05/02/2026
Ibu Yessiva, selaku President Director dari CBQA Global menghadiri AI for Developing Countries Forum (AIFOD Summit) di Bangkok. Forum Global yang mempertemukan pembuat kebijakan, pakar AI, dan pemimpin industry lebih dari 150 negara.
Diskusi dalam forum tersebut, membicarakan isu-isu krusial dalam penerapan AI, khususnya:
•Ketimpangan penerapan AI antara negara maju dan negara berkembang.
•Urgensi peran pemerintah dalam menata kebijakan dan standar AI.
•Risiko adopsi AI tanpa tata Kelola yang memadai.
Diskusi global tersebut, membicarakan isu-isu krusial dalam penerapan AI dimulai dari kesenjangan penerapan AI antara negara maju dan negara berkembang hingga pentingnya tata kelola AI yang jelas dan bertanggung jawab.
Ketika AI hadir dengan kecepatan dan inovasi, CBQA Global memandang bahwa tantangan utama AI hari ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga mengenai governance, accountability dan trust.
Pada forum diskusi, disampaikan bahwa pentingnya untuk menerapkan tata kelola AI menggunakan ISO/IEC 42001 (AI Management System) sebagai salah satu Gold Standard global yang dapat digunakan untuk sertifikasi sistem manajemen AI baik bagi organisasi dan perusahaan yang mengembangkan atau menggunakan AI dalam proses bisnisnya agar dapat diterapkan secara:
Bertanggung Jawab, Transparan, Etis dan Selaras dengan Regulasi Global.
AI yang bertanggung jawab tidak lahir dari inovasi semata, tetapi dari sistem yang dapat di audit dan dipercaya.