Gesek Tunai Solusi

Gesek Tunai Solusi Mempergunakan kartu kredit dengan bijaksana.

17/07/2016

Tips cerdas menggunakan kartu Kredit. Kartu Kredit atau Credit Card adalah alat pembayaran sangat praktis untuk digunakan. Kartu Kredit juga memudahkan Anda untuk tidak membawa uang lebih banyak, cukup satu kartu, Anda sudah dapat melakukan pembayaran apa saja yang Anda inginkan.

Namun tidak sedikit orang menggesekan Credit Card untuk membeli jenis barang yang di inginkan, sehingga orang tersebut terbelit dengan hutang. Agar Anda tidak terbelit dengan hutang karena terus berbelanja dengan Kartu Kredit kami memberikan Tips Cerdas Menggunakan Kartu Kredit.

Cara Cerdas Menggunakan Kartu Kredit:

Disiplin - Setiap kartu kredit pasti memiliki limit atau batas maksimum yang telah di tentukan. itu semua tergantung kartu kredit yang Anda gunakan. entah dari Bank BCA, Mandiri, Citibank, Standard Chartered dll. misalnya limit kartu kredit Anda dengan batas maksimum Rp. 3.000.000 perbulan, tentunya Anda jangan menghabiskan limit bulanan Anda. mengapa? Karena hal ini untuk mendisiplinkan Anda supaya tidak terbuai dengan kegunaan kartu kredit.

Batasi Jumlah Kartu Kredit. - Sebaiknya Anda cukup memiliki dua hingga tiga kartu kredit, apalagi jika Anda menggunakan kartu tersebut secara sekaligus. Walaupun memang setiap penerbit kartu memiliki fasilitas yang berbeda, pilihlah yang terbaik bagi Anda. Perlu Anda ingat, kartu kredit tetap adalah alat pembayaran. Jangan lupa ada tagihan yang harus dibayar setelah anda menggesekannya.

Manfaatkan Point Rewards. - Setiap Anda menggunakan kartu kredit, berarti Anda telah mengumpulkan poin yang bisa ditukarkan. Nah, bila point ini sudah terkumpul banyak, Anda bisa menukarkannya dengan barang atau promo. Tentunya hal ini menguntungkan, apalagi jika Anda bisa menukarnya dengan barang yang harganya tinggi. Sudah pasti menyenangkan, bukan?

Bayarlah Sebelum Jatuh Tempo - Membayar tagihan sebelum jatuh tempo akan menyelamatkan Anda dari utang. Plus, track recordAnda pun akan baik di mata bank. Hal ini juga merupakan salah satu disiplin diri supaya Anda lebih cerdas lagi dalam menggunakan kartu kredit.

Bayarlah Lebih dari Tagihan Minimum - Admin yakin, Anda semua pasti sudah tahu kalau kartu kredit pada umumnya menetapkan pembayaran minimum tagihan kartu kredit sebesar 10% dari totalnya. But wait, walaupun begitu, bukan berarti Anda tidak dapat membayar lebih dari jumlah itu. Semakin banyak yang Anda bayarkan, semakin sedikit sisa tagihan yang dikenakan bunga. Artinya semakin sedikit juga d**g utang Anda. Betul, kan? Jadi usahakan Anda membayar lebih dari tagihan minimum.

TAG: promo kartu kredit, point rewards kartu kredit, cara apply kartu kredit, credit card online, cara daftar kartu kredit online, apply credit card online, cara menggunakan kartu kredit di luar negri.

17/07/2016

8 Cara Menggunakan Kartu Kredit dengan Bijak

Oleh Herman Yudiono

ilustrasi menggunakan kartu kredit

Jika Anda seorang karyawan yang baru pertama kali memiliki kartu kredit, Anda tentu gembira karena bisa menggunakan kartu tersebut untuk kebutuhan Anda. Namun, Anda harus bijak dalam menggunakannya. Mengapa?


Setidaknya ada 3 alasan. Pertama, kartu kredit adalah utang yang wajib Anda lunasi. Kedua, suku bunga kartu kredit relatif tinggi tiap bulannya (2,75-3%). Ketiga, kartu kredit bisa mendorong Anda kepada gaya hidup konsumtif sehingga berdampak pada ketahanan finansial Anda.

Berita baiknya, Anda bisa menggunakan kartu kredit secara bijak. Untuk membantu Anda mewujudkan hal tersebut, berikut 8 cara yang sebaiknya Anda lakukan.

1. Belanja sesuai rencana

Biasakan diri Anda untuk berbelanja sesuai rencana. Di mana pun tempat belanjanya, rencana belanja Anda akan membantu mengendalikan pengeluaran Anda. Sebagai contoh, dari rumah Anda sudah merencanakan akan menggunakan kartu kredit untuk membeli sebuah treadmil. Saat di toko peralatan kebugaran, fokuskan diri Anda untuk membeli treadmil.

Memfokuskan diri pada rencana belanja memang tidak mudah. Selalu saja ada godaan yang meningkatkan hasrat membeli Anda. Misalnya, sandal kesehatan yang dipromosikan beli satu dapat gratis satu. Jika terbersit di kepala untuk membeli barang tersebut, kembali ke rencana belanja Anda dan ingatlah bahwa Anda perlu uang untuk keperluan lain.

2. Hindari menarik uang tunai melalui kartu kredit

Salah satu kemudahan kartu kredit adalah bisa digunakan untuk menarik uang tunai dari ATM. Meskipun demikian, kuatkan diri Anda untuk tidak menggunakan kemudahan tersebut. Alasannya, penarikan uang tunai dari kartu kredit dikenai bunga 4-5% per bulan. Jika keuangan Anda hanya cukup untuk kebutuhan bulanan, tentu bunga ini akan membebani diri sendiri.

3. Abaikan tawaran merchant

Penerbit kartu kredit umumnya bekerja sama dengan sejumlah merchant. Para merchant ini memiliki sejumlah cara pintar dalam menggaet pemilik kartu kredit untuk berbelanja di tempat mereka. Sebagai contoh, mereka mengirimkan undangan spesial yang berhadiah barang tertentu. Pemilik kartu kredit harus datang ke tempat merchant untuk mendapatkan barang tersebut.

Jika Anda mendapatkan undangan spesial seperti itu, abaikan saja. Mengapa? Ketika Anda datang ke tempat merchant, Anda akan ditawari beragam produk mereka. Mungkin saja Anda akan membeli satu atau lebih produk mereka karena merasa tidak enak sudah diberi barang gratis.

Saya sudah mengalami hal tersebut. Namun, saya belajar dari kekonyolan itu. Sekarang ini, ketika saya mendapat undangan spesial dari merchant tertentu, saya membuang undangan tersebut ke tempat sampah.

4. Manfaatkan kartu kredit untuk berhemat

Jika Anda karyawan yang sering bepergian ke luar kota untuk urusan bisnis atau pribadi, Anda bisa menggunakan kartu kredit untuk berhemat. Sebagai contoh, Anda bisa memanfaatkan fasilitas airport lounge reward dari kartu tersebut untuk makan gratis di restoran elit yang ada di bandara tersebut. Sekalipun tidak gratis, Anda bisa mendapatkan harga promo dari makanan tersebut.

Cara ini memang berisiko pada gaya hidup konsumtif. Namun, sedikit lebih baik dan lebih cerdas dibanding Anda makan di restoran elit tanpa fasilitas airport lounge reward.

5. Periksa tagihan dengan cermat

Jika Anda sudah menggunakan kartu kredit untuk berbelanja, Anda akan mendapatkan tagihan bulanan yang dikirimkan ke rumah Anda. Periksa tagihan tersebut dengan cermat untuk mengetahui apakah ada transaksi yang tidak Anda lakukan. Jika ada, segera hubungi layanan pelanggan dari penerbit kartu kredit Anda untuk mengadukan komplain Anda.

6. Bayar penuh tagihan

Upayakan membayar penuh tagihan bulanan Anda sebelum jatuh tempo. Ini akan lebih baik daripada mencicilnya. Selain itu, Anda juga bisa mengatur keuangan Anda untuk keperluan lain (misalnya liburan atau biaya sekolah Anda) tanpa pusing harus membayar cicilan bulanan kartu kredit.

7. Simpan kartu kredit jika tidak diperlukan

Kartu kredit sebaiknya digunakan jika diperlukan saja. Oleh karena itu, jika Anda tidak memerlukannya, simpan kartu kredit tersebut di rumah Anda. Selain menghindarkan Anda dari belanja tanpa rencana, menyimpan kartu kredit juga menghindarkan Anda dari kehilangan kartu tersebut karena dompet Anda jatuh atau dicopet.

8. Batasi kartu kredit maksimal 2 buah

Jika Anda sudah memiliki kartu kredit pertama dengan transaksi dan pembayaran lancar, Anda akan mendapatkan tawaran kartu kredit lagi dari penerbit yang sama atau penerbit kartu kredit lain. Jika Anda membutuhkannya, batasi jumlah kartu kredit Anda maksimal dua. Mengapa? Karena kalau memiliki banyak kartu kredit, Anda akan mengeluarkan uang tambahan untuk membayar iuran tahunan dan biaya-biaya terkait.

Kartu kredit akan memberikan banyak manfaat jika digunakan secara bijak. Cobalah menerapkan kedelapan cara di atas sehingga Anda mendapatkan manfaat dari kartu kredit yang dimiliki, bukan tagihan yang membengkak tiap bualannya. Jika diperlukan, konsultasilah dengan keluarga atau perencana keuangan sebelum menggunakan kartu kredit pertama Anda agar keuangan bulanan Anda tidak terganggu.

17/07/2016

Merchant Talangin Kartu Kredit:

Sebenarnya topik ini dibahas cukup jelas di ebook, namun karena merupakan bagian dari pelaku industri dan materinya cukup krusial untuk diketahui, kami jabarkan sedikit di sini. Kalau merchant kartu kredit atau merchant gesek tunai kartu kredit, kami yakin Anda pun sudah paham. Keduanya sudah jelas dibahas. Sekarang perhatikan bunyi iklan berikut ini yang juga sering nongol di koran atau internet:

Tagihan kartu kredit membengkak? Stres dan takut debt collector? Tidak ingin dihubungi bank terus menerus? Kami solusinya. Aman, legal dan dijamin bebas masalah. Bukan pengacara. Kami bayarin tagihan kartu kredit Anda. Minimum payment atau full payment. Kartu kredit pasti masih aktif. Jasa nego. Hubungi : 021-7639### atau 0878786###X.

Merchant Talangin Pembayaran Kartu Kredit

Tawaran bunyi iklan tersebut adalah dari merchant talangin pembayaran kartu kredit. Apa itu merchant talangin pembayaran kartu kredit? Bagaimana modus kerjanya? Siapakah yang diuntungkan? Bisakah bank menutupnya? Berikut ini adalah ulasannya sekilas.

Merchant talangin pembayaran kartu kredit kadang juga disebut: "merchant pelunasan tagihan kartu kredit". Jadi tagihan kartu kredit Anda benar-benar dibayar dan dilunasi oleh pihak ketiga. Wow! Emangnya ada? Ya jelas ada! Kok enak ya: kita yang pakai tapi orang lain yang membayarnya. Tapi tunggu dulu Kawan! Di dunia ini tidak ada yang gratis kecuali dijemput malaikat kematian!

Merchant talangin pembayaran kartu kredit pada dasarnya adalah merchant biasa. Hanya saja mereka bisa membantu kita untuk melunasi tagihan kartu kredit. Mau dilunasi minimum payment atau full payment boleh-boleh saja. Pokoknya suka-suka kita dan kebanyakan orang memilih untuk melunasi full payment. Untuk mendeteksi merchant seperti ini tentu bukan perkara mudah. Sejak bank bersama AKKI gencar menutup merchant gestun, merchant pelunasan kartu kredit juga mulai merahasiakan identitas mereka. Takut kena imbasnya juga. Dan boleh kami katakan bahwa hampir 80% merchant gestun juga menjadi merchant pelunasan kartu kredit seperti ini. Cuma Anda yang tidak menanyakannya ke si pemilik gestun atau pemilik toko. Meski ditanyakan seringkali mereka jawab "tidak" atau "tidak tahu" itu hanya karena mereka meragukan tampang dan tingkah laku Anda. Yang pasti merchant gestun dan merchant talangin pembayaran kartu kredit adalah setali tiga uang. Jika mereka bilang tidak tahu maka omong kosong! Orang bank dan AKKI juga pada tahu. Semuanya ini kan ilmunya dari orang-orang bank dan orang-orang AKKI itu sendiri. Tidak mungkin nelayan bisa merakit komputer jika tidak diajari oleh orang komputer.

Mengapa bisnis talangin pembayaran kartu kredit bisa muncul? Jawabnya: karena kebutuhan pasar. "Ada barang - ada uang" seperti kata pepatah. Dengan mendatangi merchant seperti ini otomatis semua tagihan kartu kredit Anda akan dilunasi. Jadi tak perlu lagi takut ditelepon orang bank siang malam apalagi debt collector. Namun ada 2 catatan penting yang harus Anda penuhi yaitu:
Kartu kredit Anda ditinggal di toko.
Anda membayar fee sesuai kesepakatan.
Ya, kartu kredit Anda harus ditinggal atau dititipkan di merchant tersebut. Sebab bagaimana mungkin orang yang mau membayar tagihan Anda sementara kartu kredit tersebut Anda pegang? Begitu ke luar toko e.. digesek dan dipakai lagi. Sama saja bohong. Tak ada orang bodoh yang mau berbisnis seperti itu. Jadi kartu kredit Anda ditahan untuk memastikan bahwa Anda tidak menggunakan dana yang sudah dimasukkan kembali. Sedangkan fee adalah biaya yang harus Anda bayarkan karena pemilik toko meminjamkan uang mereka secara tidak langsung. Sudah pasti bunganya akan lebih tinggi dari bunga tabungan atau deposito dalam jangka waktu 1 bulan. Kalau tidak demikian tak ada seorang pun yang mau meminjamkan uangnya. Wong ditaruh di tabungan saja bunganya lebih tinggi.

Begitu dana sudah disuntikkan ke kartu Anda (dibayar) perlu waktu minimal 2 hari atau 1 bulan untuk mencairkannya kembali. Mereka menyesuaikannya dengan besarnya bunga tabungan atau deposito yang diberlakukan per bulan. Rata-rata mengenakan fee 2% - 3% dari total pelunasan kartu Anda. Kalau Anda meminta tagihan dilunasi Rp 10 juta, maka Anda perlu membayar minimal Rp 200.000. Pembayaran ini dalam bentuk uang kontan. Berbeda dengan gesek tunai di mana bisa di-charge langsung dari uang tunai yang ingin diambil. Uang Rp 200.000 tersebut adalah biayanya dan dianggap merchant jauh lebih tinggi dari bunga tabungan atau deposito.

Rata-rata merchant pelunasan kartu kredit akan memberikan batas waktu toleransi paling lama 30 hari untuk mengambil kembali kartu kredit tersebut. Waktu 30 hari dipilih untuk menyesuaikan kebiasaan bank menagih penggunaan kartu kredit. Tentu saja setelah dilunasi jika besok atau 5 hari kemudian jika Anda sudah memiliki uang (Rp 10 juta), Anda bisa mengambil kembali kartu Anda. Jadi tak perlu sampai 30 hari. Sampai di sini paham? Bagaimana jika dalam satu bulan kita belum juga mengambil kembali kartu tersebut? Istilahnya masih belum punya duit. Tentu Anda akan dikenakan biaya yang sama seperti saat pertama kali. Kalau pelunasannya Rp 10 juta dan biayanya 2% maka Anda bayar lagi Rp 200.000. Begitu juga di bulan ketiga, keempat, dst. Pokoknya sebelum punya uang untuk melunasi dana talangan yang sudah dipinjamkan, maka cukup membayar fee-nya saja.

Menggunakan jasa merchant seperti ini, tak ubahnya kartu kredit disimpan dalam peti mati atau lemari pakaian. Tidak bisa dipergunakan karena kartunya ada di tangan orang lain. Anda kembali lagi ke zaman tradisional menggunakan uang kontan untuk berbelanja. Masih mending uang kontan asal jangan pakai cara barter saja. Namun bagi sebagian orang, jasa merchant ini menjadi alternatif yang sangat powerful baik untuk aktifitas mafia kartu kredit atau mencegah biaya siluman: biaya keterlambatan, biaya over limit, biaya bunga, dsb. Pokoknya kalau Anda pintar, Anda bisa memanfaatkan semua yang kami bagikan di situs ini. Bagi yang bodoh teruslah menjadi bodoh!

Taktik untuk memanfaatkan jasa merchant pelunasan kartu kredit sering digunakan beberapa orang termasuk jaringan mafia kartu kredit. Beberapa orang mengajarkannya di seminar-seminar topik kartu kredit, seminar wirausaha atau ditulis di ebook yang kadang disebut dengan jurus meledakkan limit kartu kredit hingga Rp 5 milyar. Meledakkan limit kartu kredit hingga milyaran rupiah? Kalau kartunya lebih dari 10 mungkin saja bisa, tetapi kalau cuma 1 kartu sama saja omong kosong. Jangan percaya sesuatu yang tidak logis! Secara teori memang bisa tetapi prakteknya tidak akan bisa. Bankir bukan orang bodoh. Nanti pada waktunya akan kami jelaskan.

Prosedur kerja merchant pelunasan kartu kredit:
Anda datang ke merchant dan mengutarakan niat Anda. Merchant akan mewawancarai Anda secara singkat seraya menanyakan besarnya tagihan yang ingin Anda bayarkan. Mereka akan memeriksa status kredit macet atau status kartu Anda. Caranya? Ya jelas ada tekniknya. Jika sudah oke, Anda bisa meminta mereka membayar minimum payment, 50% atau full payment. Merchant akan meminta tagihan asli kartu kredit terbaru Anda yang ingin dilunasi, KTP dan tentunya kartu kredit tersebut. Kalau ingin melunasi semua kartu misalnya 10 kartu maka bawa 10 kartu tersebut.
Pemilik toko atau karyawannya akan menjelaskan kepada Anda besarnya fee dan masa waktu toleransi penulasan. Besarnya fee mungkin masih bisa nego jika tagihan Anda jumlahnya besar. Biasanya fee dibayar dimuka sebelum pemilik toko melunasi tagihan Anda.
Setelah oke, si pemilik toko akan langsung mentransfer pembayaran ke bank. Dalam beberapa kasus, pemilik toko akan berpura-pura menjadi Anda untuk cross check status kartu atau jumlah tagihan tertunggak.
Setelah ditransfer semuanya beres. Kartu kredit Anda akan dititipkan berikut bukti tagihan asli yang ada. KTP silakan dibawa pulang. Tetapi dalam beberapa kasus terkadang KTP dimintai untuk ditinggal kalau belum terlalu kenal.
Kurang lebih seperti itu. Jadi tak perlu lagi takut orang bank akan terus menagih Anda. Semua telepon kantor, ponsel dan rumah otomatis akan berhenti. Semuanya sudah dilunasi. Jika masih saja ditagih tinggal Anda maki kembali. "Orang sudah bayar kok masih ditagih-tagih?" Namun satu hal yang perlu Anda ingat adalah: merchant talangin pembayaran kredit hanya mau membayar tagihan yang status kartunya masih baik. Dalam arti kredit macetnya belum dilimpahkan ke debt collector. Sebab jika sudah dilimpahkan ke debt collector tentu saja tidak ada yang mau melunasinya karena uang akan langsung dibekukan. Tidak bisa dicairkan lagi dan Anda bisa tinggal kabur. Tak ada orang bodoh yang mau berbisnis dengan tukang hutang!

Lalu bagaimana jika kita ingin mengambil kembali kartu tersebut? Pada prinsipnya kapan saja bisa diambil asal kita mengembalikan dana yang sudah disuntik oleh merchant. Taruhlah dalam contoh di atas Anda belum punya Rp 10 juta namun hanya punya Rp 500.000. Anda bisa mengambil kembali kartu Anda yakni membayar fee gesek tunai. Mengapa? Karena dana yang telah disuntikkan akan dicairkan lagi dengan cara digesek. Kartu akan ditarik kembali uangnya Rp 10 juta di mana Anda membayar Rp 300.000 sebagai biaya gesek tunai. Setelah itu kartu bisa Anda bawa pulang yang tentunya menyisakan tagihan Rp 10 juta yang akan ditagih bulan depan. Mungkin ada yang berkata, "Lho kok masih hutang Rp 10 juta lagi?" Ya jelas Bro. Karena dari awal Anda memang berhutang Rp 10 juta. Hutang itu sementara waktu di-take over oleh merchant.

Menggunakan jasa seperti ini ibarat keluar dari sarang harimau masuk ke sarang serigala. Anda ingin melunasi "dimakan" merchant, Anda mau mengambil pun "dimakan". Tidak ingin dilunasi justru "dimakan" siluman. Namun ini jauh lebih baik daripada dimakan oleh siluman. Masih ingatkan biaya-biaya siluman kartu kredit? Kami sudah menjelaskannya panjang lebar. Banyak orang memilih jasa merchant pembayaran kartu kredit untuk menghindari bunga berbunga yang sungguh luar biasa. Belum lagi akan ditelepon oleh bank ke sana ke mari yang bikin hidup tidak tenang. Makanya jika tidak ingin diserang siluman, harimau dan serigala, jangan sok-sok kaya menggunakan kartu kredit. Pahami dulu dengan benar dan bijak sebelum menerima penggunaan kartu kredit. Jangan pakai duit orang mau, giliran ditagih bilang tidak punya duit, inilah, itulah.

Satu pesan singkat: jika sudah dilunasi sementara oleh merchant ini, saatnya bekerja keras dan fokus di pekerjaan atau bisnis Anda. Kartu kredit dititipkan tidak masalah daripada menimbulkan masalah baru. Carilah uang sebanyak-banyaknya bila perlu sampai ke ujung dunia untuk menutup kartu kredit Anda. Orang kerja 10 jam saja belum bisa hidup enak, apalagi Anda yang kerjanya cuma 5 jam lalu bermimpi kaya. Jika bulan depan Anda belum punya uang, tinggal bayar fee bulanannya yang jauh lebih ringan dari biaya siluman. Jika uang sudah terkumpul silakan datang ke toko dan lunasi semuanya. Anda akan berhutang budi kepada pemilik toko karena minimal tidak jadi dimaki-maki orang bank, ditelan siluman atau didatangi debt collector. Kartu kredit yang sudah dilunasi dan jika tidak ingin keruwetan yang sama terjadi lagi, gunting dan kembalikan kartu kredit tersebut ke bank. Pilih dan gunakan yang seperlunya saja. Gak punya duit jangan pakai kartu kredit! Nanti orang lain disalahkan karena kebodohan diri sendiri, sampai ada yang bilang bahwa kartu kredit adalah produk orang Yahudi, debt collector harus dibasmi, dsb. Goblok! Sudah goblok jangan biarkan orang lain mengetahui dan menertawakan kegoblokan Anda!

Berhati-hatilah karena kami mensinyalir jaringan mafia kartu kredit bermain di sini baik sebagai merchant pelunasan kartu kredit atau menyerang merchant seperti ini.

17/07/2016

Bagi anda pemegang kartu kredit, pasti familiar dengan istilah bisnis Gestun atau Gesek Tunai, kan? Tapi, apakah anda paham tentang gestun? Mungkin ada yang jawab iya, ada juga mungkin yang jawab tidak. Kenapa anda sampai tidak mengetahuinya?

Alasan paling utama kenapa bisnis Gesek Tunai sangat tertutup adalah para pengusaha gestun tidak ingin orang lain tahu potensi bisnis ini. Ibarat kata, bisnis gestun itu adalah peluang bisnis yang “save heaven,” alias resikonya kecil. Kok bisa begitu? Karena produk yang ditransaksikan tidak memiliki kadaluarsa, dan setiap orang pasti membutuhkannya, yaitu uang. Selain itu keuntungan yang didapat bisa sangat menggiurkan, bahkan bisa hingga 50% / bulan jika anda tahu caranya.

Wah, menarik juga nich. Bisnis Gestun memang menarik, tapi bukan berarti anda bisa melakukannya tanpa guru yang handal. Untungnya, bagi anda yang benar-benar tertarik, Roy Shakti, pakar kartu kredit no. 1 di Indonesia, siap berbagi ilmunya tentang bisnis gesek tunai kepada anda melalui seminar “Kaya dari Bisnis Gesek Tunai.”

Seminar ini anda akan berbicara gamblang dan membuka wawasan anda tentang bisnis Gestun. Anda tidak hanya diajarkan tentang kulitnya saja tentang bisnis ini, tapi hingga ke akar-akarnya. Ilmu aplikatif yang bisa anda dapatkan, antara lain:

– Membuka tabir potensi terpendam bisnis Gestun

– Strategi membuka bisnis Gesek Tunai tanpa modal

– Menggandakan keuntungan bisnis Gestun dengan instrumen property

– Dan ilmu tentang bisnis Gesek Tunai lainnya yang tidak akan anda dapatkan ditempat lain

Anda sudah kenal Roy Shakti, anda sudah tahu kredibilitasnya, dan tak ada satu pun orang yang lebih kenal tentang kartu kredit dan bisnis Gesek Tunai. Ini saat yang tepat karena anda akan belajar dari yang terbaik. Pastikan anda bergabung dengan komunitas Gesek Tunai Revolution di kota anda, dan jadilah yang pertama yang berhasil membangun kerajaan bisnis Gestun di kota anda.

17/07/2016

Tarik Tunai vs Gesek Tunai

Perbedaan dan persamaan antara tarik tunai vs gesek tunai kartu kredit.
Mungkin ada beberapa di antara kita yang masih bingung apa sih perbedaan antara "tarik tunai kartu kredit" dengan "gesek tunai kartu kredit"? Atau kadang dipergunakan juga kalimat "ambil tunai kartu kredit", dsb. Pada dasarnya pengertiannya sama yakni mengambil uang tunai. Hanya saja harus dilihat di mana kalimat tersebut dipergunakan. Kalau merujuk pada mesin ATM maka artinya ambil uang tunai lewat mesin ATM, jika merujuk pada toko/merchant maka maksudnya gesek tunai (gestun). Berikut di bawah ini adalah penjelasan lebih ringkasnya.

Tarik Tunai Kartu Kredit

Ambil tunai di mesin ATM.
Konsep awal yang dimaksud tarik tunai kartu kredit adalah ketika kita menggunakan kartu kredit untuk mengambil uang tunai (cash withdrawal) dari mesin ATM. Jadi layaknya mengambil uang tunai dengan kartu ATM. Yang kita butuhkan sudah jelas sebuah nomor PIN kartu kredit. Kartu kredit bisa dipergunakan untuk mengambil uang tunai lewat mesin ATM karena memang merupakan salah satu manfaat dan fasilitasnya. Bahkan bisa ambil tunai hampir di semua mesin ATM di seluruh dunia asal logonya tercantum.

Gesek Tunai Kartu Kredit

Gesek tunai kartu kredit adalah mengambil uang tunai tetapi tidak lewat mesin ATM, melainkan ke toko-toko yang memang menawarkan atau menyediakan gesek tunai seperti ini. Kok toko bisa punya uang tunai? Apakah toko tersebut memiliki mesin ATM? Tidak demikian.

Ambil tunai di toko.
Toko itu pada dasarnya menerima transaksi kartu kredit untuk berbelanja. Hanya saja barang belanja tersebut bisa diganti dengan uang tunai. Jadi kita tidak ambil barangnya melainkan mengambil uang kontan senilai harga barang tersebut. Contoh misalnya sebuah unit blackberry dakota seharga Rp 5,7 juta. Nah, kita tidak ambil BB tersebut melainkan uang senilai Rp 5,7 juta. Kurang lebih seperti itu. Tentu dalam hal ini dikenakan biaya-biaya tertentu yang sering disebut fee gesek tunai (gestun).

Semoga paham bahwa tarik tunai lebih mengacu pada mesin ATM sedangkan ambil tunai atau gesek tunai lebih mengacu pada toko (merchant). Kami akan membahas topik ini lebih lengkap di kemudian hari.

Sponsored links Tarik Tunai vs Gesek Tunai Kartu Kredit:

Address

Jakarta
13730

Telephone

08123323392

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Gesek Tunai Solusi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share