, tapi sekalian atuh bikin bisnis dari rumah.’”

“Wah. Bisnisnya ‘jalan’?” Bu Ade bertanya.

“Jalan bu. Lancar. Alhamdulillah. Semua petunjuk Bu Ade teh saya jalankan. Saya punya 2 bisnis dan 1 pekerjaan tetap, sekarang.”

Wiiih…! Bu Ade dan Bu Nana tepuk tangan. 👏🏼 👏🏼

“Terus sekarang, konsultasi lagi untuk…?” Bu Nana bertanya sambil membaca pertanyaan di form:
1. Ingin bertanya masa depan saya dan anak-anak.
2. Ingin bertanya masa depan suami.

“Lho kenapa ini suaminya?”

“Dari dulu mah kecanduan judi bu… ayeuna mah nepi ka asup panjara…”

“Heh?”

“Masuk penjara, Bu.”

Woo…

“Untuuuung ayeuna mah saya sudah mandiri secara finansial bu. Jadi enteng jalaninnya. Semua kebutuhan anak-anak tercover.”

“Kalau dia judi, biasanya juga s**a ngutang…”

“Muhun…”

“Lha terus, hutangnya siapa yang bayar?”

“Dia sendiri atuh, Bu. Waktu konsultasi dua tahun lalu itu, saya teh dipesan buat bikin perjanjian pisah harta. Saya jalanin saran dari ibu-ibu berdua…”

Sekali lagi, Bu Ade dan Bu Nana bertepuk tangan. 👏🏼 👏🏼

Menyenangkan sekali, mendengar berita dari klien yang dengan teliti melakukan semua arahan sehingga hidupnya aman. Terhindar dari ‘bencana’ yang telah diprediksi sebelumnya.

“Kalau disuruh cerai pun, saya hayuuuk…! Hihihi…”

“Lho, bahas cerai kok malah ketawa…” Bu Nana meledeknya. Ikut ketawa.

“Soalnya teh, saya sudah siap…” jawabnya sambil ketawa.

“Wheey entar dulu… kalo nggak ada indikasi cerai… ya jangan cerai lah.” jawab Bu Ade.

*********************

Singkat cerita, ternyata perceraian bukan jawabannya.

Tarotnya mengindikasikan, bahwa Tati Roswati ini cintaaa banget sama Denny.

“Bukan cinta bu. Tapi lebih ke kasihan. Bapak ibunya sudah meninggal. Dia satu-satunya anak lelaki di keluarganya. Semua kakak adiknya, adalah perempuan. Dan nggak ada yang kompak sama dia, karena semua punya rasa iri. Dulunya, Denny ini anak emas ortunya. Dimanja banget.”

Oooo….

“Jadi di dunia ini mah, Denny cuma punya saya dan anak-anak kami…”

Oooo…

Oke. Intinya memang nggak cerai. Tapi soal kecanduannya itu, perlu disembuhkan.

*********************

Setelah itu Bu Nana menjelaskan sebuah riset psikologi:

Masalahnya, kecanduan hampir nggak pernah berdiri sendiri. Yang kita lihat pada Denny adalah kecanduan judi. Tapi di balik itu, pasti ada luka relasi yang memiliki sejarah panjang, sebelumnya.

Ya, akar masalah dari berbagai kecanduan (kecanduan game, kecanduan alkohol, kecanduan narkoba, kecanduan judi… bahkan kecanduan kerja) adalah: ketiadaan koneksi.

Nggak ada bonding (ikatan batin) yang sehat dan kuat dengan keluarga inti.

“Eh betul bu! Bapaknya Denny meninggal saat Denny usia 7 tahun.”

“Nah itu dia… satu-satunya tokoh lelaki di keluarga itu. Pergi. Denny nggak punya ‘cantolan’.” jawab Bu Ade Sikado.

“Iya bu. Lalu waktu SMP, karena ibunya kewalahan mendidik Denny yang terlanjur manja, Denny dikirim ke pesantren.”

“Wah itu. Semakin tercabut dari bonding keluarga ya?” aku bertanya.

Para pembaca, harap jangan keburu sensi dulu ya. Karena Bu Nana lantas menjelaskan:

Banyak anak, yang masa depannya baik-baik saja setelah lulus dari sekolah berasrama dan pesantren. Tapi bisa lain ceritanya, kalau anak itu sudah punya ‘ketiadaan koneksi’ dan terlanjur punya adiksi/kecanduan (misalnya kecanduan gadget atau kecanduan game)…

Nah, anak seperti inilah, yang berpotensi jadi semakin parah. Karena, bonding dengan keluarga kurang bagus. Lalu dikirim ke asrama. Jadinya si individu akan merasa ‘dibuang’ oleh ortunya. Dan kemudian, dia jadi punya koneksi ekstrim ke kawan-kawannya…

“Wah bener banget itu, Bu! Denny itu, kalo belain temennya, fanatik banget. Ini pun, dia masuk penjara karena melindungi kawannya…”

Lhaaa… melindungi kawan main judi supaya nggak masuk penjara, tapi ‘lupa’ melindungi anak istri melalui kehadiran dan tanggung jawab nafkah…

Tapi nasi sudah menjadi bubur.
Dan sepertinya, tugas ‘membereskan’ suami yang sebatang kara ini, jatuh ke tangan Ceu Tati Roswati ini…

Untung, lima tahun yang lalu Ceu Tati memilih keluar dari comfort zone. Dia kerja. Sambil bikin bisnis sampingan.

Jadi, ketika badai rumah tangganya datang, dia nggak gedubrakan membangun kapasitas. Dia tinggal memakai kapasitas itu.

*********************

Kalau kawan-kawan pernah konsultasi psikologi, konsultasi bisnis, atau konsultasi pajak… maka kawan-kawan akan melihat:

Semua konsultan bekerja berdasarkan data yang dikumpulkan dari masa lalu untuk memperkirakan apa yang mungkin terjadi di masa depan.

Nah, demikian juga para konsultan kehidupan berbasis cartomancy. Kami ini akan menggali:
• informasi masa lalu (sampai masa klien masih di kandungan ibunya), trauma masa lalu…
• informasi masa kini (sikon saat ini)
• informasi masa depan (kami tidak menyebut ini ramalan, melainkan: potensi-potensi dan indikasi yang dapat ‘terlihat’ tentang masa depan.

Dalam cartomancy (tarot), ‘data’ masa depan itu dapat terlihat dari simbol-simbol yang dibaca sebagai potensi.

Susunan gambar memberi makna, lalu makna itu menjadi dasar untuk ‘membaca’ kemungkinan yang dapat terjadi.

*********************

Karena Ceu Tati adalah perempuan yang (rupanya) sudah terbiasa bersikap antisipatif, dia bertanya:

“Saya kudu antisipasi naon, Bu? Kan suami cuma dipenjara 4 tahun… Setelah dia keluar, saya harus bagaimana?”

Bu Nana teringat slogan psikologi populer yang berbunyi:

‘The opposite of addiction is not sobriety, the opposite of addiction is connection.’

Terjemahannya: lawan dari kecanduan bukanlah kesembuhan, tetapi KONEKSI.*

Maka mereka menganjurkan Ceu Tati untuk melakukan hipnoterapi dengan Coach Awie Suwandi. Seorang ahli healing dengan latar belakang pendidikan Insinyur Mesin di Jerman.

Untuk dibantu melakukan ‘koneksi batin’ dengan suaminya dengan tujuan untuk mengisi kebutuhan koneksi itu. Karena ada ‘lubang besar di dalam batin’ Denny yang butuh diisi secara konstruktif dan bersifat holistik.

Bukan cuma modal komunikasi verbal doang.

“Kapan terapinya, setelah suami keluar dari penjara?” tanya Tati.

“Wah jangan! Nanti Denny keburu kompak sama kawan-kawan baru, yang dia kenal di penjara.” ujar Bu Ade.

“Musti dilakukan segera, jadi Ceu Tati punya bekal ‘hipno’ kalau nengok ke Penjara. Kan komunikasinya terbatas tuh, di Penjara. Tapi secara kualitas bisa ditingkatkan, Ceu. Apalagi kalau ikatan batin juga dikuatkan… Kelak, pas sudah pulang ke rumah, kalian bakal semakin ngeklik.”

*********************

Ceu Tati adalah contoh yang sempurna, mengapa seseorang bisa tetap riang gembira, padahal sedang kena musibah…

Karena dia sudah sangat siap, menghadapi hidupnya…

Masa depannya tetap terlihat terang.
Uang ada di tangannya.
Anak-anak, terdidik baik di tangannya.

Dan yang menarik, adalah kalimatnya ini:

“Kalau hidup kita ada di tangan kita sendiri, rasanya jadi lebih gampang bomat ya bu?”

“Bomat gimana?”

“Masak, suami saya masuk penjara, saya ngerasa biasa aja… hahaha… Saya nggak kalut.”

“Ya ngapain kalut?” Ujar Bu Nana. “Lu bisa makan, anak-anak terjamin, life goes on. Suami masuk penjara 4 tahun, ya itu jalan hidup dia…”

“Nah itu bu…!”

“Tapi masih cinta kan?”

“Masih atuh. Sayang mah masih. Tapi leuwih ka kasihan.”

“Nah. Ya udah. Tungguin aja itu suami. Ntar juga keluar. 4 tahun nggak terasa lama kok…”

“Iya… hihihi… nggak sampai satu periode…”

“Periode apa?” tanya Bu Nana. “Pemilu?”

“Hahaha iya…” Tati tertawa renyah.

Enteng banget hatinya ya?

**********

Antara orang yang siap menghadapi hidup, dengan yang tak siap… drama hidupnya beda.

*BERDASARKAN KISAH NYATA, NAMA DAN DETAIL LAIN TELAH DISAMARKAN DEMI MENJAGA PRIVASI

Sumber riset psikologi tentang kecanduan dan koneksi:

https://www.mentalhealth.com/library/social-connection-theory-of-addiction

TADINYA INGIN ‘MENGHUKUM’ SUAMI…Sebutlah nama klien kami ini adalah Bu Shinta. Hampir setahun yang lalu, dia datang dala...
28/06/2026

TADINYA INGIN ‘MENGHUKUM’ SUAMI…

Sebutlah nama klien kami ini adalah Bu Shinta. Hampir setahun yang lalu, dia datang dalam keadaan galau karena suaminya stroke. Sebelum stroke ini, suaminya mengalami depresi dan harus dirawat dengan obat dari psikiater agar bisa tetap bekerja.

“Jangan-jangan ini salah saya ya?” tanya bu Shinta kepada kami.

Lalu dia bercerita….

Mereka menikah dalam pernikahan beda agama. Mereka sepakat tetap beragama masing-masing… dengan perjanjian: kalau anaknya lelaki, maka anak akan mengikuti agama ayahnya, Islam. Kalau anaknya perempuan, maka anak akan mengikuti agama ibunya, Kristen Protestan. Ternyata anak mereka 3 orang, lelaki semua.

Hidup berjalan seperti kesepakatan: bu Shinta menjadi ibu rumah tangga, mengurus rumah, anak-anak dan suaminya. Pak Rama (sebut saja begitu ya) bekerja mencari nafkah bagi keluarga mereka. Begitulah yang terjadi bertahun-tahun.

Mereka hidup rukun dan mempraktekkan toleransi. Kalau hari Minggu, pak Rama dan anak-anak mengantar bu Shinta ke gereja. Setelah kebaktian selesai, mereka menjemput bu Shinta lalu mereka menikmati hari minggu dengan makan di luar atau jalan-jalan keliling kota. Entah ke mall, entah ke taman rekreasi, entah ke kebun binatang. Kalau bulan ramadhan, Bu Shinta bangun subuh, menyiapkan sahur bagi suami dan anak-anak. Bu Shinta juga menunggui anak-anak belajar mengaji di rumah, diajari oleh guru yang datang seminggu tiga kali.

Kehidupan yang damai dan bahagia ini akhirnya mendapat cobaan, bukan karena perbedaan keimanan… melainkan karena faktor ekonomi. Dan kemalasan.

Suatu hari, pak Rama mengalami lay off karena kantornya melakukan restrukturisasi. Bu Shinta langsung menggulung lengan bajunya, membuat cake dan cookies. Eh laku keras.…! Keluarga ini, ibarat pesawat, tidak jadi mengalami hard crash melainkan bisa kembali menukik terbang menuju ke langit. Berkat bu Shinta, ketiga anak lelaki bisa bersekolah, sambil mengikuti berbagai kursus dan hobi yang mahal (seorang menekuni panahan, seorang menembak, dan yang bungsu les drum). Ketiganya juga menekuni beladiri tae kwon do.

Tetapi lama-lama bu Shinta mengamuk, karena pak Rama tidak kunjung mencari pekerjaan, padahal sudah 6 tahun berlalu sebagai pengangguran. Pekerjaan pak Rama cuma membantu bu Shinta mengirim kue ke pelanggan yang dekat. Sementara sisanya dilakukan oleh kurir online. Bolak-balik bu Shinta mengingatkan bahwa kue-kuenya hanyalah faktor penolong sementara. Tetapi nafkah haruslah datang dari kepala keluarga…sesuai iman dari pak Rama sebagai lelaki, yang selama ini didengung-dengungkan (dan menjadi dasar keputusan bersama, mengapa anak lelaki mereka perlu mengikuti agama ayah. Ya karena alasan lelaki adalah imam keluarga).

Akhirnya pertengkaran pasangan ini banyak menjurus ke penghinaan pribadi. Kalimat cercaan seperti:
• ‘Katanya suami adalah imam… mana prakteknya???’
• ‘Anak kita tiga lho, lelaki semua. Mana teladanmu sebagai ayah?’
sering terlontar.
Tetapi pak Rama tetap bergeming.

Di puncak amarahnya, akhirnya bu Shinta mogok bekerja. Dia memecat kedua karyawannya, menjual semua peralatan bakingnya, dan ‘duduk-duduk’ di rumah. Kembali menjadi ibu rumah tangga.

Dia tega tidak membayar listrik… sampai berkali-kali diputuskan oleh PLN.
Dia tega tidak membayar langganan internet… sehingga anak-anak terhambat PR-PRnya yang terkait browsing.
Dia tega nggak membayar uang sekolah anak…termasuk tidak membayar guru mengaji.
Semuanya bertujuan agar Pak Rama bergerak.

Satu-satunya yang masih diupayakan oleh Bu Shinta adalah memasak untuk makan sehari-hari. Itu pun lauknya sederhana dan serba ngirit.

Akhirnya pak Rama bekerja sebagai driver taxi online. Bekerja siang malam untuk memenuhi kebutuhan 3 anak lelaki yang mulai remaja. Namun dia hanya mampu membiayai kebutuhan anak-anak; sementara kebutuhan makan sehari-hari dan nafkah istri, belum bisa dia penuhi.

Untungnya bu Shinta masih menjaga tabungannya dengan baik dengan cara berinvenstasi... tetapi dia tetap teguh memegang uang itu hanya untuk makan dan keadaan darurat. Tidak akan dia keluarkan sepeserpun untuk kebutuhan lain seperti listrik, internet, bensin, pajak mobil dll.

Jika keadaan sedang sulit, pak Rama ingin berhutang pada bu Shinta pun ditolak. Pak Rama harus inisiatif sendiri, entah bagaimana caranya.

Lalu pak Rama depresi, lantas stroke.

Apa kata tarot?

Ternyata, itu semua hanyalah cara Tuhan atau Semesta Alam atau Universe untuk ‘mendidik’ seluruh anggota keluarga itu.

Bu Shinta ternyata bernumerologi 7 dengan life values yang juga 7. Double chariot. Chariot adalah kereta perang.

Jadi, tanpa disadari, Bu Shinta adalah Jenderal Perang sejati. Dia memang perlu mengalami memiliki suami yang dipecat… agar potensi tempurnya mewujud. ‘Fitrah’ atau bawaan asli Bu Shinta adalah perempuan pekerja (selain juga ibu rumah tangga). Karena Chariot adalah figur yang mampu melakukan multi-tasking gila-gilaan.

Pak Rama ternyata bernumerologi 5 dengan life values 8. Seorang Hierophant (bahasa Yunani: pendeta) yang panggilan hidupnya adalah: memastikan bahwa praktek hidupnya musti sesuai dengan omongan/ajarannya. Bukan menjadi manusia jarkoni: iso ujar tapi gak iso ngelakoni (bisa ngomong tapi nggak bisa melakukan).

Life values Pak Rama adalah 8. Artinya adalah Strength. Kekuatan. Harusnya, CARA HIDUPNYA adalah seorang yang bermental baja… seperti gladiator yang mampu mengalahkan singa di Colosseum, tanpa senjata dan alat apapun. Hanya mengandalkan nyali dan akalnya.

Setelah peta hidup terbaca… bu Shinta (yang kali ini sudah sadar bahwa dia memang perempuan Alpha dan sekaligus Jenderal Perang) bertekad turun kembali ke medan laga.

Proses selanjutnya adalah episode yang menarik…..

********

Dibantu oleh Coach Awie… syaraf-syaraf rusak Pak Rama diperbaiki dengan hipnoterapi. Tentu saja, tetap ada fisioterapi oleh tenaga medis ya.

Ditemukan juga trauma bawah sadar yang terkait dengan figur ayah... juga disembuhkan oleh coach Awie.

Ternyata, zaman duluuuu…
Ayahnya pak Rama minggat meninggalkan anak dan istrinya, lalu hidup mengelana sebagai seniman jalanan. Mengejar kepuasan batin sendiri, tanpa mempedulikan nasib anak-istri.

Pola ini ternyata berulang pada Pak Rama ketika dipecat. Dia melihat bu Shinta ternyata setangguh ibu kandungnya dahulu, dan ini memberikan sensasi ‘nyaman’ dan bergantung seperti yang pak Rama alami sejak dia kecil sampai lulus kuliah: bergantung pada sosok ibu rumah tangga yang tangguh. Dorongan bawah sadar (yaitu ‘kebiasaan tahu beres’) itu rupanya menguasai dirinya kembali, ketika sudah menjadi suami dan ayah.

Dengan hipnoterapi, pola yang tidak menguntungkan ini diubah menjadi kesadaran baru: menjadi individu yang bertanggung-jawab dan berkontribusi pada rumah tangga yang sudah dibangunnya, atas keputusannya sendiri.

Tidak sampai setahun, kesehatan pak Rama pulih dan bisa kembali bekerja.

Kali ini secara aktif dia mengelola toko-toko online Bu Shinta, mengelola akun-akun media sosial toko (termasuk meng-hire food photographer dan graphic designer) serta mengatur packing dan armada toko. Sambil merintis usaha kerjasama mobil online dengan dua driver.

Pasangan ini kini memahami, apa artinya berjuang bersama. Ternyata, perbedaan agama itu nggak ada apa-apanya dibandingkan dengan perbedaan mentalitas. Yang satu mau berkorban capek-capek dan keringetan; eh yang satu keenakan kipas-kipas dan merasa aman.

Saat ini, tagline hubungan mereka adalah: Ringan sama dijinjing, berat sama difficult. Eh salah. Berat sama dipikul.

Anak-anak pun mendapatkan teladan luar biasa selain toleransi beragama. Yaitu: ibu itu perkasa dan bisa diandalkan. Ayah itu bermental baja (karena mampu berdiri tegak lagi setelah terpuruk lumpuh) dan bertanggung jawab.

——

Jika ingin mendapatkan layanan tarot reading, bisa menghungi Sarah di: (WA) 0813 8080 2768

Jika ingin mendapatkan layanan hipnoterapi, bisa menghubungi Sarah (Admin)

Kisah 4 orang klien kami…
19/06/2026

Kisah 4 orang klien kami…

NEURO SURROGATE THERAPY.

Aku mau cerita, tentang tiga kisah yang membuatku sendiri terharu dan bahagia, tercampur menjadi satu ketika melihat kasus ini berhasil dengan baik.

DISCLAIMER :
Semuanya adalah kisah nyata, namun sudah kuubah nama, detail kisah dan lain-lainnya, untuk menjaga kerahasiaan klien.

,
seorang kawan medsos menghubungi aku melalui inbox. Seorang ibu berhijab yang panik karena anak lelakinya 'menghilangkan diri' setelah bergabung dengan kelompok fundamentalis. Semua kontak ditutup oleh pemuda tampan yang berkuliah di universitas mentereng ini.

"Ini ikhtiar saya karena sudah putus asa mbak. Mohon maaf, seharusnya saya tidak bertanya melalui tarot karena ajaran agama saya, tetapi saya percaya pada mbak Nana. Bisakah anak saya kembali? Apa yang harus kami lakukan?"

Singkat cerita, melalui tarot, kami melihat peluang pemuda ini bisa kembali ke keluarganya. Namun perlu dibantu oleh ikatan batin ortunya.

Akhirnya kami melibatkan Coach Awie Suwandi dalam proses berikutnya, setelah sesi konsultasi tarot selesai dilakukan.

Pada meeting selanjutnya, yang dilakukan melalui zoom, hadir Bapak Ahmad dan Bu Ahmad (kita sebut saja begitu ya), Ade Sikado, dan aku. Meeting ini dipimpin oleh Coach Awie.

Pada meeting ini, diputuskan untuk melakukan pendekatan yang disebut sebagai , yaitu sebuah upaya bicara dari 'soul to soul' antara ibu dan anak.

Kenapa ibu; bukannya ayah?

Karena biasanya, yang memiliki ikatan batin kuat dengan anak-anak adalah ibu. Semata karena anak-anak ini pernah ada di dalam kandungannya.

Namun, kami melihat bahwa Bu Ahmad dalam keadaan emosi yang tidak memadai karena beliau kelewat panik, sangat sedih dan terpukul. Padahal, secara 'spiritual', Bu Ahmad ini memiliki medan energy yang besar karena ibadahnya tekun, tidak pernah putus sholat 5 waktunya.

Akhirnya disepakati, ayahnya lah yang akan menjadi surrogate bagi anak lelaki ini. Karena secara emosional, Pak Ahmad lebih tenang dan stabil.

Total, pak Ahmad mendapatkan 3 kali terapi seminggu sekali. Dan di antara 3 minggu itu, pak Ahmad melakukan terapi secara mandiri setiap hari, dengan dibantu oleh rekaman dari Coach Awie.

Jadi ada dua jenis ikhtiar yang dilakukan: diterapi secara online dan melakukan terapi sendiri (terapi mandiri ini dilakukan terus SETIAP HARI, setelah 3 sesi terapi).

Sebulan berlalu tanpa ada tanda-tanda apapun, tetapi pak Ahmad tekun melakukan terapi mandiri, sambil sesekali berdiskusi dan mendapat arahan dari coach Awie melalui percakapan WA dan telepon.

Tahu-tahu, di hari ke 32, si pemuda menghubungi ayahnya...! Ini ajaib…!!! Karena sejak kecil, orang yang biasanya dia cari adalah ibunya!

Dalam keadaan panik, namun kali ini diiringi perasaan gembira, pak Ahmad dan bu Ahmad menghubungi kami kembali.

"Apa yang harus kami katakan? Apa langkah berikutnya? Kami tidak mau sembrono atau salah omong, nanti anak kami menjauh lagi...”

Apa yang terjadi, teman-teman...?
Adalah proses yang seru sekali.
Ibu Ahmad yang kini sudah kembali semangatnya, ikut bergabung dalam ini.

Jadi, satu anak lelaki 'diselimuti' oleh cinta dan dukungan komplit dari ayah dan ibunya... untuk 'dituntun' pulang.

BERHASIL...! 🥹🥹😍😍

Metoda yang sama, pernah dipakai juga bagi anak perempuan yang 'dibawa lari' untuk menjauh dari keluarga kandungnya, oleh suaminya yang dominan, posesif, dan punya pandangan agama yang juga 'ekstrem'. Akhirnya, berhasil juga kembali terhubung dengan keluarga besar.

***************


Seorang pengusaha menghubungi admin Garuda Amerta Consulting. Minta dihubungkan dengan Coach Awie.

Anak sulung mereka, kita sebut saja 'Alvin', seorang lelaki usia 40-an yang sudah menikah, dan kini memegang sebagian urusan perusahaan keluarga, mengalami kejadian aneh.

Menurut ortunya, Alvin seperti orang yang terkena guna-guna, karena tiba-tiba diam saja, lalu tiba-tiba marah-marah, lalu teriak-teriak akan mengancam bunuh diri.

Setelah 'diperiksa' oleh Coach Awie ternyata tidak ditemukan adanya energi 'santet'.

Namun untuk memastikan, sebagai second opinion, kami diminta membuka tarot oleh Coach Awie.

Hasilnya sama: apa yang dialami oleh Alvin ini murni masalah medis psikologis. Nggak ada unsur ‘magis’nya.

Tetapi gimana membawa Alvin berobat?
Lelaki dewasa ini berkeras mengunci diri di kamar. Tidak mau bertemu siapapun, termasuk istrinya yang terpaksa tidur di kamar anak-anak selama seminggu.

Alvin juga tidak mau mandi. Namun diam-diam keluar kamar pada tengah malam, ketika semua sudah tidur, untuk menggeratak isi kulkas. Cari makanan.

Beruntung, istrinya bijak: di hari berikutnya selalu ditinggalkan lauk-pauk lengkap dengan gizi seimbang di meja makan, di dalam mesin penghangat.

Akhirnya, dilakukan upaya pada mamanya Alvin.

Baru tiga kali terapi, Alvin tiba-tiba menghubungi mamanya! Istri pengusaha ini dicurhati macam-macam oleh Alvin.

Dengan perlahan-lahan, pada curhatan beberapa hari kemudian, mamanya Alvin mulai mengarahkan Alvin untuk mau berobat dan menjalani terapi ke psikiater.

Pancingan ini berhasil!
Alvin mau berobat.

Saat ini Alvin sudah membaik, diterapi oleh psikiater pilihan keluarganya, sementara mamanya Alvin terus mendukung Alvin secara tidak langsung melalui yang dipandu oleh coach Awie.

*******************


Seorang ibu, awalnya berkonsultasi tarot kepada kami, menanyakan Numerologi dan Life Purpose untuk ketiga anaknya, yang kebetulan perempuan semua, berusia 17, 21 dan 23 tahun.

Ibu yang single parent ini berjuang menghidupi anak-anaknya sendirian, setelah suaminya meninggal pada saat anak-anak masih usia SD.

Pada konsultasi ini, dideteksi anak kedua mengalami kekosongan batin yang luar biasa karena ketidakhadiran ayah. Kami melihat indikasi: pemuda yang sekarang ini menjadi pacarnya, sudah memanipulasinya secara psikologis dan seksual.

Besar kemungkinan anak gadis ini akan hamil di luar nikah, jika dibiarkan pacaran terus dengan pemuda ini. Dan jika menikah kelak, pun akan mengalami KDRT oleh pemuda ini.

Terperanjat, klien kami membenarkan bacaan tarot ini. Dia memang melihat anak tengahnya ini bucin banget, sementara cowonya kelihatan ‘butuh nggak butuh’, menyepelekan gadis ini, dan kerap bersikap kasar.

Lalu bagaimana?

Dilakukanlah untuk mengisi kekosongan batin si gadis usia 21 ini. Agar dipenuhi dengan cinta. Nenek dan kakek si gadis juga terlibat dalam proses ini.

Intinya, mereka semua berusaha mengisi seluruh relung jiwa si anak gadis agar penuh dengan cinta.

Apa yang terjadi?
Si gadis tiba-tiba tersadar bahwa dia layak dicintai. Dia sadar bahwa dia layak diperlakukan baik.
Dan dia, dengan gagah berani memutuskan pacarnya serta menutup semua jalur komunikasi.

Total!

Padahal ibu, nenek dan kakeknya tidak menasihati apapun, dan tidak membocorkan keberadaan terapi ini.

Belakangan, gadis itu berkata kepada ibunya, bahwa dia tiba-tiba tersadar saja. Dan dia tidak merasakan sedih atau kehilangan, setelah putus cinta.

Bagus! 👏🏻👏🏻👏🏻

********

Jadi kawan-kawan, dari 3 kisah ini, kawan-kawan bisa melihat bahwa Garuda Amerta Consulting adalah lembaga yang membuka diri pada berbagai pendekatan dan metode, termasuk bekerja sama dengan kalangan ilmuwan dan medis barat.

Prinsip kami adalah client centered!
Yang penting adalah: klien terbantu.

Tidak penting, apakah yang berperan adalah sepenuhnya science atau sepenuhnya pseudoscience. Atau paduan dari semua metode yang ada.

Satu lagi kuncinya :
hanya bisa dilakukan oleh orang tua (ortu) yang:
1️⃣. Sudah ‘selesai’ dengan dirinya.
2️⃣. Sudah ‘selesai’ dari trauma-traumanya.
3️⃣. Memiliki ego yang sehat.

Terapi ini:
• TIDAK BISA dipakai untuk mendominasi anak.
• TIDAK BISA dipakai untuk menggiring anak agar menuruti kehendak ortu.
• TIDAK BISA dipakai untuk menjauhkan seseorang dari Life Purposenya (misanya: mustinya menjadi biarawan, tetapi dipaksa menjadi dokter, atau membuat anaknya menikah dengan pilihan ortu), atau niatan yang semacam itu.

Bagaimana jika ortunya masih 'kacau'?
Ya mau nggak mau, ortunya yang dibantu duluan. Alias: diterapi duluan. Karena hanya ortu yang mantab dan kokoh, yang bisa menolong anak-anaknya.

Jika membutuhkan layanan ini, dapat menghubungi admin di: 0813 8080 5762 (WA)

Address

Jakarta
12870

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Garuda Amerta posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share