19/06/2026
Kisah 4 orang klien kami…
NEURO SURROGATE THERAPY.
Aku mau cerita, tentang tiga kisah yang membuatku sendiri terharu dan bahagia, tercampur menjadi satu ketika melihat kasus ini berhasil dengan baik.
DISCLAIMER :
Semuanya adalah kisah nyata, namun sudah kuubah nama, detail kisah dan lain-lainnya, untuk menjaga kerahasiaan klien.
,
seorang kawan medsos menghubungi aku melalui inbox. Seorang ibu berhijab yang panik karena anak lelakinya 'menghilangkan diri' setelah bergabung dengan kelompok fundamentalis. Semua kontak ditutup oleh pemuda tampan yang berkuliah di universitas mentereng ini.
"Ini ikhtiar saya karena sudah putus asa mbak. Mohon maaf, seharusnya saya tidak bertanya melalui tarot karena ajaran agama saya, tetapi saya percaya pada mbak Nana. Bisakah anak saya kembali? Apa yang harus kami lakukan?"
Singkat cerita, melalui tarot, kami melihat peluang pemuda ini bisa kembali ke keluarganya. Namun perlu dibantu oleh ikatan batin ortunya.
Akhirnya kami melibatkan Coach Awie Suwandi dalam proses berikutnya, setelah sesi konsultasi tarot selesai dilakukan.
Pada meeting selanjutnya, yang dilakukan melalui zoom, hadir Bapak Ahmad dan Bu Ahmad (kita sebut saja begitu ya), Ade Sikado, dan aku. Meeting ini dipimpin oleh Coach Awie.
Pada meeting ini, diputuskan untuk melakukan pendekatan yang disebut sebagai , yaitu sebuah upaya bicara dari 'soul to soul' antara ibu dan anak.
Kenapa ibu; bukannya ayah?
Karena biasanya, yang memiliki ikatan batin kuat dengan anak-anak adalah ibu. Semata karena anak-anak ini pernah ada di dalam kandungannya.
Namun, kami melihat bahwa Bu Ahmad dalam keadaan emosi yang tidak memadai karena beliau kelewat panik, sangat sedih dan terpukul. Padahal, secara 'spiritual', Bu Ahmad ini memiliki medan energy yang besar karena ibadahnya tekun, tidak pernah putus sholat 5 waktunya.
Akhirnya disepakati, ayahnya lah yang akan menjadi surrogate bagi anak lelaki ini. Karena secara emosional, Pak Ahmad lebih tenang dan stabil.
Total, pak Ahmad mendapatkan 3 kali terapi seminggu sekali. Dan di antara 3 minggu itu, pak Ahmad melakukan terapi secara mandiri setiap hari, dengan dibantu oleh rekaman dari Coach Awie.
Jadi ada dua jenis ikhtiar yang dilakukan: diterapi secara online dan melakukan terapi sendiri (terapi mandiri ini dilakukan terus SETIAP HARI, setelah 3 sesi terapi).
Sebulan berlalu tanpa ada tanda-tanda apapun, tetapi pak Ahmad tekun melakukan terapi mandiri, sambil sesekali berdiskusi dan mendapat arahan dari coach Awie melalui percakapan WA dan telepon.
Tahu-tahu, di hari ke 32, si pemuda menghubungi ayahnya...! Ini ajaib…!!! Karena sejak kecil, orang yang biasanya dia cari adalah ibunya!
Dalam keadaan panik, namun kali ini diiringi perasaan gembira, pak Ahmad dan bu Ahmad menghubungi kami kembali.
"Apa yang harus kami katakan? Apa langkah berikutnya? Kami tidak mau sembrono atau salah omong, nanti anak kami menjauh lagi...”
Apa yang terjadi, teman-teman...?
Adalah proses yang seru sekali.
Ibu Ahmad yang kini sudah kembali semangatnya, ikut bergabung dalam ini.
Jadi, satu anak lelaki 'diselimuti' oleh cinta dan dukungan komplit dari ayah dan ibunya... untuk 'dituntun' pulang.
BERHASIL...! 🥹🥹😍😍
Metoda yang sama, pernah dipakai juga bagi anak perempuan yang 'dibawa lari' untuk menjauh dari keluarga kandungnya, oleh suaminya yang dominan, posesif, dan punya pandangan agama yang juga 'ekstrem'. Akhirnya, berhasil juga kembali terhubung dengan keluarga besar.
***************
Seorang pengusaha menghubungi admin Garuda Amerta Consulting. Minta dihubungkan dengan Coach Awie.
Anak sulung mereka, kita sebut saja 'Alvin', seorang lelaki usia 40-an yang sudah menikah, dan kini memegang sebagian urusan perusahaan keluarga, mengalami kejadian aneh.
Menurut ortunya, Alvin seperti orang yang terkena guna-guna, karena tiba-tiba diam saja, lalu tiba-tiba marah-marah, lalu teriak-teriak akan mengancam bunuh diri.
Setelah 'diperiksa' oleh Coach Awie ternyata tidak ditemukan adanya energi 'santet'.
Namun untuk memastikan, sebagai second opinion, kami diminta membuka tarot oleh Coach Awie.
Hasilnya sama: apa yang dialami oleh Alvin ini murni masalah medis psikologis. Nggak ada unsur ‘magis’nya.
Tetapi gimana membawa Alvin berobat?
Lelaki dewasa ini berkeras mengunci diri di kamar. Tidak mau bertemu siapapun, termasuk istrinya yang terpaksa tidur di kamar anak-anak selama seminggu.
Alvin juga tidak mau mandi. Namun diam-diam keluar kamar pada tengah malam, ketika semua sudah tidur, untuk menggeratak isi kulkas. Cari makanan.
Beruntung, istrinya bijak: di hari berikutnya selalu ditinggalkan lauk-pauk lengkap dengan gizi seimbang di meja makan, di dalam mesin penghangat.
Akhirnya, dilakukan upaya pada mamanya Alvin.
Baru tiga kali terapi, Alvin tiba-tiba menghubungi mamanya! Istri pengusaha ini dicurhati macam-macam oleh Alvin.
Dengan perlahan-lahan, pada curhatan beberapa hari kemudian, mamanya Alvin mulai mengarahkan Alvin untuk mau berobat dan menjalani terapi ke psikiater.
Pancingan ini berhasil!
Alvin mau berobat.
Saat ini Alvin sudah membaik, diterapi oleh psikiater pilihan keluarganya, sementara mamanya Alvin terus mendukung Alvin secara tidak langsung melalui yang dipandu oleh coach Awie.
*******************
Seorang ibu, awalnya berkonsultasi tarot kepada kami, menanyakan Numerologi dan Life Purpose untuk ketiga anaknya, yang kebetulan perempuan semua, berusia 17, 21 dan 23 tahun.
Ibu yang single parent ini berjuang menghidupi anak-anaknya sendirian, setelah suaminya meninggal pada saat anak-anak masih usia SD.
Pada konsultasi ini, dideteksi anak kedua mengalami kekosongan batin yang luar biasa karena ketidakhadiran ayah. Kami melihat indikasi: pemuda yang sekarang ini menjadi pacarnya, sudah memanipulasinya secara psikologis dan seksual.
Besar kemungkinan anak gadis ini akan hamil di luar nikah, jika dibiarkan pacaran terus dengan pemuda ini. Dan jika menikah kelak, pun akan mengalami KDRT oleh pemuda ini.
Terperanjat, klien kami membenarkan bacaan tarot ini. Dia memang melihat anak tengahnya ini bucin banget, sementara cowonya kelihatan ‘butuh nggak butuh’, menyepelekan gadis ini, dan kerap bersikap kasar.
Lalu bagaimana?
Dilakukanlah untuk mengisi kekosongan batin si gadis usia 21 ini. Agar dipenuhi dengan cinta. Nenek dan kakek si gadis juga terlibat dalam proses ini.
Intinya, mereka semua berusaha mengisi seluruh relung jiwa si anak gadis agar penuh dengan cinta.
Apa yang terjadi?
Si gadis tiba-tiba tersadar bahwa dia layak dicintai. Dia sadar bahwa dia layak diperlakukan baik.
Dan dia, dengan gagah berani memutuskan pacarnya serta menutup semua jalur komunikasi.
Total!
Padahal ibu, nenek dan kakeknya tidak menasihati apapun, dan tidak membocorkan keberadaan terapi ini.
Belakangan, gadis itu berkata kepada ibunya, bahwa dia tiba-tiba tersadar saja. Dan dia tidak merasakan sedih atau kehilangan, setelah putus cinta.
Bagus! 👏🏻👏🏻👏🏻
********
Jadi kawan-kawan, dari 3 kisah ini, kawan-kawan bisa melihat bahwa Garuda Amerta Consulting adalah lembaga yang membuka diri pada berbagai pendekatan dan metode, termasuk bekerja sama dengan kalangan ilmuwan dan medis barat.
Prinsip kami adalah client centered!
Yang penting adalah: klien terbantu.
Tidak penting, apakah yang berperan adalah sepenuhnya science atau sepenuhnya pseudoscience. Atau paduan dari semua metode yang ada.
Satu lagi kuncinya :
hanya bisa dilakukan oleh orang tua (ortu) yang:
1️⃣. Sudah ‘selesai’ dengan dirinya.
2️⃣. Sudah ‘selesai’ dari trauma-traumanya.
3️⃣. Memiliki ego yang sehat.
Terapi ini:
• TIDAK BISA dipakai untuk mendominasi anak.
• TIDAK BISA dipakai untuk menggiring anak agar menuruti kehendak ortu.
• TIDAK BISA dipakai untuk menjauhkan seseorang dari Life Purposenya (misanya: mustinya menjadi biarawan, tetapi dipaksa menjadi dokter, atau membuat anaknya menikah dengan pilihan ortu), atau niatan yang semacam itu.
Bagaimana jika ortunya masih 'kacau'?
Ya mau nggak mau, ortunya yang dibantu duluan. Alias: diterapi duluan. Karena hanya ortu yang mantab dan kokoh, yang bisa menolong anak-anaknya.
Jika membutuhkan layanan ini, dapat menghubungi admin di: 0813 8080 5762 (WA)